Orang Yang Ku Suka Itu Suamiku

Orang Yang Ku Suka Itu Suamiku
KALAH CERDIK


__ADS_3

Setelag kejadian konflik kemarin Nanda tidak tinggal untuk mencelakai Nasya namun semua nya tak berjalan mulus yang sesuai dia rencanakan


"Ini saat nya gue bales dendam sama tuh cewek so, liat aja sekarang lo ga akan lolos lagi dari gue haha" umpat Nanda dalam hatinya merasa menang


"Hai Nan" panggil seseorang dari belakang nya


"Eh lo Sil, lo baru dateng" tanya Nanda pada Sila


"Iya nih gue baru dateng, eh gue ke kelas dulu ya ada tugas yang belum selesai" ucap Sila pada Nanda


"Ohiya hati-hati Sil" balas Nanda


"Gue tau lo mau bales dendam sama Nasya, liat aja lo ga akan bisa Nan"batin Sila yang pergi meninggalkan Nanda


Sementara itu Nasya dan Reyno sedang di parkiran akan menuju ke kelas nya dengan bergandengan tangan, dan saat sampai di koridor berpapasan dengan Nanda


"Sayaaang ayo" ucap Reyno sambil memengang tangan Nasya


"Iya ayo"balas Nasya membalas gengaman tangan Reyno


"Hai kalian berdua baru dateng" ucap Nanda pada Nasya dan Reyno


"Iya baru dateng apa urusan nya sama lo" balas Nasya dengan muke jutek


"Ga ada sih ga ada urusan nya, makin lengket aja lo berdua" ucap Nanda pada mereka berdua


"Ya lah kan Reyno tunangan gue ya jelas lah" balas Nasya sinis


"Haha liat aja lo Nasya gue bakalan bikin hiduplo menderita" batin Nanda


"Sayaang udah yuk ke kelas nanti keburu bel" ucap Nasya


"Oke, eh Nan gue ke kelas dulu ya" ucap Reyno pada Nanda


"Iya Rey" balas Nanda dengan senyuman terpaksa


...******...


Sesampainya di kelas Reyno dan Nasyapun duduk di bangku masing-masing namun saat Nasya duduk di hampiri oleh Sila untuk memberitahu agar hati-hati tidak gegabah dengan Nanda


"Sya" panggil Sila pada Nasya


"Kenapa Sil?" balas Nasya


"Inget lo harus hati-hati sama si Nanda, dia lebih jahat dari gue dulu, ini saat nya lo pake kecerdikan lo buat gagalin semua rencana dia" ucap Sila pada Nasya dengan hati-hati


"Oke lo tenang aja gue ada ide ko" ucap Nasya pada Sila dan membuat Luna penasaran


"Kalian tega ga bilang-bilang ya kalo rencanain sesuatu" ucap Luna pada Nasya dan Sila


"Hmmmm si Nanda cewe yang suka sama Reyno itu dia mau bales dendam ke gue" ucap Nasya pada Luna


"Apa..." ucap Luna dengan suara keras dan terdengar oleh semua orang termasuk Reyno dkk

__ADS_1


"kenapa lo Lun kaget banget" ucap Willi


"Alah Wil lo kaya gatau aja si Luna kalo lagi bahas sesuatu yang heboh suka gitu" balas Nasya pada Willi


"Iya dasar emang cowong haha" ucap Willi kembali dan membuat Luna menjadi marah


"Williiiiiiii" marah Luna pada Willi sambil menghampiri nya


"Reyno, Ridho tolong gue ada banteng ngamuuuk" ucap Willi yang masih mengejek Luna


"Bodo gue gamau ikut-ikutan" ucap Reyno dan si susul oleh Ridho


"Iya gue juga gamau ikutan" ucap Ridho juga


"Ah punya sahabat pada tega" ucap Willi yang memelas


...*******...


Bel istirahat sudah berdering itu tanda nya berati sudah memasuki waktu itu istirahat dan tak lama Nanda datang untuk menjebak Nasya namun sebenarnya Nasya sudah tau bahwa sedari tadi sudah ada Nanda di depan kelas nya sedang memperhatikan Nasya


"Guys kalian duluan aja gue ada urusan dulu" ucap Nasya kepada semua sahabat dan tunangan nya


"Ko ga bilang sama aku kamu ada urusan sayang" ucap Reyno tiba-tiba


"Urusan ke kamar mandi mau ikut kamu?" balas Nasya dengan tertawa kecil


"Eh ga deh ga jadi" balas Reyno malu dan membuat muka nya merah


"Ini saat nya gue beraksi si cewe tengil itu sekarang masuk perangkap gue" batin Nanda yang mungkin Rencana nya akan berhasil


"Sya inget lo liat se kekeling dulu dimana ada jebakan dari dia oke" ucap Sila yang memengingat pada Nasya,


"Oke lo tenang aja" balas Nasya


"Lo hati-hati" ucap kedua sahabat nya pada Nasya


"Ah disini aman gue simpen kamera kecil,yang tadi Sila kasih ke gue siapa tau dia disini kan" batin Nasya sambil memasuki kamar mandi yang kosong


"Nah target gue udah masuk ke kamar mandi kayanya, oke ini saat nya gue kunciin dia kamar mandi haha" ucap Nanda sambil tertawa jahat


"Eh siapa di luar, loh ko gue di kunci sih hey bukain gue" teriak Nasya pura-pura tidak tau


Dia ada ide jika terkurung di ruangan yang terkunci bisa memakai benda kecil untuk mencokel pintunya dan saat itu Nasya memakai jepit


"Ah kan kalo di novel-novel atau film bisa pake jepitan ya, apa sebaiknya gue coba" ucap Nasya dalam hatinya


"Hei Nasya sekarang lo ga bisa ngapain-ngapain ya di dalem haha" ucap Nanda jahat


"Please tolong bukain gue, apa salah gue" ucap Nasya dari dalam kamar mandi pada dia sedang berusaha membuka pintu


"Ah berhasil, gue pura-pura aja dulu deh belum kebuka" batin Nasya kembali


"Nanda please gue mohong bukain pintu nya, Nandaaa gue mohon" ucap Nasya sambil menggedor-gedor pintu

__ADS_1


"Lo mau gue bukain kunci nya, tapi ada syarat nya" ucap Nanda pada Nasya


"Serahin dulu Reyno ke gue baru gue bukain pintu nya buat lo" ucap Nanda kembali


"Oke tapi gue mohong bukain dulu pintunya" ucap Nasya di dalam


"Iya nih gue bukain, tapi ko gabisa di buka kunci nya" ucap Nanda bingung


"Sekarang lo yang kena Nanda" bain Nasya


Saat Nanda sedang sibuk dengan kunci pintu yang tidak bisa di buka, Nasya dengan cepat mendorong keras pintu dan membuat Nanda terjatuh di hadapan nya, itu semua membuat Nanda terheran-heran


"Lo bilang mau Reyno kan tadi" ucap Nasya dengan muka sinis


"Lo...lo kenapa bisa keluar pintunya kan ke kunci" ucap Nanda terbata-bata


"Bukan urusan lo" ucap Nasya dengan penuh muka marah


"Lo berani sama gue" ucap Nanda kembali dan sambil mengarahkan tangan nya pada Nasya


"Ya silahkan kalo lo berani" ucap Nasya kembail yang penuh keberanian dan diam-diam Nasya memukul pundak Nanda itu membuat nya kesakitan


"Nih ya, awww apa ini" ucap Nanda kesakitan dan saat Nanda kesakitan Nasya mengambil kemara kecil tadi dia langsung pergi ke kantin menyusul sahabat nya dan Reyno


"Haha enakan Rasanya Nan" tawa jahat kembali dari Nasya


"Sialan gue kalah cerdik dari dia, gue harus aduin kelakuan ke Reyno kelakuan tunangan nya" ucap Nanda


...*****...


Nasya pun telah sampai di kantin dan di meja nya sudah ada satu makan tidak ada pemilik nya, Nasya duduk di sebelah dan memberikan kemera kecil di tangan pada Sila


"Sya lo aman-aman ajakan?" ucap Luna yang memecahkan suasana


"Ya aman kenapa, kan dari kamar mandi" balas Nasya santai


"E..e..e tunggu itu yang tadi kamu kasih ke Sila" ucap Reyno pada Nasya


"Nanti kita liat aja di kelas itu apa jadi ga usah khawatir" balas Nasya pada Reyno dan datang lah Nanda mengadu pada Reyno


"Rey lo harus tau kelakuan tunangan lo" ucap Nanda tiba-tiba membuat nya melirik pada Nanda


"Maksud lo apa, tunangan gue kenapa" balas Reyno dengan penuh penasaran tapi aneh baginya


"Dia tadi mukul pundak gue keras banget sampe pundak gue sakit banget, padahal niat gue baik cuman mau nyapa sama kenalan" ucap Nanda yang banyak alasan membuat Reyno aneh dengan semua ini


"Sayang apa bener kamu lakuin sama Nanda, dia kan masih baru disini" ucap Reyno dengan hati bingung


"Terserah kamu Rey mau percaya sama aku dia, tapi nanti semuanya bakalan kebongkar dimana yang niat baik dan dimana yang berniat buruk" ucap Nasya pada Reyno dan langsung membuat Reyno terdiam


Reyno bingung isi kepalanya memeikirkan bahwa mana yang benar dan salah, begitu juga dengan Ridho dan Willi mereka juga ikut bertanya-tanya tapi lain hal nya dengan Luna dan Sila mereka berdua tau sudah tau kalo Nasya sudah menaklukan Nanda pertama kalinya dan membuatnya selalu memegang pundak nya terus menerus


kisah selanjutnya ada di ep selanjutnya ya

__ADS_1


__ADS_2