
Yuni yang saat ini menggeluti karirnya sebagai model ia tampak terlihat cantik dan anggun.
Dengan menggunakan gaun berwarna merah dengan rambut yang tergerai bebas dan
riasan wajah yang natural membuat siapa pun yang memandang akan jatuh cinta
dengan kecantikan dan kemolekan Yuni. Ia sudah berkarir didunia model sudah
hampir 1 tahun. Ia terkenal sebagai model iklan dan model-model pakaian untuk
bisnis online shop. Yuni yang seringkali terlihat kecantikan terkadang ia
menyimpan perasaan sedihmya dibelakang kamera.
Saat perjumpaan dengan Joshua dikantor tadi pagi, Yuni tampak terlihat tidak
konsentrasi dengan proses pemotretan, terlihat tidak fokus terhadap kamera dan
selalu salah pose. Yuni ingin sekali menyampaikan sesuatu kepada Joshua, namun
sepertinya tidak sekarang.
Setelah pemotretan selesai Yuni langsung pulang ke apartemen untuk beristirahat.
Teringat dulu saat masih bersama Joshua. Ia laki-laki tampan yang sangat
mencintai aku, tapi mengapa dia tega sekali berselingkuh dengan Luna. Luna
itukan sahabatnya sendiri. Saat teringat kenangan bersama Joshua, tanpa sadar
air mata Yuni mentes membasahi pipi.
Sejak kejadian itu aku ingin sekali bertemu dengan Joshua dan membicarakan permasalahan kami,
tapi terpaksa aku harus meninggalkan Joshua ke Korea. Aku harus menempuh
pendidikanku di kampus yang sangat aku idamkan. Saat itu mungkin aku berfikir
akan tidak akan bertemu dengan Joshua. Tetapi mengapa hari ini aku bisa bertemu
lagi dengannya. Perasaan ini mengapa
sangat mengganggu. Apa Joshua sudah menemukan pasangan yang baru? Apa mungkin
Joshua ingin memberi undangan perihal pernikahannya kepadaku? Aaahh… aku ini
__ADS_1
mengapa sih. Kau sekali perasaanku malam ini.
“Yun, aku ingin memberikanmu sesuatu” sapa Joshua dengan tersenyum lepas. Wajah Yuni
tampak senang mendengar Joshua ingin memberika sesuatu.
Joshua tidak langsung memberikan kepada
Yuni namun menarik tangan Yuni ke suatu tempat yang sangat indah. “Joshua, kau
mau ajak aku kemana?” Tanya Yuni penasaran
“Lihat saja nanti” jawab Joshua dengan wajah yang senyum merona
Aku dan Joshua sangat menikmati sekali momen ini, aku berharap Joshua ingin menyatakan lagi
perasaannya kepadaku dan meminta maaf kepadaku.
“Yun” sapa Joshua melirik kearahku dengan dekat. Semakin dekat hingga tersentuh hidungnya
ke hidungku, aku hanya bisa memejamkan mata berharap Joshua akan menciumku.
Raut wajahku memerah dan jantungku berdegup sangat kencang. Hatiku saat ini
sedang berteriak gembira hanya akulah yang bisa dengar, Joshua mungkin
“Yun, hari ini kau tampak cantik sekali. Kau selalu bisa membuatku terpesona. Andai aku
diberikan 1 kehidupan lagi, aku akan terus mendampingimu, menjagamu, melindungimu,
dan mencintaimu segenap perasaanku. Kau tau Yun, hanya dirimu lah satu-satunya
wanita yang ku cintai di dunia ini.” Lirih Joshua di depan wajahku.
Aku hanya bisa menutup mata dan merasakan hembusan nafas yang keluar dari mulut Joshua. Aku
pun begitu Joshua, aku ingin bersamamu menjagamu dan menyayangimu seluruh
kemampuanku. Jawabku dalam hati. Aku hanya pasrah apa yang mau dilakukan Joshua
padaku.
Joshua makin mendekati bibirku dan aku agak mengeyampingkan wajahku agar bisa mendekati
bibir Joshua, Joshua menciumku dengan lembut, jantungku berdegup semakin
__ADS_1
kencang.
“Joshua. Aku tidak mau kehilanganmu” sahutku dengan mata yang masih menutup.
“Heh cewe jelek.. bangun woy udah siang ini. Sempet-sempetnya mimpiin mantan gue” sahut
Cintya. Dia adalah teman satu apartemennya. Saat Yuni kembali ke tanah air, ia
ingin membeli apartemen dan ternyata apartemennya penuh. Akupun bingung mau tinggal dimana dan aku bertemu di balkon bersama Cintya. Dia berbaik hati memberiku tumpangangan tinggal disana. Aku
hanya membayar 3 juta perbulan kepada Cintya.
Saat aku membuka mata betapa silaunya sinar matahari saat Cintya membuka gorden jendela.
Akupun langsung bangun seketika. “Lihat udah jam berapa ini, apa lo ngga ke
kantor Yun?” Tanya Cintya yang masih sibuk dengan gorden jendela
“Jam berapa ini Cin?” tanyaku masih setengah sadar
“jam 8 lewat 10 menit” jawabnya dengan santai
“Apa? OMG gue telat, gue ada pemotretan hari ini” jawabnya dengan panik. Tanpa memperdulikan Cintya aku langsung bergegas mandi dan bersiap-siap.
Setelah aku selesai aku langsung mengemudikan mobilku menuju kantor. Saat
diperjalanan untung saja tidak macet karena sudah siang. Sejenak aku mampir ke
kedai kopi untuk membeli kopi untuk menyegarkan tubuhku. Aku masih punya waktu
15 menit lagi untuk pemotretan. Tapi aku belum make up hanya memakai pelembap
dan lipgloss, aku harus bagaimana, kenapa aku bisa kesiangan sih.. aduh Yuni
hari ini tuh hari yang terpenting aku ada pemotretan untuk baju desainer
ternama. Lirihnya dalam hati sambil menyeruput kopi hangatnya.
“Joahua, aku rindu sekali padamu” lirih Yuni dengan menghela nafas panjang.
Segera ku kemudikan mobil dan tiba disana aku hampir saja telat. Langsung ku bereskan
semua dan bersiap untuk make up. Aku salah telah membuang waktuku terlalu lama
demi memikirkan Joshua.
__ADS_1
*******