Pacarku Adalah Idolaku

Pacarku Adalah Idolaku
Hukuman pt 2


__ADS_3

Yuna yang menyadari sikap miss Yuri sangat disiplin dan galak. Ia segera


jalan cepat menuju mejanya. Yuna segera membungkukkan badannya dihadapan miss


Yuri. Ia mencoba tersenyum ramah. Miss Yuri menatap Yuna dengan malas. “Aku


akan memberikanmu hukuman lagi karena telah mengacaukan pembelajaran, jadi kau


harus membuat essai 100 halaman ditulis tangan kumpulkan dalam waktu 3 hari.


Yuna membelalakkan matanya kaget. ‘Hah buat essai 100 halaman dalam waktu 3


hari? Udah gila kali ya, sehari aja gaakan nyampe 20 halaman, tangan udah pasti


mau patah rasanya’ batin Yuna ngedumel.


“Tapi miss, bukankah itu terlalu cepat waktunya?” bantah Yuna menatap ngeri


miss Yuri. “Jadi kau mau membantah perintah saya? Kau itu kan hanya murid yang


menuruti perintah guru, kalau kau melakukan kesalahan sudah seharusnya saya


memberikan kamu hukuman yang sesuai dengan perbuatanmu.” Jelas miss Yuri dengan


nada ketus.


“Ta..tapi saya tidak melakukan perbuatan yang merugikan sekolah dan hanya


bersuara dengan kencang, kenapa hukumannya berat seperti ini?” Yuna tidak


berhenti membantah ucapan miss Yuri hingga membuat miss Yuri meledakkan


emosinya.


“Kau membantah terus ya perintah saya, keliling lapangan sekarang 50


putaran, jangan balik kalau kau belum selesai, miss akan mengawasimu dari


sini.” teriaknya mengeluarkan nada emosi. Yuna mendesah. Ia merasa bodoh segala


membantah perintah miss Yuri, dengan berat hati ia segera meninggalkan ruang


guru dan berlari menuju lapangan untuk menerima hukuman.


‘Seharusnya aku diam saja gausa terlalu banyak adu mulut’ pikirnya menyesali


ucapannya yang membuatnya menderita seperti ini. Yuna pun segera berlari menuju


lapangan dimana cuaca sedang terik-teriknya, matahari bersinar sangat terang


membuat Yuna kepanasan dan gerah. ‘Aduh panas banget’ keluh Yuna masih berlari


sendirian dilapangan. Terlihat banyak siswa dan siswi dari atas dan bawah


menonton Yuna  yang tengah berlari sendirian di lapangan. Sejujurnya itu


adalah momen yang sangat memalukan untuknya. Dalam sekejap dirinya menjadi pusat


perhatian semua orang dimana itu adalah waktu istirahat bagi para siswa dan


siswi.


Yuna tidak peduli dan tetap melanjutkan hukumannya yang sangat melelahkan


itu. Yuna ngos-ngosan berlari cukup lama, ia baru mencapai 10 putaran, tapi


badannya sudah tidak kuat lagi. Yuna memang memiliki fisik yang cukup lemah dan


ia mudah lelah dalam situasi yang membuatnya terlalu banyak mengeluarkan


tenaga.


Saat itu Soobin melihat Yuna dari kejauhan. ‘Oh….itu Yuna kan? Ngapain dia


disitu lari-lari sendirian? Cuaca juga panas banget, cari mati apa dia ya’


batin Soobin heran. Soobin segera menghampiri Yuna yang masih berlari pelan.

__ADS_1


“Yunaaa” teriak Soobin menghampirinya. Yuna yang seluruh badan dan wajahnya


basah dipenuhi keringat menengok kearah Soobin. “Oh…hey Soobin.” Ucapnya lemah.


“Kau ngapain panas-panasan disini? Udah makan siang belum?” tanya Soobin


menatap khawatir Yuna. “Ah….aku belum nih, aku dapat hukuman dari miss Yuri


jadi aku harus melakukannya.” Jelas Yuna tersenyum lemas. “Hah? Kau mendapat


hukuman? Bukankah tadi miss Yuri hanya menghukummu di luar kelas? Kok sekarang


sampai seperti ini? Berarti tadi kau ke ruang guru mendapat hukuman lagi dari


dia?" tanya Soobin bertubi-tubi, ia tidak berhenti bertanya dan


mengkhawatirkan kondisi Yuna..


“Aku juga tidak tahu, mungkin ini kesalahanku karena terus membantah


perintahnya.”


“Soobin, aku lanjut lari lagi ya, soalnya aku harus segera menyelesaikan 50


putaran, sekarang tinggal 38 putaran lagi.” Ucapnya lirih sambil berjalan pelan


mengelilingi lapangan.


Soobin membelalakkan matanya. “Apa? 50 putaran? Sudah gila ya, itu kan


banyak banget, mana mungkin kau bisa nyelesain putaran itu sampai 50.” Soobin


yang tidak percaya dan kesal dengan hukuman yang miss Yuri berikan pada Yuna


membuatnya jadi emosi tapi disatu sisi ia sangat khawatir kalau Yuna akan


kecapean dan sakit karena melakukannya terlalu keras seperti itu.


Soobin pun segera berlari mengejar Yuna dan menemaninya berlari bersama.


Soobin mengejar Yuna hingga mereka berlari sejajar. Yuna menengok kesamping


lakukan?” tanya Yuna bingung.


“Aku akan menemanimu menjalani hukuman.” Jelasnya tersenyum simpul. Yuna


memukul pundaknya. “Hey, gak usahh, kau kan enggak bersalah, untuk apa


membantuku?”


“Hmm….gaada, cuma gabut sih.” Ucap Soobin mengedipkan sebelah matanya. Yuna


pun tertawa geli melihat tingkah random Soobin. Berkat kehadiran Soobin ia jadi


tidak merasa lelah dan capek karena ada teman untuk berbincang.


“Oh iya, mengenai Lucas, aku sudah bertemu dengannya, tapi ia gak tau kalau


kau sedang menjalani hukuman.” jelas Soobin.


“Ah….bocah itu menyebalkan, semua karena dia aku jadi seperti ini, setelah


hukumanku selesai aku akan langsung menemuinya untuk membantuku menyelesaikan


essai yang miss Yuri perintahkan padaku.” Tekad Yuna serius.


Soobin mengangguk mengerti. “ Aku akan membantumu juga menyelesaikan hukuman


essai mu.”


“Kauu…kau terlalu banyak membantuku, sebaiknya aku dan Lucas saja yang


mengerjakannya, kau kan tidak melakukan kesalahan apapun.” Tatap Yuna pada


Soobin. Ia merasa tidak enak kalau Soobin terus membantunya. Ia jadi merasa


berhutang banyak padanya.

__ADS_1


“Memangnya apa salahnya? Aku khawatir padamu, aku tidak mau kau kecapean dan


aku ingin kau tahu bahwa aku….” Belum selesai Soobin berbicara terlihat Mijoo


dan Jeno menghampiri Yuna dengan tergesa-gesa.


“Yunaaaaaaaaaa” teriak Mijoo memeluk Yuna yang sudah bermandikan keringat.


“Badanmu basah dan wajahmu berkeringat, sudah ayo cepat ke toilet ganti


baju.” Mijoo menatap Yuna khawatir kalau bestienya itu kecapean karena terlalu


lelah.


“Engga bisa Mijoo, aku harus melakukannya, miss Yuri sedang mengawasiku dari


ruang guru.” Jelas Yuna menatap gedung ruang guru.


“Ih apa-apaan sih dia itu, aku kesal sekali dengannya seenak jidat


memberikan hukuman pada cewe baik seperti mu.” ujar Mijoo tidak terima.


“Ngomong-ngomong, Soobin kau ngapain disini? kau juga dihukum?” tanya Mijoo


menatap Soobin yang berdiri dibelakang Yuna.


“Ah….enggak, aku hanya menemani Yuna.” Jelasnya menatap kearah Yuna. Yuna


mengernyitkan dahinya menatap Soobin. Mijoo menatap curiga pada keduanya.


“Yunaa, kau sebaiknya udahan saja, tadi miss Yuri ada dibawah, sepertinya


dia mau pergi kesuatu tempat ada urusan lain.” Ujar Jeno meyakinkan Yuna.


“Tahu darimana kau?” tanya Yuna gak percaya. “Tentu saja Lucas, dia lagi


pantengin pergerakan miss Yuri.” Balas Jeno lagi. Yuna bingung dan heran


ngapain si Lucas mantau miss Yuri, padahal gaada hubungannya sama dia. ‘Setelah


dipikir-pikir mungkin Lucas ingin membantuku dan meminta maaf atas apa yang


terjadi, kita lihat saja kelanjutannya’ batin Yuna menerka-nerka.


Karena teman-temannya menyuruhnya berhenti, ia pun menurut dan langsung


keluar dari lapangan menuju loker tempat Yuna menyimpan baju cadangan


kalau-kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan seperti sekarang ini. Bisa


gawat kalau ia tidak menyimpannya, nanti satu kelas akan menghirup aroma


menyengat keringat Yuna yang harum semerbak. Yuna pun segera berlari menuju


toilet untuk mengganti bajunya.


Setelah selesai ia segera menuju kelas dan merebahkan tubuhnya di meja. Ia


sudah tidak konsentrasi untuk mengikuti pelajaran berikutnya. Bahkan perutnya


kosong dan ia tidak bertenaga. Bel istirahat telah berakhir dengan perut Yuna


yang masih kosong.


Yuna tidak bergairah dan ia sudah terlalu capek untuk mengikuti pelajaran.


Ia pun izin kepada ketua kelas untuk ke uks, rencananya ia ingin merebahkan


otot lengan dan kakinya di ranjang uks.


Yuna celingak celinguk membuka pintu uks. ‘Tidak ada orang’ batinnya menatap


sekitar. Ia pun mencoba berjalan mendekati ranjang uks dan bersiap untuk


merebahkan badannya yang sudah sangat penat itu. Ahhh....pegal, capek, lelah,


letih itulah yang dirasakan Yuna saat ini. rasanya ia ingin rebahan seharian

__ADS_1


penuh untuk menghilangkan rasa lelahnya.


__ADS_2