Pacarku Adalah Idolaku

Pacarku Adalah Idolaku
Ketidaksengajaan


__ADS_3

Besoknya Jungkook segera terbangun dan mendapati dirinya terlambat menuju gedung latihan tempat BTS berlatih skill dance. “Oh My God” teriak Jungkook melihat jam di ponselnya. Ia sudah telat selama 1 jam karena ia ketiduran. Bahkan para member banyak menghubungi Jungkook namun dirinya lupa kalau ponselnya sempat ia silent sehingga suaranya jadi tidak terdengar.


“Bodohnya diriku” ucap Jungkook langsung segera bangun mengambil handuk dan masuk kedalam kamar mandi untuk bersiap-siap.


Bau parfum menyengat menyelimuti ruangan kamarnya. Ia sudah rapi dengan pakaian dan sepatunya. Kini ia tinggal turun kebawah untuk mengendarai mobilnya supaya cepat sampai.


Jungkook segera tancap gas dengan cepat karena dirinya sudah sangat terlambat dan enggak enak dengan para hyungnya yang harus menunggu dirinya datang. Jungkook mengendarai mobil dengan tergesa-gesa. Ia tahu itu adalah hal yang berbahaya tapi mau bagaimana lagi, kalau ia tidak ngebut, bisa-bisa ia tidak latihan hari ini.


“Tring…tring…tring.” Ponsel Jungkook berdering, tampak seseorang menelponnya. Jungkook menatap ponselnya melihat siapa yang menelponnya. Ia pun segera mengangkatnya. “Yeoboseyo.” Ucap Jungkook sembari menyetir mobilnya.


“Heyy….kau dimana sih,  tidak ada kabar, dihubungi dari tadi ga diangkat. Apa yang kau lakukan? Kita udah nungguin dari tadi nih, bisa-bisanya kau menghilang.” Celoteh Jimin emosi. Jungkook menjauhkan ponselnya dari telinga karena Jimin berteriak cukup keras membuat telinganya sakit. “Iyaa, tunggu sebentar, dikit lagi aku sampai, lagi dijalan nih..”


“Jangan lama-lama, buruan kemari, yang lain udah pada ready.” Jelas Jimin. “Iyaa sebentar yaa…aku dikit lagi sam….” Jungkook yang tampak tidak konsen memperhatikan jalan sambil menelpon tidak sadar ada seseorang dari kejauhan. ‘Huaaaa’ teriaknya terkejut bukan main, BRUUK.’ Ia segera rem mendadak tepat didepan seorang gadis. Ia hampir saja menabrak gadis itu.


Suara telpon masih terdengar. Tampaknya Jungkook belum sempat mematikan telponnya ketika kejadian itu berlangsung. “Jungkook-ah, kau kenapa? Kau gapapa? Apa yang terjadi?” tampak Jimin menanyakannya melalui telpon, ia sangat khawatir takut terjadi apa-apa dengan adik bungsunya itu.


Jungkook tidak sempat menjawab telpon Jimin, ia langsung segera mematikannya karena dirinya sangat terkejut dan panik.


Jungkook mencoba mengatur nafasnya yang tidak karuan itu. ‘Apa yang terjadi? Apa aku udah gila ya? Aku hampir menabrak seorang gadis?’ Jungkook sangat panik dan takut kalau gadis itu kenapa-napa.  Ia memutuskan untuk keluar menemui gadis itu untuk meminta maaf atas kesalahan fatal yang ia lakukan.


Sebelumnya Jungkook mengambil topi untuk berjaga-jaga agar publik tidak mengenalinya. Ia pun membuka pintu mobil dan mencoba menghampiri gadis itu. Jungkook berjalan dengan hati-hati untuk melihat keadaan gadis itu. Jungkook mendekati gadis itu yang tampak terduduk lemas menghadap kearah mobilnya.


“Kau….ga…papa?” tanya Jungkook sedikit terbata-bata.


Gadis itu memegang dadanya dengan kedua tangannya. Wajahnya kelihatan pucat dan shock. Pikirannya tidak karuan, gadis itu masih menatap mobil Jungkook yang tepat berada di depannya.


“A…akuu…min..ta..maaf ya.” Ucap Jungkook sembari mengulurkan tangannya mencoba membantu gadis itu berdiri. Terlihat banyak sekali orang yang memperhatikan mereka berdua. Karena kejadian yang mencengangkan itu cukup menarik perhatian orang yang lewat disekitaran situ.


Gadis itu perlahan menatap Jungkook yang mengenakan topi, gadis itu tidak bisa melihat wajah laki-laki yang sudah membuatnya terjatuh lemas hingga membuat jantungnya seperti ingin copot.


“Heyyy, apa kau sudah gila? Aku hampir saja mati tahu.” teriak gadis itu masih terduduk dengan lemas. Gadis itu tidak terlalu banyak bereaksi, karena badannya masih terasa lemas dan kaku.


Jungkook menatap ngeri, namun ia beranikan diri untuk lebih mendekatinya. “Aku benar-benar minta maaf, ini adalah kecelakaan yang telah ku perbuat.” Jungkook menundukkan kepalanya dengan menyesal. Ia baru sadar gadis itu adalah seorang siswi SMA. Jungkook merasa terpukul karena hampir menabrak seorang siswi sekolah.


Gadis itu menerima uluran tangan Jungkook dan mencoba berdiri. Gadis itu masih terpaku diam ia tidak bisa berkata apa-apa. Jungkook yang sedang tergesa-gesa jadi bingung harus berbuat apa. Disatu sisi ia ingin segera pergi dari situasi ini karena memang dirinya sudah terlambat dan harus segera sampai, namun ia tidak tega melihat wajah gadis itu yang masih sangat shock dan kaget, wajahnya pun masih pucat.


Jungkook mengajaknya untuk duduk di tepi jalan.


“Mau aku ambilkan minum?” tanya Jungkook pada gadis itu.


Gadis itu tampak melamun lalu ia mengangguk. Jungkook pun segera kemobil untuk memberikannya air minum yang ia bawa untuk dirinya.


“Ini, minum dulu.” Jungkook segera memberikan botol minum itu.


Gadis itu meminumnya perlahan. Jungkook memandangi gadis yang tengah meminum airnya itu. Gadis itu segera menutup botol minumnnya dan memberikannya pada Jungkook. “Makasih.” Ucapnya sambil mengelap air yang masih tersisa dimulutnya.


“Ne?” Jungkook heran. ‘Kenapa ia tidak marah padanya? Padahal tadi jelas-jelas gadis itu memakinya? Tapi malah berterimakasih?’ pikir Jungkook aneh.


“Kau gak marah padaku? Bukankah tadi kau sempat berkata kasar memakiku? Aku benar-benar minta maaf karena hampir menabrakmu, aku tahu itu hal yang sangat mengerikan.” Jelas Jungkook sangat menyesal.


Jungkook menatap wajah gadis itu. ‘Eh tunggu dulu deh, kayanya aku pernah lihat gadis ini, tapi dimana ya’ pikir Jungkook lagi mengingat-ingat.


Gadis itu menatap Jungkook. “Aku tidak sengaja memakimu karena aku sangat shock dan terkejut ketika mobilmu melaju dengan cepat kearahku, untunya kau berhasil mengerem tepat waktu, kalau engga aku pasti sudah terbaring di rumah sakit.” Jelas gadis itu lirih.


Jungkook memikirkan hal itu, tapi ada benarnya juga. Untungnya ia cekatan langsung rem, kalau engga entah apa yang terjadi.


“Kalau gitu, aku antar kau pulang saja ya.” Usul Jungkook.

__ADS_1


Gadis itu menolak. “Aku bisa sendiri.” Ucapnya segera berdiri dari tempat duduk. Jungkook yang merasa ia harus bertanggung jawab karena telah membuat gadis itu celaka merasa ini bukan hal yang tepat.


Jungkook menarik lengan gadis itu. Gadis itu tertarik kearah Jungkook, mata mereka berdua bertemu. Gadis itu terkejut dan segera menutup lengannya. “Omo,” ia masih shock menatap mata Jungkook.


Jungkook memiringkan kepalanya heran. “Ada apa?” tanyanya bingung karena gadis itu tampak terkejut melihat dirinya. Jungkook kembali berfikir. ‘Apa jangan-jangan ia mengenali Jungkook sebagai idol?’ pikirnya.


“Kau tau aku?” tanya Jungkook lagi.


Gadis itu menatap tajam Jungkook.  “Kauu….Jeon Jungkook?” ucap gadis itu sedikit berbisik.


Jungkook melongo, ia tidak tahu gadis itu akan mengenalinya, padahal ia sudah memakai topi, oh iyaa ia lupa kalau mereka sempat bertatapan.


Jungkook menaruh telunjuknya ditengah bibir. “Ssst..jangan bilang siapa-siapa ya, ini rahasia.” Jelasnya.


Gadis itu menjadi salah tingkah karena ia tidak tahu harus berkata apa. Ternyata yang menabraknya itu seorang idol terkenal Jeon Jungkook.


“Aku sedang terburu-buru karena ada jadwal yang cukup padat, jadi aku akan mengantarmu dulu lalu ketujuan ku, bagaimana? Supaya aku merasa lega sudah bertanggung jawab atas kelalaianku.” Terang Jungkook bijak.’


Gadis itu kemudian mengangguk mengiyakan. “Kau bisa mengantarku ke SMA Eunsang.”


“SMA Eunsang?” ucap Jungkook memastikan. Oh iya, ia lupa kalau gadis itu memakai seragam sekolah.


“Yup, sepertinya sudah mau telat.” Ucap gadis itu sembari melihat jam ditangannya.


Jungkook pun mengajak gadis itu masuk kedalam mobil.


Jungkook segera menancap gas untuk mengantar gadis itu.


“Aku boleh bicara?” tanyanya menatap Jungkook yang sedang menyetir.


“Ya, silahkan.”


Jungkook segera menengokkan kepalanya kearah gadis itu. Ia mengernyitkan dahinya menatap wajah gadis itu. “Sama sekali tidak, memangnya kita pernah bertemu?” tanya Jungkook memegang setirnya.


Gadis itu menyilangkan kedua tangannya. “Heyy, bagaimana kau bisa sudah lupa? Kau kan yang menyelamatkanku. Aku merasa sudah diselamatkan olehmu dua kali, walau yang kedua kau hampir membunuhku.” Jelasnya tertawa kecil.


Jungkook mengangkat alisnya bingung. “Kau….aku pernah menyelamatkanmu sebelumnya?” Jungkook berfikir sejenak.


‘Apa jangan-jangan gadis itu..’


‘BRUK’ Jungkook rem mendadak. “Heyyyy, kau ingin membunuhku ya? Kenapa kau kebiasaan sekali sih ngerem mendadak seperti ini? Bikin gila saja.” Omel gadis itu kesal dan takut dirinya akan kenapa-napa lagi. Ia bahkan tidak sadar sudah mengomeli seorang idol papan atas.


Jungkook menatap tajam gadis itu yang masih mengomelinya. “Kau….kau Yuna?” tanya Jungkook bertekad. ia samar-samar mulai mengenali wajah gadis itu. Jungkook memang tidak bisa mengenali setiap wajah wanita yang ia temui, karena job nya sebagai idol menjadikannya harus bertemu dengan banyak orang, dimana ia tidak bisa mengingat wajah mereka satu per satu.


Gadis itu membuka mulutnya melongo. “Kau…kau mengenaliku?” gadis bernama Yuna itu tersenyum lebar, ia sangat senang mengetahui idolanya mengenalinya untuk kedua kali.


“Bagaimana kau tahu namaku?” tanya Yuna. Ia bahkan belum sempat mengatakan namanya ketika bertemu Jungkook sebelumnya.


“Ahh….aku lupa memberitahumu, kalungmu ada padaku. Kalung yang bertuliskan ‘YUNA’.”


‘Kalung? Ah….aku baru ingat, kalungku tidak ada.’ Batin Yuna memegang lehernya. Bagaimana bisa ia lupa kalung itu tidak menempel dilehernya, padahal kalung itu sangat berharga untuknya. Ia merasa dirinya sudah teledor menghilangkan barang yang sangat berharga itu, tapi untungnya kalung itu tidak hilang di tempat yang tidak diketahui. Ia senang mengetahui Jungkook yang menemukannya. Ia bahkan membayangkan kalung itu dipegang Jungkook dan ditaro di tempat yang aman dan pastinya spesial. Mata Yuna menatap keatas membayangkan scenario yang ia buat sendiri. ‘Seperti dalam sebuah drama saja.’ Batin Yuna senyum sendirian.


“Tapi…bagaimana bisa ada padamu?” ujar Yuna menopang dagunya.


“Entahlah, terjatuh begitu saja.” Terang Jungkook mengangkat kedua bahunya.


“Mencurigakan.” kata Yuna menunjuk Jungkook yang masih menyetir.

__ADS_1


“Heyyy…..apa maksudmu? Kau pikir aku sengaja mengambil kalungmu itu? Aku tidak melakukan apapun tahu.” Jungkook menyela ia tidak mau dituduh yang aneh-aneh.


“Mungkin saja kan.” Ledek yuna nakal. Jungkook menatap Yuna sedikit jengkel. “Aish…terserah apa katamu lah, yang jelas aku tidak berbohong.” Jungkook mengalah.


Yuna tertawa puas. “HAHAHA….yauda sekarang mana kalungku, ayo cepat kembalikan.”


Jungkook memegang celananya, namun tidak ada dicelananya. “Coba kau cari ditasku.” Ucap Jungkook menunjuk tasnya dibelakang.


Yuna segera mengambilnya. Ia menggeledah isi tas Jungkook namun tidak menemukannya. “Tidak ada.” Jelas Yuna masih mencari-cari sampai kedalam. “Yang benar? Terus dimana ya” pikir Jungkook.


“O…iyaa, aku masih menaruhnya di lemari kacaku.” Ujar Jungkook mengingat-ingat.


Yuna memanyunkan bibirnya. “Heyy, kenapa kau ga bilang? Aku sudah menggeledahnya sampai dalam tahu.” Ucap Yuna bete. ‘Tuh kan benar, pasti ditaro di tempat yang spesial.’


Jungkook tertawa kecil. “Sorry, aku lupa.”


Tring…tring….tring ponsel Jungkook berdering. “Ponselmu bunyi tuh.” Tunjuk Yuna.


Jungkook segera mengangkatnya. “Jeon Jungkook, kau dimana? Kau tidak apa-apa?” terdengar suara laki-laki tampak khawatir dari ponsel Jungkook.


“Ne, aku baik-baik saja, aku lagi dijalan, aku minta maaf sudah membuat kalian menunggu lama.” Kata Jungkook merasa tidak enak.


“Ya sudah, berkendaralah dengan hati-hati ya, jangan terburu-buru, keselamatanmu adalah yang terpenting.” Nasihat hyungnya.


Jungkook mengangguk mengerti.


“Jungkook-ah, jangan lupa kau punya hutang padaku.” Suara seseorang yang tampak tidak asing di telinga Yuna. ‘Eh tunggu deh, itu kaya suaranya siapa ya’ terka Yuna bertanya-tanya.


Jungkook segera mematikan ponselnya. “Itu siapa?” tanya Yuna penasaran.


“Oh…itu para hyung.”


“Apa suara laki-laki diakhir itu adalah Kim Taehyung?” tanya Yuna memastikan.


Jungkook menatap Yuna sambil memiringkan bibirnya. “Iyap betul, kenapa?”


“Hmmm…aku, apa boleh aku ketemu sekali dengan Taehyung oppa?” tanya Yuna sedikit ngeri.


“Taehyung oppa? Kenapa kau memanggilnya begitu?” larang Jungkook sebal.


“Ahh…itu karena aku merasa dekat dengannya.”


Jungkook tertawa kecut. “Sejak kapan kau dekat dengan Taehyung hyung, kau bahkan tidak pernah bertemu dengan dia.”


“Itu karena kau, aku jadi merasa dekat dengan member BTS.” Jelas Yuna.


Jungkook hanya mengangguk-angguk masih tertawa kecil.


Mereka pun akhirnya sudah sampai didepan sekolah Yuna yaitu SMA Eunsang.


“Ini sekolahmu?” tanya Jungkook menatap sekitar.


“Yup betul, sebaiknya aku masuk dulu karena sepertinya aku sedikit telat.” Ucap Yuna melihat sekitar yang tampak sepi, ia tidak terlihat siswa dan siswai berkeliaran disekitar sekolah.


“Oiya, kau masih harus mengembalikan kalungku. Untuk berjaga-jaga aku akan memberikan nomorku, ini tolong simpan ya dan jangan lupa hubungi aku jika kau ada waktu luang, karena kalung itu sangat berharga untukku.” Yuna segera berjalan menuju gerbang sekolah dengan melambaikan tangannya kearah Jungkook.


Jungkook memperhatikan langkah Yuna sampai ia menghilang dari kejauhan. Itu adalah pertemuan kedua mereka yang tidak disengaja.

__ADS_1


‘Apakah ini adalah garis takdir yang sudah ditentukan, atau memang ketidaksengajaan yang terjadi membuat mereka berdua bertemu kembali hingga menjadi semakin dekat dari waktu ke waktu. Hal seperti ini hanya terjadi di dalam sebuah drama, tapi jika kita menginginkannya apa bisa menjadi kenyataan yang mustahil?


__ADS_2