
Bangun tidur aku bergegas pergi mandi dan
berpakaian rapi. Pagi ini aku tidak mau ketinggalan bimbingan lagi sama dosen, aku sudah ditelepon dosen berkali-kali karena kemarin aku pergi bersama Erik. Aku berangkat pukul 8 pagi.
Perjalanan ku menuju kampus memakan waktu 1 jam setengah, aku sampai pukul
setengah 10 dan jumpa dosen pukul 10 pagi.
Huft.. lelah sekali mngendarai motor 1 jam stengah, andai aku punya pacar yang mau nganter jempt aku ke kampus, mungkin aku tidak akan selelah ini. Pikir aku dalam hati.
Karena ini masih belum bertemu dosen, ku
pikir sarapan dulu kali ya sebelum menghadapi ocehan dosen nanti. Langsung
tanpa pikir panjang aku bergegas ke kantin kampus dan memesan nasi uduk 1
bungkus dan air mineral. Hhmm… rasa nasi
uduk ini enak sekali walau Cuma memakai tempe orek dan bihun kuning membuat
perutku kenyang seketika. Ku lihat jam di tanganku menunjukan jam 10 kurang
aku bergegas menuju ruangan dosen. Saat aku pergi berjalan kea rah ruangan
dosen, aku bertabrakan dengan seseorang dan buku bimbinganku jatuh berserakan
ditanah. Aku langsung protes dengan orang yang sudah menabraku
“kalau jalan pake mat…” terpotong saat aku melihat wajahnya. “Erik, apa yang kau lakukan
disini ?” terkejut saat aku melihat yang menabraku adalah Erik.
“Aku yang nanya kamu sedang apa disini? Kenapa jalanmu begitu terburu-buru?” berbalik
nanya. Ih ko nanya balik sih udah tau aku
mahasiswa disini ya aku kuliah lah disini
“Aku mahasiswa dikampus ini dan aku mau bimbingan ke dosenku karena kemarin aku batal
bimbingan karena kamu” jawabku ketus. Apa
dia mahasiswa juga dikampus ini? Ko ga pernah lihat ? gumamku dalam hati.
“Kamu mahasiswa juga Rik?” tanyaku sambil melihat wajahnya. “Menurutmu?” simpel jawabannya dan membuat
aku kesal. Eh tapi pakaiannya ko beda
kaya mahasiswa umumnya, dia terlihat rapi dengan celana bahan dan kemeja ungu
muda, terlihat semakin tampan.
“Sudah aku tidak mau berurusan lagi denganmu, bisa-bisa jadwal bimbinganku batal lagi
karena ulahmu, aku permisi” sambil mempercepat langkahku dan meninggalkan Erik
sendirian. Haih dasar cewe aneh, aku
kesini kan karena melamar sebagai dosen Fakultas Hukum, aku mana tahu ruangan
dosen dimana, mana kampus ini luas banget lagi. Haih tapi beruntungnya aku bisa
1 kampus dengan Andini. Hhmm.. gumam Erik dalam hati sambil tersenyum
menyembunyikan wajahnya.
Sesampainya aku di depan ruangan dosen, aku berdiri di depan sambil menunggu kedatangan
__ADS_1
dosen. Aku sudah lama berdiri hampir setengah jam namun dosen itu tak kunjung
datang juga. Apa dosen sedang balas dendam ya kepadaku gara-gara kemarin aku
tidak datang dan saat ini dosen juga tidak datang kepadaku. Erik sialan, gara-gara dia dosenpun balas
dendam kepadaku. Huh tidak dapat dimaafkan, menyebalkan! Tanpa pikir
panjang aku telepon saja deh dosennya. Dan telepon ku diangkat. “Halo pak, saya
didepan ruangan bapak, bapak janji kan hari ini jadwal bimbingan saya.”
Langsung tanpa berbasa-basi.
“Iya saya masih di ruang dosen karena ada dosen baru yang melamar di Fakultas Hukum.
Sebentar lagi saya ke ruangan, kamu tunggu saja dulu ya” jawab pak dosen di
sebrang telfon dan langsung mematikan telfon nya. Apa ada dosen baru? Aku penasaran seperti apakah dosen baru jurusan
Ilmu Hukum itu? Akupun hanya berdiam diri di depan ruangan dosen dan tak
butuh waktu lama 5 menit kemudian dosen itupun datang menghampiriku yang sedari
tadi menunggu.
Lama sekali sih, memangnya apa urusan bapak kalau ada dosen baru yang melamar. Tanyaku dalam hati agak sedikit kesal.
“Mari Andin, duduklah” mempersilahkan aku.
Aku langsung memberikan file skripsiku kepada dosen dan langsung diperiksa oleh dosenku.
Sambil di bacanya aku keceplosan bertanya masalah dosen baru tadi. “Memang
dosen barunya siapa pak?” eh aku
“Oh dia dari Bandung, dia mendapat rekomendasi dari Rektor suruh mengajar di kampus ini,
kemampuan dia dalam mengajar cukup bagus dan dapat dikategorikan dia dosen
termuda di kampus ini. Usia nya berkisar 24-25 tahun. Katanya dia bakal menjadi
penguji skripsi Fakultas Hukum disini, karena pengalamannya adalah menjadi
dosen pembimbing dan penguji skripsi.” Ujarnya dengan panjang lebar. “Oh..
apakah nanti saat aku skripsi bakalan diuji sama dosen baru?” Tanya ku dengan
penasaran. “Tentu” simpel menjawab tanpa melihat wajahku.
“Sudah beres, ini tinggal ditambahkan lagi referensinya dan teorinya” ujar dosen sambil
menyerahkan file skripsi aku “Baik pak akan saya perbaiki, terimakasih banyak”
ucapku sambil tersenyum dan berjabat tangan dan meninggalkan ruang dosen itu.
Akupun duduk di taman kampus aku sambil meneguk minuman kaleng dan melihat hasil skripsi ku. Ada dosen baru yang bakal menguji saat
siding skripsi aku. Apakah orangnya galak
ga ya? Bagaimana kalau galak, aku gak bisa menjawab bagaimana ini? Belum
apa-apa sudah ketakutan begini. Tapi aku penasaran dosen baru yang dari bandung
itu, apakah laki-laki atau perempuan ya? Tapi kenapa aku bertemu Erik disini,
ah mungkin dia hanya mahasiswa biasa, tapi dia jurusan apa ya ? kenapa dia gak
__ADS_1
cerita kemarin kalau dia juga kuliah dikampus ini.. ah untuk apa sih aku
memikirkannya, lebih baik aku ngojek kan, dapat uang lagi. Hehe
Saat aku berdiri meninggalkan kursi aku melihat Erik sedang berbicara dengan Bu Kumala, dosen
Fakultas Hukum. Aku jadi penasaran apa
yang mereka obrolkan.. ah apa jangan-jangan Erik mahasiswa Semester akhir juga
ingin bimbingan dengan Bu Kumala? Ah biarkanlah baik aku pergi dari sini.
Malam telah tiba aku sedang menatap layar laptop ku sambil mencari sebuah imajinasi untuk
mencoba menggambar ilusi di laptop. Di temani segelas susu hangat dan biskuit
cokelat kesukaanku biasanya imajinasiku muncul seketika. 2 jam sudah aku
menghabiskan waktuku dengan menggambar ilusi dan aku sejenak keluar kamar
sambil menonton tv.
“Ko belum tidur Din” sapa Osu yang seketika membuat aku terkejut
“Belum ngantuk, lo sendiri kenapa belum tidur?” Tanya balik. “Sama belum ngantuk, eh
besok lo sibuk gak Din?” menoleh ke arahku. “Paling aku ngojek”
“Cewe ko ngojek sih, nanti kalau lo ada apa-apa gimana?” seperti biasa mendengar ucapan aku
ngojek Osu langsung protes. Dia sayang sekali sama adiknya ini. “Osu, kakaku
sayang, tidak usah mengkhawatirkanku seperti itu, aku akan hati-hati, memangnya
tadi kaka tanya mau apa besok?” Tanya ku sambil makan snack di meja
“Aku ingin kamu temani aku ke kampus, aku ingin mengenalkanmu pada temanku”
Uhuk..uhuk.. aku tersedak saat mendengar ucapan Osu, “lo gapapa kan Din?” seketika khawatir.
“kenalin apa Osu, memang aku jomblo apa, eh memang jomblo sih hehe.. tapi aku
tidak mau dikenalkan siapapun, aku ingin mencari jodohku dengan kemampuanku
sendiri.” Protes aku sambil memalingkan wajah. “Adikku sayang Andini, kaka ini
bermaksud baik agar kamu tidak lagi ngojek” merayu adiknya yang cemberut.
“Aku ini emang suka ngojek karena ini bukan pekerjaanku hanya sampinganku agar aku punya uang
jajan lebih.” Masih nada yang jutek
“Kan gue udah kasih lo jajan de 50 ribu perhari apa kurang?”
“Uang dari Osu aku simpan di celengan dan uang jajanku ya dari hasil ojek online ku sendiri”
jawabku dengan ketus. “lagian ayah dan
ibu ku tidak melarangku untuk ngojek, kenapa lo ngelarang gue?” Tanya aku
dengan kesal.
“Aku ga mau adik kesayanganku kenapa-kenapa” sambil mengelus rambut aku.
“Aku akan baik-baik saja, percayalah” ujarku sambil berdiri dan meninggalkan Osu di ruang tv. Osu ini apa-apaan sih ingin memperkenalkan
aku dengan temannya. Aku ini bukan anak kecil lagi, ah lebih baik aku tidur.
__ADS_1