
Selang menunggu beberapa menit aku memainkan Hpku tibalah seseorang yang sedang
ditunggu oleh si mas yang bareng sama aku,
“Hay Rik, dah lama nunggu kita ?” sapa temannya. Aku
melihat temannya romantis sekali berjalan bergandengan tangan memakai baju
dengan warna couple dan sepatu couple, ya pasti itu pacaran.
“Ngga kok santai aja baru 15 menit kami menunggu.” Dijawabnya dengan singkat.
“Eh.. gak disangka ya ternyata Erik bawa cewenya juga kesini, Hay, nama gue Viona,
panggil aja gue Vi atau Vina,” sapanya sambil melirikku dan melambaikan tangan
ke arahku. Spontan aku terkejut dengan perkataan Vina dan aku hanya bengong
melihat teman-temannya menatap kearahku.
“E.. aku bu…” terpotong
“Ya, kenalin dia pacar gue..” langsung dijawab oleh si mas penumpang aku, aku tidak bisa
ngomong apa-apa saat tangan dia melingkar di bahuku. Berani-beraninya kamu merangkul aku selain Joshua kaka aku sendiri. Aku pun melepas tangan yang melingkar di bahuku.
“Oh.. Hay gue Jonathan, Panggil gue Jo, dan ini pacar gue Vina. Mulai sekarang lo jadi temen
kita juga, siapa nama lo?” bertanya dengan wajah yang tersenyum
“Aku Andini, panggil aja Andin.” Jawabku dengan wajah terpaksa senyum namun hati kesal. Aku saja belum tau nama penumpang ini siapa
sudah dikenalin aja sama temannya.
“Kita mau kemana Jo?” Tanya Erik sambil berjalan mengikuti temannya yang jalan
didepannya. “Nonton bioskop Rik, hari ini ada film bagus banget” jawabnya
simpel sambil merangkut Vina, pacarnya. Aku pun yang sedari tadi mengikuti
laki-laki ini dibelakangnya kemudian dia berhenti dan mensejajari arah kaki kami berjalan, jadi kami jalan
bersampingan.
__ADS_1
“Nama ku Erik, siapa namamu?” tanyanya dengan bisik-bisik
“Tadi sudah kubilang aku Andini.” Dengan simpelku menjawabnya
“Baiklah Andin, kamu temani aku saja ya” memohon dengan wajah melas. “Untuk apa aku
menemanimu? Aku saja tidak mengenalmu, bahkan aku hanya seorang driver ojek
online.” Aku hanya bisa membantah apa yang dia katakan. Kalau saja aku dapat karcis itu, pasti aku tidak akan menamnimu.
Merepotkan.
Sesampainya kami di depan pintu masuk bioskop lalu kami mengantri untuk memesan tiket. Mampus aku, aku kan tidak bawa uang banyak,
aku Cuma bawa uang 120 ribu doing itupun hasil dari antar makanan tadi. Masa
aku ngutang ke Erik, haduh bagimana ini? Apa aku kabur saja ya pura-pura ke
toilet… ah.. bagaimana dengan nasibku di gerbang karcis nanti… aahh.. merepotkan sekali baru pertama bertemu
dia hariku ini sudah apes…
Sampai di loket Jo dan Vina sibuk memilih tempat duduk untuk nonton dan Erikpun sedang
baju aku supaya tidak membiarkan uangku untuk membayar film ini. Ku pejamkan
mata dan memohon dalam hati. Itulah yang bisa ku andalkan sekarang, tapi dia
narik lenganku dan spontan aku mengeluarkan tasku dan mengambil uang.
“Kamu ngapain Andin?” Tanya Erik yang kebingungan
“Bayar film ini.” Jawabku dengan nada pelan
“Sudah kubayarkan, tenanglah” simpel sambil tersenyum.
Apa? Sudah dibayarkan,, oh apakah ini aku berhutang kepadanya? Aku tidak ingin menonton film aku ingin pulang…. Merengek dalam hati. Kami jalan menuju ruangan bisokop dan kami ber4 duduk di
tengah. “Aku duduk bareng kamu aja ya Vi” spontan aku langsung menarik tangan
Viona untuk duduk bersamaku.
“Lo duduk sama Erik lah, Lo kan pacarnya, gue mau duduk sama Jo” protes Viona
__ADS_1
Tanpa bisa berkata-kata lagi akhirnya disebelahku adalah Erik. Film yang kami tonton
adalah film bergenre romantis ada adegan ciuman nya dan di trailernya ada yang
memakai bikini. Selama film berlangsung aku hanya menatap filmnya dan sesekali
aku melirik kearah Erik, wajahnya yang tampan dan senyum manis itu entah kenapa
aku tidak pernah bosan memandanginya. Kembali aku melihat filmya. Erikpun sesekali menatap kearahku tanpa
kusadari. Aku iseng ingin melihat Vina dan Jo di sebelah Erik, namun Erik
tersadar dengan tingkah ku yang penasaran, “Kau ingin apa Andin?” Tanya nya
kepadaku
Suara difilm itu cukup keras membuat ku tidak mendengar perkataan Erik “Kamu bicara apa tadi
?” tanyaku berbisik di telinga Erik, “Kau mau apa?” tanyanya sekali lagi sambil
berbisik ditelingaku
“Ngg..Ngga…. aku hanya ingin minum, apakah kau bawa air?” tanyaku dengan terbata-bata.
“bawa tunggu.”
Saat Erik mengambil minuman yang dibawah kakinya, aku bisa melihat dengan jelas Jo dan
Vina sedang berciuman, mereka bahkan tidak menyadari bahwa aku melihat tingkah
mereka. Oh ini sebabnya Vina tidak ingin
duduk bersamaku heh menyebalkan sekali.
“Ini” sambil memberi air untuku. Gleekk… Ahhh… legaa…
rasa hausku yang sedari tadi plong seketika.
“terimakasih Erik.” “sama-sama”
Kamipun keluar dari ruangan itu dan berjalan kembali mengikuti Vina dan Jo kemanapun mereka
pergi.
__ADS_1