Orang Yang Ku Suka Itu Suamiku

Orang Yang Ku Suka Itu Suamiku
SALING MEMUJI


__ADS_3

dreeeeet dreeeeet suara telpon Nasya kembali bergetar


"Reyno"


*hallo Sya"


"bukan nya tadi niat kita latihan buat busana sekolah ya? ko malah ga jadi"


"eh iya ya Rey, kobisa lupa dan Luna sama Wili juga gada kerumah gue"


"loh terus mereka kemana, yudah kita sambungin sama mereka ya?"


"boleh juga*"


panggilan telpon menjadi be 4


"*hey lo berdua tadi kemana?"


"wkwkwkwk tadi gue sama Luna langsung pulang dan ga ikutin lo berdua"


"Wili lo parah ya"


"tapi kalian jadikan latihan busana sekolah nya"


"ngga Lun lupa gue jadi ngga latihan haha"


"lah ko bisa lupa" ucap Wili dan Luna


"karna cape, udah ngadepin nenek sihir"


"bener kita udah ngadepin nenek sihir"


"haha siapa nenek sihir"


"aha gue tau siapa, pasti Sila kan"


"seratus buat lo"


"eh jangan lupa ya minggu kita latihan band oke jam 8"


"oke siap"


"eh kan besok baru hari kamis, eh btw lo kan hari sabtu ultah kan Rey"


"iya Wil wkwkwkwk"


"lo gada gitu niat buat undangan kita semua"


"udah gausah risau kalian gue undang ko*"


"huhu"


"eh Nasya ko sepi dia kemana?"


"paling dia tidur he"


"eh Rey, Wil udah dulu ya gue mau tidur"


"iya oke"


"Rey gue juga mau nge game dulu"


"gue ikut, tar gue nyusul"


"oke"


Panggilan ber 4 terputus


"Sya selamat tidur ya,mimpi indah"


krik krik krik


...*********...


Ke esokan harinya Reyno sudah menunggu di rumah nya, dan saat Nasya sedang sarapan bersama keluarganya bel berbunyi


ting tong


"eh ada bel, siapa pagi pagi gini?" ucap ayah Nasya


"yudah bunda yang buka"


"eh temen nya Nasya ya" setelah membuka pintu ibunya Nasya langsung bicara begitu saja


"iya tante Nasya nya ada?"


"ada ko, yuk masuk dulu!"


"iya tante" Reyno sambil memancarkan senyuman nya


"bentar ya tante panggilin dulu Nasya nya" Reyno hanya mengangguk saja


"Sya ada temen kamu tuh"


"siapa bun, Luna?"


"bukan Luna dia cowo, bunda gatau namanya siapa"


"apa jangan jangan Reyno" batin Nasya


"hello Sya ko kamu bengong?"


"euh ayah gako yah"


"apa dia pacar kamu?"


"bukan ayah, ya udah aku samperin dulu aja deh"


"ehem"


"ayaaah apasih ih" ketus Nasya pada ayahnya karna di ledekin oleh ayah nya


"Reyno... ngapain lo se pagi ini dateng ke rumah gue?"


"eh Sya, maaf ya kalo pagi banget gue ksini"


"ya gapapa sih, tapi tujuan lo mau apa?"

__ADS_1


"mau minta anter ambil surat undangan ultah gue"


"oh yudah tunggu ya, gue ambil tas dulu" Tiba tiba ayah nya datang dan langsung meledek


"berati sekarang ayah gausah anter jemput kamu sekolah lagi dong kan udah yang anter jemput kamu"


"ayah apaan sih iih, dia itu temen Nasya"


"om" Reyno pun beranjak dari duduknnya dan mencium punggung tangan ayahnya Nasya


"ayah berangkat duluan ya Sya"


"terserah ayah" Nasyapun sambil memajukan bibir nya dan Reyno hanya menggelengkan kepala


"bun Nasya berangkat ya"


"sepagi ini Sya"


"iya soal mau anter Reyno ambil surat undangan"


"oh cowo itu namanya Reyno, loh undangan apa?"


"undangan ulang tahun aku nanti hari sabtu mau ke ulang tahun dia"


"oh yaudah, kamu hati hati ya"


"siap bunda aku berangkat"


"hati hati sayang"


"tante pamit ya"


"iya nak Reyno, jagain anak kesayangan tante ya jangan sampe lecet!"


"siap tante"


"bundaaaaa"


Saat di dalam mobil Nasyapun bertanya pada Reyno


"Rey ambil undangan nya kemana sepagi ini"


"hehe ke kantor papa ku, soalnya papa ku yang bikin"


"oke deh, ikut aja gue"


"jangan lupa dandan yang cantik"


"maksud lo"


"ngga ngga Sya"


"oh jadi menurut lo gue sekarangan ngga cantik apa?"


"eh lo cantik ko malah kaya putri turun dari kayangan"


"ah gombal lo pagi pagi"


"gue ga gombal tau"


"terus apa, gembel?"


"bagi gue, cowo yang tajir itu ga terlalu penting kalo masih bergantung ke orang tua dan materi itu yang ke dua yang pertama ketulasan rasa sayang jadi gue ga pandang fisik kalo ke cowo, apa lagi nanti yang udah jelas mau jadi calon imam gue"


"emang gue ga salah pilih ya" Reyno pun tersenyum


"eh maksud lo apa?"


"lo ga lupakan sama ucapan lo barusan?"


"ngga gue cuman menggambarkan aja"


"ya begitu pun gue, gue ga salah pilih ternyata selama ini masih banyak cewe yang sebaik lo dan se muliya kaya lo Sya, gue aneh kenapa cowo cowo di sekolah ga pada suka sama lo ya?"


"karna gue diem, ga banyak ngomong"


"itu semua ga menjamin Sya, justru cowo suka sama cewe yang pendiem, dari pada cewe centil"


"jadi lo?" langsung di potong oleh Nasya


"gue mengagumi semua yang lo punya dan gue suka itu, lo baik, cantik dan penyabar"


"eh dah mau sampe Sya" Nasya hanya terdiam saja


...********...


"eh tuan Reyno, mau ketemu pak Rafka ya?"


"iya papah saya ada?"


"ada tuan beliau sedang ada tamu"


"kole boleh tau siapa ya?"


"pak Andre"


"itu kan ayah, apa ini cuman kebtulan?" batin Nasya dalam hati


"oh ya sudah tadi saya sudah WA saya di izinkan masuk"


"baik tuan"


TOK TOK TOK


"eh Dre kayanya anak saya "


"oh yudah suruh masuk aja"


"eh Reyno, ini siapa?"


"ini temen sekelas Reyno namanya Nasya"


"kan bener dugaan gue itu ayah"


"loh loh Nasya?"


"kalian saling kenal?" ucap ayah nya Reyno

__ADS_1


"iya ini anak saya Raf"


"ya ampun ternyata selama ini anak kita se umuran ya?"


"iye bener"


"pah, Reyno mau ambil surat undangan buat ulang tahun Reyno"


"ohiya ini nak"


"pah, om maaf gabisa lama soalnya mau berangkat sekolah"


iya hati hati ya"ucap kedua ayah mereka


" Sya ayo"


"iya Rey"


"Sya bokap kita temenan apa ya?"


"gatau juga, gue kira Rafka itu bukan bokap lo"


"lah sama gue kira juga andre itu bukan bokap lo"


"eh Sya sumpah lo cantik banget, gue baru sadar"


"jelas gue kan cewe, lo juga ganteng ko"


"gue serius, kan gue cowo"


"gue juga serius" mereka tidak menyadari kalo sedang di perhatikan oleh karyawan pak Rafka


...**********...


" hey itukan Reyno ko bisa bareng Nasya?" ucap salah seorang siswa


"bener juga kata lo"


"hay guys kebetulan kalian lagi ngumpul, nih udangan buat kalian dateng ya ke pesta ulang taun gue hari sabtu"


"oke siap Reyno ganteng"


"Sya yuk lanjut lagi!"


"iya Rey"


"guys kebutulan kalian udah kelas ini gue mau kasih undangan ultah gue sabtu kalian dateng ya"


"ok Rey"


"aku di undang ga?"


"nih buat lo Sil, tapi inget jangan buat acara gue ancur"


"ya galah Rey"


"Rey gue simpen tas dulu ya"


"iya Sya boleh lo duduk aja dulu, ini biar gue aja"


"Sya lo udah pacaran sama Reyno?" tanya Luna pada Nasya


"mata lo gue pacaran sama Reyno ngga, gue temenan aja"


"tapi semua orang tau kalo lo itu pacaran sama Reyno"


"what serius lo"


"gue serius"


"pantesan tadi semua orang liatin gue sampe segitunya"


"lo ngaku aja"


"denger ya gue ga pacar sama Reyno, it cuman buat nge geretak si Sila aja"


"dikir, tapi pacaran beneran juga ga papa kali gausah pura pura"


"iiih lo ini ya Lun"


"haha ampun bos"


"eh Sya lo udah jadian ya sama Reyno wah selamat ya" ucap seorang siswa


"ah gara gara Reyno ini" batin Nasya


Jam pelajaranpun di mulai Nasya dan teman sekalas belajar, dan mereka belajar sangat serius sampe tak terasa waktu bel istirhat sudah berbunyi dan mereka semua bergegas ke kantin sekolah untuk makan atau membeli sekedar snack saja.


"Sya tumben lo ga makan nasgor?"


"oh gue lagi males aja, lagi pengen yang simpel"


"eh Sya dreskot lo ke ulang tahun Reyno mau pake baju apa nih?"


"paling dres warna maroon deh Lun, kalo lo"


"ya sesuai kesukaan gue dres pink"


"iya dah iya paham"


"Sya liat deh orang orang perhatiin lo terus dari tadi"


"udah sih biarin aja, gausah di liatin balik"


"Nasyaaa" seseorang memanggil nya


"apaa" Nasya pun nengok dan melihat ke sumber suara


"Reyno?"


"nanti temenin ya ke butik buat beli baju gue"


"nanti?"


"iya nanti pulang sekolah mau kan?"


"oh oke deh"

__ADS_1


"thanks ya Sya, gue ke kelas duluan"


"iya Rey".


__ADS_2