
“Erik, btw kenapa kamu mengajak aku kesini? Sebenarnya apa tujuan kamu?” sambil
memberanikan diri aku bertanya kepada Erik. “Aku dipaksa sama mereka suruh ikut
main, padahal hari ini aku sedang sibuk sekali. Tapi kalau tidak menurutinya
aku bakal dijauhi Jo, padahal yang ingin pergi kesini Vina, bukan Jo. Jo adalah
sahabat terbaikku saat SMP. Kami selalu bersama sampai sekarang, maaf ya Andin
kalau aku tadi memaksamu untuk ikut denganku, aku tidak tahu apakah yang
terjadi apabila kamu tidak menemaniku, bisa-bisa aku seperti bayangan mereka
yang selalu melihat kemesraan mereka.” Jawabnya dengan jelas.
Itu sih bukan urusan aku Erik, itu urusanmu, memang kamu saja yang sibuk, hari ini juga aku sedang sibuk ingin bimbingan skripsi. Namun kulihat jam ditanganku sudah menunjukan pukul 3 sore, kayaknya sudah tak mungkin lagi aku ikut
bimbingan.. hiks..
“Kamu tidak apa-apa Andin?” Tanya nya yang membuatku kaget. “Apa yang tidak apa-apa.. aku
ini sudah ada janji dengan dosen pembimbing aku mau bimbingan skripsi!” protes
ku yang tak bisa kupendam sambil melotot ke arah matanya. “hihihi… maaf.. aku
merepotkanmu ya?” Tanya nya sambil nyengir
Hhmpp.. memalingkan wajahku dari arah wajahnya. Aku baru ingat tadi dia kah yang
membayar tiket nontonnya? “Erik, tadi apakah kamu yang bayar tiket nontonnya?”
tanyaku masih dengan nada judes
__ADS_1
“tentu saja” simple sambil tersenyum kecil
“kamu?” penasaran
“tentu aja Jo” tertawa dibalik tangannya yang menutupi bibirnya
Aku langsung mengambil uang yang didompet dan ku serahkan uang itu kepada Erik agar
memberinya kepada Jo. “Erik, kasih ini kepada Jo ya, aku tidak mau berhutang
kepadanya.” Sambil mengasih uang ke Erik. “Jo bukan orang yang pamrih, kau
simpan saja uangmu.” Menolak dengan tersenyum. Aku hanya diam dan mengikuti
langkah kemana dia akan pergi bersama Jo dan Vina.
Lama kita berjalan akhirnya kami sampai di tempat makan dalam Mall ini. Tempat apa ini dekornya indah sekali seperti bukan tempat makan saja, aku saja tidak pernah diajak makan disini sama Osu. Aromanya harum perpaduan pewangi ruangan dan aroma masakan membuat aku langsung
lapar, untung sekarang jam makan siang. Aku langsung tersadar dari lamunanku. Apa ? makan ? tidak, aku tidak punya uang, pasti harga menu disini mahal, aku tidak mau sampai dibayarkan lagi oleh Jo. Bagaimana
“Selamat datang, silahkan pesan menunya” sapa waiters yang ramah sambil membawa buku
menu. Wah.. makanan ini sungguh menggugah
selera. Sudah melihat fotonya saja sudah terbayangkan bagaimana pasti enak.
Pikirku dalam khayalan.
“Kau mau apa Andin ?” Tanya Erik melirikku, aku langsung terkejut dan tanpa pikir lagi aku
ucapkan “Nasi goreng dan air mineral saja” secepat kilat ku menjawab dan pasti ini menghemat budget.. hehe..
Jo dan Vina tertawa kecil mendengar aku mengucap menu pilihanku. Dan Erikpun bengong
__ADS_1
melihatku. Ada apa ini, apakah ada yang
salah dengan menu pilihanku ? “Kamu lihat baik-baik Andin, disini tidak
sedia nasi goreng, kalau mau nasi goreng di tempat makan satunya, ini Sushi dan
Ramen. Makanan khas jepang. Apa kamu belum pernah kesini Andin” Tanya Erik
meliriku dengan aneh.
“Eh… Aku pesan
apa ya bingung” jawabku dengan
cengengesn karena malu
“Apa kau mau pesan menu yang sama sepertiku ?” menunjukan gambar menunya. “Tidak, aku alergi
Srimp. Dan aku alergi seafood.” Jawabku terpaksa membohongi Erik, aku lihat
harganya hampir 70 ribuan 1 menu, “Aku pilih ini saja” menunjuk gambar menu
Ramen Kara. Ini Cuma 30 ribuan saja.. hihi…
“Minumannya Mango Squash” jawabku sambil tersenyum kecil.
“Baiklah.” Ujar Erik sambil tersenyum menatapku.
Hari ini aku dan Erik beserta teman-temannya menghabiskan waktu bersama yang sangat
melelahkan, dan aku kembali lagi ke rumah pukul 8 malam. Sesampainya di rumah
aku langsung pergi mandi.
__ADS_1
Air hangat enak kali ya sambil merileksasikan tubuhku yang pegal, dan menambahkan sedikit aromatherapy pada
bethub ku. Ah… nyaman…