
Siang ini setelah aku membereskan kerjaan skripsiku, aku istirahat sejenak, meminum es
kopi yang sudah dibautkan ibuku dan makan kue, ditemani musik mellow. Hah ngantuk sekali rasanya, tapi
aku harus menemui dosen untuk bimbingan lagi. Waktu sudah menunjukan pukul 2
siang, masih ada 1 jam lagi untuk bersiap-siap. Mandi siang-siang seger kali ya
sebelum pergi. Aku memutuskan untuk mandi dan bersiap-siap.
“Ibu, aku berangkat kekampus dulu ya” teriakku di dalam rumah
“Iya nak hati-hati pulang jangan kemaleman” sahut ibuku juga berteriak
Aku hari ini pergi menggunakan taksi online, beberapa hari ini aku tidak ngorder karena aku
sedang malas keluar rumah, pikiranku selalu menuju ke model. Aku sampai dilemma
untuk berpindah karir sebagai model. Mobil ini membawaku dengan kecepatan pelan
sambil menikmati indahnya keliling kota ini. Aku ingin berhenti dikedai kopi
sekedar membeli kopi untukku. Mobil ini menuruti keinginanku dan aku kembali lagi
kedalam untuk melanjutkan perjalananku ke kampus.
Setelah sampai dikampus aku langsung pergi ke ruangan dosenku. Aku berjalan dengan santai
melihat orang-orang sibuk dengan aktifitasnya sendiri. Aku duduk sejenak di
kursi bawah pohon untuk minum kopi sambil baca file yang aku buat.
“Hey, kita bertemu lagi” sapa seseorang pria sedang memperhatikanku, aku menoleh ke
samping melihat siapa yang memanggilku. “E..Erik” spontan aku terkejut
kedatangan Erik tiba-tiba muncul
“Sedang apa kau disini Andini” Tanya nya dengan tersenyum kecil
“Menurutmu” jawabku simpel
“Mau bimbingan ya?”
“Hem.” Tanpa melihat ke arah Erik.
“Yasudah, mungkin kedatanganku mengganggumu, aku pergi ya” kata Erik berdiri untuk
meninggalkan aku
“E. Erik tunggu” teriakku pelan. Erik membalikan badan nya dan berjalan kearahku
“Apa?” Tanya dengan simpel
“Duduklah” jawabku dengan memberinya tempat duduk
Erik kembali duduk, namun wajahnya tidak tersenyum lagi. “Kau ingin bicara apa” Tanya nya
dengan simpel
“Kau sedang apa disini Erik?” tanyaku dengan nada pelan “Menurutmu?” tanpa melihat
kearahku. Apa sih maunya orang ini,
__ADS_1
ngeselin banget. “Ko malah berkata seperti itu” jawabku dengan sewot. “Heh,
cewe memang menyebalkan, disapa duluan jawab sinis, giliran aku jawab sinis,
kau malah sewot” jawabnya dengan mata membesar ke arahku.
“Ya tapi kau tidak usah meniru gayaku” jawabku protes. “Heh, kenapa tidak bisa, aku juga
bisa mengikuti gayamu, mau sewot pun aku bisa, mau bagaimana lagi pun aku bisa”
mengejek ke arahku
“Mimpi apa semalem bisa bertemu cowo seaneh ini.” Gerunekku sambil melihat ke wajahnya.
“Sudahlah kau tidak perlu membuang muka kepadaku. Kau Tanya aku sedang apa disini? Aku sedang
berjalan-jalan saja” jawabnya santai
“Jalan-jalan ko dikampus. Jalan-jalan itu di Mall atau tempat bermain. Aneh sekali sih kau
itu”
“suka-suka aku dong mau kemana pun hak aku. “ jawabnya
“Ih kesel ngomong sama kamu “ jawabku, aku langsung meninggalkan Erik pergi dan langsung
bertemu dengan dosenku.
“Maaf pak.. sudah menunggu lama” sapa ku dengan
sopan ke dosen. “Ya, tidak apa-apa. “ aku langsung memberikan file untuk dibaca
dosen.
“Heh, ternyata kau mau bimbingan juga ke dosen, “ jawabku dengan sinis.
“Iya aku mau bimbingan” jawabnya tersenyum kecil
“Keluarlah kau, ini giliranku” jawabku protes. Erik hanya menggelengkan kepala bertanda
tidak mau.
“Pak dosen Erik.” Sapa dosen ku dengan wajah tersenyum
“A..apa? tadi bapak bilang apa ke cowo aneh ini?” Tanya ku penasaran sambil memukul meja
“Heh, dasar anak ini, dia ini dosen baru yang kemarin aku ceritakan kepadamu.” Jawabnya
dengan sewot.
“Kau ini jaga sikapmu terhadap dosen, orang tuamu tidak mengajarkan tata krama ya.” Sahut dosenku
“M…Ma..maaf pak.. “ jawabku sedikit menunduk
Erik hanya berdiri disampingku memandangku dengan tersenyum kecil, sekilas meledek dan mentertawaiku. Ya tuhan, semalam aku mimpi
apa, apa mungkin dia dosen disini. Sahutku dalam hati.
“Oh ya pak Putra, apa ini mahasiswamu yang akan menjadi peserta skripsi yang aku uji?”
Tanya Erik dengan senyum kecil
Pak Putra hanya mengangguk seakan mengiyakan. Habis
__ADS_1
sudah, pasti nilai skripsiku tidak akan mendapatkan nilai A karena sudah
membentak Erik, aku hanya pasrah saja terhadap apapun yang terjadi. Gumamku
dalam hati sambil menutup mata
“Andini, sepertinya skripsimu harus
lebih banyak yang direvisi, terlebih kosa kata yang masih acak-acakan dan tanda
baca yang kurang jelas. Dan ini harus lebih banyak lagi rumus-rumusnya” jelas
dosenku dan memberikan kertas kepadaku.
Dosen ini teliti banget sih meriksanya, aku
sudah menghabiskan hari-hariku untuk mengerjakan skripsi ini dan masih banyak
kesalahan juga. Sepertinya aku tidak akan ngorder dulu karena harus
menyelesaikan skripsiku. Aku langsung berdiri mengucapkan terimakasih dan
meninggalkan ruangan itu.
Aku duduk di kantin sambil minum es kopi dan memandangi file skripsiku, hari ini aku sial banget sih berharap ini revisi yang terakhir malah
harus direvisi ulang. Erik, mengapa ia jadi dosen sih dan akan menjadi penguji
skripsiku. Ya ampun. Gumamku dalam hati. Dengan menarik nafas panjang
dalam-dalam, dan aku membuka kedua mataku lebar-lebar sambil tersenyum
semangat. “Oke aku akan kerjakan ulang skripsiku” ucapku pelan
“Hay Andini, sedang apa kau dikantin?” tiba-tiba Riana mengagetkanku
“Tidak, aku sedang santai aja Riana, kau tumben kemari”
“Ya, aku kesini ingin mengerjakan ulang skripsiku yang baru direvisi” jawabnya sambil
menaruh file dimeja. Aku dan Riana beda dosen pembimbing.
“Aku juga sama, aku harus merevisi ulang skripsiku. “ jawabku dengan nada pelan sambil
menunduk. “Oh, kalau begitu sama. Mari kita kerjakan bareng,” jawab Riana dengan semangat
“Aku tidak bawa laptop, hari ini aku mau pulang dan mengerjakan dirumah”
“Temani aku saja disini Andini.. pliiss…” mohon Riana kepadaku
“Tapi aku tidak bisa, harus segera selesaikan semua tugasku” jawabku
Aku melihat raut wajah Riana seketika masam dan
mendiamiku. Ya mau gimana lagi, aku tidak
bisa mengerjakan skripsi ku disaat seperti hati. Hatiku saat ini sedang
bimbang, mengapa Erik adalah seorang dosen di kampus ini. Huuuh gumamnya
dalam hati.
Akupun telah sampai dikamar dan akan segera membuka
__ADS_1
laptop lalu mengerjakan ulang tugas skripsiku.