
Erik kembali pulang dan ingin memberi kabar
bahagia ini ke keluarganya dan keluarga nya sangat terharu mendengar bahwa Erik
keterima dikampus favorit di Jakarta dengan jalur prestasi. Selama semester 1
hingga semester akhir IPK Erik tidak menurun bahkan melonjak sangat tinggi
membuat Erik cepat lulus S2 nya dan tanpa biaya sepesarpun yang ia keluarkan.
Studi S2 nya berakhir selama 17 Bulan saja.
Setelah lulus ia ditawari pekerjaan lagi oleh
kampus UNJ untuk menjabat sebagai dosen lalu Erik terima pekerjaan tersebut
hingga sekarang.
Dan saat ini ia juga melamar sebagai dosen disalah
satu Universitas swasta dan Erik bekerja di 2 Universitas. Ketampanan Erik
sebagai dosen termuda di Universitas membuat kalangan wanita-wanita
tergila-gila oleh ketampanan dan body Erik. Erik menjadi salah satu orang yang
sangat populer dikalangan kampus dan sering ia mendapatkan hadiah dari para
gadis. Tapi Erik tak membalas nya melainkan hanya fokus bekerja dan ia juga
menjalin kerja sama bisnis diluar negeri. Jadi kadang 2 bulan sekali Erik
keluar negeri untuk melihat bisnis nya yang sedang ia jalani. Kini Erik
memiliki rumah mewah di Jakarta dan mempunyai 5 pembantu dan 2 tukang kebun
beserta supir pribadi.
Ketukan pak Mul yang keras membuat lamunan Erik
terhenti seketika. Pak Mul adalah pelayan yang sangat setia kepada Erik. Ia
bertemu dengan Pak Mul di pinggir jalan saat pak Mul memulung sampah, dan
dijadikannya ia sebagai pelayan Erik. Kebaikan Erik kepada pak Mul membuat pak
Mul tidak ingin mengecewakan kebaikannya yang slama ini telah membantu
perekonomian pak Mul
“Tuan, mobil sudah siap, apakah tuan ada yang ingin disiapkan lagi” ujar pak Mul
“baik saya akan ke depan, tolong bawakan koper saya pak” jawab Erk dengan ramah
Pak Mul mengangguk mengiyakan permintaan Erik. Erik berjalan kedepan dan menuju mobil.
__ADS_1
Diperjalanan Erik membuka HP dan dilihatnya nomor
panggilan yang pernah Andini telpon, karena banyak nomer baru, Erik tampak
kebingungan yang mana nomer Andini, lalu ia teringat bahwa pernah memesan ojek
Andini lalu ia membuka aplikasi dan melihat akun Andini dan terlihatlah nomor
kontak Andini. Erik pun menyimpannya di kontak Hp nya dan memberi nya nama
Andiniku.
Tiba ditengah perjalanan menuju bandara, Erik
melihat sekelompok anak muda yang tengah berkumpul dan berbincang, bercanda dan
bersuka ria sambil memainkan gitar dan menyanyi tanpa ada beban, beda halnya
dengan Erik yang setiap hari harus berjuang meraih cita-cita. Jarang sekali
Erik memiliki waktu luang seperti itu. Ketika ada waktu luang, ia gunakan untuk
beristirahat dan menghabiskan waktu dirumah untuk menyegarkan badan, kadang ia
berenang di rumahnya sendiri karena dirumahnya terdapat kolam renang yang
kedalamannya 2 meter. Tak terasa mobil yang membawa Erik pergi menuju bandara
kini telah tiba di parkiran bandara.
yang seakan sudah seperti kegiatan yang tidak pernah ia lupakan, kini berbeda
dengan suasana hatinya yang sekarang, hatinya saat ini sesungguhnya sangat
menolak kepergian nya untuk berkunjung ke London, dikarenakan ingin menyelesaikan hubungan asmara nya dengan
Leshinta atau kerap dipanggil Shinta. Karena jarak antara 2 negara ini membuat
mereka jarang bertemu dan Erik memergoki Shinta telah beberapa kali berkencan
dengan pria bule juga sehingga membuat Erik muak dengan kelakuan Shinta. Tapi
sebelum memasuki kedalam bandara, ia menyempatkan waktu untuk memberi kabar
Andini bahwa sebentar lagi akan berangkat ke London.
“Hallo. Dengan siapa?” tanya Andini diseberang sana
“Hay Andin, ini aku Erik, aku sebentar lagi akan
berangkat ke London, sekarang aku sudah tiba dibandara.” Ujar Erik sambil
tersenyum
“Oh iya Rik, hati-hati diperjalanan jika sudah
__ADS_1
sampai kabarin aku ya. Oh ya salamin salamku untuk keluargamu di London ya Rik”
jawab Andini dengan semangat
“Baik. Aku tutup dulu telfonnya”
“Iya.”
Erik menutup telfonnya dan bersiap menuju pesawat.
Didalam pesawat Erik ingin sekali melihat kebawah pemandangan kota Jakarta yang
sangat luas dan terlihat Mall yang saat itu membawa mereka pergi berdua
mengingatkan kembali saat saat mereka pertama bertemu. Hati Erik kembali ceria
saat mengingat kejadian itu.
Setelah memakan waktu selama 20 jam didalam
pesawat, kini Erik telah tiba di bandara London. Tak butuh waktu lama supir
pribadinya pun telah menunggu di bandara untuk menjemput Erik dan membawanya ke
Mension pribadi Erik. Ia langsung membuka handphone dan kembali menghubungi
Andini.
“Halo Rik? Apakah sudah tiba di London?” tanya Andin di sebrang telpon
“Iya, aku sudah tiba di London.”
“Baiklah segeralah beristirahat, pasti lelah saat
diperjalanan.”
“Tidak sama sekali. Aku rindu padamu Andin.” Ucap Erik sembari duduk di sofa menatap pemandangan di luar Mension
“.........” Andin tidak menjawab apa-apa namun
hatinya sangat terkejut mendengar ucapan Erik barusan.
“Andin? Kau baik-baik saja?” tanya Erik cemas
“I..Iya cepat pulang ya.” Jawabku
“Sebenernya ada yang ingin aku sampaikan kepadamu. Aku disini....” tiba tiba sinyal terputus
Tut tut tut
“hallo....hallo... Erik...” yah pake terputus lagi
Akupun kembali kesal, baru beberapa menit menelfon tetapi sudah terputus aja. Memang yah
diluar negeri itu kalau mau nelfon susah banget. Keluhku dalam hati
__ADS_1
***********