Orang Yang Ku Suka Itu Suamiku

Orang Yang Ku Suka Itu Suamiku
SAALING MENGENALKAN KEPADA KEDUA ORANG TUA


__ADS_3

handphone Nasya pun berbunyi dan Nasya langsung mengangkat nya


via telpon whastapp


"hallo by"


"iya hallo ada sayang"


"loh loh ko ada apa sih sayang, hari ini kan kita latihan band buat nanti pensi"


"eheh sorry, iya tenang aku udah siap ko"


"yudah aku otw ke rumah kamu ya by"


"kamu mau jemput aku?"


"Lah iya dong, itu udah kewajiban ku sebagai pacar"


"oke aku tunggu sayang"


Panggilan whastapp terputus


"pagi ayah bunda"


"pagi sayang" ucap kedua orang tuanya beberangan


"eh tumben jam segini udah turun, kamu mau kemana udah rapih lagi"


"oh aku mau latihan band yah, bareng temen temenku"


"oh gitu ada si ganteng juga ga hehe" ucap ayah sambil becanda


"maksud ayah Reyno?"


"iya anak nya Rafka"


"oh iya yah sama Reyno, yah bund aku pengen jujur sama kalian"


"ngomong apa Sya" ucap kedua orang tua nya


"aku sebener nya" saat Nasya akan bicara tiba tiba suara bel berbunyi dan ibu nya Nasya langsung membuka pintu, jelas Nasya tidak jadi bicara


"eh ada tamu kayanya, bentar ya bunda bukain pintunya dulu"


"iya bund" ucap ayah dan anak nya


"eh Reyno, yuk masuk! Udah sarapan belum kalo belum yuk bareng"


"udah ko tante, Reyno udah sarapan"


"oh yudah yuk, Nasya ada di ruang sama ayah nya"


"iya tante"


"orang tua Nasya baik banget sama gue, apa iya gue harus jujur soal ini ke orang tua gue . Apa Nasya udah ngomong ke orang tuany? Ah kita liat nanti deh" batin Reyno


"Sya nih liat siapa yang dateng"


"eh Reyno, udah sampe lagi"


"udah hehe"


"nak Reyno udah sarapan belum"


"udah ko om"


"ohiya bagus deh, eh Sya katanya tadi kamu mau ngomong jujur apaan"


"mmm ga jadi deh yah"


"apa Sya, ayah gasuka ya ada yang di tutupin gini"


"mmmmmm" Nasya melihat ke arah Reyno dia memastikan apakah Reyno akan senang jika diri di kenalkan sebagai pacar pada orang tuanya dan Reyno bingung Nasya akan bicara apa


"Sya hello kenapa kamu? Ayo ngomong"


"oke ayah, bunda sebener nya Nasya sama Reyno itu udah pacaran" ucap Nasya aga ragu


"oh udah pacaran, pantesan aja tatapan kamu beda pas dateng Reyno, tenang ayah restuin ko apa lagi kan Reyno anak temen ayah. Ya kan bun"


"betul itu Sya"


Teg


"Nasya ternyata berani bilang ke orang tua nya, gue juga oulang latihan bakalan bawa Nasya dan ngomong sama kedua orang tua gue" batin Reyno sambil hati nya deg degan

__ADS_1


"sejak kapan kalian pacaran?" ucap Ayah Nasya


"kemarin" Nasya dan Reyno bebarenagn


"wih kompak juga kalian haha"


"hehe" mereka berdua hanya tertawa


"ohya bun, yah Nasya berangkat dulu ya"


"iya hati hati ya, Reyno jagain anak om ini jangan sampe lecet"


"iya siap om, ohiya om tante Reyno sekalian mau minta izin nanti pulang dari latihan Nasya mau di ajak ke rumah Reyno ya"


"oh boleh ko silahkan aja"


"makasih om tante, Reyno pamit dulu ya" sambil mencium punggung tangan kedua orang tua Nasya


"bun,yah Nasya pamit" Nasya pun mencium kedua tangan orang tuanya


...***********...


"Rey" panggil Nasya pada Reyno saat di dalam mobil


"iya kenapa Sayang"


"kamu ko dadakan sih ajak aku kerumah nya?"


"hehe gapapa dong, kamu kan pacarku dan aku juga bakalan kasih tau orang tua aku mumpung hari minggu gini mereka ada di rumah"


"mmmm jadi kamu belum ngomong soal ini, ko gitu sih"


"sayang jangan cemberut gitu dong, kan kamu tau sendiri orang tua aku sibuk sama kerjaan nya"


"iya juga sih, emang lah keluarga sultan hehe"


"sayaaang kamu ini ya hehe"


"udah fokus sama jalan aja, nanti kalo nabrak gimana?"


"ok my queen"


"aih Reyno" Nasya pun langsung tersenyum


Mereka berduapun sampe di tempat tujuan disana ternyata sudah ada kedua sahabatnya sesang menunggu mereka tapi mereka belum melihat batang hidung nya Ridho.


"enak aja loh kalo ngomong yg ada lo tuh mojok dulu"


"ngga ga gue abis jemput Nasya di rumah nya"


"cie ketemh camer dong wkwkwk"


"Wili lo ini ya"


"haha ampun bos"


"eh si ridho kemana ko belum dateng"


"katanya lagi di jalan, coba lo cek group deh"


"ohya"


"eh btw lo ga bawa mobil Lun?"


"mobil gue di bengkel Sya kemarin gue service"


"oh gitu lama lama lo suka tuh sama Wili"


"Nasya lo ih kalo ngomong tuh ya, suka bener" bisik Luna pada Nasya


"haha berato bener lo suka sama Wili"


"eh barato berato haha"


"apaan sih salah ngomong gue bambang"


"haha iya"


"eh ini dua cewe nge gosip aja ya, udah masuk duluan sana"


"gamau bareng aja sama kalian"


"yudah lah, by sini duduk samping aku"


"gamau kamu bau belum mandi hehe"

__ADS_1


"enak aja ya aku udah wangi gini juga"


"eh Sya jangan salah ya Reyno tuh kalo kemana kemana ga pernah mandi dia suka cuci muka aja paling sekolah doang"


"Wili apaan sih lo ga akhlak emang"


"haha canda ganteng"


"ih geli gue di bilang ganteng sama lo"


Mereka becanda terus menerus dan tak lama dari itu mereka langsung latihan band karna Ridho sudah datang, Nasya dan Reyno pun sekarang tida kaku lagi jika ada apa apa karna mereka sudah pacaran dan dalam lagunya pun menjadi sangat romantis karna kemistri yang mereka buat. Talihan pun selesai kini mereka pulang ke rumah masing masing kecuali Nasya pulang ke rumah nya Reyno.


"eh Rey pajak jadian nya dong"


"hadeh besok aja di kantin sekolah sekarang gue ada urusan dulu jadi gabisa"


"janji ya lo besok"


"iya janji, kalian tenang aja selow mas bro"


"siap lah gue pamit duluan ya guys"


"oke" ucap teman mereka bersamaan


"mmmm Rey aku malu"


"malu sama siapa?"


"sama orang tua kamu, trs sama pegawai di rumah kamu"


"Sya gausah malu gitu ah kenapa sih"


"iya kan kamu di perlakukan kaya anak raja gitu"


"haha sayang kamu ini ya aku ini anak papa Rafka sama mama Maya bukan anak Raja"


"iya aku juga anak nya ayah Andre sama bunda Naya


"eh nama nya hanpir mirip sama nyokap aku"


"haha iya juga ya"


"nanti kita makan ya di rumah aku"


"ih gamau ngerepotin"


"jangan nolak"


"iya iya" tak lama mereka pun sampe ke rumah Reyno disana Reyno di sambut oleh ART nya


"tuan Reyno"


"iya mba, mama sama papa ada kan"


"ada tuan sedang halaman belakang"


"oya emba saya ke halaman belakang" sambil menggenggam tangan Nasya


"ma,pa"


"eh anakku kenapa nak"


"liat deh aku bawa siapa?"


"pasti, eh Nasya" ucap ayah nya Reyno


"om, tante"


"nah sekarang papa mau ngomong sama kamu."


"apa pa"


"kamu udah ga kan sama sila, terus sekarang kamu Nasya"


"papa darimana" Reyno langsung kaget tak hanya itu Nasya pun kaget


"papa dari ayah nya Nasya"


"hah ayah aku om"


"iya ayah kamu Sya, tenang hubungan kalian kita retuin ko ya kan ma"


"iya dong tentu"


"makasih om tante"

__ADS_1


Mereka semua setelah berbincang makan bersama dan membicarakan sejauh mana mereka mengenal satu sama lain.


__ADS_2