OJOL LOVE SCENARY

OJOL LOVE SCENARY
Ikut Kak Joshua


__ADS_3

“Andin cepatlah sedikit” teriak Osu diluar pintu kamarku. Ah malas sekali aku ikut dengan Osu, baik aku ngojek kan dapat uang


bisa kemana-mana. Ah menyebalkan


“Ya, sabarlah aku sedang siap-siap. Tunggulah di mobil” jawanku dengan teriak juga


 Selama perjalanan aku dan Osu tidak ngobrol


apa-apa aku hanya sibuk mainin hp dan membalas chating teman-temanku.


Sesampainya diparkiran kampus Osu aku langsung turun dari mobil dan melihat


kampus Osu yang lebih keren dari kampusku sendiri. Halaman parkir yang luas dan


di kelilingi taman bunga yang beraneka ragam membuat kampus ini terlihat kampus


idaman semua mahasiswa yang ingin belajar disini.


Gedung 5 lantai dan dekorasi yang apik membuat kampus ini kampus yang paling diminati.


Aku melihat sekeliling banyak sekali orang-orang yang berjalan kesana kemari


dengan kesibukannya masing-masing. Ada yang duduk ditaman sambil mengerjakan


tugas ada yang berkumpul bersama teman-temannya. Sungguh pemandangan yang enak


dilihat.


“Ayo masuk Din” Osu menggandeng tanganku dan aku mengikutinya disebelahnya.


Saat memasuki lobi kampus itu aku merasa banyak sekali yang memandangi kami berdua, apa kami terlihat aneh apa aku berdandan yang berlebihan apa rok ku terlalu mini atau baju ku terlalu ketat. Mengapa


orang-orang memandangiku seperti itu? Tapi aku tidak hiraukan, Osu terus


menggandeng aku menuju lift. Aku hanya diam sambil memandangi sekelilingku.


Tiba di lift aku bertanya pada Osu.


“Osu, kenapa tadi orang-orang melihat kita berdua? Apakah ada yang salah dengan


penampilanku?” tanyaku sambil menata rambutku dan memperbaiki bajuku. Osu hanya


tersenyum kecil tanpa bicara. Membuat aku kesal dan jengkel


Osu menarik tanganku kembali saat keluar dari lift dan menuju ruangan, sepertinys ini

__ADS_1


ruangan pribadi milik Osu, banyak sekali foto-foto Osu di dinding ruangan itu.


Aku lihat ada cermin besar, tanpa pikir panjang aku langsung ngaca depan cermin


itu dan terlihat penuh seluruh penampilan aku. Sepertinya aku tidak salah pakai baju. Rok ku tidak terlalu mini dan


bajuku juga tidak terlalu ketat, rambutku masih rapi dan make up ku masih rapi


juga, tapi kenapa orang-orang melihatku seperti itu? Gumamku dalam hati.


“Adikku kenapa kau dilihat banyak orang tadi?” Tanya nya samnbil memegang bahuku


Aku hanya geleng-geleng tidak tau


“Orang-orang melihatku karena aku menggandeng cewe yang sangat cantik ini, orang tidak tau


kau adikku, mungkin yang orang tau kau adalah pacarku.” Jawabnya sambil


mengelus kepalaku dengan lembut. Aku hanya menunduk malu saat Osu


menjelaskannya kepadaku. “Duduklah disofa gue ambilin minuman kaleng” ujar Osu


sambil menyeretnya duduk disofa. Apa


dikampus ini. Apa semua mahasiswa mempunyai ruangan pribadi ya?


“Osu, apa semua mahasiswa memiliki ruangan pribadi sepertimu?” tanyaku kepada Osu yang


sibuk dengan kulkasnya. “Tidak” jawab simpel. Lalu hanya orang terpilihkah? Penasaran sekali


“yang memiliki ruangan pribadi ialah mereka yang memiliki nilai IPK tertinggi seluruh


angkatan.” Jawabnya sambil membawa 2 minuman kaleng.


“Apakah bayar? Sebulan berapa Osu?” jawabnya sambil meminum


“Dasar adik bodoh. Aku disini bukan tinggal di apartemen. Ini fasilitas kampus yang harus


aku nikmati” jawabnya sambil tertawa dan meminum seteguk minuman soda


Osu membuka hp dan menelfon seseorang. “Hallo. Gue udah di ruangan pribadi, silahkan lo kesini


ya” ucap Osu dalam telepon dan langsung mematikannya. Apa itu orang yang dimaksud Osu semalam ingin mengenalkannya kepadaku.


Aku tidak mau Osu. Merengek dalam hati

__ADS_1


Tak lama ada yang datang dan mengetuk


pintu, lalu Osu membukakan pintunya, aku masih sibuk dengan hpku dan seolah


tidak memperhatikan ada yang datang. Aku duduk di sofa, Osu dan temannya duduk


di kursi depan. Aku ingin ssekali mendengarkan apa yang mereka bicarakan, apa


ada hubungannya denganku atau tidak?


“Joshua, sesuai kesepakatan kita, kau akan mengenalkanku dengan adikmu, apakah dia


bersamamu?” Tanya teman Osu kepada Joshua


“Ya, dia bersamaku” jawab simpel


“Bisa panggilkan” ucapnya dengan tidak sabar


“Andini, kemarilah” pinta Osu dengan nada sedang.


Aduh Osu aku tidak mau aku tidak mau.. aku pura-pura tidur saja deh..


“Andini sayang.. kemarilah” saut Osu yang semakin keras, Osu langsung melihat kondisi


Andini yang sedang tertidur. Haih apa


yang mau dilakukan anak ini mengapa tertidur. Apa ini hanya jebakan. Aku tidak


akan terpengaruh lagi oleh tipuanmu Andini. Ujar Osu dalam hati sambil


kesal. “Andini, kalau kau tidak bangun uang jajanmu tidak akan kukasih selama 1


bulan.” Gertak Osu di telinga Andini. Andini tidak kunjung bangun. Dan


satu-satunya cara yaitu menggelitiki pinggang adiknya. “Aahhh… geliii apa yang


kau lakukan Osu” terbangun dan merasa kesal


“Untuk apa kau berpura-pura tidur seperti itu?” Tanya Osu kesal. Akupun hanya menggeleng


kepala saja. “Rapihkan rambut dan bajumu sekarang” tunjuk Osu di depan mukaku.


Aku langsung sigap merapikannya dan mengikuti Osu di belakangnya. Semoga orang yang Osu kenalkan adalah


laki-laki tampan berbadan tinggi putih mancung dan tajir. Hehe..

__ADS_1


__ADS_2