Orang Yang Ku Suka Itu Suamiku

Orang Yang Ku Suka Itu Suamiku
TEMAN LAMA


__ADS_3

Nasya ternyata kedatangan teman lama nya, teman lama Nasya ini ada kunjungan ke sekolah nya Nasya, karna emang sudah dari sana setiap hari ke empat acara pensi pasti ada dari sekolah lain datang ke sekolah mereka, untuk menjalin persahabatan antara sekolah Nasya dan sekolah lain.


"Nasyaaaa" panggil seseorang dari arah belakang, ketika Nasya sepulang dari kantin


"eh Lun lo ngerasa gasih kaya ada yang manggil gue" tucap Nasya kepada Luna


"bener tapi gue sebelum perndah denger suara ini deh"


"mmmm tapi gue ga aneh sama suara ini, oke balik badan" Nasya pun berbalik dan dia kaget ternyata itu adalah teman SMP Nasya


"hey Aldiii, apa kabar lo"


"gue baik Sya, lo sendiri gimana? Eh lo makin cantik aja sih"


"haha lo bisa aja sih Di"


Tanpa Nasya sadari Reyno pun melihat Nasya sedang berbicara dengan seorang laki laki yang tidak dia kenal, tentu membuat Reyno cemburu dan Reyno langsung menghampiri cowo yang bernama Aldi


"hei ngapaim lo ngobrol sama cewe gue?" ucap Reyno aga membentak


"oh Sya ini cowo baru lo, akhirnya ya lo punya cowo lagi haha"


"iya ini cowo gue kenalin dia Reyno"


"hai gue Aldo, temen SMP Nasya salam kenal ya?"


"sayang apasih kamu ayo kenalan dia temen SMP aku"


"Reyno" jawab Reyno dengan sangat jutek nya


"ohiya, eh gue mau nanya ruang osis dimana?"


"oh lo dari sini tinggal lurus abis itu lo belok kanan nah disitu ruang osis"


"oke makasih" sambil menupuk pundak Nasya


Reyno terus saja cemberut, mungkin Reyno masih trauma karna dulu juga saat dengan Sila dia memilih cowo lain di bandingkan dirinya kini Nasya pun mengobrol dengan cowo lain, tapi Nasya cepat menyadari kecemburuan Reyno itu dia langsung menjelaskan sedetai detail nya.


"Sayang gausah cemberut gitu deh, itu temen SMP kamu bisa tanya langsung sama Luna dia dari tadi denger omongan kita semua"


"iya Rey, lo jangan ada fikirin buruk tentang Nasya dia itu ga sama sekali kaya Sila yang Sila" ucap Luna pada Nasya


"kamu yakin by dia bukan siapa siapa kamu?"


"aku yakin 100% dia bukan siapa siapa aku di cuman temen SMP ku aja"


Melihat pengakuan dari Nasya pun Reyno percaya karna dia melihat dari wajah Nasya penuh dengan ke jujuran jadi Reyno pun akhir nya mempercayai semua yang Nasya bilang begitu juga dengan omongan dari Luna


"tapi itu terserah kamu percaya apa ngga sama aku, yang jelas aku udah kasih kalo aku ini udah ngomong apaa danya"


"udah by ah, aku percaya ko sama omongan kamu, kamu gausah khawatir aku percaya sama kamu"


"makasih ya kamu udah percaya sama aku"


"iya sama sama by"

__ADS_1


"nah ngerasaikan rasanya cemburu itu gimana haha"


"cemburu itu wajar tau wleee"


"mmm iyahin aja deh biar kelar ahahaa" Nasya pun sambil berlari karna menghindari kelitikan dari Reyno


"hey kalo dapet awas aku geliyitikin kamu, sampe gada ampun" teriak Reyno pada Nasya


"ayo kalo bisa kejar aku wleeee" Nasya terus meledek Reyno


"Nasyaaaa kamu ini" Reyno terus mengejar Nasya


Reyno pun terus mengejar Nasya sampai ke kelas mereka dan akhirnya Nasya pun kecapean akhirnya Masya bersembunyi di balik meja guru niat. sih supaa tidak ketauan Reyno tapi karna Reyno tau tidak lagi tempat pwrsembunyian di kelas mereka, tapi Reyno pura pura bertanya pada ketiga teman nya


"guys kalian liat Nasya ga?"


"lah mana gue tau bukan nya tadi sama lo?"


"iya tapi dia tadi ngajakin gue becanda, terus gue liat dia lari keseini, kalian jangan pura pura gatau deh"


"eh bener kita gatau, kita dari sibuk sama hp kita masing masing iya kan Dho,Lun?"


"yoi" ucap Ridho dan Luna beberangan


"mmmm oke lah, tpi gue Nasya dimana ko" ucap Reyno


"daaaaaar" kaget Reyno pada Nasya


"aduuuuh Rey sakit kepalaku kebentur tembok" karna Nasya terlalu jadi kepalanya terbentur


"kepalaku lah"


"coba aku liat kepala kamu sini, mmmm baik baik aja ko"


"kamu pusing ya pasti?"


"iyalah orang kebentur"


"eh Sya sejak kapan lo disini?"


"dari tadi Lun, kalian fokus sama handpone masing masing sih"


Reyno terus menerus meminta maaf pada Nasa dia merasa bersalah dengan perlakuan nya yang mengagetkan Nasya sampe Nasya terbentur kepalanya. Untung saja Nasya tidak apa apa dan ga sampe ilang ingatan, kalo sampe ilang ingatan pasti aja Reyno di salahin


"By beneran kan kamu gapapa"


"ya ampuuun bener loh aku ga papa cuman tadi aga pusing aja"


"sekarang masih pusing ga?"


"udah ngga ko sayang tenang aja"


"oh iya baguslah kalo gitu, kalo kamu udah ga pusing lagi"


"eh kalian ngerasa ga sih 2bulan lagi kita kelas XII loh"

__ADS_1


"iya bener ga kerasa ya Rey"


"yoi, rencana kalian mau lanjut kemana?"


"gue sih mau kuliah"


"gue juga sama"


"iya gue pasti kuliah lah"


"kuliah dong sayang"


" kalo lo Rey" ucap Wili


"gue nikahin Nasya, kuliah kerja ahaha" tawa Reyno


"hah nikahin aku, setelah lulus sekolah gitu?"


"iya setelah lulus kuliah kalian dateng ya!"


"kita pasti datang lah kan ke nikahan sahabat kita yakan"


"iya dong" ucap Wili dan Ridho


"iiih tapi aku pengen kuliah dulu tau"


"by kuliah itu gamasalah kalo kita udah nikah sekalipun, asal jangan sekarang kita nikah"


"iih kalo sekarang gamau"


"nah makanya"


Mereka semua pun tertawa mendengar ucapan dari Reyno, sampai waktunya pulang mereka berpisah pulang kerumah masing masing, dengan masih muka yang penuh dengan kelucuan atas ulah Reyno tadi saat di kelas. Memang itu sudah rencana Reyno setelah lulus sekolah akan menikahi Nasya karna dia tidak mau lagi seseorang yang dia sayang bersama laki laki lain lagi selain dirinya, kecuali jika takdir yang memisahkan mereka, yang nama nya takdir mau di apain sekalipun gabisa apa apa lagi kan.


"by udah sampe"


"ohiya ya hehe, yudah aku masuk ke dalem ya?"


"iya sayang, salam aja sama om,tante ya,soalnya aku gabisa kesana kan lagi ada masaalh di butik nya mama"


"iya yaudah kamu hati hati di jalan ya dayang, jangan


ngebut"


"iya oke, yudah gih kamu masuk yang"


"ga ah aku mau tunggu sampe berangkat"


"yudah bye sayang" sambil mengacak rambut Nasya


"bye bye juga sayang"


"love you"


"love you to"

__ADS_1


Dan akhirnya Reyno pun memasuki mobil lalu beranjak pergi karna tidak bisa di tunda lagi, ini darurat sekali jika ada barang yang maka karyawan harus menggantinya, makanya Reyno pun tidak mau papah dah mama nya tau jadi uang kerugian itu Reyno yang akan membayar nya, Reyno memang anak baik dia tidak pernah membeda bedakan orang lain.


__ADS_2