
Bel istirahat telah berbunyi kini mereka pergi ke kantin namun saat Nasya dan Luna berada di kantin tiba tiba reyno menghampiri mereka berdua yang sedang duduk dan berbicara.
"hey Sya,Lun" panggil Reyno pada Nasya dan Luna
"eh Reyno" mereka berdua langsung menoleh ke arah Reyno
"gue boleh gabung sama lo disini" ucap Reyno kembali
"oh boleh ko" balas Luna dengan cepat
"eh tunggu ko lo ga sama cwe lo Rey" tanya Nasya pada Reyno
" dia bilang ke toilet dulu katanya, gue mau ada yang di bicarain sama lo Sya" Ucap Reyno
"euh a.. apa Rey" Nasya sangat gugup atas ucapan Reyno
"jadi gini loh Sya, seminggu lagi kita kan ada acara pensi nah pasti nya banyak lomba gitu gue kan rencana mau buat band, lo sanggup ga kalo jadi vokalis nya? Kan suara lo bagus tuh." jelas Reyno pada Nasya
"hmmmm cuman bilang gitu, dikira mau ngungkapin eh hehe" batin Nasya yang langsung senyum senyum sendiri
"Sya ko lo senyum sih gimana mau ga?" ucap Reyno kembali
"oh yudah oke deh Rey, eh tapi lo ga ajak Luna nih dia kan jago maen gitar atau keyboard" balas Nasya yan gmeberi tahu kelahlian sahabatnya
"oh boleh juga idenya, lo mau ga Lun?" Ucap Reyno,langsung menawarkan pada Luna
"boleh kalo lo ga keberatan" balas Luna yang tersipu
"oke fiks ya berati, eh lo pegang apa nanti Lun keyboard atau gitar?" ucap Reyno memastikan
"euh keyboard aja deh yang santuy he" balas luna sambil tertawa kecil
"oke, pulang sekolah nanti kita latihan ya gimana?" ucap Reyno yang langsung memutuskan untuk latihan
"oke siap deh" balas Luna dan Nasya bebarengan
"yudah gue mau ke kelas dulu" ucap Reyno kembali, dan Reyno pun berjalan menuju kelas, dan di perjalanan Reyno bertemu ketua osis
Semantara itu saat Reyno ke kelas Sila melihat Nasya dan Luna tadi mengobrol dengan cowonya alias Reyno. dan tak menunggu lama Sila langsung menghampiri mereka berdua. Tapi kali ini dia tidak sendiri melainkan bersama Nina sahabat nya.
"Hey cewe songong" ucap Sila sambil memukul meja dan menjadi perhatian se isi kantin
"apaan sih lo bikin rusuh, hey liat tuh orang orang disini kaget gara gara ulah lo" ucap Nasya kesal
"tau nih si biangkerok bikin ulah" ucap Luna
"gausah lo banyak ngomong, gue disini cuman nanya sama lo berdua" ucap Sila kembali
__ADS_1
"ngomong sih ngomong tapi gausah nge gas dong cantik" balas Nasya yang sangat kesal
"ya jelas Sila cantik dong kan dia cewe populer di sekolah ini" ucap Nina
"diem lo Nin gue mau ngomong sama dua curut ini" sambil nunjuk Luna dan Nasya
"yudah buruan ngomong apaan keburu masuk nanti, apa mau di kelas aja? Ayo mumpung gue lagi baik nih nawarin." ucap Nasya yang pura pura santay padahal di hatinya kesal
"yudah oke di kelas aja kalo gitu supaya lebih enak gue maki maki lo disini banyak mata yang liatin gue" ucap Sila kembali
"gila ini cewe kepedean banget sih haha parah sih" batin Nasya
"idihh dasar kepedan banget" batin Luna
Tak lama dari itu Reyno, Nasya dan Luna juga pergi ke kelas. Saat di perjalanan Nasya dan Luna sempat melihat Reyno sedang berbicara dengan ketua osis, saat sampai di kelas Sila langsung to the poin sambil membentak membentak pada Nasya dan Luna
"hey dua curut kalian berdua ngapain tadi hah ngobrol sama cowok gue? Lo berdua mau ganjen ya hah" ucap Sila dengan muka marah
"haha sumpah lo cembuaran banget sih lo takut kehilangan cowo lo sampe segitu nya bucin lo ke Reyno, bahkan sampe bentak gue sama Luna" ucap Nasya meledek Sila
"tau ..." ucapan Luna terpotong oleh Sila
" diem lo curut"ucap Nina yang menyuruh diam pada Luna
"jawab bukan gitu apa maksud lo berdua tadi ngobrol asik sama cowok gue hah?" ucap Sila kembali masih dengan penuh amarah
"oh kalo keyboard sih pantes emang gak ada, tapi kan vokalis nya cowok gue kenapa dia nyuruh lo jadi vokalis juga" ucap Sila yang aga sedikit bingung
"ya mana gue taulah tanya aja sana sama cowo lo sendiri!" balas Nasya yang langsung duduk di bangku nya
"nah udah selesaikan marah marah nya Sil? Sekarang lo kebangku ya soalnya kan bentar lagi pelajaran di mulai!." ucap Luna yang pura pura melembutkan suaranya padahal dia jijik
...*********...
Reyno pun masuk dan memberitahu bahwa guru mata pelajaran selanjut sedang berhalangan jadi tidak bisa mengajar di kelas mereka
"hallo selamat siang semuanya" ucap salam Reyno pada semua teman dan sahabatnya
"hai pak ketuang, siang juga" balas semua siswa, iya Reyno adalah ketua kelas, di kelas nya
"kalian tolong kerjakan ekonomi halaman 450 sampai 470 dikarenakan guru mata pelajaran sedang berhalang jadi kalian di tugaskan untuk merangkum!" jelas Reyno pada teman dan sahabatnya
"horeeeeeeee" semua siswa bersorak
"jangan seneng dulu kalian tugas di kumpulin nya hari ini eh canda minggu depan haha, eh tapi kalian harus tetep ngerjain sekarang sampe akhir pelajaran ekonomi kalo ngga gue tulisin terus kasih ke guru ekonomi" ancam Reyno, Reyno langsung menghampiri Nasya dan Luna
"eh Sya,Lun" panggil Reyno pada mereka berdua
__ADS_1
"iya apa Rey" balas mereka berdua
"kita latihan sekarang yuk mau ga?" ucap Reyno mengajak Nasya dan Luna untuk latihan
"tapi ini tugas gimana Rey" ucap Nasya yang memikirkan tugasnya
"udah lo tenang aja kan nanti kita bisa kerjain bareng pulang sekolah" ucap Reyno, memastikan bahwa nanti pulang sekolah akan mengerjakan tugas nya bareng
"okelah, Lun ayo" ucap Nasya sambil mengajak sahabatnya
"sayaaang aku ikut ya?" tiba tiba Sila merengek ingin ikut sambil memegang tangan Reyno
"aduh Sil mending kamu kerjain aja ya tugasnua! Fokus belajar katanya mau dapet peringkat satu" ucap Reyno yang begitu perhatian pada Sila
"iya deh, tapi kamu jangan nakal ya? Apa lagi sama dua curut ini."
"sut Sil apasih, dah aku keruang seni dulu ya?" Reyno langsung pergi dan menggelangkepala nya karna ulah pacar nya
"Rey lo ko masih mau bertahan sih sumpah sama cewek macam si Sila yang jelas dia p" ucap seseorang yang sepertinya tau tentang kebusukan Sila
"maksudnya p apa Wil" ucap Reyno yang bingung atas ucapan sahabatnya
"eh maksud gue pemanja kaya dia yang terus curagain lo gitu" alasan sahabatnya pada Reyno
"oh gitu ya, ya mau gimana lagi nama nya juga cewek kan" ucap Reyno sambil melanjutkan perjalanan nya
"hampir gue keceplosan huff" batin sahabat nya Reyno
"hey wili lo tadi bilang apa jujur sama gue?" ucap Luna yang aga mencubit kecil tangan Wili
"aduuuh Lun sakit tangan gue tau, entar gue send wa ke lo sekarang gue gamau si Reyno tau soal ini" wili aga sedeikit memelankan suaranya supaya tidak di dengar oleh Reyno
"oke" balas Luna singkat
Sampai mereka di ruang seni dan mereka mulai latihan tapi saat mereka latihan ada hal yang tak terduga, Nasya hampir saja jatuh karna kaki nya terlilit kabel mic tapi Reyno langsung menangkap nya, dan tepat Nasya jatuh di dekapan Reyno. Otomatis mereka saling memandang.
Bruuuuk.....
"duh jantung gue" batin Nasya, yang tiba-tiba jantung berdebar lebih keras dari biasanya
"Sya sumpah lo diliat-liat dari deket cantik juga ya. Lo ga hanya cantik tapi lo juga baik sama semua orang"batin Reyno yang mengagumi kecantikan Nasya dan kebaikan nya
"ehem ehem.." para sahabat nya melihat Nasya dan Reyno yang sedang saling memandang
"Rey lo cocok juga ya sama Nasya." ucap Ridho pada Reyno
"ah lo apaan sih" balas Reyno tersipu malu dan sambil melemparkan senyuman manis nya.
__ADS_1
Luna yang mendengar kata cocok dari Ridho dia langsung mengurungkan niat nya untuk berhenti menyukai Reyno karna dia tau bahwa Nasya lebih cocok bersanding dengan Reyno.