Orang Yang Ku Suka Itu Suamiku

Orang Yang Ku Suka Itu Suamiku
BERTENGKAR


__ADS_3

"eh Sil lo tumben sndiri di kelas, lo ga sama cowo lo?" ucap Luna


"gausah ikut campur, mending lo ke kantin sana sahabat lo lagi teraktir anak anka"


"lah ini bocah ko aneh banget ya, ah bodo amat lah gue mau nyusulin Nasya aja"


"ok gue tau ini karna Nasya, gue jadi brantem sama Reyno soalnya dia tau tentang gue, ya bener ini pasti karna si Nasya, awas aja lo Nasya gue hadang lo sekarang, kalo ada jamkos" batin Sila yang amarah nya sangat melunjak


...*******...


"Syaaa" panggil seseorang di belakang nya


"eh Lun lo baru dateng? sini gabung makan bareng kita" balas Nasya menyuruh sahabat nya bergabung


"lo ngga bilang sama gue, kalo lo mau traktir mereka ah ga asik"


"sini deh, asal lo tau tadi gue liat si Sila brantem sama si Reyno jadi dari pada mereka jadi bahan tonton org sekalas mending gue ajak mereka kesini" bisik Nasya pada Luna


"pinter juga lo ya ahaha, tapi tadi si Sila sendrian, lah terus si Reyno kemana? kata nya sama si Reyno" bisik Luna juga karna supaya tidak mengganggu konsentrasi makan temen sekalas nya


"lah lo serius?"


"iya gue serius mana ada gue bohong"


"hey guys" panggil seseorang dari arah pintu masuk kantin


"Wili lo ngapain kesini?" ucap Nasya


"gue lagi cariin sahabat gue dia disini ga?"


"ga ada dia disini, ini kantin kan sama temen sekelas kita aja tapi kenapa Reyno gada disini?"


"lah mana gue tau, lo cari aja sendiri sana!" perintah Luna


"wah ada yang ga beres nih sama Reyno, kalian berdua ikut ga? Gue punya firasat gaenak nih"


"yudah kalian berdua nyusul gue mau bayar dulu" Nasya pergi untuk membayar makanan


"bu total semua jadi berapa ya?"


"250 ribu na"


"oh iya ibu ini uang nya" ucap Nasya mengeluarkan uang dari saku nya


"ada apa sih sebenernya, emang Reyno kenapa?" dalam hati Nasya bertanya tanya, saat Nasya sampai di depan kelas. Nasya langsung di hadang oleh Sila dan Nina


"hey cewe songong sini" ucap Sila sambil menarik tangan Nasya keras


"lo bisa ga pelan pelan aja narik nya sakit tangan gue"


"ini belum seberapa, gue mau ngomong sma lo"


"ngomong apaan sih, gausah pake narik tangan gue segala lo bisakan"


"lo pasti yang ngomong kan sama Reyno tentang gue hah, kalo masalah foto sama chat oke dia baca sama liat, tapi ini masalah lo mikir ga sih sekarang Reyno putusin gue itu semua karna pasti lo ngomong kan sama dia?"


"hello lo mikir aja buat apa gue ngomong sama Reyno dia bukan cowo gue juga gada guna nya ya. lagi ini semua salah lo ngapain lo cuman manfaatin Reyno doang hah, mentang mentang Reyno cowo populer disini, sadar diri dong"


"jaga mulut lo ya!" Sila belum selesai berbicara di potong oleh Nasya


"seharus lo, yang harus jaga hati cowo lo bukan lo malah kaya giniin mikir lo"


Di balik pertengkaran Nasya dan Sila, Wili dan Luna sudah menumukan keberadaan Reyno mereka langsung menghampiri Reyno tapi di sisilain entah mengapa Reyno malah bukan memikirkan masalah dengar Sila, dia malah memikirkan Nasya dia merasa ada yang aneh dalam dirinya.


"Rey lo ko sendiarn aja disini kenapa?" ucap Luna dan Wili bebarengan


"eh Wil,Lun ko lo berdua tau gue disini"


"lah ini kan tempat biasa lo nongkrong kalo lagi sedih"


"iya sih ya, eh btw lo sama ga Nasya Lun?"


"oh. Dia lagi bayar dulu di kantin tadi"


"eh bentar bentar"


"kenapa Wil" ucap Luna dan Reyno beberangen juga


"lo berdua sadar ga sih masa bayar di kantin lama banget sampe 20 menit"


"bener juga kata lo" saat membalas ucapan sahabat nya Reyno langsung berlari ke arah kelas


"Rey woy, lo ko malah lari sih tungguan kita aih gila"


...********...


"gue kenapa sih sebener nya ko gue ngerasa khawatir ya sama Nasya padahal kan gue bukan siapa siapa dia" batin Reyno tapi di saat Reyno bicara dalam hatinya Reyno mendengar kegaduhan di kelas nya dia pun berlari dan mebuka pintu keras


"Reyno" ucap Sila kaget


"lo apain Nasya, jangan mentang-mentang ini gada guru ya, lo apain Nasya?"


"Rey udah gue ga apa apa ko, gue cuman saling banyak ngomong aja" ucap Nasya pada Reyno

__ADS_1


"ga Sya, kalo gue telat dateng lo pasti di apa apain sama dia" sambil melihat dengan tatatap tajam dan saat pertengakaran di saksikan semua teman kelas nya


"gue ga apa apain Nasya sayang"


"hah sayang ahaha sadar diri lo hah, lo udah gue putusin ngapain lo bilang sayang sama gue lagi, urusin tuh cowo yang lo kira dia baik"


"Rey suuut udah cukup lo gasadar kalo lo di liatin sama orang lain" ucap Wili


"Sila denger ya dari mulai sekarang lo jangan pernah gangguin Nasya lagi, karna kalo lo ganguin Nasya berurusan sama gue paham? Ayo Sya" sambil narik tangan Nasya


"eh lo sadar gasih, kan Reyno bucin banget sama Sila sekarang ko dia benci banget ya kenapa sebener nya sih" ucap salah satu siswa


"loh mana gue tau gue gatau sama sekali dah lah biarin yang penting sekarang Reyno jomblo dan kita jadi bisa pepet"


"bener juga lo"


"kalian semua ngapain masih diem di situ duduk!" perintah Reyno pada semua teman kelas


"gue ko aneh ya Reyno kenapa jadi gini, ah dahlah bodo amat" batin Nasya


"guys mohon perhatian nya sebentar ya, bisakan?" ucap Reyno


"bisaaaaa" teriak semua teman kelas nya


"sebentara lagi kan pensi, tadi gue ke ketemu ketua osis dia bilang harus ada perwakilan dari kelas yang ikut serta di acara pensi nanti bukan cuman gue Nasya, Wili, Ridho, Luna aja kalian semua juga harus, ini gue kasih tau list buat kalian ikutan lomba" Reyno memperlihatkan kertas


flasback on


"Reyno" panggil keteu osis


"iya kenapa?"


"ini gue kasih, buat partisifasi di acara pensi nanti ya lo tolong sampein, ya kebetulan gue ketemu lo disini!"


"ohiya gue kasih tau nanti, gue mau kesana dulu"


"ya udah makasih Rey"


"iya sama sama"


flasback off


"ini kan ada kategori busana sekolah jadi ini itu berpasangan dan kalian vote ya kan didat nya siapa!" Reyno menyebarkan kertas nya


"gue ke toilet bentr kalian tulis siapa yang jadi pasangan nanti di busana sekolah"


"guys sini deh, kalian berdua harus pilih Nasya sama Reyno!" ucap Wili


"loh kenapa"


"udah selesai?"


"belum Rey masih bingung gue" ucap seorang perempuan


"oke yang udah kumpulin


"ah gue pilih diri sendiri aja sama Reyno jelas kan mereka tau nya gue cewe Reyno" batin Sila kepedean


"heh Nin lo pilih siapa, jangan harap pilih orang lain"


"ngga ko gue pilih lo"


"bagus"


"udah di kumpulin semua ?"


"udah"


"oke kita bacain ya siapa paling banyak, Sya sini Lo bantuin gue!"


"ko Nasya sih ih, sebel gue" batin Sila


"iya Rey"


"oke gue bacain ya guys"


"yang pertama Nasya dan Reyno" Reyno pun senyum tapi Nasya menahan nya dia pura pura heran


"kedua Wili dan Luna ehem" Reyno pun meledek kedua teman nya


"ketiga Reyno dan Sila" muka Reyno berubah menjadi jutek


"oke vote sementara yang paling banyak Nasya dan Reyno tinggal ini kertas terakhir kita buka sama sama ya! 1 ,2,3"


"Nasya dan Reyno" mata Reyno dan langsung melotot melihat yang unggul mereka berdua


"koe gue" batin Nasya


Bel istirahat berbunyi mereka semua pergi ke kantin, karna memang saat akan tiba acara pensi selalu banyak jam kosong jadi mereka menghabiskan waktu banyak di kelas, di sisilain Sila sedang membaca buku dan teman yang lain ke kantin Reyno menyadari Nasya sendiri dia langsung menghampiri Nasya


"Sya lo mau ke kantin ga?" ucap Luna


"ga lun gue titip roti satu aja ya boleh?"

__ADS_1


"jelas boleh dong apasih yang ga boleh buat sahabat gue ini"


"ah lebay lo gila"


"hehe"


"Rey lo ke kantin ga" ucap Wili


"duluan aja ge masih ada urusan tar gue nyusul"


"woke, dho bareng"


"yok"


"mmmm Sya sendiran aja nih?"


"eh iya Rey"


"ko lo langsung tau gue sih"


" waduh mati gue, gue kan baca buka cuman ngalihin doang dari tadi, karna kesenengan dapet Reyno yang jadi patnert gue nanti, udah Reyno maen band bareng gue, busana sekolah juga sama Reyno ah sumpah bahagia banget hati gue" batin Nasya


"Sya ko lo bengong jawab dong"


"eh iya itu ee, mana ada sih gue gatau suara lo jelaskan tiap hari denger suara lo" alasan Nasya


"bener juga sih, eh btw lo lagi baca apa tuh?"


"ohe gue lagi baca novel Rey"


"novel apaan?"


"jomblo no more"


"hahahaha"


"ko ketawa sih emang ada yang lucu"


"iya kan lo jomblo ko baca novel tentang jomblo juga"


"lo ngeledek? sadar diri dong kan lo juga jomblo hahaha"


"Nasya lo ya hmmmm ampun ga?" Reyno pun menggelitik pinggang Nasya


"ampur Rey ampuun haha ampun" candaan mereka ternyata dia lihat oleh Luna, Ridho dan Wili


"mereka sosweet ya?" ucap Wili


"iya bener"


"ehem ehem"


"eh kalian sejak kapan disini" mereka berdua heran


"dari tadi" ucap Wili


"eh mau latihan band ga nih" ucap Ridho


"ohiya, yudah yuk latihan" ucap Nasya


"eh Sya tapi nanti pulang sekolah latihan buat busana sekolah ya?"


"boleh tapi di rumah gue ya soalnya gue hari ini harus pulang cepet"


"ok Sya"


Mereka semua pun akhirnya latihan band dan Reyno merasakan dia sangat bahagia sekalia, Reyno sempat berfikir ingin mengungkap rasa yang selama ini di pendam tapi ini bukan waktu tepat karna terlalu cepat untuk mengungkapkan ini semua. Selesai latihan band mereka


"kalian mau ikut ga ke rumah gue" ucap Nasya pada teman teman nya


"gue mau langsung pulang aja ah, gue duluan ya" ucap Reyno


"gue juga ya" di susul Luna dan Willy


"bye ucap Ridho dan Rendy"


"kalian mau ikut?" ucap Nasya"


"ikut dong kan kita best friend"


"yudah yuk kita jalan, eh Sya lo bareng gue aja ya" ucap Reyno


"mmm Rey tapi gue" ucapan Nasya di potong Wili


"udah Luna bareng gue aja, kebutulan gue lagi ga bawa mobil jadi gue nebeng sama lo ya Lun"


"nebeng nebeng nih lo yang bawa" memberikan kunci mobil pada wili


"Sya ayo keluar" mereka berdua keluar beberangan saling bergandengan


"dasar cewe ya" Reyno pun menggelengkan kepalanya dan langsung memancarkan senyuman nya


"eh eh ada yang udah senyum lagi nih, apa lagi sekarang mau bareng sama tambatan hati baru uhuy" ledek Wili pada sahbat nya itu

__ADS_1


"dih apaan sih lo, ngada ngada aja udah buruan".


Reyno dan Willi langsung pergi dari sekolah dan menuju rumah masing-masing


__ADS_2