Orang Yang Ku Suka Itu Suamiku

Orang Yang Ku Suka Itu Suamiku
BALAS DENDAM


__ADS_3

"Rey lo kenapa cemberut"


"gue takut Sila bales dendam ke Nasya Wil"


"udah lo tenang kalo dia berani kelar hidup nya"


"iya iya deh"


"yudah yuk ke kelas pasti para cewe udah di sana"


"a iya Rey bener" sitiba nya di kelas Sila sedang memikirkan apa yang harus dia bales pada Nasya dan akhir nya dia punya ide kalo Nasya alergi kepitin alhasil dia membeli baso kepiting


"mmmmm apa ya buat pembalasan dendam ke Nasya, Nin lo tau ga?"


"bentar bentar gue fikirin dulu"


"ah kelamaan, aha gue ada ide dia kan alergi yang nama nya kepiting nah di depan sana ada yang jual berbagai macam baso gimana kalo kita beli?"


"waah setuju tuh, yudah kita pergi yuk Sil"


"yuk, haha tunggu pembalsan gue Nasya" batin Sila sambil meninggalkan kelas


"Sil tapi kalo masih ada Reyno susah"


"kita liat aja nanti Reyno kan persiapan tuh buat nanti dia tampil band nah jadi tenang aja"


"oke deh"


"Hai by ngelamun aja,lagi mikirin apasih"


"lagi mikirin seseorang"


"siapa?" seketika mata Reyno pun langsung melotot Nasya menyadari itu dia langsung menjawab


"Reyno Arka Alexsander, haha"


"by kamu ini ya, iiiiih"


"ampun sayang, jangan dikeltikin geli aku"


"sekali lagi bilang ampun"


"iya ampun sayang ampun" mereka terus menjadi pusat perhatian dari teman teman nya


"eh by aku, Wili sama Ridho mau siapin alat alat buat kita tampil ya"


"oke aku ikut boleh?"


"gausah para cewe cukup disini, tau udah beres aja"


"makasih para cowo ganteng" ucap Nasya dan Luna seketika muka mereka memerah dan tak lama Sila datang


"eh Sya, sorry ya gue selalu gangguin lo terus"


"lo gasalah Sil?"


"galah Lun gue emang tulus minta maaf sama Nasya" tapi Nasya merasa aneh


"nah Sya gimana?"


"untuk sekarang gue fikirin dulu ya?"


"oh oke kalo gitu, tapi ini gue ada bakso udang kesukaan lo"


"ini lo serius?"


"iya ini buat lo, di makan ya pemberian dari gue"


"oke Sil" tanpa fikir panjang Nasya langsung memakan ya memang Nasya tau nya itu bakso udang padahal kepiting


"haha rasain lo Sya" Sila pun langsung pergi begitu saja


"duuuh, ko muka sama tangan gue gatel ya"


"Sya muka lo merah banget"


"lo serius muka gue merah, tangan gue juge merah"


"gue telpon Reyno ya?"


"jangan nanti dia khawatir, bahaya kan"

__ADS_1


"dari dia gatau lebih bahaya"


"terserah deh"


Via telpon


"kenapa Lun?"


"Nasya Rey"


"Nasya kenapa?" ucap Reyno di balik telpon dia panik


"pokonya lo kesini aja"


"iya iya gue kesitu"


Panggilan telpon terputus


"Rey lo mau kemana?"


"ke kelas, lo berdua handel dulu semuanya ya" ucap Reyno sambil berlarian tanpa menghiraukan jawaban dari kedua teman nya dan di perjalanan Reyno bertubrukan dengan Sila


"eh sorry sorry"


"Rey mau kemana ko buru" tanpa menjawab Reyno masih terus berlari memperdulikan ucapan sila dan benar saat Reyno melihat ke kelas teman sekelas nya sudah mengkrumin bangku Nasya


"eh sorry sorry guys"


"Rey hikhiks"Nasya pun menangis"


"by kamu kenapa ya ampun bisa merah merah gini, siapa yang lakuin ini sama kamu"


"tadiii" Nasya tidak menjawab


"tadi dia di kasih bakso sama si sila katanya sebagai tanda permintaan maaf nya dia, dan di bilang ini bakso udang, gue curiga ini kepeting"


"mana gue liat, Sila bener bener keterlaluan" Reyno pun melihat bakso yang di makan Nasya dan dia mencoba nya ternyata benar itu bakso kepiting


"by ya ampun kamu ga ngerasa ini bakso kepting" tapi Nasya hanya menggelengkan kepala nya


"Sila lo keterluan sumpah"


"Rey mending lo ke rumah sakit aja, anterin Nasya urusan Sila biar gue yang urus"


"kelar hidup gue, balik kantin lagi"


"lah kenapa Sil"


"udah gausah banyak ngomong".


Nasya dan Reyno pun tiba di rumah sakit, dan benar saja setiba nya di rumah sakit kata dokter dia alergi


"dok gimana, apa ini bisa ilang dengan cepat"


"bisa de, ini saya sudah menyuntikan antibiotik 2 jam lagi pasti ilang merah merah nya, lain kali kalo apa apa tanyain ya kamu alergi sama makanan apa aja"


"iya dok, apa saya udah boleh pulang"


"yusudah kalo gitu saya pamit, kalian boleh pulang"


"kamu gausah marah marah sama Sila ya"


"kenapa dia harus di kasih pelajaran"


"iiih jangan aku mohon jangan"


"oke oke, tapi rasa kesel aku sama dia gakan pernah ilang"


"hmmmm, ayo ke sekolah lagi"


"yudah kamu pake jaketaku ya"


"iya sayang"


"yuk, kamu bisa jalan kan?"


"bisalah lah, cuman tadi kamu langsung gendong gitu aja"


"aku panik by"


Reyno dan Nasya pun langsung pergi ke mobil dan selama di perjalan Reyno ingin rasa memarahi Sila tapi dia sudah janji pada Nasya, tidak akan memarahi Sila. Tak lama mereka sampai di kelas dan Reyno pun langsung mengantar Nasya ke kelas tapi tidak hanya di antar dia juga menjaga Nasya di kelas

__ADS_1


"by lain kali jangan ceroboh ya, kan kamu tau kalo Sila itu licik dia bakalan memghalalkan segala cara buat bales dendam"


"iya aku kira dia tulus minta maaf"


"tadi pagi aku udah punya firasat Sila pasti bales dendam"


"mmmm biarin deh semuanya udah terjadi kan"


"iya by, kamu emang bener bener baik"


"hehe masa sih, eh tapi jangan di bilang bunda sama ayah aku kaya gini"


"loh kenapa?"


"aku gamau mereka khawatir"


"iya iya aku gakan bilang"


"ohya nih minum dulu!"


"loh dari mana ini air minum ko tiba tiba ada"


"haha dari tas aku tadi, aku sengaja beli"


"ko gatau aku"


"ya kan pas kamu lagi jalan ke bangku kamu jadi aku jalan dulu ke bangku aku di ambil deh"


"iih kamu"


"yudah minum dulu tuh air nya"


"tapi ga di racun kan"


"sembarangan ngomong nya, gakan mungkin aku racunim minuman buat orang yang aku sayang"


"lebay haha" tawa Nasy tiba tiba datang Luna Wili dan Ridho yang langsung menanyakan kabar Nasya


"Sya gimana kabar lo?"


"udah baikan ko, gue udah di kasih anti biotik"


"lo gausah khawatir sila ya gue udah kasih pajaran dia, bareng Ridho sama Wili"


"pelajaran?"


"iya kasih pelajaran"


"kenapa? kalo dendam gausah di bales dendam"


"biar dia ngga kaya gitu lagi"


"hmmmm yadah"


Flasback on


"Silaaaaaa...."


"apaaan sih Lun, Wil, Dho"


"lo ga punya otak apa ya hah"


"apa maksud lo"


"lo tau ga Nasya sampe di bawa ke rumah sakit gara gara kelakuan lo, kalo Nasya sampe kenapa kenapa tanggung jawab"


"seserius lo Nasya sampe masuk rumah sakit"


"iy reyno yang bawa Nasya, pokonya kalo ada apa apa lo harus tanggung jawab dan harus ngakuin kesalahan lo"


flasback off


"terrus orang nya sekarang kemana?"


"entah lah ahaha" gelak tawa mereka dan itu membuat nasya pun langsung ikut tertawa dengan sahabat nya


"eh ko ketawa di atas penderitaan orang lain"


"biarin biar mikir dia hahaha"


"iya iya wkwkwkwk"

__ADS_1


Pada akhirnya mereka pun langsung tertawa terus menerus tanpa memperdulikan teman yang lain nya yang memperhatikan mereka. terus menerus, tapi mereka tidak peduli yang penting mereka senang


__ADS_2