OJOL LOVE SCENARY

OJOL LOVE SCENARY
Terpesona


__ADS_3

Pagi hari pukul 09.00 setelah aku selesai mandi


dan ingin bersiap ke kampus untuk menemui dosen dan menyerahkan hasil revisian


nya. Aku pun menunggu di bawah pohon sambil ngadem karena dibawah pohon itu


sangat sejuk. Waktu sudah menunjukan pukul 10.00 namun aku belum mendapatkan


kabar dari Pak Putra. Sudah 1 jam aku menunggu, beliau kemana ya, mana perutku


sangat lapar, aku sengaja tidak sarapan karena takut terlambat, namun akhirnya


aku menunggu juga. Huuh


“Pagi Andini.” Sapa Erik tiba-tiba datang


Aku langsung menengok ke depan dan sangat terkejut


melihat Erik dengan setelan Jas berwarna abu-abu dan celana jean membuat


penampilan sangat keren sekali. Aku sangat terbengong-bengong melihat Erik


sangat tampan banget. Sampai-sampai membuatku bingung sendiri


“Nunggu Pak Putra ya? Sama aku juga sedang nunggu


beliau. Kamu sudah sarapan?” bertanya kepada Andini


Aku hanya geleng-geleng kepala saking terpesonanya


Erik pun senyum-senyum melihat tingkahku yang


luguh


“Bagaimana kalau aku ajak kamu ke cafe yang dekat


disini?” ajak Erik ke Andini


“Ah.. tidak usah pak. Aku takut Pak Putra


tiba-tiba ngabarin aku” jawabku dengan cepat


“Aku juga kan akan bertemu dengan Pak Putra. Kita


akan bareng nanti bertemu dengan Pak Putra” jawabnya sambil merayu ku hingga


aku mau diajak nya ke cafe. Iya sih aku


juga lapar sekali. Yaudah deh aku ikut saja. Pintaku dalam hati. Erik


berjalan didepanku dan sambil melihat ponsel miliknya. Erik terdiam tiba-tiba


dan membuat aku menabrak punggungnya “aduh.. “ jerit ku sambil memegang dahiku


yang sakit


“Kamu ngga papa Andin?” tanya Erik langsung


berbalik kepadaku


“Ngga papa apanya sakit tau. Kenapa berdiri


tiba-tiba sih ?” tanyaku sedikit kesal


“Sorry Andin tadi aku mendapat kabar dari Pak


Putra katanya beliau tidak bisa hadir hari ini dikarenakan sakit.” Jalasnya


“Yah. Cancel lagi deh.” Gerutuku


“Yaudah bagaimana kalau kita abis dari cafe terus


jalan-jalan.” Ajak Erik kepadaku.


“HHmm.. giamana yah padahal hari ini aku kan mau


ngorder Rik” jawabku dengan suara pelan


“Hari ini saja boleh?” rayu Erik dengan wajah


tersenyum manis


“Yasudah deh aku ikut” jawabku luluh.


Erik pun tersenyum dan melanjutkan langkah kami


menuju cafe tetapi kini Erik disampingku bukan didepanku lagi. Entah mengapa


jalan disamping Erik membuat dadaku sedikit deg-degan tapi bahagia. Sesekali


aku melirik kearahnya walaupun dia sedang melihat ponselnya tapi dilihat dari

__ADS_1


samping wajahnya sangat manis dan senyumnya yang menawan.  Tiba di penyebrangan jalan aku terkejut tangan


ku digenggam oleh Erik dan menyeberang sangat hati-hati. Entah kenapa hatiku


berdegup sangat bahagia bisa di gandeng oleh cowok yang sangat tampan. Tiba di


cafe Erik mengambil buku menu lalu mengantar nya ke meja aku dengannya. Dan wah


menu nya sangat menggungah selera banget apalagi lagi keadaan lapar-laparnya.


“Kamu mau pesan apa Ndin?” tanya nya sambil


memandangiku


“Rice with Chiken Sauce Black Paper aja Rik.


Minumnya Chocolate Milkshake kalau kamu apa?” tanyaku sambil menyerahkan buku


menu lagi ke Erik.


“Samain aja deh kebetulan aku juga ingin makan


yang itu, tapi aku minumnya Soda aja”


“jangan Soda Rik minumnya, ngga baik untuk


kesehatan lebih enak teh manis atau jus jeruk aja deh”


“kenapa emangnya? Tanya Erik penasaran


“Ya takutnya gak bisa singkron aja sama makananya


gitu Rik, eh tapi terserah deh kan kamu yang pengen minum soda, aku sih hanya


menyarankan saja” jelasku


Erik mencoret pesanan minuman yg dia inginkan dan


menggantinya dengan jus jeruk. Aku yang melihatpun merasa senang karena saranku


bisa diterima olehnya. Tak menunggu waktu lama pesananku dan pesanan Erik


datang. Kami menghabiskan waktu untuk makan sekitar 45 menit sambil


berbincang-bincang tentang hal pribadi.


“Erik, kamu punya pacar nggak untuk


sekarang-sekarang ini?” tanyaku yang sudah tak malu lagi dengan nya


pacar aku 2 bulan yang lalu.” Jawabnya dengan santai. Aku terkejut seketika


mendengar Erik ditinggal nikah. Siapa yang menolak Erik. Wajah nya yang tampan


dan manis. Memiliki tubuh yang sempurna tinggi putih dan bersih, mata nya yang


sedang dan hidungnya yang mancung. Cewek mana yang idak tergila-gila dengan


pesona Erik. Aku pun sangat terkejut mendengarnya.


“Hah? Ko bisa ditinggal nikah?” tanyaku dengan


penasaran.


“Eh Andin kamu udah belum makan nya, antar aku ke


toko kue ya abis ini, aku sudah selesai makan nya.” Erik memotong pembicaraan


ku.


Yasudahdeh aku segera menghabiskan makananku dan


Erik pergi ke kasir untuk membayar makanan nya lalu menghampiriku dan


melanjutkan perjalanan ke toko kue.


“Erik, kita mau naik apa? Motorku ada di kampus


loh, ngga naik motor aku aja?” tanya ku


“Engga. Kamu ngga liat cuaca hari ini sepertinya


mau hujan. Kita pesan taxi online saja ya” jawabnya


Tak menunggu waktu lama taxi online yang dipesan


Erik datang dan mengantarkan kita ke toko kue. Tak butuh waktu lama hujan pun


turun sangat derasnya. Erik perhatian


banget sih tidak ingin aku kebasahan. Aku senyum-senyum sendiri. Karena

__ADS_1


perjalanan macet menuju toko kue aku merasa sangat nyaman duduk di samping Erik


melihat rintik hujan turun dan memandangi suasana kota yang ramai padat


penduduk.


Sekitar 20 menit didalam taxi, akhirnya sampailah


tempat tujuan kita yaitu toko kue. Walau hujan masih mengguyur Erik turun


duluan dan melarangku untuk turun. Aku pun nurut saja. Dan Erik membukakan


pintu sambil memayungkan jas miliknya agar aku tidak kebasahan sama sekali. Aduh romantis banget si Erik. Gerutu


batinku


Setelah selesai membayar tagihan taxi online Erik


pun memakaikan jas miliknya ke tubuhku padahal bajunya Erik setengah basah


karena hujan. Tapi masih saja memakaikan jasnya untukku. Lalu kami masuk ke


toko kue itu.


“Andin. Tolong pilihkan kue yang bagus ya “ pinta


Erik


“Kue untuk apa ini Rik?” tanyaku kepada Erik


“Untuk ulang tahun ibuku” jawabnya dengan


tersenyum


“Oh. Baik aku akan pilihkan kue yang terbaik.”


Jawabku


Aku melihat-lihat sekeliling dari pojok kanan


hingga pojok kiri memandangi bentuk kue ulang tahun. Mataku terpikat oleh kue


cokelat berlapis coklat cair dan bertoping batangan cokelat yang siapapun yang


melihat akan tergoda oleh bentuknya. Setelah kue sudah dipesan Erik pun


membayar ke kasir dan membawa nya untuk pulang. Aku melihat sepertinya Erik


kedinginan karena menggesek gesekan telapak tangan nya dari tadi. Apa Erik kedinginan ya karena kebasahan


tadi. Lalu kenapa dia memberikan jas nya untuk ku. Aku harus berbuat apa? Apa


genggam tangan nya aja ya? Tanya  ku


dalam hati


Setelah keluar dari toko tersebut hujan masih


turun walau tidak sederas tadi. Kami pun duduk di depan toko sambil menunggu


hujan turun. Aku berinisiatif untuk menghangatkan telapak tanganya dengan


menggengam tangan ku ke tangan nya. Tapi ada rasa malu tersendiri. Tapi aku


tidak tega melihat Erik kedinginan. Aku paksakan saja menggenggam tangan nya


dan membuat Erik sontak terkejut.


“Maaf aku lancang” aku terkejut melihat reaksi


Erik kaget melihat tangannya digenggam oleh ku


“Tidak apa-apa Ndin santai aja” Erik tersenyum dan


sekarang Erik yang menggenggam tanganku dengan erat.


Oohh Tuhan aku senang sekali digenggam oleh Erik rasanya gak mau lepas. Sahut batinku yang sangat kegirangan


ini.


“Makasih ya Andini kamu sudah menemani aku


memilihkan kue untuk Ibuku.” Sapa Erik dengan tersenyum dan memegang tanganku


lebih erat lagi


“Iya sama-sama makasih juga udah mengajakku


kemari” balasku dengan senyum


Biarlah hujan ini menjadi saksi bahwa dibawah

__ADS_1


derasnya hujan ini ada cerita yang sangat membahagiakan antara aku dengan Erik.


Dosen di kampusku.


__ADS_2