OJOL LOVE SCENARY

OJOL LOVE SCENARY
Dirumah Kevin


__ADS_3

Saat aku pergi dari perbincangan Osu dan Kevin, Osu mengejarku, namun karena lariku cukup


cepat sehingga Osu tidak dapat mengejarku. Osu pun kembali lagi ke ruangannya


dan berbincang kepada Kevin.


“Sepertinya adikmu Andini tidak ingin menjadi seorang model, sudahlah jangan kau paksakan


Joshua” ujar Kevin yang dari tadi menunggu Osu. “Tapi aku tidak ingin Andini


menjadi driver ojek online, sekarang ini banyak sekali kejahatan bermodus ojek


online, aku tidak mau…” terpotong


“Sudahlah percayakan semua pada Andini. Ku rasa dia bukan wanita yang lemah yang tidak


bisa menjaga dirinya sendiri, kulihat dari gayanya sepertinya dia adalah wanita


yang kuat dan bisa jaga diri.” Bantah Kevin yang memotong pembicaraan Joshua


“Aku akan bujuk Andini kembali agar dia mau menjadi seorang model” gerunek Joshua kepada


Kevin


“Sebenarnya apa yang kau mau Joshua? Mengapa engkau sangat memaksa Andini menjadi seorang


Model?” Tanya Kevin sambil menyeruput minuman kaleng


“Aku hanya ingin yang terbaik untuk adikku, aku hanya mempunyai satu adik, adik perempuan,


aku ingin membahagiakannya. Makanya ku rasa pekerjaan modeling lah yang pantas


untuk dia. Dia pasti sangat terkenal melalui karirnya sebagai model.” Ujar


Joshua mengenai penjelasannya.


“Ku rasa Andini perlu waktu untuk memikirkan hal ini. Lagipula pekerjaan sebagai model


pun tidak gampang. Ia harus mengikuti berbagai lahitan-latihan modeling dan


harus banyak belajar untuk menambah pengetahuan.” Ujar Kevin


“Adikku itu pintar, nilai IPK dikampusnya adalah nilai tertinggi dari 20 siswa dikelasnya.”


“mengandalkan Nilai IPK kampus pun tidak menjamin untuk mengikutinya dijenjang model. Andini


harus mempunyai bakat lain. Dia harus mampu menguasai teknik modeling, kalau


dia mampu untuk menguasai teknik modeling, akan aku ajak dia ke jenjang yang


lebih tinggi yaitu Miss Indonesia yang diadakan satu tahun sekali dan diikuti


oleh wanita-wanita cantik dan tangguh diseluruh Indonesia.”


“Tapi bagaimana cara untuk membujuk Andini supaya mau menjadi model?” Tanya Joshua


sambil menyilangkan tangan didada


“Itulah yang harus kau lakukan saat bertemu dengannya, bujuklah dengan kata-kata yang baik,


jangan sampai membuatnya kesal.” Jelas Kevin


“Apakah kau tidak pulang Joshua, sudah jam 5 sore” Tanya Kevin


“Apakah aku boleh menginap dirumahmu Vin?” Tanya Joshua. Alis mata Kevin langsung berdiri


menandakan terkejut. “Tumben sekali kau ingin menginap dirumahku” Tanya Kevin


kembali. “Aku suntuk dirumah aku bosan Vin, palingan aku kalau dirumah hanya


baringan dan mengerjakan laporan bulananku. Aku ingin refreshing sejenak” pinta


Joshua


“Baiklah, kau boleh menginap dirumahku sesuka hatimu” jawab Kevin dengan senang.


Mereka berdua bersiap-siap untuk menuju ke rumah Kevin, Kevin ikut ke mobil Joshua. Mobil


Joshua berhenti disebuah rumah makan yang ada dipinggiran. “Kita makan dulu


sebelum pulang Vin” ajak Joshua kepada Kevin. Kevin hanya mengangguk tanda


mengiyakan.


 Setelah selesai makan Joshua dan Kevin kembali menuju rumah Kevin, sesampainya di rumah Kevin, Joshua langsung mandi dan  bergegas beristirahat. Sebelum istirahat ia


membuka hp dan melihat panggilan dari adiknya Andini, Joshua langsung


menghubungi lagi Andini namun tidak diangkat. Sepertinya Andini sudah tidur. Gumamnya dalam hati.


Keesokannya, Joshua dan Kevin pergi menuju kantor Kevin untuk melihat-lihat bagaimana


pekerjaannya Kevin sebagai Produser Model. Saat sampai dikantor Kevin, Joshua


melihat-lihat isi kantor nya ternyata didalamnya terdapat banyak sekali

__ADS_1


ruangan-ruangan studio untuk foto, casting, dan lain-lainnya. Saat asyik


melihat sekeliling Joshua melihat seseorang wanita yang tak asing baginya. Orang itu menghadap


kebelakang dan hanya kelihatan rambut panjang berwarna coklat tua dan postur


badan yang tak kurus dan tak gemuk. Aku


sepertinya mengenal orang itu, tapi siapa ya. Sepertinya kami pernah kenal


bahkan akrab. Joshua terus melihat wanita itu makin lama makin dekat dan


tak ragu lagi Joshua memegang bahu wanita itu. Saat wanita itu berbalik badan


Joshua terkejut sekali, ternyata dia adalah Yuni, mantan kekasihnya dulu saat


di SMA. Yuni tampak mengerutkan kening bertanda bahwa ia tak menyangka bertemu


dengan Joshua.


Saat mereka bertemu, mereka hanya saling pandang tak mengucapkan satu katapun hingga 5


menit kemudian. Dan akhirmya Joshua menyapa Yuni duluan


“Yuni, apa kabar?” Tanya Joshua dengan gugup. “Baik, kamu sendiri bagaimana kabrnya


Joshua?” Tanya Yuni juga gugup.


“Ya beginilah Yun,”jawab Joshua sedikit menunduk. Yuni hanya tersenyum kecil kepada Joshua.


“Yun.” Tanya Joshua seketika menatap wajah Yuni. Yuni hanya melihat wajah


Joshua dengan mendangak karena postur Joshua yang tinggi.


“Apa kau kemarin jalan ke Mall bersama pacarmu?” Tanya Joshua yang seketika membuat Yuni


terkejut


“Ko kamu tau aku kemarin jalan ke Mall sama laki-laki, tapi itu bukan…” terpotong


“Ya aku tau Yun, apakah itu pacarmu?” Tanya Joshua dengan buru-buru


“E… itu..” terpotong lagi karena Produser Yuni memanggilnya ke ruangannya


“Aku permisi Joshua” jawab Yuni sambil berjalan meninggalkan Joshua


Apa dia kerja disini? Apakah dia seorang model? Bukannya dia tak suka berkarir didunia modeling? Yuni, aku tidak bisa menghilangkan bayanganmu didalam pikiranku. Gumam Joshua dalam hatinya.


Saat Joshua masih menatap ruangan yang dimasuki oleh Yuni, Joshua terkejut oleh Kevin yang


menepuk pundaknya. “Joshua, sedang apa kau disini? Aku kira kau mengikutiku dari


“Tidak ada apa-apa Vin, aku hanya ingin lihat-lihat kantormu saja” jawab Joshua sambil


tersenyum. “Baiklah ayo ikut denganku” ajak Kevin dengan berjalan duluan.


Joshua mengikuti Kevin dari belakang hingga tak terasa sudah berada diruangan


Kevin. “Mari duduklah Joshua, akan kubuatkan kau minum.” Menunjukan sofa untuk


Joshua duduk.


“Tak usah repot-repot Vin, sekali lagi terima kasih banyak” jawab Joshua tersenyum lagi.


Kevin sibuk dengan membuatkan kopi untuk Joshua dan mengambil beberapa toples


cemilan. Kevin dan Joshua berbincang-bincang cukup lama hingga menunjukan pukul


1 siang.


Tiba-tiba Joshua kepikiran dengan Yuni, Yuni belum mengatakan semua tadi, apa aku Tanya nyak


kepada Kevin tentang Yuni, mungkin Kevin kenal..


“Vin, apa kau kenal dengan Yuni?” Tanya Joshua dengan ragu


“Yuni, Yuni mana yang kau maksud?” Tanya Kevin balik


“Yuni yang model yang kerja disini” seru Joshua meyakinkan Kevin


“Joshua, model disini banyak ada ratusan model yang kerja disini, mana mungkin aku mengenalnya


semua, tapi kalau kau sebut nama produser nya baru aku kenal, karna satu


produser memegang 10 sampai 20 orang model yang harus di tanganinya.” Jelas


Kevin


“oh… aku tidak tau nama produsernya siapa” jawab Joshua memelankan suaranya.


“memang Yuni itu siapa? Tapi sepertinya aku dengar nama Yuni, Yuni itu adalah seorang model


yang baru kerja disini, dia yang banyak memiliki request untuk di post di


majalah-majalah dan kabarnya telah di kontrak sebagai model iklan. Tapi aku

__ADS_1


tidak tau pasti apakah itu Yuni yang kamu maksud atau Yuni yang lain, karena


disini nama 1 orang pasti ada yang sama. Aku memegang model yang bernama Karina


dan temanku Hendrew  juga memegang model


dengan nama Karina.” Jelas Kevin


Joshua hanya mendengarkan ucapan Kevin dan menyeruput kopinya. Ia harus mencari tau siapa


nama Produser nya Yuni. Tapi aku harus cari tau dimana? Tanyanya dalam hati.


Kevin yang melihat Joshua sedang melamun, ia lalu menghampiri Joshua dan bertanya


kepadanya.


“Kau kenapa Joshua?” Tanya Kevin sambil menepuk bahu Joshua


“Aku tidak apa-apa Vin, sepertinya aku harus pulang Vin, terimakasih banyak ya sudah


mengajakku berkunjung ke kantormu. Aku permisi” jawab Joshua langsung berdiri


dan bersalaman kepada Kevin, lalu ia pergi meninggalkan ruangan Kevin dan


berjalan menuju lobby.


Joshua ingat saat berjalan menuju lobby, ia melihat ruangan yang tadi Yuni masuk, rasa ingin


tau Joshua yang menyeret langkah kakinya menuju ruangan itu dan bertanya kepada


seseorang yang berada didalamnya. Saat setelah sampai di pintu Joshua mengetuk


pintu beberapa kali dan ada seseorang pria membukakan pintunya.


“Ada yang bisa saya bantu pak?” Tanya seseorang dari ruangan itu.


“Tidak ada, aku hanya ingin Tanya produser yang ada diruangan ini siapa ya pak?” Tanya


balik Joshua kepada orang itu. “Produser yang mana ya pak? Disini ada 13


produser.” Jawabnya dengan tersenyum. Apa


13, banyak sekali. Yuni dipegang Produser yang mana ya.. sempat lama Joshua


melamun dan kembali orang tersebut bertanya kepada Joshua. “Ada yang bisa saya


bantu?” Tanya kembali dengan wajah serius. “E… apakah disini ada model yang


bernama Yuni?” Tanya Joshua tanpa ragu-ragu. “Ada” jawab singkat.


Alis mata Joshua langung meninggi dan sedikit terkejut. “Bisa panggilkan Yuni?” Tanya nya


dengan senyum


“Mohon maaf, mba Yuni sedang ada pemotretan” jawabnya


“Selesai nya kapan?”


“Tidak tau” jawabnya dengan singkat “Kalau tidak ada yang penting, saya permisi” sambil


menutup pintu tanpa memperdulikan Joshua.


Saat ini Joshua tidak bisa berbuat apa-apa hanya menghela nafas panjang sambil menyender


di dinding dengan pikiran kemana-mana. Memikirkan Andini yang tidak mau menjadi


model dan memikirkan Yuni. Yuni memang orang yang paling istimewa dihati


Joshua, saat SMA dia selalu menghibur hati Joshua yang sedang kacau. Namun aku dijebak oleh temanku sendiri


sehingga aku menduakan Yuni, Yun, ketahuilah aku saat ini sedih Yun, dari dulu


hingga saat ini aku belum bisa melupakanmu. Sejak kejadian perselingkuhan itu


Yuni memutuskan hubungannya dengan Joshua pas saat hari pengumuman kelulusan


sekolah.


Saat aku ingin menjelaskan kepada Yuni dan


ingin pergi kerumahnya, ternyata Yuni telah pergi keluar negeri untuk


melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. Aku tidak tau apakah Yuni telah


melupakan aku atau tidak. Yang jelas saat ini aku masih mencintaimu Yuni. Gumam Joshua dalam hati sambil melihat foto Yuni semenjak SMA yang ada didalam


dompet Joshua.


Hari makin petang dan Joshua telah pergi menuju parkiran mobil dan bergegas untuk pulang


ke rumah. Mungkin aku harus bisa melupakanmu


Yun, sepertinya kamu bahagia tanpa aku. Yuni selamat tinggal….


Lampu-lampu kota yang bersinar dan kendaraan yang melaju membuat perjalan Joshua tampak fokus

__ADS_1


menyetir kemudi mobilnya. Dengan mendengarkan musik pop ia melaju dengan


kecepatan pelan. Kota ini sungguh indah ketika malam tiba.


__ADS_2