OJOL LOVE SCENARY

OJOL LOVE SCENARY
Kepergian Erik #2


__ADS_3

Erik kembali pulang dan ingin memberi kabar


bahagia ini ke keluarganya dan keluarga nya sangat terharu mendengar bahwa Erik


keterima dikampus favorit di Jakarta dengan jalur prestasi. Selama semester 1


hingga semester akhir IPK Erik tidak menurun bahkan melonjak sangat tinggi


membuat Erik cepat lulus S2 nya dan tanpa biaya sepesarpun yang ia keluarkan.


Studi S2 nya berakhir selama 17 Bulan saja.


Setelah lulus ia ditawari pekerjaan lagi oleh


kampus UNJ untuk menjabat sebagai dosen lalu Erik terima pekerjaan tersebut


hingga sekarang.


Dan saat ini ia juga melamar sebagai dosen disalah


satu Universitas swasta dan Erik bekerja di 2 Universitas. Ketampanan Erik


sebagai dosen termuda di Universitas membuat kalangan wanita-wanita


tergila-gila oleh ketampanan dan body Erik. Erik menjadi salah satu orang yang


sangat populer dikalangan kampus dan sering ia mendapatkan hadiah dari para


gadis. Tapi Erik tak membalas nya melainkan hanya fokus bekerja dan ia juga


menjalin kerja sama bisnis diluar negeri. Jadi kadang 2 bulan sekali Erik


keluar negeri untuk melihat bisnis nya yang sedang ia jalani. Kini Erik


memiliki rumah mewah di Jakarta dan mempunyai 5 pembantu dan 2 tukang kebun


beserta supir pribadi.


Ketukan pak Mul yang keras membuat lamunan Erik


terhenti seketika. Pak Mul adalah pelayan yang sangat setia kepada Erik. Ia


bertemu dengan Pak Mul di pinggir jalan saat pak Mul memulung sampah, dan


dijadikannya ia sebagai pelayan Erik. Kebaikan Erik kepada pak Mul membuat pak


Mul tidak ingin mengecewakan kebaikannya yang slama ini telah membantu


perekonomian pak Mul


“Tuan, mobil sudah siap, apakah tuan ada yang ingin disiapkan lagi” ujar pak Mul


“baik saya akan ke depan, tolong bawakan koper saya pak” jawab Erk dengan ramah


Pak Mul mengangguk mengiyakan permintaan Erik. Erik berjalan kedepan dan menuju mobil.

__ADS_1


Diperjalanan Erik membuka HP dan dilihatnya nomor


panggilan yang pernah Andini telpon, karena banyak nomer baru, Erik tampak


kebingungan yang mana nomer Andini, lalu ia teringat bahwa pernah memesan ojek


Andini lalu ia membuka aplikasi dan melihat akun Andini dan terlihatlah nomor


kontak Andini. Erik pun menyimpannya di kontak Hp nya dan memberi nya nama


Andiniku.


Tiba ditengah perjalanan menuju bandara, Erik


melihat sekelompok anak muda yang tengah berkumpul dan berbincang, bercanda dan


bersuka ria sambil memainkan gitar dan menyanyi tanpa ada beban, beda halnya


dengan Erik yang setiap hari harus berjuang meraih cita-cita. Jarang sekali


Erik memiliki waktu luang seperti itu. Ketika ada waktu luang, ia gunakan untuk


beristirahat dan menghabiskan waktu dirumah untuk menyegarkan badan, kadang ia


berenang di rumahnya sendiri karena dirumahnya terdapat kolam renang yang


kedalamannya 2 meter. Tak terasa mobil yang membawa Erik pergi menuju bandara


kini telah tiba di parkiran bandara.


yang seakan sudah seperti kegiatan yang tidak pernah ia lupakan, kini berbeda


dengan suasana hatinya yang sekarang, hatinya saat ini sesungguhnya sangat


menolak kepergian nya untuk berkunjung ke London, dikarenakan  ingin menyelesaikan hubungan asmara nya dengan


Leshinta atau kerap dipanggil Shinta. Karena jarak antara 2 negara ini membuat


mereka jarang bertemu dan Erik memergoki Shinta telah beberapa kali berkencan


dengan pria bule juga sehingga membuat Erik muak dengan kelakuan Shinta. Tapi


sebelum memasuki kedalam bandara, ia menyempatkan waktu untuk memberi kabar


Andini bahwa sebentar lagi akan berangkat ke London.


“Hallo. Dengan siapa?” tanya Andini diseberang sana


“Hay Andin, ini aku Erik, aku sebentar lagi akan


berangkat ke London, sekarang aku sudah tiba dibandara.” Ujar Erik sambil


tersenyum


“Oh iya Rik, hati-hati diperjalanan jika sudah

__ADS_1


sampai kabarin aku ya. Oh ya salamin salamku untuk keluargamu di London ya Rik”


jawab Andini dengan semangat


“Baik. Aku tutup dulu telfonnya”


“Iya.”


Erik menutup telfonnya dan bersiap menuju pesawat.


Didalam pesawat Erik ingin sekali melihat kebawah pemandangan kota Jakarta yang


sangat luas dan terlihat Mall yang saat itu membawa mereka pergi berdua


mengingatkan kembali saat saat mereka pertama bertemu. Hati Erik kembali ceria


saat mengingat kejadian itu.


Setelah memakan waktu selama 20 jam didalam


pesawat, kini Erik telah tiba di bandara London. Tak butuh waktu lama supir


pribadinya pun telah menunggu di bandara untuk menjemput Erik dan membawanya ke


Mension pribadi Erik. Ia langsung membuka handphone dan kembali menghubungi


Andini.


“Halo Rik? Apakah sudah tiba di London?” tanya Andin di sebrang telpon


“Iya, aku sudah tiba di London.”


“Baiklah segeralah beristirahat, pasti lelah saat


diperjalanan.”


“Tidak sama sekali. Aku rindu padamu Andin.” Ucap Erik sembari duduk di sofa menatap pemandangan di luar Mension


“.........” Andin tidak menjawab apa-apa namun


hatinya sangat terkejut mendengar ucapan Erik barusan.


“Andin? Kau baik-baik saja?” tanya Erik cemas


“I..Iya cepat pulang ya.” Jawabku


“Sebenernya ada yang ingin aku sampaikan kepadamu. Aku disini....” tiba tiba sinyal terputus


Tut  tut  tut


“hallo....hallo... Erik...” yah pake terputus lagi


Akupun kembali kesal, baru beberapa menit menelfon tetapi sudah terputus aja. Memang yah


diluar negeri itu kalau mau nelfon susah banget. Keluhku dalam hati

__ADS_1


***********


__ADS_2