
Cuaca hari ini sangatlah mendukung, tidak panas
dan tidak hujan, namun juga tidak mendung. Suasana ini yang selalu dirindukan
di kota padat penduduk, apalagi kota Jakarta dan sekitarnya. Sekarang pukul 10
pagi dan ini adalah hari liburku yang sangat berharga. Selama hari-hari
kemarin, ku habiskan waktuku untuk ngojek dan menemani Joshua yang masih sakit.
Aku sudah lama menunggu hari ini, biasanya kalau hari libur seperti ini aku
mengajak teman dekatku Ocha untuk pergi jalan-jalan entah itu ke Mal, Bioskop,
Taman Hiburan, Wahana Permainan atau Pantai. Enaknya hari ini pergi ke Pantai
aja kali ya, sudah lama ga jalan-jalan kesana, terakhir kesana setengah tahun
yang lalu sama Joshua.
Ku ambil ponselku yang masih di cas diatas meja
belajar dan ku cari nomor Ocha, tuuuut tuuuutt tuuuttt “Hallo Din, ada apa?”
taanya Ocha.
“Cha, hari ini lo sibuk ga?” tanyaku sambil
memandangi pemandangan diluar jendela
“mmmm.... kayaknya sih engga, ada apa emang Din?”
“gue mau ngajakin lo main ke pantai, mau ga?”
tanyanya
“pantai? Sekarang ini? Kenapa dadakan?” dengan
suara yang masih khas bangun tidur
“sorry banget Cha, soalnya kalau direncanain itu
suka gagal gitu” huuh
“sorry Din, bukan gue ga mau ikut sama lo, memang
sih hari ini gue ga sibuk, tapi gue mau nyelesai in skripsian gue” jawabnya
“yah, yaudah deh Cha, semangat ya.. muuacchh dadah
Ocha..” ucapku dengan senyum
“iyah beby Andin muuaacchh”
Dengan berat hati, akhirnya akupun kembali
membaringkan tubuhku ke kasur dan buka hp lalu scroll tiktok untuk
menghilangkan kejenuhan. Padahal hari ini kalau jalan-jalan keluar enak banget
cuacana sangat sejuk dan tidak terik seperti biasanya, tapi kalau aku ngojek
juga enak Cuma hari ini aku sedang malas ngojek, hhemm Erik kemana ya? Ko ga
ngabarin sih udah beberapa hari ini? Apa disana susah sinyal ya? Padahal di
London teknologi sudah sangat canggih. Gerutuku dalam hati.
Sangat sedang terbengong terlintas di pikiranku
saat-saat pertama bertemu dengan Erik dia sangat menyebalkan, menahan karcis
parkir dan memaksaku untuk mengikuti nya sampai-sampai aku gagal bimbingan
skripsi, lalu esoknya aku bertemu lagi dengannya dikampusku, ku kira ia adalah
mahasiswa sepertiku, tetapi dia adalah dosen dikampusku, dosen termuda dan
dosen tertampan sejagat raya. Erik, kapan kamu pulang, banyak yang ingin aku
ceritakan kepadamu. Dan tanpa sadar akupun ketiduran dengan senyum yang masih
nampak.
Ku merasakan seperti ada yang menyenggolku, entah
itu mimpi atau nyata, tapi setelah dirasa itu bukan mimpi saat ku buka mata aku
terkejut ternyata disampingku sudah ada Joshua tidur disampingku. Sentak akupun
bangun dengan mata masih mengantuk. “Osu, lo punya kamar kan, ngapain disini?”
tanya ku kesal
__ADS_1
“Ndin, gue pengen Chiken sambel matah yang di Mall
Kelapa Gading, tolong beliin dong, gue pengen yang pedes-pedes nih biar segeran
dikit” pinta Joshua
“ih pesen Go-Food aja sih Osu, gue ngantuk”
jawabku masih nada ngantuk
“lah ngapain gue pesen Go-Food, kan elu tukang
ojek nya” jawabnya sambil meledekku dan ketawa kecil
Aku yang mendengarnya sangat kesal dan jengkel
sehingga aku cubit pinggangnya dengan spontan dan Joshua hanya aduh-aduhan dan
nambah ngerengek minta di beliin makanan. Karena aku adalah adik yang berbakti
kepada kakaknya, maka mau tidak mau akupun mengumpulkan niat untuk berangkat ke
Mall itu. Ga gitu juga kali Osu, gerutuku dalam hati. Saat setelah memakai
pakaian yang rapi, ku nyalakan mesin motorku dan membuka pagar. Untungnya
diperjalanan cuaca masih sama, sejuk dan adem. Sesampainya di parkiran Mall itu
ku berhentikan motorku dan pergi menuju caffe yang di inginkan Joshua. Ah
gapapa deh sekalian jalan-jalan ke Mall, siapa tau ketemu yang cakep-cakep.
Kekehku dalam hati.
Wah baju ini model terbaru, mataku terpanah dengan
patung yang memakai baju gaun warna peach dengan butiran-butiran mutiara kecil
dibagian dadanya. Kalau aku pake baju ini keliatan cantik banget pastinya,
andai Joshua ikut denganku sekarang, pasti tanpa pikir panjang ia langsung
membelikan ini untukku, kak cepet sembuh ya biar bisa di jajanin lagi sama
Joshua hiks hiks. Rengekku dalam hati
Eh kayak kenal. Aku melihat pria berjalan
melewatiku. Itu seperti temennya Erik, siapa tuh namanya aduh lupa yang pernah
apa aku sapa aja ya, eh tapi dia masih kenal ga ya sama aku? Ah sapa aja deh
siapa tau ada kabar tentang Erik. Aku pun menghampiri pemuda itu dan menepuk
pundaknya. Sentak pemuda itu pun berbalik arah menghadapku. “Eh Andini kan?”
tanya pemuda itu. “hh Iya” jawabku tersenyum
“kebetulan kita ketemu disini, kamu sama siapa?”
tanya Jo
“sendirian, kamu sama siapa?” tanyaku balik
“sama temen, tapi dia duluan. Ada perlu apa di sini
Ndin?” tanya nya ramah
“aku lagi disuruh kakak beliin makanan karena dia
sedang sakit.”
“oh begitu, semoga cepat sembuh ya”
“iya Jo, makasih. Eh Jo, apa Erik menghubungimu?”
tanyaku ragu
Sentak mimik wajah Jo seperti ingin meledekku
dengan berdehem membuatku malu banget.
“cieeee ada yang kangen nih sama Erik, eh tapi
akhir-akhir ini aku juga ga tau kabar nya, terakhir dia ngabarin aku itu pas
sudah sampe di bandara London, abis dari situ nomornya susah dihubungi, tapi
dia udah biasa sih pergi kesana, kan dia punya pacar disana.” Jawabnya
Aku yang mendengar ucapan Jo barusan sangat kaget,
kenapa Jo bilang Erik punya pacar disana? Padahal Erik mengaku ditinggal nikah.
__ADS_1
Tapi aku tidak ingin ngasih tau apa yang Erik katakan kepadaku.
“oh jadi Erik disana punya pacar.” Jawabku berlaga
tidak tau apa-apa
“emang Erik ga cerita?” tanya nya heran
“tidak” simpel
“emang gimana ceritanya Jo?” tanya ku sedikit
kepo.
“ah ga usah deh, biar kamu tau sendiri aja.” Ucap
Jo simpel dan membuatku makin penasara,. Jo melihat wajahku yang cemberut
merasa masa bodo dan sepertinya Erik menyembunyikan sesuatu dibelakangku,
kenapa Jonathan bisa bicara seperti itu? Berati Erik pergi ke London untuk
menemui pacarnya?
Saat tengah melamun, tanpa sadar Jonathan sudah
pergi entah kemana, akupun kembali ingat tujuan ku pergi kesini bukan untuk
berbincang dengannya, tetapi membeli makanan untuk Joshua si menyebalkan itu.
Lelah kaki ini melangkah mencari nama restoran yang dicari, akhirnya ketemu juga, letaknya paling
belakang pantes dari tadi dicariin ga ketemu-ketemu, kesalku
“Siang, mau pesan apa? Makan sini apa bawa
pulang?” tanya karyawan itu dengan ramah
“1 ayam geprek sambal matah dan 1 jus jeruk”
jawabku simpel
“baik totalnya 89.000”
Eh buset mahal amat, aku yang biasa ngebeliin orderan orang ga pernah sampe
semahal ini. Gerurtuku sambil mengeluarkan dompet dan mengambil uang pecahan
100.000. struknya sudah dikasih akupun nunggu pesanan.
“rame banget ya,
banyak yang berpasang-pasangan, ih aku kapan bisa kaya mereka” ucapku berbicara
sendiri memandangi sekelilingnya banyak yang berduaan. Saat asik melihat
sekeliling, ternyata pesananku sudah jadi dan segera mengambilnya.
Setelah keluar dari Mal itu tiba-tiba hujan turun dengan deras. Aku yang
tidak tau bakal hujan lupa membawa payung. Dan akhirnya terpaksa menunggu hujan
sampai reda.
1 jam sudah ku berdiri didepan pintu Mall itu sampai-sampai kakiku kram
dari tadi berdiri mundar-mandir ga jelas tapi hujannya sepertinya ga mau reda,
pasti Joshua sangat ingin makan ini, mana aku lupa ga bawa hp, apa aku terjang
aja ya hujan ini, makanan ini toh ga akan basah. Pikirku
Setelah selesai berdebat dengan pendapatku sendiri, akupun memutuskan untuk
menerobos hujan aja karena semakin lama hujannya malah semakin deras,
sesampainya diparkiran aku mengenakan jas hujan dan pergi meninggalkan Mall
itu.
Ingat disaat terakhir aku bertemu dengan Erik, hujan-hujan gini kami
menunggu didepan cafe lalu ia memakaikanku jas nya aku, sungguh romantis
sekali. Untungnya perjalanan pulang tidak terlalu macet sehingga 10 menitpun
tiba. Aku langsung melepaskan jas hujannya dan menggantungnya di jemuran baju.
Ku lihat Joshua sedang tertidur didepan tv, dan aku sedikit lega karena
Joshua tidak melihatku hujan-hujanan, bisa habis aku dimarahinya jika adik
kesayangannya ini hujan-hujanan. Ku letakkan bungkus makanan itu dihadapannya
__ADS_1
jika ia bangun, maka pasti ia akan menghabiskan makananya tanpa harus bertemu
aku yang sedang basah ini.