
Pagi itu ternyata dugaan Nasya dan Reyno, semua orang sedang membicarakan ayah nya Sila seorang koruptor, sampai sudut sekolah pun sedang membicarakan tentang Sila. Memang Nasya dan Reyno benci pada kejahatan Sila selama ini tapi jika mendengar seperti mereka merasa kasian pada Sila dan bahkan di bicarakan satu sekolah.
"bundaa, Nasya berangkat ya?"
"iya, emang Reyno udah jemput kamu?"
"kayanya udah soal nya Nasya denger suara dia depan, lagi ngobrol sama ayah"
"oh yaudah hati hati ya anak bunda yang cantik"
"bye mah" Nasya melambaikan tangan nya tapi di panggil lagi oleh ibu nya
"Nasya tunggu"
"ada apa lagi bun"
"kamu belum salam ke bunda"
"hehe maaf bun, yudah Nasya berangkat ya" sambil mencium punggung tangan ibu nya
"iya nak"
Nasya pun berjalan ke arah pintu luar, benar saja Reyno sedang mengobrol dengan ayah Nasya keliatan nya sangat asik sekali mereka me ngobrol sampe jam sudah menujukan pukul 06.30 Nasya pun mengagetkan mereka.
"hey asiiiik banget sih ngobrol nya, ini jam berapa?"
"aduuuuh udah jam setengah 7, yudah om, Reyno pamit berangkat sekolah dulu ya?"
"Nasya juga ya ayah"
"iya kalian hati hati di jalan gausah ngebut"
"salam sama tante ya om" sambil mencium punggung tangan ayah Nasya
"bye ayah" menyalami tangan ayah nya
"by mmmmmm" di dalam mobil
"iya kenapa, ada apa?"
"aku ko ngerasa kasian ya sama Sila"
"iya sama nih aku juga ngerasa kasian, pasti sekarang dia jadi bahan omomgan satu sekolah"
"iya itu dia, tapi aku kasian sih bukan karna apa apa"
"terus karna apa?"
"karna nanti dia nahan rasa malu nya itu loh haha" Reyno pun sambil tertawa jahat
"iiih kamu jahat banget sih ketawanya haha, yudah fokus dulu nyetir!"
"oke my queen"
__ADS_1
Nasya tidak menjawab omongan Reyno dia hanya membalasa dengan senyuman nya, dan 15 menit sampe di sekolah yang biasanya sepi di parkiran ini ramai sedang membicarakan Sila, jelas mereka kepo
"hey kalian ngapain ko pada ngobrol disini ada apasih" ucap Reyno pura pura tidak tau padahal dia sudah tau
"ih Rey lo gatau ya, mantan pacar lo bokap nya koruptor untung lo udah putus sama dia, kalo belum lo bakalan nahan malu"
"gila dah kenapa gue yang kena"
"by ayo ke kelas"
"iya ayo sayang"
Nasya dan Reyno lun memeutuskan untuk pergi ke kelas, dan setelah melihat ke semua orang di sekolah sedang membicarakan Sila, tapi mereka menghiraukan nya dan sampai lah mereka berdua di depan kelas, mereka melihat Sila sedang menangis karna terus di bully oleh teman satu kelas nya, bahkan Nina pun malah ikut bully
"anak koruptor" ucap semua siswa sambil mengelilingi Sila
"stooooooooooop" bentak seseorang beberangan yang buat semua nya kaget
"Nasya Reyno, sejak kalian disitu?" ucap Wili
"gaa perlu tau kalian gue dan Nasya kapan disini yang terpenting sekarang gue mau nanya sama kalian semua" Reyno sambil menunjuk ke arah teman nya
"sekarang gini kalian mikir gasih, kalian punya otak kan nah kalian berfikir gimana rasanya orang lain di perlakuin kaya gini" bantah Reyno tapi semua murid hanya terdiam terkecuali Luna dan Wili
"ko lo bela dia Rey" ucap Wili
"apa jangan jangan lo masih berharap sama dia, lo tega sama Nasya" ucap Luna
"mmmmm okelah Sya" Luna pun menjadi teridam
"kalo kalian sekarang di posisi nya Sila apa yang bakalan kalian rasain sampe di bully di permalukan kaya gini, kalian belum tau di luar sana Sila juga lagi di omongin banyak dan di kelas semakin menjadi, ya oke gue paham kalian seperti ini kenapa karna selama ini Sila jahat termasuk sama gue tapi asal kalian tau ya, ga semua orang itu bisa sempurna" bantah Naysa pada semua orang
"bener kata cewe gue tuh"
"dan lo juga lagi Nin, katanya lo sahabat baik Sila tapi kenapa lo ikut bully, ini nama nya bukan sahabat namanya. Kalo sahabat itu selalu ada di saat kita susah dan senang dan bukan malah menjatuhkan itulah yang namanya sahabat sejati" bantah Nasya lagi
"eh iya gue baru ngeh dari tadi si Nina disini, oh gue tau lo deketin Sila karna uang ya kan?" ucap Wili sompral
"apa apaan sih lo Wil, so tau banget"
"terus kalo bukan ini apa lg coba"
"udah cukup" ucap Nasya dan Reyno beberangan
Di kelas menjadi ricuh dan sangat ramai bahkan sampai di tonton oleh anak anak dari kelas lain, Nasya memang benci pada Sila tapi dia tau bagaimana rasanya jika di perlakukan seperti Sila jadi Nasya hanya bisa memberi saran pada semua teman nya, urusan Sila akan membalas budi atau tidak itu tidak masalah di fikirin Reyno maupun Nasya, yang terpenting jangan ada perpecah belahan antara mereka semua.
...**********...
"udah sekarang kalian semua mending kelapangan, kan masih ada lomba lain yang harus kalian ikutin jangan cuman di kelas maen hp cari informasi kaya gini"
"iya siap" ucap semua orang
"guys kantin yuk!" ucap Nasya
__ADS_1
"kan kata cowolah suruh kelapang Sya"
"udah Nanti juga dia ikut ke kantin ko tenang aja" akhir nya Nasya,Wili,Luna dan Ridho ke kantin
...********...
"Eh sya Lo ga takut gt itu si Reyno di deketin si Sila lagi" ucap Ridho
"selagi Reyno bisa jaga hatinya buat gue, gue yakin dia gakan pernah hianatin gue dan selagi dia selalu berkata jujur sama gue"
wiib bener juga tuh Sya salut gue sama lo ya,ternyata lo bijak juga haha"
"Wili lo ngeselin lama lama ya"
"ehem tadi kayanya ada yang ke ceplosan deh bilang soal camer" ledek Luna pada sahabat
"le ceplosan apa?" Nasya langsung mengkat alis nya
"iya kan kata lo udah sama nyokap bokap nya Reyno kalo lo gakan ikutan dalam masalah Sila ini"
"oh itu kemarin emang nyokap bokap Reyno ke rumah gue, karna mau liburan ke luar negeri"
"bukan soal lo di lamar"ledek Wili
"sembarangan ini aja gue masih kelas 11 masa iya gue nikah sekarang"
"kali aja"
Tiba tiba datang seseorang di sela sela mereka sedang mengobrol, ya siapa lagi kalo bukan Reyno yang menyusul sahabat nya ke kantin, sepertinya Reyno emang gabisa jauh dari mereka deh hehe
"hey guys sungguh tega nya kalian pergi ninggalin aku"
"ayey Reyno" ucap mereka ber empat beberangen
"ko ayey kenapa?"
"Reyno lebay" ucap mereka ber empat lagi beberangan
"widih kompak amat"
"eh eh dari gue baru sadar deh mau ngomong ke kalian berdua Rey,Sya"
"apaan tuh?" ucap Nasya dan Reyno beberangan
"jadi gini, apa lo berdua yakin dengan pembelaan lo tadi ke Sila, Sila bakalan kebuka hatinya?"
"ya semoga aja bisa, karna dia kan masih punya hati yg baik juga jadi ya kita liat nanti"
"benar tuh yang bilang dila Reyno"
"mmm okelah"
Sebenarnya Nasya dan Reyno menghawatirkan itu, apa Sila akan berterimakasih atau bahkan malah. sebaliknya tidak sama sekali meminta maaf pada mereka. Sekarang yang si fikirin Reyno dan Nasya hanya bisa berharap agar Sila sadar atas semua yang telah dia lakukan terhadap Nasya selama ini.
__ADS_1