OJOL LOVE SCENARY

OJOL LOVE SCENARY
Seseorang Yang Tak Diharapkan


__ADS_3

Malam pukul 19.25 aku masih ngutak ngatik didepan


laptop dengan ditemani biskuit dan es teh manis kesukaan ku. Hari ini sangat melelahkan, tapi untungnya


aku masih bisa selesaikan revisiku dengan cepat, senang sekali rasanya ingin


selonjoran dan buka youtube agar tidak jenuh. Aku pun membuka youtube dan


menonton channel kesukaan ku. Segera ku matikan laptop dan pergi ke tempat


tidur untuk menonton.


Terdengar suara ketukan pintu dan sangat


mengganggu sekali. Malas sekali datang ke


depan bukain pintu. Tapi takut ada mamang JNE yang ngantar paket pesanan hehehe.


Betapa terkejutnya aku melihat seseorang wanita basah kuyup karena diluar


memang sedang hujan. Aku tau wanita ini. Dia adalah wanita yang sangat Joshua


sayangi. Ya dia adalah Yuni. Aku segera menyuruhnya masuk ke dalam dan


memberikannya handuk untuk mengeringkan tubuhnya yang masih basah. Yuni pun


terlihat tersenyum dan menyapa kabarku.


“Bagaimana kabarmu Andini?” Tanya Yuni dengan ramah


“Baik” jawabku singkat


“Maaf ya sudah merepotkanmu” jawabnya sambil menunduk


“sebelumnya mohon maaf, ada apa kedatanganmu


dirumahku dengan penampilan seperti ini? Apa kau tidak punya payung atau


kehabisan uang untuk naik taksi online?” jawabku agak sedikit kesal, memang


dari awal Ka Joshua berpacaran dengan Yuni, aku sudah tidak menyukainya


dikarenakan Yuni ini lebih mementingkan diri sendiri daripada Ka Joshua. Joshua


sempat bela-belain bertemu dirinya disaat dia sedang ada rapat penting bersama


direktur perusahaan disaat hari ulang tahun Yuni. Namun betapa terkejutnya saat

__ADS_1


Yuni telah pergi ke luar negeri. Saat kejadian itu yang seharusnya Joshua


memimpin rapat tersebut dan mendapatkan peluang, kini, ia harus mulai baru dari


awal. Betapa kesal sekali aku dengan wanita ini.


“Aku ingin bertemu dengan Joshua, apa Joshua nya ada ?” tanya Yuni dengan lirih


“Osu tidak ada dirumah sejak tadi pagi, sepertinya ia menginap dirumah temanya” jawabku singkat


“Apa aku boleh menitipkan surat ini kepada Joshua?” sambil menyerahkan sebuah amplop dari plastik


“ok” menerima amplop itu lalu menaruh lagi meja


“Kalau begitu terimakasih. Aku pamit pulang. Permisi” sambil menyerahkan lagi handuk dan bergegas menuju pintu lalu pergi


Saat Yuni sudah pergi aku langsung membawa amplop


tersebut ke kamar. Rasa kepo ku menggebu sehingga aku melihat isi surat


tersebut. Terlihat dari warna amplop yaitu warna coklat dan kertas nya warna


putih berhias love. Saat ku baca surat itu hanya beberapa baris dengan


kata-kata yang indah.


Joshua, aku tahu kau mungkin benci padaku. Tapi aku tidak demikian


Jo, aku ingin sekali memberitahu yang sebenarnya kepadamu.


Aku selama ini pergi keluar negeri hanya untuk


menuntut ilmu dan kembali ke tanah air untuk menemuimu kembali.


Tak disangka aku keterima kerja sebagai model di perusahaan yang mengontrakku


Jo, akankah kita kembali lagi seperti dulu


Jo, aku senang saat kau temuiku dikantor pada


pekan lalu, tapi maaf aku langsung masuk kedalam. Jo aku sangat ingin bertemu


denganmu


Aku ingin menanti hari disaat kau datang menemuiku


Dan berkata apakah kau bersedia menemani hari-hariku?

__ADS_1


Jo, aku merindukanmu


Salam dari Yuni


Saat aku sudah membacanya seketika aku terkejut


ternyata Joshua sudah mengetuk pintu kamarnya, aku langsung menyembunyikan


amplop itu di laci paling bawah di mejaku. Aku membuka pintu dan ternya Joshua


membawa pizza kesukaanku.


“Ayo makan di ruang tamu” ajak Joshua


“Ah.. iya baik aku kesitu” jawabku terbata-bata


Aku segera menutup pintu dan menarik nafas, apakah


dia curiga tidak ya?


Aku sudah duduk disamping Osu dan sedang memakan


sepotong pizza dengan toping sosis ayam dan keju mozarella yang meleleh. Heeemmm enaknya. Gumam hatiku


“Kenapa kursi ini agak basah ya?” tanya Osu sambil


meraba-raba kursinya yang sedikit basah


“Ah, masa sih? Tidak basah ko” jawabku berbohong


“Tapi ini basah loh, apa kamu hujan-hujanan?”


tanya Osu sambil menatap Andini


“Ti...tidak” jawabku langsung berpaling dari


wajahnya


“Aku pergi makan dikamar saja ya, terimakasih


pizza nya” jawabku seketika itu langsung pergi ke kamar


Aneh, Andini kenapa gugup seperti itu, apakah ada


yang datang kerumah? Atau memang habis hujan-hujanan lalu tidak mau mengaku


kepada ku karena malu? Hahaha dasar adik yang aneh. Gumamku sambil tertawa

__ADS_1


sendiri dan menghabiskan pizza.


__ADS_2