
Hari ini adalah hari minggu tanggal 11 Juni Erik
telah bersiap mengemasi barang dan dimasukannya ke dalam koper. Tak lupa juga
Erik membawa paspor yang akan di bawa nya saat di bandara. Erik menatap
bayangan dirinya didepan cermin dengan wajah sedikit pias. Yang ada di
pikirannya saat ini adalah dia harus meninggalkan wanita yang kini selalu ada
di pikirannya untuk beberapa bulan. Sebenarnya ia berbohong tentang kepergian
nya karena ingin bertemu dengan keluarganya di London. Keluarga Erik kini
tinggal di Surabaya dan Erik memilih berkarir di Ibu Kota Jakarta demi
cita-cita menjadi dosen di Universitas Swasta. Ia rela meninggalkan keluarga
dan sahabat-sahabatnya untuk mengejar impian yang sangat di inginkan nya.
Seketika ia melamun tentang semua perjuangan yang telah ia peroleh untuk
menjadi seorang dosen.
Dahulu Erik bersekolah di SMAN 1 Surabaya
mengambil jurusan IPA dan lulus menjadi siswa terbaik pada tahun 2012. Lalu ia
melanjutkan sekolah di Universitas Surabaya dan menjadi lulusan dengan
mendapatkan IPK 4,55 dan menjadi lulusan dengan sebutan “Cumlaude” lalu ia
mendapatkan tawaran menjadi wakil direktur pada perusahaan di Surabaya tepatnya
setelah kelulusan kuliahnya itu, namun karena Erik ingin menjadi dosen, ia
tolak tawaran menjadi wakil direktur yang gajinya 15 juta perbulan. Orang tua
beserta keluarganya sangat kecewa Erik menolak tawaran dari teman ayah nya itu
yang saat itu ingin Erik bekerja di perusahaan yang teman ayah pimpin. Kini
Erik ingin melanjutkan sekolah lagi di Jakarta dan mengambil gelar S2.
Perjalanan Erik menuju Kota Jakarta tidaklah mudah. Ia tidak di izinkan meminta
uang untuk keberangkatan dan membayar biaya kuliah oleh orang tuanya, akan
tetapi ia harus mencari uang sendiri untuk biaya nya di Jakarta.
Dengan berat hati yang ia terima karena keluarga
__ADS_1
tidak mendukung kepergian Erik ke Jakarta, Erik pun tak mau berpikir panjang.
Ia kini bekerja sebagai staf di perusahaan swasta dengan gaji 3 juta perbulan.
Erik membuat target untuk mengumpulkan uang selama 3 tahun dan setelah 3 tahun
lamanya ia bekerja, terkumpulah apa yang dia inginkan. Ia berangkat dengan
sebuah impian yang sangat besar menuju Ibu Kota Jakarta menggunakan kereta api
karena dikiranya biaya menggunakan kereta api lebih murah dibandingkan naik
pesawat. Sesampainya di Kota Jakarta, Erik mencari tempat tinggal. Bertemulah
ia dengan Jonathan sahabat terdekatnya yang ia jumpai di pinggir jalan.
“permisi, numpang tanya mas, apa mas tau kontrakan
yang kosong didaerah sini?” tanya Erik kepada Jonathan.
“Ada. Dekat dari sini mas bisa tanya sama pemilik
warung itu dan dialah pemilik kontarakan yang masih kosong” jawab Jonathan
“Baik mas, terimakasih” balas Erik tersenyum
Dan dari situ kini Erik bertetanggan dengan
mana yang bagus untuk melanjutkan kuliah S2 nya dengan biaya yang bisa
dijangkau oleh orang rantauan seperti Erik. Erik mendapatkan informasi kuliah
dengan biaya murah tapi harus mendapatkan beasiswa dan bila diterima akan masuk
ke Universitas Negeri jakarta. Lalu Esoknya Erik pergi ke UNJ ditemani oleh
Jonathan serta membawa berkas-berkas yang ia siapkan dari Surabaya.
“Bu, ini saya bawa persyaratan untuk mendapatkan
beasiswa” ucap Erik ketika bertemu dengan Ibu Lina salah satu staf penerima
mahasiswa baru.
Ibu Lina memeriksa semua berkas dari Ijazah,
Sertifikat Organisasi, Sertifikat perlombaan dan masih banyak lagi. Dan Ibu
Lina terkagum-kagum melihat hasil IPK yang diperoleh S1 nya.
“Wah, mas ini sangat hebat ya mendapatkan IPK yang
__ADS_1
sangat tinggi. Belum tentu yang mendapatkan beasiswa bisa sebesar ini
nilainya.” Ujar Ibu Lina
“Ah tidak, Ibu berlebihan” jawab Erik sambil
tersenyum
“Baik, saya akan tanyakan dulu ke Rektor apakah
mas harus ikut beasiswa atau tidak. Tunggu sebentar ya”
“Baik Bu”
Erik menunggu diruangan PMB dengan Jonathan,
terkecuali Jonathan yang sibuk memandangi wanita-wanita cantik di kampus
tersebut. Tak lama Ibu Lina datang dan memberi kabar yang sangat bagus.
“Mas Erik, selamat ya, mas tidak perlu lagi ikut
jalur beasiswa, karena Rektor sudah melihat hasil Ijazah dan berkas lainnya,
sebentar lagi rektor akan menemui mas” ucap Ibu Lina dengan semangat
Erik pun tersenyum mendengar kabar bahwa Erik
telah diterima di kampus impian nya tersebut. Tak lama Rektor pun tiba dengan
membawa formulir di tangannya.
“Begini mas Erik, saya telah melihat Ijazah Mas
Erik dan saya sangat bangga sekali mahasiswa seperti Mas Erik mendapatkan IPK
sebesar itu dan ternyata Mas Erik ini aktif di berbagai organisasi-organisasi
di kampus maupun diluar kampus. Untuk mempersingkat waktu, karena Mas Erik
ingin mengambil jalur beasiswa, maka saya akan bebaskan biaya keuangan selama
Mas Erik lanjut Studi S2 dengan syarat Mas Erik harus naik terus IPK selama
berakhirnya perkuliahan. Bagaimana? Biaya akan ditanggung oleh kampus dari Mas
Erik masuk hingga Mas Erik lulus” jelas Pak Rektor kampus tersebut.
Erik yang mendengarnya langsung semangat dan
menyetujui syarat dari Rektor tersebut dan mendatangani perjanjian diatas
__ADS_1
materai.