OJOL LOVE SCENARY

OJOL LOVE SCENARY
Joshua Keceakaan !!!


__ADS_3

Dreettt dreeett drettt...


Duh siapa sih yang nelfon gerutuku yang sedang


membawa motor mengantarkan orderan pesanan orang. Ia langsung menepikan


kendaraan nya dipinggir trotoar dan menjatuhkan standar nya.


“Hallo? Ada apa Osu? Lu tuh ya gue lagi ngojek


pake nelfon segala” omelku


“Andin, lo dimana? Tolong gue Ndin, gue di jalan


Tirtayasa samping toko buku gramedia” ucap Joshua disebrang telfon sana dengan


suara merintih.


“apa? Lo kenapa? Yaudah tunggu disana, gue


sebentar lagi kesana” ucapku yang langsung mematikan telepon dan menaruh lagi


disaku celana. Aku yang saat itu tidak memperdulikan orderan pesanan milik


customer dan langsung tancap gas menuju lokasi Joshua sekarang. 15 menit aku


telah sampai di tempat lokasi yang Joshua bilang. Dan banyak sekali orang-orang


yang berkerumun disekitar membuat ku makin panik. Motor telah ku parkirkan


sembarangan karena melihat kondisi yang kurang kondusif, setibanya di tempat


kerumunan itu aku melihat Joshua duduk lemas dengan tubuh penuh luka terutama


dibagian siku dan telapak tangan.


“Astaga Joshua, lo gapapa kan? Apa yang terjadi,


kenapa lo bisa kecelakaan?” tanya Andin panik dan merangkul pundak kakanya itu.


“bentar, gue telpon ambulance dulu” seraya


mengambil hp di celananya dan segera membuka panggilan darurat.


“udah ga usah, ini Cuma luka ringan aja” bantah


Joshua menahan sakit di tangannya.


“gue udah nelfon Kevin suruh jemput gue” timpal


Joshua menatap adiknya yang sedang mengkhawatirkannya


Seketika akupun menarik nafas panjang karena


akhirnya Joshua tidak terlalu kesakitan, namun dada ku kini sesak melihat kakak


kesayangannya terluka seperti itu. “Osu, kalau lo ada apa-apa bilang ke gue ya,


lo itu kakak gue satu-satunya, gue ga mau lo kenapa-kenapa” isak ku sedikit


menahan air mata yang keluar. Tak menunggu waktu lama, Kevin datang dengan


membawa mobil Kijang Inova beserta temannya.


“Jo, lo gapapa, ayo gue anter pulang” pinta Kevin


dengan membangunkan Joshua yang sedikit lemas.


Kini Joshua sudah berada di mobil Kevin dan akan


mengantarkannya ke rumah. Seketika itu aku baru ingat kalau aku belum


mengantarkan orderan pesanan milik customer. “Astaga Andin, kenapa lo bisa lupa


kalau lo belum nganterin pesanan, aduh gimana ini, mana makanan nya sudah


dingin lagi” ucap ku dengan suara pelan sambil membayangkan reaksi apa yang


klienku terima saat aku mengantarkannya telat dan sudah dingin. Pasti orangnya marah nih, terus kasih


bintang 1 nih, haduh semoga aja dia mau berbaik hati dan nerima penjelasan gue

__ADS_1


nanti. Seru ku dalam hati sambil menjalankan motor dengan kecepatan


60km/jam


Setibanya didepan rumah customerku, ku telefon


orangnya, dan beruntungnya diangkat olehnya “Hallo mba, mohon maaf saya telat


nganterinnya, ini saya udah didepan rumah mba.” Semoga aja orangnya tidak marah


dan mau mengerti. Terdengar suara pintu telah dibuka dan terlihat ternyata yang


keluar dari rumah itu bukan perempuan, melainkan laki-laki.


“eh mas, maaf saya ga tau kalau yang pesan cowok,


mana tadi saya manggilnya mba lagi. Duh mas saya mohon maaf lagi nih tadi saya


ada urusan darurat makanya nganterin pesanan nya agak terlambat.” Memohon untuk


dimaafkan


“iyah mba gapapa, tadi saya pesan pake hp adik


saya.” Jawab nya ramah.


Cuaca saat itu panas sekali dan spontan ku lepas


helm ku dan kubuka maskerku. “Loh Andin? Kamu Andin kan adiknya Joshua?” tanya


pemuda itu spontan mengagetkanku.


Aku hanya berlagak bengong dan tidak tau kalau


pemuda itu mengenaliku. “iya benar saya Andin, apa mas nya kenal baik dengan


Joshua?” tanyaku memastikan


“ya jelaslah kami teman dekat di kampus, Joshua


sering membicarakan adik perempuannya dan diruangan pribadinya terlihat foto


kamu, dan ternyata ini toh adiknya, ko adiknya kerjanya ojol sih” ujar pemuda


cantik, tadinya kalau adiknya seperti itu mau ku jadikan pacar, tapi malah jadi


ojol. Ga level”


“Berani sekali kamu menghina pekerjaanku, emang


kalau aku ini ojol lalu kenapa? Harusnya kamu bersyukur masih untung ketika


kamu pesan makanan ada ojol yang nganter, jadi jangan se enaknya merendahkan


pekerjaan orang” timpah ku dengan kesal “lagian ya mas, kalaupun saya jadi


model atau mahasiswa yang cantik pun ogah pacaran sama mas, sifatnya sombong,


angkuh, sok kecakepan”  tanpa berpikir


panjang lagi aku segera pergi dari tempat itu, dan untungnya orderan itiu sudah


dibayar lewat aplikasi, jadi ga usah nunggu lama-lama untuk menerima bayaran


dari orang aneh itu. Saat berkendara pun tak henti-hentinya aku menggerutu dalam


hati dan bisa-bisanya Joshua berteman


dengan orang seperti itu. Belum tau aja sifat Joshua ketika sedang marah paling


juga ga mau lagi berteman dengan orang seperti itu. Gerutuku dalam hati


Setelah lelah mengantarkan orderan, ku langsung


menancapkan gas dan pulang untuk melihat keadaan Joshua. Jalanan saat ini


sedang ramai dan sering macet ditambah cuaca siang ini sangat terik. Tapi tidak


menyulutkan tekadku ini demi membantu banyak orang. Banyak sekali orang-orang


yang merendahkan pekerjaan sebagai ojek online ini, padahal dengan adanya

__ADS_1


aplikasi ojek online ini banyak membantu semua keringanan manusia, mulai dari


menagntar makanan, bersih-bersih, belanja, mengantarkan barang, tetapi masih


aja yang menganggap remeh pekerjaan ini. Inilah yang membuatku makin jatuh


cinta terhadap pekerjaan ini, walaupun terik nya panas, dinginnya hujan, itulah


nikmat nya mencari rupiah di Jakarta ini.


Sesampainya dirumah, aku telah dismabut dengan


banyaknya saudara yang sudah berkumpul de depan rumah, ada Micky sepupu ku yang


paling cerewet dan menggemaskan, ada Olla adiknya Micky yang sangat imut baru


bisa belajar jalan. “tante jelek, abis dari mana? Ih tante bau” ucap Micky yang


sangat menjengkelkan itu “apa kamu bilang? Tante jelek? Tante bau? Ku potong


nanti bibir mu yang jelek” ucapku kesal dan sedikit tersenyum kecil.


“tante dari dulu memang jelek.. bleee” menjulurkan


lidahnya dan telunjuk kecilnya itu menyentuh hidungnya sendiri


“awas kamu ya Micky, ku tarik hidungmu itu” dan ku


kejar sepupu ku yang menjengkelkan itu lalu ku gelitiki dia sampe mau nangis.


“ampun tante jelek” rengeknya, tapi aku masa bodo dengan rengeknya itu dan


datanglah maminya Micky melerai perkelahian kecil kami.


“Andin, sempat-sempatnya ya kamu ngojek disaat


kakak kamu kena musibah” dumel maminya Micky, aku sering panggil dia dengan


sebutan Mami. (Mama Micky) “aku udah tau mami, tadi orang pertama yang Joshua


hubungi adalah aku. Tadinya mau ikut pulang mami, tapi aku masih anterin


pesanan customerku, jadinya aku anterin dulu baru abis itu aku pulang, dan


kebetulan tadi jalanan macet jadinya agak sedikit terlambat.” Jelasku sambil


menunduk. Mami hanya menggeleng-geleng saja melihatku masih makai jaket ojol.


Tak memperdulikan ocehan mami, aku bergegas menuju kamar Joshua, setibanya


disana, Osu tampak di obati oleh beberapa dokter. Aku pun dilarang masuk sama


ibu katanya biar Joshua di obati dulu.


Nampak dahi Joshua diperban dan beberapa perban


lagi di tangan dan sikunya. Aku yang melihat keadaan Joshua pun nampak sangat


sedih dan ingin memeluk Joshua, namun ibu selalu menguatkan aku agar aku tidak


sedih didepan Johsua. Hanya ibulah yang dapat aku peluk saat ini dan


mengeluarkan air mata kesedihan ini.


Ceklek. Pintu kamar Joshua terbuka “Joshua gapapa


bu, hanya luka luar aja, untungnya ga ada luka dalam yang serius, ini untuk


resepnya bu, Joshua tidak boleh makan yang amis-amis dulu ya bu.” Ucap dokter


tampan itu dengan ramah dan memberikan sepucuk kertas yang berisikan resep obat


yang harus ditebus di apotek. Tak pikir panjang aku segera melesat memasuki


kamar Joshua dan memeluk Joshua. “Osu, lo gapapa kan? Gue panik dan sedih liat


lo kaya gini” rengek ku di pelukan dada bidang Joshua. “dasar cengeng, gue


gapapa, dah jangan nangis lagi ya” ucapnya yang membelai rambutku dan memelukku


dengan lembut. “lo kalau ga bisa bawa motor jangan bawa motor” ledekku dengan

__ADS_1


tertawa kecil. Seketika Joshua mencubit pinggang aku dengan spontan. Aku hanya


mengerut kesakitan walaupun tidak sesakit seperti di cubit beneran


__ADS_2