OJOL LOVE SCENARY

OJOL LOVE SCENARY
Penawaran Seorang Model


__ADS_3

 Aku mengikuti langkah Osu dari belakang, saat Osu telah sampai di ruangan depan, aku hanya mngintip lewat sebelah tembok memastikan bahwa orang yang mencariku adalah orang yang aku maksudkan. “Haih


anak ini”, hela Osu dalam ucapannya “Andiniiii” teriak Osu. Akupun mau tidak


mau harus memberanikan diri. Dengan tarikan nafas panjang aku melangkah ke


ruangan depan. “Maaf sudah membuat nunggu lama” sapa aku kepada Osu dan


temannya. Aku segera duduk disamping Osu


“Cantik” sapa teman Osu meliirik kearahku.


Ih apa-apaan sih, kenapa lo ngeliatin gue dengan tatapan begitu, haduh Osu apa lo ga  bisa cariin yang sedikit keren gitu, ko lo punya temen yang modelnya seperti ini? Gerunek aku dalam hati setelah melihat penampilan temannya yang memakai setelah kemeja hitam dan


celana jean. Perawakannya sedikit agak tua dari Osu dan dia memakai kacamata


besar dan tubuhnya sedikit gemuk. Sama sekali bukan tipe cowok idamanku.


“Bagaimana Vin? Apakah dia cocok menjadi seorang model?”  Tanya Osu kepada Kevin temannya. Apa jadi model? Aku tidak salah dengar, bukankah semalam dia ingin mengenalkan aku kepada temannya untuk menjadikannya


pacar?. Aku hanya terkejut dalam hati sambil mendengarkan percakapan mereka


“Sangat cocok. Dia memiliki wajah yang bulat, mata besar, hidung kecil, bibir mungil, berbadan


putih mulus dan rambut panjang yang bergelombang. Sangat cocok sekali untuk


menjadi seorang model majalah” menurut Kevin sekali pandang, Kevin terus


memandangiku dari bawah hingga atas. “Tunggu, apakah aku akan dijadikan model?”


tanyaku kepada Osu. “Ya betul, kau akan kujadikan model lewat Kevin” jawab Osu


tanpa melihat kearahku “Tapi Osu, bagaimana dengan pekerjaan sampinganku ojek


online?” Protesku sambil memegang bahu Osu


“Kau tidak cocok menjadi seorang ojek online, kau hanya cocok menjadi seorang model


Andini, karirmu akan melesat dan pasti dari seorang model aku akan mewujudkan


impianmu.” Jawab Kevin dengan menatapku


“Aku tidak bicara denganmu, kau diam saja” bantah aku kepada kevin


“Andini, apa lo tidak ingin menjadi seorang model? Kau coba saja dulu ikut dengan Kevin ke


studio lalu kau akan merasakan nya nanti setelah lo terkenal.” Jawab Osu yang


seketika membalikan badan ke arahku. Aku pun tidak berkata apa-apa hanya


menggelengkan kepala tanda tidak setuju dengan penawaran menjadi model


“kau mau kan Din, ikut dengan Kevin menjadi seorang model” Tanya Osu kepada aku. “Aku tidak mau

__ADS_1


Osu, sampai kapanpun aku tidak akan mau menjadi model, aku lebih nyaman menjadi


seorang ojek online.” Protes aku, akupun berdiri dan bermaksud meninggalkan


mereka berdua keluar ruangan.


Ketika aku tiba didepan kampus, aku membuka hp dan memesan taksi online. Beberapa menit


kemudia taksi datang dan aku segera masuk kedalam mobil. Aku tidak perduli lagi dengan ajakan menjadi model. Lebih baik aku ke


kampus, mana tau bertemu dengan Erik, gumam hatiku


Tiba didepan kampus aku berjalan kedalam dan duduk di taman, aku lebih baik disini diam


memandangi taman kampus. Saat aku sedang duduk diam datanglah teman satu kelas


menyapaku.


“Andin, lo ngapain kesini, bukannya tidak ada jam kuliah?” sapa Riana. Riana adalah teman


satu kelasku sekaligus sahabat untuk aku curhat. Beberapa minggu ini aku tidak


ngobrol dengan Riana karena aku sibuk dengan ojek online ku, dan Rianapun sibuk


dengan skripsinya. Akhirnya kami ngobrol hingga tak terasa sudah pukul 5 sore.


Aku dan Riana cerita tentang kejadianku akhir-akhir ini dan menceritakan bahwa


aku diajak menjadi seorang model. Aku tidak menyangka Riana malah setuju aku


“Andin, sudah sore mari kita pulang,” ajak Riana mengajaku pulang. Aku pulang bareng dengan


Riana menggunakan taksi online, dan Riana turun duluan karena rumahnya lebih


dekat daripada rumahku.


Sesampainya dirumah, aku tidak melihat Osu,


sepertinya dia belum pulang apakah dia mencariku saat aku kabur dari obrolan


tadi? Ataukah dia masih sibuk dengan pekerjaannya? Ah biarkanlah yang penting


aku tetap mempertahankan pekerjaan ku seorang driver ojek online.


Siang ini aku sudah mengantar para penumpangku, aku sudah ngorder sebanyak 5 penumpang,


alhamdulilah penumpangku wanita semua. Aku juga banyak ngobrol dengan


penumpangku. Ngobrol masalah kerjaan, kuliah, hingga cowok.. aku sedang


istirahat di depan toko kue sambil meredakan lelahku. Sekarang pukul 2 siang,


cuaca hari ini sangat terik. Aku

__ADS_1


kepikiran untuk menjadi seorang  model


pasti enak, tidak kepanasan seperti ini. Kerjaan nya cuma foto dan tanda tangan


tapi penghasilan banyak, berbeda menjadi seorang ojek online yang harus


panas-panasan demi mendapatkan penghasilan. Apakah aku gabung aja ya menjadi


seorang model, gumamku dalam hati. Tapi


aku sudah nyaman menjadi driver ojek online. Walaupun susah payah aku mendaftar


sebagai ojek online tetap aku menyukai pekerjaan ini. Waktu sudah


menunjukan pukul 9 malam, tapi aku tidak


mendengar suara mobil Osu masuk rumah, apakah Osu marah kepadaku perihal aku


menolak tawaran menjadi model? Aku pun langsung menghubungi Osu, tetapi


panggilanku tidak dijawab olehnya. Aku


sangat khawatir sekali dengan  keadaan


Osu. Lebih baik aku bertanya pada ayah siapa tau ayah mengetahui keberadaan


Osu.


“Ayah, mengapa Osu belum pulang?” tanyaku pada ayah yang sedang membaca Koran di ruang tamu.


“Tadi Osu chat ke ayah katanya dia malam ini tidur dirumah kawannya.” Jawabnya


tanpa melihatku


“Siapa kawannya yah?” tanyaku kembali


“Ayah tidak tau, dia hanya mengirim pesan itu saja ke ayah” jawabnya kembali tanpa


melihatku.


Hhm… apa Osu nginap dirumah Kevin? Untuk apa sih itu anak kekeh mempertahankan aku menjadi seorang model? Akupun langsung pergi kekamar dan tidak memperdulikan lagi keberadaan Osu. Aku hanya


berbaring ditempat tidur. Entah kenapa sekilas aku terpikir bayangan Erik di


kepalaku. Aku teringat sangat Erik memaksa aku ke Mall dan menarik tanganku


untuk duduk disebelah dia menunggu kedatangan temannya. Erik tampak terlihat sangat tampan, kenapa aku bisa terbayangkan tentang Erik ya? Tapi didekatnya aku merasa kesal dan marah. Karena dia jadwal


bimbinganku tertunda.


Malam pun berlarut dengan cepatnya sehingga tak


terasa rasa kantuk ini mulai datang dan terpikirkan oleku untuk tidur sambil

__ADS_1


membayangkan saat bertemu lagi dengan Erik sampai tidurku pulas dan mimpi


dengan indah..


__ADS_2