OJOL LOVE SCENARY

OJOL LOVE SCENARY
Bertemu Jonathan !


__ADS_3

Cuaca hari ini sangatlah mendukung, tidak panas


dan tidak hujan, namun juga tidak mendung. Suasana ini yang selalu dirindukan


di kota padat penduduk, apalagi kota Jakarta dan sekitarnya. Sekarang pukul 10


pagi dan ini adalah hari liburku yang sangat berharga. Selama hari-hari


kemarin, ku habiskan waktuku untuk ngojek dan menemani Joshua yang masih sakit.


Aku sudah lama menunggu hari ini, biasanya kalau hari libur seperti ini aku


mengajak teman dekatku Ocha untuk pergi jalan-jalan entah itu ke Mal, Bioskop,


Taman Hiburan, Wahana Permainan atau Pantai. Enaknya hari ini pergi ke Pantai


aja kali ya, sudah lama ga jalan-jalan kesana, terakhir kesana setengah tahun


yang lalu sama Joshua.


Ku ambil ponselku yang masih di cas diatas meja


belajar dan ku cari nomor Ocha, tuuuut tuuuutt tuuuttt “Hallo Din, ada apa?”


taanya Ocha.


“Cha, hari ini lo sibuk ga?” tanyaku sambil


memandangi pemandangan diluar jendela


“mmmm.... kayaknya sih engga, ada apa emang Din?”


“gue mau ngajakin lo main ke pantai, mau ga?”


tanyanya


“pantai? Sekarang ini? Kenapa dadakan?” dengan


suara yang masih khas bangun tidur


“sorry banget Cha, soalnya kalau direncanain itu


suka gagal gitu” huuh


“sorry Din, bukan gue ga mau ikut sama lo, memang


sih hari ini gue ga sibuk, tapi gue mau nyelesai in skripsian gue” jawabnya


“yah, yaudah deh Cha, semangat ya.. muuacchh dadah


Ocha..” ucapku dengan senyum


“iyah beby Andin muuaacchh”


Dengan berat hati, akhirnya akupun kembali


membaringkan tubuhku ke kasur dan buka hp lalu scroll tiktok untuk


menghilangkan kejenuhan. Padahal hari ini kalau jalan-jalan keluar enak banget


cuacana sangat sejuk dan tidak terik seperti biasanya, tapi kalau aku ngojek


juga enak Cuma hari ini aku sedang malas ngojek, hhemm Erik kemana ya? Ko ga


ngabarin sih udah beberapa hari ini? Apa disana susah sinyal ya? Padahal di


London teknologi sudah sangat canggih. Gerutuku dalam hati.


Sangat sedang terbengong terlintas di pikiranku


saat-saat pertama bertemu dengan Erik dia sangat menyebalkan, menahan karcis


parkir dan memaksaku untuk mengikuti nya sampai-sampai aku gagal bimbingan


skripsi, lalu esoknya aku bertemu lagi dengannya dikampusku, ku kira ia adalah


mahasiswa sepertiku, tetapi dia adalah dosen dikampusku, dosen termuda dan


dosen tertampan sejagat raya. Erik, kapan kamu pulang, banyak yang ingin aku


ceritakan kepadamu. Dan tanpa sadar akupun ketiduran dengan senyum yang masih


nampak.


Ku merasakan seperti ada yang menyenggolku, entah


itu mimpi atau nyata, tapi setelah dirasa itu bukan mimpi saat ku buka mata aku


terkejut ternyata disampingku sudah ada Joshua tidur disampingku. Sentak akupun


bangun dengan mata masih mengantuk. “Osu, lo punya kamar kan, ngapain disini?”


tanya ku kesal

__ADS_1


“Ndin, gue pengen Chiken sambel matah yang di Mall


Kelapa Gading, tolong beliin dong, gue pengen yang pedes-pedes nih biar segeran


dikit” pinta Joshua


“ih pesen Go-Food aja sih Osu, gue ngantuk”


jawabku masih nada ngantuk


“lah ngapain gue pesen Go-Food, kan elu tukang


ojek nya” jawabnya sambil meledekku dan ketawa kecil


Aku yang mendengarnya sangat kesal dan jengkel


sehingga aku cubit pinggangnya dengan spontan dan Joshua hanya aduh-aduhan dan


nambah ngerengek minta di beliin makanan. Karena aku adalah adik yang berbakti


kepada kakaknya, maka mau tidak mau akupun mengumpulkan niat untuk berangkat ke


Mall itu. Ga gitu juga kali Osu, gerutuku dalam hati. Saat setelah memakai


pakaian yang rapi, ku nyalakan mesin motorku dan membuka pagar. Untungnya


diperjalanan cuaca masih sama, sejuk dan adem. Sesampainya di parkiran Mall itu


ku berhentikan motorku dan pergi menuju caffe yang di inginkan Joshua. Ah


gapapa deh sekalian jalan-jalan ke Mall, siapa tau ketemu yang cakep-cakep.


Kekehku dalam hati.


Wah baju ini model terbaru, mataku terpanah dengan


patung yang memakai baju gaun warna peach dengan butiran-butiran mutiara kecil


dibagian dadanya. Kalau aku pake baju ini keliatan cantik banget pastinya,


andai Joshua ikut denganku sekarang, pasti tanpa pikir panjang ia langsung


membelikan ini untukku, kak cepet sembuh ya biar bisa di jajanin lagi sama


Joshua hiks hiks. Rengekku dalam hati


Eh kayak kenal. Aku melihat pria berjalan


melewatiku. Itu seperti temennya Erik, siapa tuh namanya aduh lupa yang pernah


apa aku sapa aja ya, eh tapi dia masih kenal ga ya sama aku? Ah sapa aja deh


siapa tau ada kabar tentang Erik. Aku pun menghampiri pemuda itu dan menepuk


pundaknya. Sentak pemuda itu pun berbalik arah menghadapku. “Eh Andini kan?”


tanya pemuda itu. “hh Iya” jawabku tersenyum


“kebetulan kita ketemu disini, kamu sama siapa?”


tanya Jo


“sendirian, kamu sama siapa?” tanyaku balik


“sama temen, tapi dia duluan. Ada perlu apa di sini


Ndin?” tanya nya ramah


“aku lagi disuruh kakak beliin makanan karena dia


sedang sakit.”


“oh begitu, semoga cepat sembuh ya”


“iya Jo, makasih. Eh Jo, apa Erik menghubungimu?”


tanyaku ragu


Sentak mimik wajah Jo seperti ingin meledekku


dengan berdehem membuatku malu banget.


“cieeee ada yang kangen nih sama Erik, eh tapi


akhir-akhir ini aku juga ga tau kabar nya, terakhir dia ngabarin aku itu pas


sudah sampe di bandara London, abis dari situ nomornya susah dihubungi, tapi


dia udah biasa sih pergi kesana, kan dia punya pacar disana.” Jawabnya


Aku yang mendengar ucapan Jo barusan sangat kaget,


kenapa Jo bilang Erik punya pacar disana? Padahal Erik mengaku ditinggal nikah.

__ADS_1


Tapi aku tidak ingin ngasih tau apa yang Erik katakan kepadaku.


“oh jadi Erik disana punya pacar.” Jawabku berlaga


tidak tau apa-apa


“emang Erik ga cerita?” tanya nya heran


“tidak” simpel


“emang gimana ceritanya Jo?” tanya ku sedikit


kepo.


“ah ga usah deh, biar kamu tau sendiri aja.” Ucap


Jo simpel dan membuatku makin penasara,. Jo melihat wajahku yang cemberut


merasa masa bodo dan sepertinya Erik menyembunyikan sesuatu dibelakangku,


kenapa Jonathan bisa bicara seperti itu? Berati Erik pergi ke London untuk


menemui pacarnya?


Saat tengah melamun, tanpa sadar Jonathan sudah


pergi entah kemana, akupun kembali ingat tujuan ku pergi kesini bukan untuk


berbincang dengannya, tetapi membeli makanan untuk Joshua si menyebalkan itu.


Lelah kaki ini melangkah mencari nama restoran yang dicari, akhirnya ketemu juga, letaknya paling


belakang pantes dari tadi dicariin ga ketemu-ketemu, kesalku


“Siang, mau pesan apa? Makan sini apa bawa


pulang?” tanya karyawan itu dengan ramah


“1 ayam geprek sambal matah dan 1 jus jeruk”


jawabku simpel


“baik totalnya 89.000”


Eh buset mahal amat, aku yang biasa ngebeliin orderan orang ga pernah sampe


semahal ini. Gerurtuku sambil mengeluarkan dompet dan mengambil uang pecahan


100.000. struknya sudah dikasih akupun nunggu pesanan.


                “rame banget ya,


banyak yang berpasang-pasangan, ih aku kapan bisa kaya mereka” ucapku berbicara


sendiri memandangi sekelilingnya banyak yang berduaan. Saat asik melihat


sekeliling, ternyata pesananku sudah jadi dan segera mengambilnya.


Setelah keluar dari Mal itu tiba-tiba hujan turun dengan deras. Aku yang


tidak tau bakal hujan lupa membawa payung. Dan akhirnya terpaksa menunggu hujan


sampai reda.


1 jam sudah ku berdiri didepan pintu Mall itu sampai-sampai kakiku kram


dari tadi berdiri mundar-mandir ga jelas tapi hujannya sepertinya ga mau reda,


pasti Joshua sangat ingin makan ini, mana aku lupa ga bawa hp, apa aku terjang


aja ya hujan ini, makanan ini toh ga akan basah. Pikirku


Setelah selesai berdebat dengan pendapatku sendiri, akupun memutuskan untuk


menerobos hujan aja karena semakin lama hujannya malah semakin deras,


sesampainya diparkiran aku mengenakan jas hujan dan pergi meninggalkan Mall


itu.


Ingat disaat terakhir aku bertemu dengan Erik, hujan-hujan gini kami


menunggu didepan cafe lalu ia memakaikanku jas nya aku, sungguh romantis


sekali. Untungnya perjalanan pulang tidak terlalu macet sehingga 10 menitpun


tiba. Aku langsung melepaskan jas hujannya dan menggantungnya di jemuran baju.


Ku lihat Joshua sedang tertidur didepan tv, dan aku sedikit lega karena


Joshua tidak melihatku hujan-hujanan, bisa habis aku dimarahinya jika adik


kesayangannya ini hujan-hujanan. Ku letakkan bungkus makanan itu dihadapannya

__ADS_1


jika ia bangun, maka pasti ia akan menghabiskan makananya tanpa harus bertemu


aku yang sedang basah ini.


__ADS_2