OJOL LOVE SCENARY

OJOL LOVE SCENARY
Kehidupan Erik


__ADS_3

“Erik, btw kenapa kamu mengajak aku kesini? Sebenarnya apa tujuan kamu?” sambil


memberanikan diri aku bertanya kepada Erik. “Aku dipaksa sama mereka suruh ikut


main, padahal hari ini aku sedang sibuk sekali. Tapi kalau tidak menurutinya


aku bakal dijauhi Jo, padahal yang ingin pergi kesini Vina, bukan Jo. Jo adalah


sahabat terbaikku saat SMP. Kami selalu bersama sampai sekarang, maaf ya Andin


kalau aku tadi memaksamu untuk ikut denganku, aku tidak tahu apakah yang


terjadi apabila kamu tidak menemaniku, bisa-bisa aku seperti bayangan mereka


yang selalu melihat kemesraan mereka.” Jawabnya dengan jelas.


Itu sih bukan urusan aku Erik, itu urusanmu, memang kamu saja yang sibuk, hari ini juga aku sedang sibuk ingin bimbingan skripsi. Namun kulihat jam ditanganku sudah menunjukan pukul 3 sore, kayaknya sudah tak mungkin lagi aku ikut


bimbingan.. hiks..


“Kamu tidak apa-apa Andin?” Tanya nya yang membuatku kaget. “Apa yang tidak apa-apa.. aku


ini sudah ada janji dengan dosen pembimbing aku mau bimbingan skripsi!” protes


ku yang tak bisa kupendam sambil melotot ke arah matanya. “hihihi… maaf.. aku


merepotkanmu ya?” Tanya nya sambil nyengir


Hhmpp.. memalingkan wajahku dari arah wajahnya. Aku baru ingat tadi dia kah yang


membayar tiket nontonnya? “Erik, tadi apakah kamu yang bayar tiket nontonnya?”


tanyaku masih dengan nada judes

__ADS_1


“tentu saja” simple sambil tersenyum kecil


“kamu?” penasaran


“tentu aja Jo” tertawa dibalik tangannya yang menutupi bibirnya


Aku langsung mengambil uang yang didompet dan ku serahkan uang itu kepada Erik agar


memberinya kepada Jo. “Erik, kasih ini kepada Jo ya, aku tidak mau berhutang


kepadanya.” Sambil mengasih uang ke Erik. “Jo bukan orang yang pamrih, kau


simpan saja uangmu.” Menolak dengan tersenyum. Aku hanya diam dan mengikuti


langkah kemana dia akan pergi bersama Jo dan Vina.


Lama kita berjalan akhirnya kami sampai di tempat makan dalam Mall ini. Tempat apa ini dekornya indah sekali seperti bukan tempat makan saja, aku saja tidak pernah diajak makan disini sama Osu. Aromanya harum perpaduan pewangi ruangan dan aroma masakan membuat aku langsung


lapar, untung sekarang jam makan siang. Aku langsung tersadar dari lamunanku. Apa ? makan ? tidak, aku tidak punya uang, pasti harga menu disini mahal, aku tidak mau sampai dibayarkan lagi oleh Jo. Bagaimana


“Selamat datang, silahkan pesan menunya” sapa waiters yang ramah sambil membawa buku


menu. Wah.. makanan ini sungguh menggugah


selera. Sudah melihat fotonya saja sudah terbayangkan bagaimana pasti enak.


Pikirku dalam khayalan.


“Kau mau apa Andin ?” Tanya Erik melirikku, aku langsung terkejut dan tanpa pikir lagi aku


ucapkan “Nasi goreng dan air mineral saja” secepat kilat ku menjawab dan pasti ini menghemat budget.. hehe..


Jo dan Vina tertawa kecil mendengar aku mengucap menu pilihanku. Dan Erikpun bengong

__ADS_1


melihatku. Ada apa ini, apakah ada yang


salah dengan menu pilihanku ? “Kamu lihat baik-baik Andin, disini tidak


sedia nasi goreng, kalau mau nasi goreng di tempat makan satunya, ini Sushi dan


Ramen. Makanan khas jepang. Apa kamu belum pernah kesini Andin” Tanya Erik


meliriku dengan aneh.


“Eh… Aku pesan


apa  ya bingung” jawabku dengan


cengengesn karena malu


“Apa kau mau pesan menu yang sama sepertiku ?” menunjukan gambar menunya. “Tidak, aku alergi


Srimp. Dan aku alergi seafood.” Jawabku terpaksa membohongi Erik, aku lihat


harganya hampir 70 ribuan 1 menu, “Aku pilih ini saja” menunjuk gambar menu


Ramen Kara. Ini Cuma 30 ribuan saja.. hihi…


“Minumannya Mango Squash” jawabku sambil tersenyum kecil.


“Baiklah.” Ujar Erik sambil tersenyum menatapku.


Hari ini aku dan Erik beserta teman-temannya menghabiskan waktu bersama yang sangat


melelahkan, dan aku kembali lagi ke rumah pukul 8 malam. Sesampainya di rumah


aku langsung pergi mandi.

__ADS_1


Air hangat enak kali ya sambil merileksasikan tubuhku yang pegal, dan menambahkan sedikit aromatherapy pada


bethub ku. Ah… nyaman…


__ADS_2