
“Andini.. aku ingin menyatakan sesuatu kepadamu
hari ini.” Kata Erik menatap mataku sambil memegang jemari tanganku
Aku tau pasti Erik ingin menyatakan perasaan suka
kepadaku buktinya Erik begitu ingin banget mengutarakan perasaannya. Batinku
“Andin, i’am sorry. Aku harus pergi beberapa bulan
ke London” jawab Erik dengan sedih
Seketika aku terbengong dengan ucapan Erik dan
mataku tak berkedip beberapa menit berharap apa yang diucapkan Erik tadi hanya
buaian semata. Aku bingung harus
mengucapkan kata apa yang pantas untuk Erik? Apakah hati-hati diperjalanan ?
apakah baiklah bila sudah sampai segera kabari aku? Apakah oh iya itu kan hak
kamu Rik pergi ke London, kenapa harus bilang sama aku? Atau ah jangan Rik
kalau kamu pergi ke London aku sedih dong? Begitulah yang ada di dalam isi
hatiku saat ini.
“Andin, are you oke?” tanya Erik memandangiku
Aku pun terkejut lagi melihat Erik menegurku.
“Oh ya Rik, hujan sudah reda nih. Sudah sore juga
aku mau pulang ya” jawabku dengan terbata-bata. Entah kenapa yang aku ucapkan
malah ingin pulang. Aku ga tau harus mengucapkan apa tapi yang aku rasa ini
sangat sedih sekali mendengar Erik pergi beberapa bulan ke London.
“Oh gitu ya, baiklah aku antar ke kampus untuk
mengambil motormu ya.” Ujar Erik tersenyum kecil.
Erik memesan taxi online dan mengantarkan ku
menuju kampus. Di perjalanan aku hanya terdiam dan memalingkan wajahku dari
tatapannya, padahal Erik memandangiku terus hingga perjalanan kami telah sampai
digerbang kampus. Kami berdua pun turun dan berjalan menuju parkiran.
“Erik, terimakasih sudah mengantarkanku sampai
kampus. Oh ya kapan kamu pergi ke London?” spontan aku bertanya kepada Erik
“besok atau lusa” jawab Erik singkat
“oh dadakan banget ya?” tanyaku
“Sebenernya sih tidak dadakan. Aku sudah menunggu
waktu ini sudah dari seminggu yang lalu. Aku pergi ke London ada urusan yang
harus aku selesaikan. Berhubung aku mengenalmu jadi aku undur untuk berpergian
ke London. Dan aku juga ingin bertemu dengan keluargaku yang ada di London.”
Jelas Erik
Oh,
jadi Erik ke London untuk menemui keluarganya. Kenapa ya keluaga Erik tidak
tinggal di Indonesia aja?Tanya batinku.
__ADS_1
“Oh begitu. Baiklah hati-hati dijalan ya Rik
semoga selamat sampai tujuan” jawabku sedikit sedih. Akupun lalu pergi
meninggalkan Erik yang masih diparkiran dengan mengemudi motorku dengan
kecepatan rendah. Di perjalanan aku hanya melihat sekeliling kota sambil membayangkan
apa yang telah dilalui bersama Erik dalam akhir-akhir ini. Waktu ujian skripsi
ku tinggal sebulan setengah lagi, apakah Erik akan menguji aku atau dosen lain
yang akan menguji. Entah kenapa hati aku sedikit tidak rela apabila Erik pergi
ke London. Andai saja aku sudah tidak memikirkan skripsi ku lagi aku akan ikut
ke London. Aku juga belum pernah pergi ke
London baru 2 negara saja yang sudah ku kunjungi. Pasti disana banyak sekali
cewe cewe seksi yang menggoda Erik dengan pakaian ketat nya. Huuh gerutu
batinku
Sesampainya dirumah aku langsung ke kamar lalu
rebahan. Dan ketiduran juga akhirnya. Ketika sudah malam aku ingin menemui
Joshua dan ingin menceritakan apa yang selama ini terjadi kepadaku. Karena aku
tidak mau suka terhadap seseorang yang menurut Joshua tidak pantas untukku.
Saat aku ingin menemui Joshua tiba-tiba aku terkejut Yuni telah ngobrol dengan
Joshua di ruang tamu. Aku tidak ingin mengganggu mereka, dan aku hanya bisa
ngintip apa yang mereka lakukan
“Jo, maaf aku selama ini pergi hanya untuk meniti
karirku sebagai model. Aku tidak pernah berkencan dengan laki-laki lain. Dan
“sudahlah Yun, aku sudah melupakannya dan aku juga
sudah melihatmu beberapa waktu lalu di Mall kamu sedang bersama laki-laki lain
dan kamu terlihat mesra menggandeng tangannya.” Jawab Joshua sedikit acuh.
“itu bukan pacar aku Jo. Itu sepupu aku, aku jalan
sama dia untuk menemaniku membeli baju” jawab Yuni dengan mata berkaca-kaca
“kenapa sepupu bisa mesra seperti itu? Gandengan
tangan rangkul-rangkulan” jawab Joshua sedikit meninggi
“sudahlah Yun lupakan, aku juga tidak ingin
mencampuri urusanmu.”
“Jo, apakah surat dari aku sudah kamu baca?” tanya
Yuni
“Surat? Surat yang mana?” tanya Joshua
“apa adikmu tidak menyampaikannya kepadamu?” tanya
Yuni
“tidak”
“apa sebegitu bencinyakah adikmu terhadapku Jo?”
tanya Yuni seketika meneteskan air mata nya
__ADS_1
“aku tidak tahu apa-apa tentang surat darimu Yun.”
Yuni hanya menunduk dan menahan air matanya untuk
keluar lebih banyak lagi.
“Yun, apa kamu baik-baik aja?” tanya Joshua
mengangkat dagu kecilnya Yuni
Terlihat wajah Yuni yang sangat sedih dengan apa
yang telah terjadi terhadapnya. Tak pikir panjang Joshua memeluk tubuh Yuni
yang ramping itu sambil mengusap rambut panjang Yuni yang berwarna cokelat.
Joshua memeluk Yuni dengan perasaan menahan rindu yang sangat ia pendam dan
Yuni membalasnya dengan pelukan yang erat juga. Aku melihat mereka yang sedang
berpelukan merasakan apa yang Joshua rasakan. Ia sangat mencintai Yuni dengan
sedalam-dalamnya tetapi aku malah menyembunyikan semuanya. Setelah Yuni pergi
aku akan memberikan ke Joshua surat yang telah Yuni berikan kepadaku 2 hari
lalu. Lebih baik aku pergi ke kamar saja.
Tak selang waktu lama datanglah orang tua Joshua pulang dari pesta pernikahan kerabatnya.
“Eh ada Yuni, lama tidak bertemu Yun, bagaimana kabarmu?” tanya Ibu Joshua
“Baik tante, kabar tante bagaimana?” jawab Yuni sambil cium pipi kanan kiri tante dan
berpelukan dengan Ibu Joshua
“kamu sudah lama tidak kemari Yun, bagaimana pekerjaanmu?”
“Aku sekarang bekerja menjadi model Iklan dan
sebentar lagi akan bermain film layar lebar tante, mohon doanya agar lancar
terus tante” jawab Yuni dengan tersenyum
“Baiklah, om dan tante pergi ke dalam dulu ya,
silahkan lanjutkan dengan Joshua” sapa Ibu dengan tersenyum
“Baik tante” jawab Yuni dengan sopan
Yuni kembali duduk di sofa di sebelah Joshua dan menatap Joshua dengan penuh cinta
“Jo, aku masih mencintaimu, apa kamu masih mencintaiku?” tanya Yuni menatap Joshua
Joshua memegang tangan Yuni dengan Erat dan maju
mendekati wajah Yuni dan sentak Yuni menutup mata dan Joshua mencium bibir
kecil Yuni dengan mesra.
Joshua melepaskan ciuman nya dan bertatapan dengan Yuni.
“Yun, selama ini aku selalu menunggumu dan jujur
aku sangat kecewa dengan keputusanmu meninggalkan ku demi pekerjaanmu, tapi
apakah kamu berfikir bahwa selama ini aku menderita tanpamu Yun. Hari-hari aku
lewati dengan sendiri tanpa ada kamu di sisiku, aku sangat kehilanganmu Yun, dan
sekarang aku bahagia kamu datang lagi dan masih mencintaiku.” Jelas Joshua
sambil memegang pipi Yuni
Dan mereka kembali berciuman sambil melepaskan
__ADS_1
rindu yang sangat dalam.
***************