
Aku mengikuti langkah Osu dari belakang, saat Osu telah sampai di ruangan depan, aku hanya mngintip lewat sebelah tembok memastikan bahwa orang yang mencariku adalah orang yang aku maksudkan. “Haih
anak ini”, hela Osu dalam ucapannya “Andiniiii” teriak Osu. Akupun mau tidak
mau harus memberanikan diri. Dengan tarikan nafas panjang aku melangkah ke
ruangan depan. “Maaf sudah membuat nunggu lama” sapa aku kepada Osu dan
temannya. Aku segera duduk disamping Osu
“Cantik” sapa teman Osu meliirik kearahku.
Ih apa-apaan sih, kenapa lo ngeliatin gue dengan tatapan begitu, haduh Osu apa lo ga bisa cariin yang sedikit keren gitu, ko lo punya temen yang modelnya seperti ini? Gerunek aku dalam hati setelah melihat penampilan temannya yang memakai setelah kemeja hitam dan
celana jean. Perawakannya sedikit agak tua dari Osu dan dia memakai kacamata
besar dan tubuhnya sedikit gemuk. Sama sekali bukan tipe cowok idamanku.
“Bagaimana Vin? Apakah dia cocok menjadi seorang model?” Tanya Osu kepada Kevin temannya. Apa jadi model? Aku tidak salah dengar, bukankah semalam dia ingin mengenalkan aku kepada temannya untuk menjadikannya
pacar?. Aku hanya terkejut dalam hati sambil mendengarkan percakapan mereka
“Sangat cocok. Dia memiliki wajah yang bulat, mata besar, hidung kecil, bibir mungil, berbadan
putih mulus dan rambut panjang yang bergelombang. Sangat cocok sekali untuk
menjadi seorang model majalah” menurut Kevin sekali pandang, Kevin terus
memandangiku dari bawah hingga atas. “Tunggu, apakah aku akan dijadikan model?”
tanyaku kepada Osu. “Ya betul, kau akan kujadikan model lewat Kevin” jawab Osu
tanpa melihat kearahku “Tapi Osu, bagaimana dengan pekerjaan sampinganku ojek
online?” Protesku sambil memegang bahu Osu
“Kau tidak cocok menjadi seorang ojek online, kau hanya cocok menjadi seorang model
Andini, karirmu akan melesat dan pasti dari seorang model aku akan mewujudkan
impianmu.” Jawab Kevin dengan menatapku
“Aku tidak bicara denganmu, kau diam saja” bantah aku kepada kevin
“Andini, apa lo tidak ingin menjadi seorang model? Kau coba saja dulu ikut dengan Kevin ke
studio lalu kau akan merasakan nya nanti setelah lo terkenal.” Jawab Osu yang
seketika membalikan badan ke arahku. Aku pun tidak berkata apa-apa hanya
menggelengkan kepala tanda tidak setuju dengan penawaran menjadi model
“kau mau kan Din, ikut dengan Kevin menjadi seorang model” Tanya Osu kepada aku. “Aku tidak mau
__ADS_1
Osu, sampai kapanpun aku tidak akan mau menjadi model, aku lebih nyaman menjadi
seorang ojek online.” Protes aku, akupun berdiri dan bermaksud meninggalkan
mereka berdua keluar ruangan.
Ketika aku tiba didepan kampus, aku membuka hp dan memesan taksi online. Beberapa menit
kemudia taksi datang dan aku segera masuk kedalam mobil. Aku tidak perduli lagi dengan ajakan menjadi model. Lebih baik aku ke
kampus, mana tau bertemu dengan Erik, gumam hatiku
Tiba didepan kampus aku berjalan kedalam dan duduk di taman, aku lebih baik disini diam
memandangi taman kampus. Saat aku sedang duduk diam datanglah teman satu kelas
menyapaku.
“Andin, lo ngapain kesini, bukannya tidak ada jam kuliah?” sapa Riana. Riana adalah teman
satu kelasku sekaligus sahabat untuk aku curhat. Beberapa minggu ini aku tidak
ngobrol dengan Riana karena aku sibuk dengan ojek online ku, dan Rianapun sibuk
dengan skripsinya. Akhirnya kami ngobrol hingga tak terasa sudah pukul 5 sore.
Aku dan Riana cerita tentang kejadianku akhir-akhir ini dan menceritakan bahwa
aku diajak menjadi seorang model. Aku tidak menyangka Riana malah setuju aku
“Andin, sudah sore mari kita pulang,” ajak Riana mengajaku pulang. Aku pulang bareng dengan
Riana menggunakan taksi online, dan Riana turun duluan karena rumahnya lebih
dekat daripada rumahku.
Sesampainya dirumah, aku tidak melihat Osu,
sepertinya dia belum pulang apakah dia mencariku saat aku kabur dari obrolan
tadi? Ataukah dia masih sibuk dengan pekerjaannya? Ah biarkanlah yang penting
aku tetap mempertahankan pekerjaan ku seorang driver ojek online.
Siang ini aku sudah mengantar para penumpangku, aku sudah ngorder sebanyak 5 penumpang,
alhamdulilah penumpangku wanita semua. Aku juga banyak ngobrol dengan
penumpangku. Ngobrol masalah kerjaan, kuliah, hingga cowok.. aku sedang
istirahat di depan toko kue sambil meredakan lelahku. Sekarang pukul 2 siang,
cuaca hari ini sangat terik. Aku
__ADS_1
kepikiran untuk menjadi seorang model
pasti enak, tidak kepanasan seperti ini. Kerjaan nya cuma foto dan tanda tangan
tapi penghasilan banyak, berbeda menjadi seorang ojek online yang harus
panas-panasan demi mendapatkan penghasilan. Apakah aku gabung aja ya menjadi
seorang model, gumamku dalam hati. Tapi
aku sudah nyaman menjadi driver ojek online. Walaupun susah payah aku mendaftar
sebagai ojek online tetap aku menyukai pekerjaan ini. Waktu sudah
menunjukan pukul 9 malam, tapi aku tidak
mendengar suara mobil Osu masuk rumah, apakah Osu marah kepadaku perihal aku
menolak tawaran menjadi model? Aku pun langsung menghubungi Osu, tetapi
panggilanku tidak dijawab olehnya. Aku
sangat khawatir sekali dengan keadaan
Osu. Lebih baik aku bertanya pada ayah siapa tau ayah mengetahui keberadaan
Osu.
“Ayah, mengapa Osu belum pulang?” tanyaku pada ayah yang sedang membaca Koran di ruang tamu.
“Tadi Osu chat ke ayah katanya dia malam ini tidur dirumah kawannya.” Jawabnya
tanpa melihatku
“Siapa kawannya yah?” tanyaku kembali
“Ayah tidak tau, dia hanya mengirim pesan itu saja ke ayah” jawabnya kembali tanpa
melihatku.
Hhm… apa Osu nginap dirumah Kevin? Untuk apa sih itu anak kekeh mempertahankan aku menjadi seorang model? Akupun langsung pergi kekamar dan tidak memperdulikan lagi keberadaan Osu. Aku hanya
berbaring ditempat tidur. Entah kenapa sekilas aku terpikir bayangan Erik di
kepalaku. Aku teringat sangat Erik memaksa aku ke Mall dan menarik tanganku
untuk duduk disebelah dia menunggu kedatangan temannya. Erik tampak terlihat sangat tampan, kenapa aku bisa terbayangkan tentang Erik ya? Tapi didekatnya aku merasa kesal dan marah. Karena dia jadwal
bimbinganku tertunda.
Malam pun berlarut dengan cepatnya sehingga tak
terasa rasa kantuk ini mulai datang dan terpikirkan oleku untuk tidur sambil
__ADS_1
membayangkan saat bertemu lagi dengan Erik sampai tidurku pulas dan mimpi
dengan indah..