OJOL LOVE SCENARY

OJOL LOVE SCENARY
Bimbingan Skripsi Lagi


__ADS_3

Siang ini setelah aku membereskan kerjaan skripsiku, aku istirahat sejenak, meminum es


kopi yang sudah dibautkan ibuku dan makan kue, ditemani musik mellow. Hah ngantuk sekali rasanya, tapi


aku harus menemui dosen untuk bimbingan lagi. Waktu sudah menunjukan pukul 2


siang, masih ada 1 jam lagi untuk bersiap-siap. Mandi siang-siang seger kali ya


sebelum pergi. Aku memutuskan untuk mandi dan bersiap-siap.


“Ibu, aku berangkat kekampus dulu ya” teriakku di dalam rumah


“Iya nak hati-hati pulang jangan kemaleman” sahut ibuku juga berteriak


Aku hari ini pergi menggunakan taksi online, beberapa hari ini aku tidak ngorder karena aku


sedang malas keluar rumah, pikiranku selalu menuju ke model. Aku sampai dilemma


untuk berpindah karir sebagai model. Mobil ini membawaku dengan kecepatan pelan


sambil menikmati indahnya keliling kota ini. Aku ingin berhenti dikedai kopi


sekedar membeli kopi untukku. Mobil ini menuruti keinginanku dan aku kembali lagi


kedalam untuk melanjutkan perjalananku ke kampus.


Setelah sampai dikampus aku langsung pergi ke ruangan dosenku. Aku berjalan dengan santai


melihat orang-orang sibuk dengan aktifitasnya sendiri. Aku duduk sejenak di


kursi bawah pohon untuk minum kopi sambil baca file yang aku buat.


“Hey, kita bertemu lagi” sapa seseorang pria sedang memperhatikanku, aku menoleh ke


samping melihat siapa yang memanggilku. “E..Erik” spontan aku terkejut


kedatangan Erik tiba-tiba muncul


“Sedang apa kau disini Andini” Tanya nya dengan tersenyum kecil


“Menurutmu” jawabku simpel


“Mau bimbingan ya?”


“Hem.” Tanpa melihat ke arah Erik.


“Yasudah, mungkin kedatanganku mengganggumu, aku pergi ya” kata Erik berdiri untuk


meninggalkan aku


“E. Erik tunggu” teriakku pelan. Erik membalikan badan nya dan berjalan kearahku


“Apa?” Tanya dengan simpel


“Duduklah” jawabku dengan memberinya tempat duduk


Erik kembali duduk, namun wajahnya tidak tersenyum lagi. “Kau ingin bicara apa” Tanya nya


dengan simpel


“Kau sedang apa disini Erik?” tanyaku dengan nada pelan “Menurutmu?” tanpa melihat


kearahku. Apa sih maunya orang ini,

__ADS_1


ngeselin banget. “Ko malah berkata seperti itu” jawabku dengan sewot. “Heh,


cewe memang menyebalkan, disapa duluan jawab sinis, giliran aku jawab sinis,


kau malah sewot” jawabnya dengan mata membesar ke arahku.


“Ya tapi kau tidak usah meniru gayaku” jawabku protes. “Heh, kenapa tidak bisa, aku juga


bisa mengikuti gayamu, mau sewot pun aku bisa, mau bagaimana lagi pun aku bisa”


mengejek ke arahku


“Mimpi apa semalem bisa bertemu cowo seaneh ini.” Gerunekku sambil melihat ke wajahnya.


“Sudahlah kau tidak perlu membuang muka kepadaku. Kau Tanya aku sedang apa disini? Aku sedang


berjalan-jalan saja” jawabnya santai


“Jalan-jalan ko dikampus. Jalan-jalan itu di Mall atau tempat bermain. Aneh sekali sih kau


itu”


“suka-suka aku dong mau kemana pun hak aku. “ jawabnya


“Ih kesel ngomong sama kamu “ jawabku, aku langsung meninggalkan Erik pergi dan langsung


bertemu dengan dosenku.


“Maaf pak.. sudah menunggu lama” sapa ku dengan


sopan ke dosen. “Ya, tidak apa-apa. “ aku langsung memberikan file untuk dibaca


dosen.


“Heh, ternyata kau mau bimbingan juga ke dosen, “ jawabku dengan sinis.


“Iya aku mau bimbingan” jawabnya tersenyum kecil


“Keluarlah kau, ini giliranku” jawabku protes. Erik hanya menggelengkan kepala bertanda


tidak mau.


“Pak dosen Erik.” Sapa dosen ku dengan wajah tersenyum


“A..apa? tadi bapak bilang apa ke cowo aneh ini?” Tanya ku penasaran sambil memukul meja


“Heh, dasar anak ini, dia ini dosen baru yang kemarin aku ceritakan kepadamu.” Jawabnya


dengan sewot.


“Kau ini jaga sikapmu terhadap dosen, orang tuamu tidak mengajarkan tata krama ya.” Sahut dosenku


“M…Ma..maaf pak.. “ jawabku sedikit menunduk


Erik hanya berdiri disampingku memandangku dengan tersenyum kecil, sekilas meledek dan mentertawaiku. Ya tuhan, semalam aku mimpi


apa, apa mungkin dia dosen disini. Sahutku dalam hati.


“Oh ya pak Putra, apa ini mahasiswamu yang akan menjadi peserta skripsi yang aku uji?”


Tanya Erik dengan senyum kecil


Pak Putra hanya mengangguk seakan mengiyakan. Habis

__ADS_1


sudah, pasti nilai skripsiku tidak akan mendapatkan nilai A karena sudah


membentak Erik, aku hanya pasrah saja terhadap apapun yang terjadi. Gumamku


dalam hati sambil menutup mata


“Andini, sepertinya skripsimu harus


lebih banyak yang direvisi, terlebih kosa kata yang masih acak-acakan dan tanda


baca yang kurang jelas. Dan ini harus lebih banyak lagi rumus-rumusnya” jelas


dosenku dan memberikan kertas kepadaku.


Dosen ini teliti banget sih meriksanya, aku


sudah menghabiskan hari-hariku untuk mengerjakan skripsi ini dan masih banyak


kesalahan juga. Sepertinya aku tidak akan ngorder dulu karena harus


menyelesaikan skripsiku. Aku langsung berdiri mengucapkan terimakasih dan


meninggalkan ruangan itu.


Aku duduk di kantin sambil minum es kopi dan memandangi file skripsiku, hari ini aku sial banget sih berharap ini revisi yang terakhir malah


harus direvisi ulang. Erik, mengapa ia jadi dosen sih dan akan menjadi penguji


skripsiku. Ya ampun. Gumamku dalam hati. Dengan menarik nafas panjang


dalam-dalam, dan aku membuka kedua mataku lebar-lebar sambil tersenyum


semangat. “Oke aku akan kerjakan ulang skripsiku” ucapku pelan


“Hay Andini, sedang apa kau dikantin?” tiba-tiba Riana mengagetkanku


“Tidak, aku sedang santai aja Riana, kau tumben kemari”


“Ya, aku kesini ingin mengerjakan ulang skripsiku yang baru direvisi” jawabnya sambil


menaruh file dimeja. Aku dan Riana beda dosen pembimbing.


“Aku juga sama, aku harus merevisi ulang skripsiku. “ jawabku dengan nada pelan sambil


menunduk. “Oh, kalau begitu sama. Mari kita kerjakan bareng,” jawab Riana dengan semangat


“Aku tidak bawa laptop, hari ini aku mau pulang dan mengerjakan dirumah”


“Temani aku saja disini Andini.. pliiss…” mohon Riana kepadaku


“Tapi aku tidak bisa, harus segera selesaikan semua tugasku” jawabku


Aku melihat raut wajah Riana seketika masam dan


mendiamiku. Ya mau gimana lagi, aku tidak


bisa mengerjakan skripsi ku disaat seperti hati. Hatiku saat ini sedang


bimbang, mengapa Erik adalah seorang dosen di kampus ini. Huuuh gumamnya


dalam hati.


Akupun telah sampai dikamar dan akan segera membuka

__ADS_1


laptop lalu mengerjakan ulang tugas skripsiku.


__ADS_2