Pacarku Adalah Idolaku

Pacarku Adalah Idolaku
Kembali Ke Seoul


__ADS_3

Tring…tring


Ponsel Yuna berdering. Ia melihat tulisan yang tertera. Jk oppa, itu adalah kontak nama yang ia buat untuk Jungkook sang idolnya itu.


“Yeoboseyo?”


“Kau sudah pulang?”


“Aku baru saja mau naik kereta menuju Seoul”


“Kalau begitu bareng denganku saja, aku bawa mobil sendiri”


Yuna membelalakkan matanya. “Hah serius? Memang kau tidak bareng member yang lain?”


“Enggak, mereka menaiki van dan aku memisahkan diri”


“Begitu”


“Share live posisi mu ya, biar nanti aku jemput”


“Baiklah”


Yuna segera mengirim live location ke Jungkook.


Beberapa menit kemudian terlihat mobil sedan mewah berwarna hitam mengara kearah Yuna. Yuna segera menghampiri mobil itu. Terlihat samar-sama dari dalam wajah seorang laki-laki memakai kacamata hitam.


Yuna berdiri mematung menghadap mobil yang berhenti tepat di hadapannya. Laki-laki itu membuka kaca mobilnya. “Hey, kenapa kau ga masuk?” teriak laki-laki itu yang ternyata adalah Jungkook.


Yuna segera menuruti ucapan Jungkook lalu membuka pintu mobil dan masuk kedalam.


“Kau sudah lama menunggu?” tanya Jungkook sambil menyetir mobilnya. “Eng..enggak kok, aku juga sambil jajan” balas Yuna menunjuk minuman yang ia beli. Sebenarnya ia cukup lama menunggu Jungkook sampai membuatnya sedikit lapar jadi ia memutuskan untuk jajan camilan di sekitar area konser sambil membeli minuman bubble juga.


“Tadi penampilanmu keren, semua member BTS juga keren semua, aku senang banget bisa nonton konser lagi” ucap Yuna tersenyum riang.


“Oh iya? Menurutmu begitu ya? Apa yang menjadi lagu favoritmu saat kita bawakan tadi?” tanya Jungkook.


“Ah….itu, aku suka magic shop, aku suka liriknya dan suaramu disitu sangat merdu, rasanya seperti ini ya melihat langsung bias kesayangan” kata Yuna menatap Jungkook yang menyetir mobilnya. Terlihat jalanan cukup padat merayap. Jungkook mengerem mobilnya, mereka terjebak macet di jalanan Busan.


Jungkook pun mencari kesempatan untuk menatap Yuna balik, mata mereka saling bertemu. “Kau…kau” Yuna menatap mata Jungkook yang indah itu. Mereka saling menatap satu sama lain. Pipi Yuna tampak merah padam, ia tidak bisa mengendalikan jantungnya yang berdegup kencang. Baru kali ini ia tidak mengedipkan matanya menatap seseorang yang hampir membuat jantungnya copot.


Jungkook segera mengedipkan matanya. “Hey, kau pikir ini lomba tatap-tatapan, kenapa kau tidak berkedip sedikit pun?” omel Jungkook sedikit salah tingkah.


“Ah….aku, hey kau juga sama tidak berkedip jangan menyalahkanku doang dong” teriak Yuna sebal.


Jungkook tersenyum melihat tingkah Yuna. “Kau lucu juga ya” balasnya kembali memegang setiran.


“Kau pikir aku badut?” bantah Yuna menyilangkan kedua tangannya.


Jungkook tertawa lepas. “Hahahaha, dasar kau gadis pemarah”


Yuna menggerutu. “Ngomong-ngomong tadi kau melihat ku kan saat dipanggung?” tanya Yuna memastikan.

__ADS_1


Jungkook mengangguk. “Iya, aku melihatmu, tingkahmu konyol dan apalah itu papan nama yang kau tuliskan, bisa-bisanya kau menulis Jungkook oppa menyebalkan dengan gambar diriku marah-marah” ucap Jungkook tidak terima. Padahal selama ini dirinya termasuk orang yang sabar dan tidak mudah marah.


“Bukankah malah kau yang suka marah-marah?” kata Jungkook menunjuk kearah Yuna.


“Hey, kau memang menyebalkan kau tahu? Cewe emang sulit untuk menahan emosi, makanya kau harus sabar dalam menghadapi cewe” balas Yuna ketus.


Jungkook mengangguk mengerti. ia sudah menyerah dan tidak berani membantah ucapan para cewe-cewe.


“Hey, tapi bukankah yang pertama kali melihat papan nama itu adalah kim Taehyung?” Pikir Yuna mengingat-ingat lagi kejadian di konser.


“Terus kenapa?” tanya Jungkook .


“Dia memang laki-laki peka ya, padahal aku sudah memberimu poin petunjuk tapi kau tidak peka-peka, Kim Taehyung memang berbeda, selain wajahnya yang tampan ia sangat peka terhadap lingkungan dan memahami hati wanita”  terang Yuna kagum pada sosok Kim Taehyung.


“Hey, kau kenapa terus membicarakannya sih? Bukankah yang ada dihadapanmu ini adalah aku Jeon Jungkook bukan Kim Taehyung” omel Jungkook sedikit cemburu. Dirinya tidak suka dibanding-bandingkan.


“Oh maaf, tapi aku juga menyukai Kim Taehyung” jelas Yuna tersenyum sinis.


Jungkook memanyunkan bibirnya. “Kalau begitu sana kau pergi dengan Taehyung hyung saja, jangan denganku” gerutu Jungkook masih sambil menyetir.


“Hey, kau marah aku membicarakan Kim Taehyung?” ledek Yuna tertawa puas.


“Aku cuma bercanda, lagian Kim Taehyung juga tidak mengenalku kan? Hanya dirimu yang mengenaliku” ujar Yuna memegang tangan Jungkook.


“Kau yang terbaik dari yang terbaik pokoknya” ucap Yuna mencoba meredakan emosi Jungkook.


Tring….tring….tring


Tiba-tiba ponsel Yuna berdering. Yuna melihat kontak nama yang memanggilnya, itu adalah Soobin.


“Kau ada dirumah?”


“Oh….aku lagi diluar, kenapa memangnya?”


“Aku ingin bertemu denganmu, ada yang mau aku sampaikan”


Yuna bingung harus jawab apa. Jungkook menoleh kearah Yuna. “Itu siapa?” tanyanya.


Yuna me unmute suara telpon dan menjauhkan ponselnya dari telinganya.


“Ah…ini temanku Soobin, dia mau ketemu katanya” bisik Yuna pada Jungkook.


“Kalau begitu temui saja” balas Jungkook enteng. “Hey, sekarang aja aku lagi di Busan, gimana bisa bertemu” jelas Yuna.


“Yunaaa, kenapa kau mengunmute telponnya?”


“Ah…iya maaf Soobin, sepertinya aku gabisa menemuimu karena aku masih diluar”


“Kalau begitu aku akan menyusulmu, katakan saja kau dimana”


“Ah….itu..”

__ADS_1


Belum selesai Yuna menjawab, Jungkook segera menarik ponsel Yuna.


“Yuna sedang sibuk, jadi tolong jangan menganggunya” Segera Jungkook mengakhiri panggilan telponnya.


Yuna sontak terkejut dengan jawaban Jungkook yang ketus seperti itu.


“Hey, kenapa kau bilang begitu?” tanya Yuna. Ia jadi tidak enak pada Soobin.


“Dari pada ia bertanya terus, tapi memang kau sedang sibuk kan?” kata Jungkook.


“Ya, kau benar sih” balas Yuna mengangguk.


Perjalanan mereka terus berlanjut sampai Yuna ketiduran di dalam mobil. Menonton konser membuatnya lelah dan mengantuk. Ia pun tertidur pulas di dalam mobil dengan Jungkook yang masih menyetir mobil.


Yuna terbangun, ia melihat jam di ponselnya. Waktu menunjukkan tengah malam. Ia menatap sekitar, dirinya masih berada di dalam mobil, tapi sepertinya mobilnya terparkir di sebuah tempat istirahat.


Ia menengok kesamping. Ternyata Jungkook tidak ada. ‘Hmm kemana dia? Apa aku terlalu lama tidur ya?’ batin Yuna. Ia segera membuka pintu mencari keberadaaan Jungkook.


Terlihat Jungkook yang sedang duduk di dalam minimarket ditemani secangkir kopi panas disampingnya.


Yuna segera menghampirinya. “Oppa, kenapa kau tidak membangunkanku?” tanya Yuna.


“Eh…kau sudah bangun ya? tadinya aku ingin membangunkanmu, tapi ternyata kau tidur pulas sekali, sepertinya kau mengantuk, jadi aku tidak membangunkanmu” jelas Jungkook. Ia menyuruh Yuna duduk disampingnya.


“Tapi memangnya kau tidak lelah? Bukankah yang seharusnya lelah itu kau ya, karena kau harus latihan dan melakukan perform yang tidak mudah” cerita Yuna.


Jungkook menggelengkan kepalanya. “Tenang saja, aku laki-laki kuat, aku sudah terbiasa dengan hla seperti itu karena itu memang kehidupanku jadi kau jangan khawatir” ucap Jungkook sembari meneguk kopi panasnya.


“Oh iya, kau mau pesan apa?” tawarnya.


“Engg….entahlah aku belom tahu” balas Yuna.


“Ka…kalu begitu kau cari-cari dulu saja, atau kau mau ramen? Kalau kau mau buatkan untukku juga ya” pintanya menatap Yuna yang masih bengong.


“Eh…kalau begitu aku akan memasak ramen, kau mau tteokpokki juga?” tawar Yuna.


Jungkook mengangguk. “Boleh” ucapnya. Yuna pun bergegas utnuk menyeduh ramennya.


Mereka pun makan bersama.


“Sebentar lagi kita akan sampai di Seoul, nanti kau kuantar pulang ya” ucapnya.


Yuna segera melambaikan tangan menolaknya. “Ja…jangan” teriaknya.


Yuna takut kalau ia pulang malam akan ketahuan oleh eommanya, jadi lebih baik ia pulang besok pagi supaya lebih aman.


“Aku tidak bisa pulang kerumah, eomma pasti akan memarahiku kalau tahu aku pulang larut malam, kalau bisa apa aku boleh menginap di apartementmu? Pinta Yuna memelas. “Aku tidak akan melakukan apapun, aku hanya akan tidur sebentar dan pulang besok” jelasnya lagi.


Jungkook tampak berfikir keras. “Hmmm…pilihan yang sulit” ucapnya mengangkat satu alisnya.


Yuna menunjukkan wajah melasnya. “Plisss, ayolah” Yuna menggosok-gosok kedua tangannya.

__ADS_1


“Kalau begitu, kau boleh menginap di apartementku, tapi besok pagi aku tidak bisa mengantarmu kerumah, jadi kau naik taksi saja ya” jelas Jungkook.


Yuna mengangguk mengerti. “Baiklah, terimakasih oppa” ucap Yuna mengedipkan sebelah matanya. Untungnya ada Jungkook yang menemaninya pulang kembali ke Seoul, kalau ia harus naik kereta dan sampai dirumah tengah malam, ia pasti tidak bisa masuk kedalam rumah dan eomma pasti akan memarahinya habis-habisan. Yuna tidak bisa membayangkan hal itu terjadi lagi.


__ADS_2