OJOL LOVE SCENARY

OJOL LOVE SCENARY
Pergi Ke London


__ADS_3

“Andini.. aku ingin menyatakan sesuatu kepadamu


hari ini.” Kata Erik menatap mataku sambil memegang jemari tanganku


Aku tau pasti Erik ingin menyatakan perasaan suka


kepadaku buktinya Erik begitu ingin banget mengutarakan perasaannya. Batinku


“Andin, i’am sorry. Aku harus pergi beberapa bulan


ke London” jawab Erik dengan sedih


Seketika aku terbengong dengan ucapan Erik dan


mataku tak berkedip beberapa menit berharap apa yang diucapkan Erik tadi hanya


buaian semata. Aku bingung harus


mengucapkan kata apa yang pantas untuk Erik? Apakah hati-hati diperjalanan ?


apakah baiklah bila sudah sampai segera kabari aku? Apakah oh iya itu kan hak


kamu Rik pergi ke London, kenapa harus bilang sama aku? Atau ah jangan Rik


kalau kamu pergi ke London aku sedih dong? Begitulah yang ada di dalam isi


hatiku saat ini.


“Andin, are you oke?” tanya Erik memandangiku


Aku pun terkejut lagi melihat Erik menegurku.


“Oh ya Rik, hujan sudah reda nih. Sudah sore juga


aku mau pulang ya” jawabku dengan terbata-bata. Entah kenapa yang aku ucapkan


malah ingin pulang. Aku ga tau harus mengucapkan apa tapi yang aku rasa ini


sangat sedih sekali mendengar Erik pergi beberapa bulan ke London.


“Oh gitu ya, baiklah aku antar ke kampus untuk


mengambil motormu ya.” Ujar Erik tersenyum kecil.


Erik memesan taxi online dan mengantarkan ku


menuju kampus. Di perjalanan aku hanya terdiam dan memalingkan wajahku dari


tatapannya, padahal Erik memandangiku terus hingga perjalanan kami telah sampai


digerbang kampus. Kami berdua pun turun dan berjalan menuju parkiran.


“Erik, terimakasih sudah mengantarkanku sampai


kampus. Oh ya kapan kamu pergi ke London?” spontan aku bertanya kepada Erik


“besok atau lusa” jawab Erik singkat


“oh dadakan banget ya?” tanyaku


“Sebenernya sih tidak dadakan. Aku sudah menunggu


waktu ini sudah dari seminggu yang lalu. Aku pergi ke London ada urusan yang


harus aku selesaikan. Berhubung aku mengenalmu jadi aku undur untuk berpergian


ke London. Dan aku juga ingin bertemu dengan keluargaku yang ada di London.”


Jelas Erik


Oh,


jadi Erik ke London untuk menemui keluarganya. Kenapa ya keluaga Erik tidak


tinggal di Indonesia aja?Tanya batinku.

__ADS_1


“Oh begitu. Baiklah hati-hati dijalan ya Rik


semoga selamat sampai tujuan” jawabku sedikit sedih. Akupun lalu pergi


meninggalkan Erik yang masih diparkiran dengan mengemudi motorku dengan


kecepatan rendah. Di perjalanan aku hanya melihat sekeliling kota sambil membayangkan


apa yang telah dilalui bersama Erik dalam akhir-akhir ini. Waktu ujian skripsi


ku tinggal sebulan setengah lagi, apakah Erik akan menguji aku atau dosen lain


yang akan menguji. Entah kenapa hati aku sedikit tidak rela apabila Erik pergi


ke London. Andai saja aku sudah tidak memikirkan skripsi ku lagi aku akan ikut


ke London. Aku juga belum pernah pergi ke


London baru 2 negara saja yang sudah ku kunjungi. Pasti disana banyak sekali


cewe cewe seksi yang menggoda Erik dengan pakaian ketat nya. Huuh gerutu


batinku


Sesampainya dirumah aku langsung ke kamar lalu


rebahan. Dan ketiduran juga akhirnya. Ketika sudah malam aku ingin menemui


Joshua dan ingin menceritakan apa yang selama ini terjadi kepadaku. Karena aku


tidak mau suka terhadap seseorang yang menurut Joshua tidak pantas untukku.


Saat aku ingin menemui Joshua tiba-tiba aku terkejut Yuni telah ngobrol dengan


Joshua di ruang tamu. Aku tidak ingin mengganggu mereka, dan aku hanya bisa


ngintip apa yang mereka lakukan


“Jo, maaf aku selama ini pergi hanya untuk meniti


karirku sebagai model. Aku tidak pernah berkencan dengan laki-laki lain. Dan


“sudahlah Yun, aku sudah melupakannya dan aku juga


sudah melihatmu beberapa waktu lalu di Mall kamu sedang bersama laki-laki lain


dan kamu terlihat mesra menggandeng tangannya.” Jawab Joshua sedikit acuh.


“itu bukan pacar aku Jo. Itu sepupu aku, aku jalan


sama dia untuk menemaniku membeli baju” jawab Yuni dengan mata berkaca-kaca


“kenapa sepupu bisa mesra seperti itu? Gandengan


tangan rangkul-rangkulan” jawab Joshua sedikit meninggi


“sudahlah Yun lupakan, aku juga tidak ingin


mencampuri urusanmu.”


“Jo, apakah surat dari aku sudah kamu baca?” tanya


Yuni


“Surat? Surat yang mana?” tanya Joshua


“apa adikmu tidak menyampaikannya kepadamu?” tanya


Yuni


“tidak”


“apa sebegitu bencinyakah adikmu terhadapku Jo?”


tanya Yuni seketika meneteskan air mata nya

__ADS_1


“aku tidak tahu apa-apa tentang surat darimu Yun.”


Yuni hanya menunduk dan menahan air matanya untuk


keluar lebih banyak lagi.


“Yun, apa kamu baik-baik aja?” tanya Joshua


mengangkat dagu kecilnya Yuni


Terlihat wajah Yuni yang sangat sedih dengan apa


yang telah terjadi terhadapnya. Tak pikir panjang Joshua memeluk tubuh Yuni


yang ramping itu sambil mengusap rambut panjang Yuni yang berwarna cokelat.


Joshua memeluk Yuni dengan perasaan menahan rindu yang sangat ia pendam dan


Yuni membalasnya dengan pelukan yang erat juga. Aku melihat mereka yang sedang


berpelukan merasakan apa yang Joshua rasakan. Ia sangat mencintai Yuni dengan


sedalam-dalamnya tetapi aku malah menyembunyikan semuanya. Setelah Yuni pergi


aku akan memberikan ke Joshua surat yang telah Yuni berikan kepadaku 2 hari


lalu. Lebih baik aku pergi ke kamar saja.


Tak selang waktu lama datanglah orang tua Joshua pulang dari pesta pernikahan kerabatnya.


“Eh ada Yuni, lama tidak bertemu Yun, bagaimana kabarmu?” tanya Ibu Joshua


“Baik tante,  kabar tante bagaimana?” jawab Yuni sambil cium pipi kanan kiri tante dan


berpelukan dengan Ibu Joshua


“kamu sudah lama tidak kemari Yun, bagaimana pekerjaanmu?”


“Aku sekarang bekerja menjadi model Iklan dan


sebentar lagi akan bermain film layar lebar tante, mohon doanya agar lancar


terus tante” jawab Yuni dengan tersenyum


“Baiklah, om dan tante pergi ke dalam dulu ya,


silahkan lanjutkan dengan Joshua” sapa Ibu dengan tersenyum


“Baik tante” jawab Yuni dengan sopan


Yuni kembali duduk di sofa di sebelah Joshua dan menatap Joshua dengan penuh cinta


“Jo, aku masih mencintaimu, apa kamu masih mencintaiku?” tanya Yuni menatap Joshua


Joshua memegang tangan Yuni dengan Erat dan maju


mendekati wajah Yuni dan sentak Yuni menutup mata dan Joshua mencium bibir


kecil Yuni dengan mesra.


Joshua melepaskan ciuman nya dan bertatapan dengan Yuni.


“Yun, selama ini aku selalu menunggumu dan jujur


aku sangat kecewa dengan keputusanmu meninggalkan ku demi pekerjaanmu, tapi


apakah kamu berfikir bahwa selama ini aku menderita tanpamu Yun. Hari-hari aku


lewati dengan sendiri tanpa ada kamu di sisiku, aku sangat kehilanganmu Yun, dan


sekarang aku bahagia kamu datang lagi dan masih mencintaiku.” Jelas Joshua


sambil memegang pipi Yuni


Dan mereka kembali berciuman sambil melepaskan

__ADS_1


rindu yang sangat dalam.


***************


__ADS_2