Orang Yang Ku Suka Itu Suamiku

Orang Yang Ku Suka Itu Suamiku
MEMBANTU SILA PINDAH RUMAH


__ADS_3

"guys ini saat kita bantuin Sila buat pindahan ya?"


"oke Dho, tapi orang tua lo udah setujukan sama keputusan lo ini?"


"udah ko Rey bahkan mereka ga menyelahkan Sila sama nyokap nya karna mereka tidak tai soal ini"


"oke sekarang kita bawa tas kit masing, kita konfoy buat bantu sila"


"siaaaap"


"Sila sama lo ya Dho" perintah Reyno


"siap pak bos Reyno"


Mereka baru sadar jika Silan tidak bersama mereka dan akhirnya mereka mencari Sila ternyata Sila sedang di bully habis habisa oleh Nina dan teman baru nya di depan toilet, mereka terus saja mengucilkan Sila


"hey anak koruptor lo masih bisa berkuasa disini, lo masih mau di anggap populer yang ada lo bahas bully an benee ga guys


"bener banget" ucap kedua sahabat Nina yang baru


"gue ga ngerasa kalo gue populer dan gue tau kalo gue anak koruptor tapi please ga usah bully gue"


"gausah bully, kalo anak koruptor ya tetap koruptor ahahaha" ucap Nina langsung berjalan meninggalkan Sila dan alhasil Sila menangis kembali


...********...


"guys itu Sila ko dia nangis lagi"


"yuk samperin aja kasian dia"


"yudah ayo"


"Sila lo kenapa ko nangis lagi?"


"Nina bully gue"


"keterlaluan emang"


"udah udah sekarang mending k rumah lo siap siap pindahan lo"


"yudah, ayo Sil lo di mobil gue"


Mereka semuapun bergegas menuju mobil nya masing masing, saat di dalam mobil Reyno pun bertanya pada Nasya tentang Sila kepada Nasya karna dia takut di hatinya Nasya berat


"By.."


"iya kenapa"

__ADS_1


"aku mau nanya sama kamu?"


"nanya apaan yang"


"kamu ga keberatan emang sama keputusan kamu sekarang Sila ada di pihak kita?"


"ngga ko selagi dia mau berubah aku gakan keberatan dan selagi hati kamu bisa jaga buat aku"


"ya ampuuuun by kamu ini hati nya bener bener mulia banget"


"ah apasih kamu, berbuat baik itu kan harus"


"iya iya uuuh pacarku ini" Reyno sambil mengacak ngacak rambut Nasya


Sesampai di rumah Sila, merekas semua kaget bahwa ibu nya Sila pun sudah menangis di depan rumah nya sambi di sisi ada koper berisi baju Sila dan ibu nya. Mereka langsung menghampiri ibu nya Sila yang menangis.


"mama kenapa?"


"nak kita udah di usir dari rumah ini, mama bingung kita tinggal dimana"


"tante ga usah khawatir, tante sama Sila bisa tinggal di rumah bekas kaka saya, ya walaupun ga segede rumah tante" potong Ridho


"tapi tante gapunya uang buat bayar nya"


"gausah bayar tante gratis ko tante tenang aja"


"ya ampun makasih ya nak"


"ya ampun Reyno makasih banyak ya"


"iya tante, mending sekarang tante sama Nasya yuk masukin barangnya ke dalem mobil nya Ridho"


"sekali lagi tante ucapin makasih ya, kalian emang temen Sila yang baik"


"iya tante"


Dan mereka pun pergi ke rumah yang sudah Ridho siapkan untuk Sila dan mama nya, memang rumah nya tidak sebesar rumah rumah mereka yang tempati, tapo bagi Ridho ini udah sudah cukup membantu Sila dan mama nya, sesampai nya disana pun mereka tidak tinggal diem, tetap membantu memberishkan rumah nya, karna memang rumah itu sudah lama tidak terpakai juga, jadi banyak debu debu yang menempel.


"tante maaf ya kalo rumah nya kotor soalnya udah lama ga di isi jadi ya gini"


"iya gapa, tante udah bersyukur ko tinggal disini juga"


"ohiya tante kalo apa apa tinggal panggil aja ya, ini pintu langsug terhubung ke rumah saya ko"


"iya makasih ya nak"


"sama sama tante"

__ADS_1


"gue jadi ngerasa kasian liat Sila kaya gini Sya"


"Lun gue juga sama tapi udah jangan bahas ini, kasian kalo mereka denger kan nanti mereka jadi sedih lagi"


"okelah"


Tak lamapun ibu nya Ridho datang dan sambil membawakan makan untuk mereka karna ibu nya Ridho tau mereka sangat sudah membersihkan rumah ini, mereka pun menyantap makanan yang sudah ibu nya Ridho bawa dan sambil asik mengobrol sampai tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 15.30 dan mereka pun bergegas pulang, kecuali Ridho ya, yailah orang rumah dia kan di sebelah rumah yang akan Sila tempatin.


"eh udah sore, tante,Sila,Ridho kita semua pamit ya"


"ohiya kalian hati hati ya?" ucap ibu nya Ridho


"iya tante"


"Sila sampe ketemu besok di sekolah ya" ucap Nasya dan Luna


"iya Sya,Lun kalian semua hati hati"


Mereka semua pun pulang dan tak lama dari itu mereka pun sampai di rumah masing masing, Nasya saat sampai di rumah dia langsung tertidur dengan pulas sampai telpon dari Reyno pun dia tidak mendengar nya sama sekali tapi Reyno pun tidak marah karna dia tau kalo Nasya cape. Sementara itu dirumah Ridho


"Dho besok kamu ke sekolah bareng sama Sila kan?"


"iya ma, terus Ridho bakalan anterin juga mama nya Sila ke butik mama nya Reyno"


"loh kenapa Dho"


"ya soalnya kan mama nya Sila kerja disana ma"


"oh yudah kalo kaya gitu, oh iya sekarang kamu panggil mereka gih kita makan bareng"


"oke mao Ridho pun berjalan untuk memanggil Sila dan ibunya


"tante, sil permisi maaf ganggu ya"


"ohya gapapa ada Dho"


"itu Sil nyokap gue ngajakin makan bareng, nyokap lo mana?"


"nyokap lagi beresin baju nya"


"ohyudah nanti lo nyusul ya ke ruang makan gue, lo taukan?"


"iya iya tau ko"


Ridho pun kembali ke rumah nya dan langsung memberiti tau mama nya, selang beberapa menit Sila dan ibu nya datang akhirnya mereka pun makan bersama, tidak ada yang berbica sama sekalia


selama Ridho dia memperhatikan Sila apa benan Sila benar benar sudah berubah dan bukan hanya permain doang, memang di hati Ridho masih ada khawatir yang sangat iya takuti, tapi ya itu semua lihat saja nanti.

__ADS_1


"sebenernya sih gue masih ragu sama ni anak, tapi mau di apain lagi kan ini semua terjadi soal kedapan nya itu gimana nanti, tapi Nasya kukuh banget dia berubah, mmmm biasanya fealing Nasya bener deh ga suka meleset, yudah lah dari pada terus mikirin ini mending gue makan aja" batin Ridho yang seradi tadi terus menerus memikirkan Sila dia bukan suka tapi ragu atas perubahan Sila ini.


"mmmmmm apa bener ya mereka maafin gue, tapi kalo ngeliat dari ketulusan mereka sih kayanya mereka emang maafin gue dan bahkan Nasya dan Reyno juga langsung menerima gue dengan setulus hati nya" batin Sila yang juga akan masih ragu dengan semua ini dia hanya takut ini jebakan saja dan hanya pura pura baik padanya saja.


__ADS_2