Pacarku Adalah Idolaku

Pacarku Adalah Idolaku
Sekolah


__ADS_3

Yuna telah sampai di sekolah. Ia segera berjalan riang menuju kelas. Hari ini suasana hatinya sangat bagus. Wajahnya juga tampak ceria dan bersemangat. ‘Apakah ini karena efek semalam?’ tanyanya dalam hati. Ia segera duduk dibangkunya melamun memikirkan kejadian semalam yang membuatnya memikirkan hal yang tak karuan, jantungnya masih saja berdebar walau hal itu telah berlalu. Ia segera menepuk pipinya. ‘Apa yang ku pikirkan? Aku sudah gila pasti’ batinnya.


“Heyyyyy, Yunaaaa….” Teriak seseorang dari luar kelas. Yuna menghela nafas. Ia sudah tau kalau itu suara mijoo yang berisik abis. “Wae? Berisik banget tau, ganggu ketenangan aja deh.” Dengus Yuna kesal.


“Kau harus lihat, BTS comeback mereka ngeluarin album baruu, pokoknya kita harus beli.” Ucap Mijoo menunjuk mv comeback BTS di ponselnya dengan bersemangat.


Yuna menatap ponsel Mijoo dan menatap wajah Jungkook di mv itu, ia jadi membayangkan kembali kejadian dimana dirinya bertemu langsung dengan Jungkook seorang anggota boyband terkenal yang menjadi dambaan bagi semua cewe. Namun Yuna tidak mau membicarakan hal ini kepada teman-temannya karena dirinya tidak siap jika temannya menertawakan dan mengatakan bahwa ia hanya bermimpi lalu mengejeknya. Ia sudah sangat bisa membayangkan reaksi teman-temannya itu.


“Eh beneran BTS udah ngeluarin album ya?”


“Iya, emang kau ga lihat info apa?”


“Aku jarang buka, sekarang aku ga terlalu fanatic tapi tetap ngikutin mereka.” Ucap salah satu cewe dikelas Yuna.


“Kemarin aku nonton press conference mereka, sumpah ya Jungkook ganteng banget gakuat ihh.”


“BTS emang ganteng semua, tapi Taehyung paling menggoda.”


“Aku suka banget sama konsep comeback mereka, keliatan semua member punya ciri khas masing-masing.”


Kelas menjadi ramai dan berisik karena para anak cewe termasuk Yuna membicarakan kpop, yang dimana anak-anak cowo tidak begitu suka dan menganggapnya sebagai boneka suruhan agensi yang mencoba menggaet banyak fans.


“Stop stop yaaa tolong jangan ribut, kalian tuh ya ngerumpiin kpop mulu yang udah jelas mereka gak kenal ama kalian, ngapain sih diributin.” Ucap Soobin yang membuat suasana menjadi hening.


Yuna menatap Soobin tajam. “Kau kan memang enggak suka, jadi lebih baik diam saja. Kita disini sebagai fansnya tahu. Jangan asal melihat covernya saja tapi liat dalamnya juga bagaimana perjuangan mereka mencapai titik tertinggi, itu semua enggak mudah pasti ada plus dan minusnya. Tolong dimengerti.” Yuna membalas ucapan Soobin dengan sedikit ketus. Ia sebal kalau ada orang lain yang menjelekkan kpop, karena bagi Yuna mereka bukan sekedar manekin berjalan yang bertugas menghibur fans tapi juga mereka seorang pekerja keras yang berlatih berjam-jam tiada henti. Itu semua patut diberikan penghargaan atas kerja keras yang mereka telah capai. Saat itu juga Soobin terdiam.


Sebenarnya Yuna sudah tau kalau Soobin emang tidak menyukai kpop, bahkan dulu Yuna pernah memintanya untuk menemaninya membeli barang-barang kpop, tampak Soobin yang tidak mengerti dan tidak bersemangat karena itu memang bukan hal yang ia sukai. Tapi seharusnya ia tidak memperlihatkan ekspresi seperti itu, Yuna jadi merasa bersalah mengajaknya ketempat yang tidak membuatnya senang. Sejak itu Yuna jadi lebih sering minta ditemani teman cewenya karena para cewe biasanya suka kpop. Terutama Mijoo teman dekatnya itu yang udah lebih gila dari Yuna, bisa dikatakan Mijoo standby mantau pergerakan kpop dimana pun ia berada. Terutama BTS, ia enggak mau ketinggalan satu informasi apapun terkait kpop apalagi BTS, dimana biasnya adalah Jimin yang selalu menggoda hati wanita dengan keseksiannya diatas panggung.


Anak-anak cewe yang lain tampak bangga dengan ucapan Yuna. “Yuna kau keren, Soobin iri kali kalah saing tuh ama member BTS.” Celetuk Sanghwa teman kelas Yuna sambil tertawa nakal.


Yuna tertawa kecil.


“Bisa jadi, tapi Soobin ga kalah ganteng kok.” Ucap Nari salah satu teman Yuna.


Mijoo tertawa terbahak-bahak. “Jadi kau membela Soobin?” tanya Mijoo masih tertawa. “Memang kenapa? Emang dia cakep kok kalau dari sudut pandang orang biasa.” Balas Nari memastikan. Ia menatap wajah Soobin sambil tersenyum.


“Hey Hey, apasih yang kalian bicarakan?” celetuk Lucas tiba-tiba berbicara depan pintu kelas.


“Eh ada sohibnya, bubar…bubar.” Teriak salah satu cewe.


Lucas berkacak pinggang. “Lagi ngomongin apaan sih? Serius amat dah cewe-cewe.” Katanya penasaran.


“Bukan apa-apa, udah yuk kembali ke posisi masing-masing, kelas udah mau dimulai.” Kata Yuna mengingatkan.


Bel istirahat berbunyi. Yuna ke kantin bersama Mijoo. Mereka berdua mengambil nomor antrian untuk makan siang. "Hey, sepertinya hari ini banyak yang mengantri ya" kata Mijoo menunjuk antrian. Yuna mengangguk setuju. "Aku nitip nomor antrianku dulu ya, aku harus ke toilet" ucap Yuna tergesa-gesa.


Yuna mencuci tangannya di wastafel. Menatap wajahnya di sebuah kaca besar. Kembali menepuk kedua pipinya. Masih tidak percaya dengan kejadian semalam. "Ahhhhhhhhhh" Yuna berteriak kegirangan seperti orang gila. Untungnya sedang tidak ada orang di toilet.


"Udah gila aku" sembari berbicara didepan kaca. Kemudian Yuna segera keluar dari toilet.


Mijoo masih mengantri makan siang.

__ADS_1


"Apa masih lama? Tanya Yuna memastikan. "Entahlah" balas Mijoo sembari memegang ponselnya.


Siang itu cuaca sangat dingin, mungkin karena efek semalam turun salju. Walaupun sudah mengenakan jaket tebal tetap saja rasanya sangat dingin sampai menusuk tulang.


Akhirnya mereka pun selesai mengantre dan mencari kursi kosong untuk makan siang. “Yuna, apa menurutmu kau tidak keterlaluan pada Soobin?” tanya Mijoo sembari mengunyah makanannya.


“Hah? Keterlaluan apa?” tanya Yuna bingung.


“Ucapanmu tadi, aku tau kita cewe-cewe emang suka kpop, tapi dia kan cowo, pasti ga terlalu suka.” Balas Mijoo menatap Yuna yang tengah menyeruput minumannya.


Yuna menghela nafas. “Kau yakin Soobin marah? Paling juga nanti dia kesini nyamperin kita, lihat aja.” Yuna segera melahap makanannya tanpa berfikir panjang.


Tiba-tiba 2 laki-laki datang nyamperin mereka berdua.


“Yuna, kita duduk disini ya, kursi lain udah penuh.” Lucas menunjuk kursi-kursi lain.


Yuna mengangguk. “Duduk saja.”


“Eh Soobin mana?” tanya Mijoo menatap sekeliling.


Jeno menggelengkan kepalanya. “Entahlah, dia lagi dikelas, ga nafsu makan katanya.”


“Kenapa sih dia? Padahal tadi pagi dia baik-baik aja.” Terang Lucas sambil mengunyah makanannya.


“Bukannya habis berantem dengan Yuna ya.” Celetuk Jeno menatap Yuna yang sibuk makan.


“Soobin emang biasa gitu kan?” ucap Lucas tidak heran.


Yuna segera berdiri. “Eh kau sudah selesai makannya?” tanya Lucas menatap Yuna.


Yuna mengangguk. “Aku mau ke kelas.”


Terlihat Soobin yang sedang tertidur dikelas sendirian. Yuna mencoba menghampirinya. “Soobin-ah.” Kata Yuna pelan. Soobin tidak merespon. Yuna mencoba kembali membangunkannya. “Soobin-ah.” Ucapnya dengan sedikit keras. Soobin masih saja diam tak menjawab. ‘Apa dia tidur beneran?’ pikir Yuna dalam hati. Yuna pun mencoba jurus andalannya ketika membangunkan oppanya. Ia melakukan pemanasan menyatukan kedua tangannya kedepan, memanaskan otot lehernya sambil menggelengkan kepala kekanan dan kekiri, ia  bersiap untuk melakukan serangan.  ‘Lihat saja kau Soobin’


Yuna segera mengangkat tangannya untuk memukul Soobin yang tak kunjung bangun. “Hiyaaaaa….” Teriak Yuna kencang. Plak terdengar suara bunyi yang cukup kencang.


“Aaaaaaaaa….” Soobin teriak kesakitan. “Siapa yang…mela-“ belum selesai Soobin bicara ia sudah melihat Yuna dihadapannya. Soobin menatap tajam Yuna. “Hey, apa yang kau lakukan? Kenapa kau memukulku?” Soobin meledak. Yuna menyeringai ketakutan. ‘Seharusnya aku tidak melakukan ini’ batinnya merasa bodoh.


‘Pokoknya kabur dulu deh’


Yuna segera berlari keluar kelas, ia takut Soobin akan membalasnya. Terlihat dari kejauhan Soobin segera mengejar Yuna yang lari tergesa-gesa. Ia bahkan hampir menabrak seseorang didepannya karena tidak bisa fokus, matanya terus menengok kebelakang.


Mijoo, Lucas, dan Jeno melihat Yuna yang tengah berlari dengan kecepatan super.


“Kenapa dia lari seperti itu?” tanya Mijoo heran.


“Kaya dikejar monster aja.” Ucap Lucas sambil menyeruput minumannya.


Jeno menatap kebelakang. “Lihat itu, Soobin mengejarnya, emang dia ngelakuin apa sampai Soobin mengejarnya?” Jeno menatap kedua temannya. Mereka pun tidak paham, tapi mereka pikir mungkin Yuna sudah baikan dengan Soobin.


Yuna berlari menuju taman. Ia sudah kehabisan nafas, ia berhenti dan menggubrakkan dirinya ke rumput yang ada ditaman. Ia melihat Soobin mendekat padanya.

__ADS_1


“Soo…bin-ah, a..a..ku minta maaf. I…tu hanya keisenganku saja.” Ucap Yuna terbata-bata ia kesulitan mengatur nafasnya karena lari tak karuan.


Soobin tersenyum menatap Yuna. Yuna mengernyitkan dahinya. ‘Kenapa dia senyum? Aneh banget’


Soobin mengulurkan tangannya mencoba membantu Yuna berdiri. Yuna segera merespon tangan Soobin. “Kau sengaja ya?” tanya Soobin sembari memberikan minuman botol pada Yuna.


“Apa?” tanya Yuna segera meneguk minumannya itu.


“Kau pikir aku marah padamu?” tanya Soobin menatap mata Yuna. Yuna menatap balik Soobin. “Eh…kau” Yuna belum selesai bicara tapi Soobin sudah memotongnya. “Aku enggak marah kok, jadi santai aja. Aku cuma malas kekantin karena aku tidak lapar.” Bisik Soobin.


‘Jadi selama ini ia ditipu sama Jeno dan Lucas, dasar bocah nyebelin. Aku kemakan tipuan mereka.’ Dengus Yuna dalam hati.


“Tapi tadi kenapa kau memukullku? Apa salahku?” tanya Soobin heran, bahkan kepalanya masih sedikit terasa sakit.


“Ah…itu, itu karena kau tidak bangun-bangun. Aku sudah berbicara pelan tapi kau tidak merespon, jadi aku pukul saja. “ celetuk Yuna dengan emosi.


“Ah begitu.” Soobin masih memegang kepalanya yang terasa sakit oleh pukulan Yuna.


Yuna jadi merasa kasihan. “Apa masih terasa sakit?” tanya Yuna memegang kepala Soobin. Ia mengelus kepala Soobin dengan lembut. “Kita ke uks aja ya.” Tawar Yuna khawatir. Soobin tertawa geli. “Ini bukan luka yang parah, kenapa kau jadi serius banget?” Soobin memiringkan kepalanya dihadapan Yuna. Yuna jadi sedikit salah tingkah. “Yauda kalau gamau, aku mau balik aja ke kelas.” Yuna segera berjalan menuju kelas dengan terburu-buru. “Lho….kok tiba-tiba pergi.” Soobin segera berlari mengejar Yuna yang terlebih dahulu pergi.


Bel pulang sekolah telah berbunyi. Saat itu Yuna tengah berbincang-bincang dengan teman cowonya.


“Hey, Lucas, Jeno kalian memang patut diacungi jempol ya.” Ucap Yuna kesal.


“Ada apa emang?” tanya Jeno sembari menatap Lucas.


“Kalian mengerjaiku ya, padahal Soobin enggak marah, tapi kalian memancingku agar terlihat aku bersalah, dasar menyebalkan.” Yuna menatap kesal pada keduanya.


“Aku memang sengaja melakukannya supaya kalian tidak canggung, masa cuma karena kpop pertemanan kalian jadi jaga jarak sih.” Jelas Jeno. “Intinya kan sekarang udah baikan, mending ayo ajak Soobin juga kita seru-seruan.” Teriak Lucas.


“Seru-seruan?” tanya Yuna lagi.


"Masa kau gatau si.” ujar Lucas menengok ke arah Yuna.


“Kau mau ketempat yang aneh ya?” tanya Yuna curiga.


“Kau pikir aku cowo macam apa, ckckck...aku tidak pernah melakukan hal yang aneh-aneh ya.” Ujar Lucas meyakinkan bahwa dirinya adalah cowo yang masih suci bersih.


“Gini aja deh, gimana kalau sekarang kita ke tempat karaoke?" ajak Lucas kepada Yuna dan Jeno.


"Ide yang bagus, sudah lama sekali tidak ketempat karaoke" ujar Jeno menanggapi.


"Sepertinya seru" balas Soobin dari kejauhan.


Yuna terkejut dengan kehadiran Soobin yang tiba-tiba itu.


“Kenapa kau disini?” tanya Yuna menatap Soobin heran.


“Aku diajak oleh mereka berdua, jadi aku gabung saja daripada gabut dirumah.” Jelas Soobin tersenyum simpul.


Yuna mendengus sebal, tapi ia tidak bisa berkata apa-apa lagi selain menuruti teman-temannya itu.

__ADS_1


__ADS_2