OJOL LOVE SCENARY

OJOL LOVE SCENARY
Kepergian Erik #1


__ADS_3

Hari ini adalah hari minggu tanggal 11 Juni Erik


telah bersiap mengemasi barang dan dimasukannya ke dalam koper. Tak lupa juga


Erik membawa paspor yang akan di bawa nya saat di bandara. Erik menatap


bayangan dirinya didepan cermin dengan wajah sedikit pias. Yang ada di


pikirannya saat ini adalah dia harus meninggalkan wanita yang kini selalu ada


di pikirannya untuk beberapa bulan. Sebenarnya ia berbohong tentang kepergian


nya karena ingin bertemu dengan keluarganya di London. Keluarga Erik kini


tinggal di Surabaya dan Erik memilih berkarir di Ibu Kota Jakarta demi


cita-cita menjadi dosen di Universitas Swasta. Ia rela meninggalkan keluarga


dan sahabat-sahabatnya untuk mengejar impian yang sangat di inginkan nya.


Seketika ia melamun tentang semua perjuangan yang telah ia peroleh untuk


menjadi seorang dosen.


Dahulu Erik bersekolah di SMAN 1 Surabaya


mengambil jurusan IPA dan lulus menjadi siswa terbaik pada tahun 2012. Lalu ia


melanjutkan sekolah di Universitas Surabaya dan menjadi lulusan dengan


mendapatkan IPK 4,55 dan menjadi lulusan dengan sebutan “Cumlaude” lalu ia


mendapatkan tawaran menjadi wakil direktur pada perusahaan di Surabaya tepatnya


setelah kelulusan kuliahnya itu, namun karena Erik ingin menjadi dosen, ia


tolak tawaran menjadi wakil direktur yang gajinya 15 juta perbulan. Orang tua


beserta keluarganya sangat kecewa Erik menolak tawaran dari teman ayah nya itu


yang saat itu ingin Erik bekerja di perusahaan yang teman ayah pimpin. Kini


Erik ingin melanjutkan sekolah lagi di Jakarta dan mengambil gelar S2.


Perjalanan Erik menuju Kota Jakarta tidaklah mudah. Ia tidak di izinkan meminta


uang untuk keberangkatan dan membayar biaya kuliah oleh orang tuanya, akan


tetapi ia harus mencari uang sendiri untuk biaya nya di Jakarta.


Dengan berat hati yang ia terima karena keluarga

__ADS_1


tidak mendukung kepergian Erik ke Jakarta, Erik pun tak mau berpikir panjang.


Ia kini bekerja sebagai staf di perusahaan swasta dengan gaji 3 juta perbulan.


Erik membuat target untuk mengumpulkan uang selama 3 tahun dan setelah 3 tahun


lamanya ia bekerja, terkumpulah apa yang dia inginkan. Ia berangkat dengan


sebuah impian yang sangat besar menuju Ibu Kota Jakarta menggunakan kereta api


karena dikiranya biaya menggunakan kereta api lebih murah dibandingkan naik


pesawat. Sesampainya di Kota Jakarta, Erik mencari tempat tinggal. Bertemulah


ia dengan Jonathan sahabat terdekatnya yang ia jumpai di pinggir jalan.


“permisi, numpang tanya mas, apa mas tau kontrakan


yang kosong didaerah sini?” tanya Erik kepada Jonathan.


“Ada. Dekat dari sini mas bisa tanya sama pemilik


warung itu dan dialah pemilik kontarakan yang masih kosong” jawab Jonathan


“Baik mas, terimakasih” balas Erik tersenyum


Dan dari situ kini Erik bertetanggan dengan


mana yang bagus untuk melanjutkan kuliah S2 nya dengan biaya yang bisa


dijangkau oleh orang rantauan seperti Erik. Erik mendapatkan informasi kuliah


dengan biaya murah tapi harus mendapatkan beasiswa dan bila diterima akan masuk


ke Universitas Negeri jakarta. Lalu Esoknya Erik pergi ke UNJ ditemani oleh


Jonathan serta membawa berkas-berkas yang ia siapkan dari Surabaya.


“Bu, ini saya bawa persyaratan untuk mendapatkan


beasiswa” ucap Erik ketika bertemu dengan Ibu Lina salah satu staf penerima


mahasiswa baru.


Ibu Lina memeriksa semua berkas dari Ijazah,


Sertifikat Organisasi, Sertifikat perlombaan dan masih banyak lagi. Dan Ibu


Lina terkagum-kagum melihat hasil IPK yang diperoleh S1 nya.


“Wah, mas ini sangat hebat ya mendapatkan IPK yang

__ADS_1


sangat tinggi. Belum tentu yang mendapatkan beasiswa bisa sebesar ini


nilainya.” Ujar Ibu Lina


“Ah tidak, Ibu berlebihan” jawab Erik sambil


tersenyum


“Baik, saya akan tanyakan dulu ke Rektor apakah


mas harus ikut beasiswa atau tidak. Tunggu sebentar ya”


“Baik Bu”


Erik menunggu diruangan PMB dengan Jonathan,


terkecuali Jonathan yang sibuk memandangi wanita-wanita cantik di kampus


tersebut. Tak lama Ibu Lina datang dan memberi kabar yang sangat bagus.


“Mas Erik, selamat ya, mas tidak perlu lagi ikut


jalur beasiswa, karena Rektor sudah melihat hasil Ijazah dan berkas lainnya,


sebentar lagi rektor akan menemui mas” ucap Ibu Lina dengan semangat


Erik pun tersenyum mendengar kabar bahwa Erik


telah diterima di kampus impian nya tersebut. Tak lama Rektor pun tiba dengan


membawa formulir di tangannya.


“Begini mas Erik, saya telah melihat Ijazah Mas


Erik dan saya sangat bangga sekali mahasiswa seperti Mas Erik mendapatkan IPK


sebesar itu dan ternyata Mas Erik ini aktif di berbagai organisasi-organisasi


di kampus maupun diluar kampus. Untuk mempersingkat waktu, karena Mas Erik


ingin mengambil jalur beasiswa, maka saya akan bebaskan biaya keuangan selama


Mas Erik lanjut Studi S2 dengan syarat Mas Erik harus naik terus IPK selama


berakhirnya perkuliahan. Bagaimana? Biaya akan ditanggung oleh kampus dari Mas


Erik masuk hingga Mas Erik lulus” jelas Pak Rektor kampus tersebut.


Erik yang mendengarnya langsung semangat dan


menyetujui syarat dari Rektor tersebut dan mendatangani perjanjian diatas

__ADS_1


materai.


__ADS_2