
“Andin cepatlah sedikit” teriak Osu diluar pintu kamarku. Ah malas sekali aku ikut dengan Osu, baik aku ngojek kan dapat uang
bisa kemana-mana. Ah menyebalkan
“Ya, sabarlah aku sedang siap-siap. Tunggulah di mobil” jawanku dengan teriak juga
Selama perjalanan aku dan Osu tidak ngobrol
apa-apa aku hanya sibuk mainin hp dan membalas chating teman-temanku.
Sesampainya diparkiran kampus Osu aku langsung turun dari mobil dan melihat
kampus Osu yang lebih keren dari kampusku sendiri. Halaman parkir yang luas dan
di kelilingi taman bunga yang beraneka ragam membuat kampus ini terlihat kampus
idaman semua mahasiswa yang ingin belajar disini.
Gedung 5 lantai dan dekorasi yang apik membuat kampus ini kampus yang paling diminati.
Aku melihat sekeliling banyak sekali orang-orang yang berjalan kesana kemari
dengan kesibukannya masing-masing. Ada yang duduk ditaman sambil mengerjakan
tugas ada yang berkumpul bersama teman-temannya. Sungguh pemandangan yang enak
dilihat.
“Ayo masuk Din” Osu menggandeng tanganku dan aku mengikutinya disebelahnya.
Saat memasuki lobi kampus itu aku merasa banyak sekali yang memandangi kami berdua, apa kami terlihat aneh apa aku berdandan yang berlebihan apa rok ku terlalu mini atau baju ku terlalu ketat. Mengapa
orang-orang memandangiku seperti itu? Tapi aku tidak hiraukan, Osu terus
menggandeng aku menuju lift. Aku hanya diam sambil memandangi sekelilingku.
Tiba di lift aku bertanya pada Osu.
“Osu, kenapa tadi orang-orang melihat kita berdua? Apakah ada yang salah dengan
penampilanku?” tanyaku sambil menata rambutku dan memperbaiki bajuku. Osu hanya
tersenyum kecil tanpa bicara. Membuat aku kesal dan jengkel
Osu menarik tanganku kembali saat keluar dari lift dan menuju ruangan, sepertinys ini
__ADS_1
ruangan pribadi milik Osu, banyak sekali foto-foto Osu di dinding ruangan itu.
Aku lihat ada cermin besar, tanpa pikir panjang aku langsung ngaca depan cermin
itu dan terlihat penuh seluruh penampilan aku. Sepertinya aku tidak salah pakai baju. Rok ku tidak terlalu mini dan
bajuku juga tidak terlalu ketat, rambutku masih rapi dan make up ku masih rapi
juga, tapi kenapa orang-orang melihatku seperti itu? Gumamku dalam hati.
“Adikku kenapa kau dilihat banyak orang tadi?” Tanya nya samnbil memegang bahuku
Aku hanya geleng-geleng tidak tau
“Orang-orang melihatku karena aku menggandeng cewe yang sangat cantik ini, orang tidak tau
kau adikku, mungkin yang orang tau kau adalah pacarku.” Jawabnya sambil
mengelus kepalaku dengan lembut. Aku hanya menunduk malu saat Osu
menjelaskannya kepadaku. “Duduklah disofa gue ambilin minuman kaleng” ujar Osu
sambil menyeretnya duduk disofa. Apa
dikampus ini. Apa semua mahasiswa mempunyai ruangan pribadi ya?
“Osu, apa semua mahasiswa memiliki ruangan pribadi sepertimu?” tanyaku kepada Osu yang
sibuk dengan kulkasnya. “Tidak” jawab simpel. Lalu hanya orang terpilihkah? Penasaran sekali
“yang memiliki ruangan pribadi ialah mereka yang memiliki nilai IPK tertinggi seluruh
angkatan.” Jawabnya sambil membawa 2 minuman kaleng.
“Apakah bayar? Sebulan berapa Osu?” jawabnya sambil meminum
“Dasar adik bodoh. Aku disini bukan tinggal di apartemen. Ini fasilitas kampus yang harus
aku nikmati” jawabnya sambil tertawa dan meminum seteguk minuman soda
Osu membuka hp dan menelfon seseorang. “Hallo. Gue udah di ruangan pribadi, silahkan lo kesini
ya” ucap Osu dalam telepon dan langsung mematikannya. Apa itu orang yang dimaksud Osu semalam ingin mengenalkannya kepadaku.
Aku tidak mau Osu. Merengek dalam hati
__ADS_1
Tak lama ada yang datang dan mengetuk
pintu, lalu Osu membukakan pintunya, aku masih sibuk dengan hpku dan seolah
tidak memperhatikan ada yang datang. Aku duduk di sofa, Osu dan temannya duduk
di kursi depan. Aku ingin ssekali mendengarkan apa yang mereka bicarakan, apa
ada hubungannya denganku atau tidak?
“Joshua, sesuai kesepakatan kita, kau akan mengenalkanku dengan adikmu, apakah dia
bersamamu?” Tanya teman Osu kepada Joshua
“Ya, dia bersamaku” jawab simpel
“Bisa panggilkan” ucapnya dengan tidak sabar
“Andini, kemarilah” pinta Osu dengan nada sedang.
Aduh Osu aku tidak mau aku tidak mau.. aku pura-pura tidur saja deh..
“Andini sayang.. kemarilah” saut Osu yang semakin keras, Osu langsung melihat kondisi
Andini yang sedang tertidur. Haih apa
yang mau dilakukan anak ini mengapa tertidur. Apa ini hanya jebakan. Aku tidak
akan terpengaruh lagi oleh tipuanmu Andini. Ujar Osu dalam hati sambil
kesal. “Andini, kalau kau tidak bangun uang jajanmu tidak akan kukasih selama 1
bulan.” Gertak Osu di telinga Andini. Andini tidak kunjung bangun. Dan
satu-satunya cara yaitu menggelitiki pinggang adiknya. “Aahhh… geliii apa yang
kau lakukan Osu” terbangun dan merasa kesal
“Untuk apa kau berpura-pura tidur seperti itu?” Tanya Osu kesal. Akupun hanya menggeleng
kepala saja. “Rapihkan rambut dan bajumu sekarang” tunjuk Osu di depan mukaku.
Aku langsung sigap merapikannya dan mengikuti Osu di belakangnya. Semoga orang yang Osu kenalkan adalah
laki-laki tampan berbadan tinggi putih mancung dan tajir. Hehe..
__ADS_1