
Yuna segera keluar dari pintu gudang setelah Taehyung dan Jimin pergi. “Hey, kau panik sekali tadi” ejek Yuna tertawa. “Bagaimana mungkin aku ga panik, kau pikir aku bisa santai aja menyembunyikanmu didalam gudang seperti itu, kalau ketahuan gimana? Kau mau menjawab apa?” jelas Jungkook berkacak pinggang.
“Entahlah, pokoknya aku senang hari ini, walaupun sedikit sebal dengan tingkah oppa, tapi berkat oppa aku jadi bisa melihat Taehyung dari balik lubang pintu, dia ganteng banget wajahnya sempurna, bahkan badannya bagus dan seksi” terang Yuna tersenyum senang membayangkannya. Jungkook cemberut. “Heyy…kau hanya melihat Taehyung saja? Kau bahkan tidak melihatku?” omel Jungkook tidak terima.
“Memangnya apa yang perlu kulihat darimu? Aku sudah sering melihatmu, jadi aku sudah bosan” ledek Yuna memiringkan bibirnya.
“Kauuu….benar-benar ya” dengus Jungkook kesal.
Yuna tertawa geli melihat tingkah Jungkook yang cemburuan.
“Kau cemburu kalau aku memuji Taehyung oppa?” goda Yuna tersenyum nakal.
“Enggak sama sekali, buat apa aku cemburu, aku tidak tertarik sama sekali” jelas Jungkook menyangkal.
Yuna mengangguk-angguk. “Oke kalau gitu, sekarang aku mau ketemu Taehyung oppa kali ya, sekalian minta foto bareng” gumam Yuna mengambil ponselnya dari dalam tas.
“Heyy, jangan melakukan apapun, kau diam saja, kau mau mati ya hah?” omel Jungkook.
“Kau sudah terlanjur membawaku kesini jadi aku akan melakukan apapun yang kusuka” ucap Yuna tidak mau kalah.
Jungkook sudah kewalahan menanggapi tingkah Yuna.
“Ini, ambil kalungmu ini” Jungkook mengeluarkan kalung Yuna dari tasnya.
Yuna menerima kalung yang Jungkook berikan sambil menatap kalung emas itu.
“Aku merindukan kalung ini, rasanya sangat berbeda ketika tidak memakainya” jelas Yuna menatap kalung pemberian neneknya itu.
“Sini aku pakaikan” kata Jungkook sambil memegangi kalung itu dan memakaikan kalungnya ke leher Yuna.
Yuna memegang kalung itu yang tengah mengitari lehernya. Ia tersenyum manis semanis gula.
Jungkook hampir salah tingkah melihat senyuman Yuna yang sangat manis itu.
"Cantik" ucap Jungkook tiba-tiba. Yuna langsung melirik kearah Jungkook. “Maksudmu? Aku cantik? Ya aku memang cantik sih, kau gausa memujiku seperti itu dong, jadi tersipu malu deh” ucap Yuna malu sampai pipinya memerah.
“Hey, kau…kau pikir aku memujimu? Aku memuji kalung mu yang cantik itu bukan kau” bantah Jungkook memelototi Yuna.
Yuna jadi gelagapan malu dengan tingkahnya. “Aishhh…nyebelin banget sih kau, tinggal bilang cantik aja susah banget” dengus Yuna sebal.
“Memang sulit mengatakannya” balas Jungkook sambil menaikkan satu alis.
“Oh iya, memang seberapa berharganya kalung itu? kau bahkan sempat tidak tahu kalau kalungmu itu menghilang”
Yuna menundukkan kepalanya. “Ya, kau benar aku memang ceroboh aku sampai lupa kalung ini tidak ada di leherku. Padahal ini hadiah dari nenek sebelum dia meninggal” jelas Yuna mengingat-ingat kejadian dahulu.
Jungkook menatap wajah Yuna yang menunduk sedih. “Kau sedih? Kalau kau ingin menangis, menangis saja, aku akan menjadi sandaranmu” ujar Jungkook memegang tangan Yuna.
Yuna sontak menengok kearah Jungkook dengan grogi. “Aku….aku ingin kau menjadi tempat curhatku kalau aku sedang butuh tempat untuk menuangkan semua ceritaku, apa kau bersedia?” tanya Yuna menatap Jungkook yang masih memegangi tangannya.
Jungkook mengangguk mengiyakan. “Aku akan menjadi tempat curhat mu mulai hari ini, kau bisa mengatakan apapun yang membuatmu senang, sedih, marah, kesal, konyol atau apapun itu. Katakanlah, walau aku tahu kadang aku bisa membuatmu jengkel dan kesal, tapi sejujurnya aku peduli padamu” jelas Jungkook menatap wajah Yuna yang hampir berkaca-kaca.
Jungkook seperti merasa di butuhkan dan spesialkan. Ia merasakan kehangatan dari seorang gadis yang selama ini tidak pernah ia dapatkan. ‘Yuna, kau gadis yang membuatku terpesona untuk pandangan pertama, walau aku tidak bisa mengatakannya secara langsung’ gumam Jungkook menatap wajah mungil gadis itu yang selalu tampak ceria walau mudah marah. Jungkook tetap menyukai gadis itu. Ia melengkapi kekurangan yang ada pada diri Jungkook.
Jungkook melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 21.00 malam.
“Sepertinya aku harus kembali latihan” ucap Jungkook segera berdiri.
“Oh...kalau begitu aku akan pulang” jelas Yuna segera berdiri.
“Tapi ini sudah malam, sebaiknya kau jangan menaiki bus, aku akan memanggil taksi untuk mengantarmu pulang” Jungkook segera berjalan menuju pintu keluar untuk mencarikan taksi. Ia segera memakai kembali masker dan kacamatanya untuk berjaga-jaga agar tidak ketahuan oleh publik.
__ADS_1
Yuna menyusul langkah Jungkook. Untungnya suasana lobby sepi, jadi Yuna bisa bebas keluar masuk tanpa dipantau orang-orang.
Jungkook pun menyetopkan taksi yang lewat dijalanan. Jungkook membukakkan pintu mobil. “Pak, antar gadis ini sampai depan rumah dengan selamat ya” pesan Jungkook pada pak sopir.
“Kau masuklah” perintah Jungkook. Yuna segera memasuki taksi itu. “Hati-hati ya, sampai jumpa lagi” ucap Jungkook melambaikan tangannya pada Yuna. Yuna balas melambaikan tangannya. Yuna tidak menyangkan seorang Jungkook bisa seperhatian itu padanya. Padahal ia hanyalah gadis biasa yang tidak memiliki kekuasaan apapun.
Kalau dipikir-pikir idol itu hanyalah manusia biasa yang tetap membutuhkan orang lain untuk menjadi sandaran. Terutama membutuhkan cinta dari seseorang yang menjadi penyemangatnya dalam melewati masa-masa krisis yang dialami.
Besoknya___
Yuna menatap Jam dinding dikamarnya. “Hoaamm…” ia menguap lebar-lebar. ‘Enaknya kemana ya hari ini?’ pikir Yuna menatap layar ponselnya.
‘Apa aku coba chat Jungkook oppa ya? Siapa tahu dia lagi senggang’ pikir Yuna segera mengetik pesan di katolk.
“Hi, oppa. Hari ini kau sibuk ga?”
Beberapa detik kemudian chat Yuna langsung dibalas oleh Jungkook.
“Hmm….hari ini jadwalku cukup padat, aku juga ada jadwal manggung di Busan, tapi cuma sebentar sih, nanti balik lagi ke Seoul untuk latihan persiapan tour”
Yuna menghela nafas kecewa. Padahal dirinya sudah bersemangat untuk bertemu kalau Jungkook senggang.
“Jadi tidak ada waktu senggang untuk bertemu?” tanya Yuna melalui chat.
“Ne, aku tidak bisa kemana-mana, tapi kalau kau mau datang ke acara Busan concert silahkan saja, aku akan memberikanmu tiket VIP gratis”
Yuna melebarkan mulutnya. Ia sangat senang mengetahui Jungkook akan memberikannya tiket VIP gratis untuknya. ‘Ini pasti bukan mimpi kan?’ batinnya menepuk-nepuk pipi. Seorang Jungkook memberikannya tiket VIP gratis, ini adalah pertama kali dalam hidup nonton konser dibayarin oleh artisnya langsung.
“Tapi, bukankah itu konser untuk banyak artis? Aku hanya akan melihat BTS”
“Iya betul, aku tampil di akhir jadi tolong nantikan ya”
“Oke baiklah, aku akan bersiap untuk berangkat ke Busan” pesaan Yuna diakhir.
Yuna segera meloncat dari ranjangnya. Ia sangat gembira bisa menonton konser BTS lagi dalam jangka waktu yang lama. Ia sangat kangen melihat para member memberikan performance terbaiknya.
Karena hari ini hari sabtu, sekolah sedang libur jadi ia merasa bebas bisa pergi jauh. ‘Pakai apa ya untuk konser nanti?’ Gumam Yuna menatap lemarinya. Yuna memutuskan untuk membeli baju dulu sebelum ia bersiap pergi ke konser. Seharusnya Jungkook memberi tahu Yuna jauh-jauh hari sebelumnya jangan dadakan begini, ia jadi gabisa prepare barang-barang yang akan ia bawa dan outfit yang akan dipakai untuk konser nanti.
Yuna segera bergegas menuju pusat perbelanjaan untuk membeli baju yang kira-kira cocok dipakai untuk konser nanti.
“Hmm…” Yuna menatap gaun pendek berwarna pink dengan balutan ikat pinggang berwarna hitam melingkari gaun itu. “Wow..gaun ini boleh juga, simple and elegant” ucap Yuna menatap gaun tersebut.
“Ada yang bisa saya bantu?” tanya seorang pegawai toko menghampiri Yuna yang tampak tertarik pada gaun pink tersebut. Yuna memegang gaun berwarna pink itu. “Aku mau gaun yang ini” ucap Yuna pada pegawai itu. Pegawai itu segera mengambilkan gaun itu. Yuna permisi kepada pegawai itu untuk mencoba dulu gaun tersebut.
Yuna pergi ke fitting room untuk mencoba memakai gaun itu. setelah di coba ia menatap dirinya di depan cermin. “Wow…tampak elegant dan cantik, aku suka” ucap Yuna memutar-mutar badannya. “Ukurannya juga pas untukku, nanti aku tinggal make up yang fresh saja” jelas Yuna masih menatap dirinya di depan cermin.
Setelah selesai fitting, Yuna segera kekasir untuk membayar gaun itu. Ia pun dengan riang pulang kembali kerumah sambil menenteng paper bag berisikan gaun cantik yang membuatnya tergoda pada pandangan pertama.
Sesampainya dirumah Yuna segera mengganti bajunya dengan gaun itu. Ia menatap kearah cermin. “Wah….cantik banget” desisnya kagum untuk kedua kalinya. Ia terpana melihat dirinya didepan cermin. “Aku…aku cantik” pujinya pada diri sendiri. Ia jadi tersipu malu. Padahal ia sudah fitting tapi masih saja kagum. ‘Ya namanya juga cewe, pasti seperti itu’
Yuna segera berdandan di depan cermin dengan menggunakan make up favoritnya. Ia mengoles make up yang cukup tebal karena ia harus tampil maksimal gaboleh sampai luntur. ‘Pokoknya harus cantik di depan Jungkook’ pikir Yuna senyum-senyum sendiri. Tak lupa Yuna memakai sepatu boots berwarna hitam. Ia juga menambahkan aksesoris untuk melengkapi outfitnya, ia memakai topi baret berwarna putih. Sudah selesai outfit of the day nya. Yuna kembali melihat dirinya di cermin. Ia tersenyum senang. “Seperti bukan diriku yang biasanya, tapi aku menyukainya ini sangat cantik” pujinya sambil menaikkan alisnya keatas kebawah.
Ia berharap Jungkook akan melihatnya disana, walau sangat sulit untuk melihat satu orang diantara ribuan orang yang memadati gedung konser tersebut.
Ia jadi membayangkan ucapan Jungkook semalam. ‘Memangnya dia mau menjadi tempat curhat ku ya? apa berarti kita sudah cukup dekat?’ tanya Yuna dalam hati kegeeran. ‘Seperti ini saja sudah membuatku hampir pingsan’ batin Yuna.
Yuna teringat temannya Mijoo yang juga menyukai BTS. “Oh iya, Mijoo kan suka BTS” ucap Yuna teringat.
Kalau beli tiket sekarang pasti tiketnya udah sold out, sementara Jungkook hanya memberikan satu tiket VIP untuk Yuna seorang. Jadi ia tidak bisa mengatakannya pada Mijoo.
Yuna segera melirik jam dinding dikamarnya. “Omo, aku gaboleh telat, keretanya berangkat pukul 10.00” ucap Yuna yang langsung buru-buru memasukkan barang-barang yang ia butuhkan kedalam tas ransel hitamnya. Ia sudah sangat mempersiapkan semua barang-barang yang akan ia bawa untuk ke konser. “Oh iyaa, lighstick gaboleh sampai ketinggalan” ucap Yuna mencari-cari keberadaan lighstick kesayangannya di dalam kardus.
__ADS_1
“Aha….ini dia” teriaknya memegang gagang lightsticknya.
Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu kamar Yuna. Tok….tok…tok
“Masuk” teriak Yuna dari dalam. Terlihat Yohan yang tampak baru bangun memasuki kamar Yuna.
“Lho, kau mau kemana?” tanya Yohan dengan wajah masih lelungu baru bangun. Ia menatap outfit yang Yuna kenakan dan barang-barang yang masih berserakan dikamarnya.
“Kau mau kemaan dengan gaun itu? pesta?” tanyanya lagi.
“Terserah ku mau kemana kek, bukan urusanmu” balas Yuna ketus. “Pokoknya hari ini aku mau having fun biar engga stress” balas Yuna lagi sambil tersenyum senang.
“Gaya mu having fun, di omeli eomma aja ciut nyalinya” ledek Yohan tertawa. “Heyy..” teriak Yuna memanyunkan bibirnya.
“Lihat tuh wajahmu mending kau cuci muka dulu sana, baru bangun sudah langsung ke kamarku, bau iler tahu” celetuk Yuna pada Yohan yang tampak kucel.
“Berani-beraninya yak au mengataiku, ckckck dasar adik songong emang” balas Yohan menggertakkan giginya.
Yuna menjulurkan lidahnya. “Bleee…” ledeknya sambil merapikan barang-barangnya yang berserakan.
“Heyy….Serius kau mau kemana? Nanti eomma nanyain, aku harus jawab apa?” tanya Yohan sambil memegangi lightstick yang Yuna taro di ranjangnya.
“Ini kan….kau mau nonton konser ya” tebak Yohan.
“Sssttt….jangan berisik” Yuna menutup mulut Yohan. “Aku mau ke Busan” jelas Yuna membuat Yohan terpaku.
“What? Ke Busan? Sendirian?” tanya Yohan bingung. “Kau berani? Atau memang kau sudah gila ya? kalau eomma tahu habis kau, memangnya kau punya uang untuk nonton konser?” tanya Yohan bertubi-tubi.
“Kau bawel banget sih, ya memangnya kenapa? Aku datang untuk melihat biasku kok, lagi pula aku dibayarin jadi aku tidak perlu memikirkan uang selain ongkos berangkat-pulang dan makan” jelas Yuna meyakinkan Yohan.
“Siapa lagi orang yang mau membayarimu nonton konser, buang-buang uang saja” desis Yohan.
“Bukan urusanmu, sudah sana pergi jangan mengangguku” Yuna memukul Yohan dengan bantalnya.
Yohan segera pergi dari kamar Yuna.
Yuna yang sudah hampir rapi segera turun bersiap untuk menikmati perjalanan. ‘Semuanya sudah lengkap’ batinnya sembari menuruni anak tangga.
Terlihat eomma yang sedang menyapu di halaman depan. ‘Haduh ada eomma lagi, aku bilang apa ya’ batin Yuna panik.
Yuna memberanikan diri menuju halaman untuk membuka gerbang.
Eomma menatap kehadiran Yuna. “Kau mau kemana?” tanyanya menatap Yuna yang tampak anggun dan kece. “Kau rapi banget segala pakai topi begitu” ucap eomma menatap Yuna dari atas ke bawah. “Kau mau ke club ya hah?” omel eomma.
Yuna menggelengkan kepalanya. “Engga eomma”
“Ahh….aku mau pergi ke tempat teman” balas Yuna berbohong.
“Main mulu kerjamu, yasudah sana pergi, pulang jangan malam-malam, eomma akan percaya padamu kalau kau tidak akan melakukan hal yang aneh-aneh” jelas eomma mengingatkan.
Yuna merasa lega akhirnya eomma percaya ucapan Yuna. ‘Tapi kenapa eomma tidak terlalu galak ya? ah udahlah gausa dipikirin’ gumam Yuna.
Yuna bergegas berangkat menuju stasiun. ia tampak sangat anggun dan cantik, bahkan orang-orang yang berlalu lalang di stasiun menatap dirinya yang tampak mencolok. Yuna sedikit berlari terburu-buru karena ia datang diwaktu yang mepet di jam 09.58, untungnya kereta belum jalan.
Ia segera memasuki gerbong mencari tempat duduk dan memegang tasnya dipangkuannya.
‘Akhirnya aku akan nonton konser, rasanya semenyenangkan ini ya’ gumamnya sangat excited. ‘Apa ini yang dirasakan oleh para fans ketika akan mendatangi konser? Rasa deg-degan bercampur senang semuanya jadi satu’ batin Yuna senyum-senyum sendirian.
Walaupun ini adalah pertama kalinya ia nonton konser kpop sendirian, karena biasanya waktu dulu saat ia lagi banyak uang, pasti ia mengajak teman-teman sefrekuensinya untuk menonton konser kpop bareng, karena vibes nya yang beda dan lebih seru melihat langsung sang pujaan hati.
Karena perjalanan ke Busan lumayan lama sekitar 4 jam an. Yuna mencoba untuk tidur lebih dulu agar dirinya tidak lelah saat dikonser nanti.
__ADS_1