
Beberapa menit kemudian ia terbangun sambil menatap kearah jendela. Ia
melihat jam di ponselnya. ‘Sekarang sudah jam 13.00’ batinnya. Berarti dirinya
sedikit lagi tiba di Busan. ‘Aku udah engga sabar deh’ gumamnya
menggerak-gerakkan kaki gemes.
‘Apa aku coba buat chat Jungkook kali ya, siapa tau Jungkook sedang memegang
ponselnya’ batin Yuna mencoba mengirimi pesan.
“Oppa, aku sedang dalam perjalanan ke Busan” tulisnya melalui chat.
Yuna mencoba untuk selfie menghadap kearah jendela kereta. ‘Cekrek..’
‘Apa aku coba kirim fotoku ke Jungkook kali ya” batin Yuna segera
mengirimkan fotonya yang tampak tersenyum manis. Terlihat gambar sudah
terkirim.
‘Ah aku menantikan balasan oppa, kali aja di memuji penampilanku di foto
ini’ batin Yuna senyum-senyum sendiri.
Sudah beberapa menit yang lalu tapi Jungkook belum membalas pesan Yuna.
Padahal ia sangat berharap Jungkook akan membalasnya. ‘Apa ia tidak memegang
ponselnya? Lalu bagaimana aku bisa mengambil tiketnya?’ pikir Yuna bingung.
‘Mungkin dia sibuk latihan untuk konser nanti, jadi tunggu saja deh’ batin Yuna
lagi berharap-harap.
Tak terasa kereta sudah tiba di stasiun Busan. Yuna segera bangun untuk
keluar menuju tempat konser yang dimaksud. Ia berjalan menyusuri stasiun sambil
memperhatikan maps yang terpasang di ponselnya. ‘Sebaiknya aku naik bus atau
taksi ya’ pikri Yuna bingung. ‘Biar lebih cepat, mending taksi deh, pasti
disana sudah banyak Army yang berkumpul, takutnya kalau datangnya mepet ia akan
sulit masuk ke dalam venue konser.
Yuna menyetop taksi yang berada di pinggir jalan. “Selamat siang pak, tolong
antar ke konser Busan ya” kata Yuna sembari menutup pintu taksi tersebut.
“Siang juga, Konser Busan yang dimana ya? soalnya kan banyak ya” tanyanya
bingung.
Yuna segera menyodorkan alamatnya di maps ponselnya. “Disini pak” balas Yuna
menunjuk maps diponselnya.
Pak Sopir mengangguk mengerti. Ia langsung tancap gas menuju temapt yang
dimaksud. “Ngomong-ngomong ade nonton konser sendirian?” tanyanya tiba-tiba.
“Eh…iya pak, aku nonton konser sendiri” balas Yuna mencoba ramah. “Disini
memang sering banyak konser ya, anak saya itu demen banget nonton konser kpop,
dia ngumpulin uang cuma buat nonton konser doang, saya engga habis pikir,
memangnya segitu pentingnya ya menonton konser?” jelas pak supir itu panjang
lebar.
Yuna mencoba tersenyum menanggapi ucapan pak sopir. “Ah…untuk sebagian anak
muda, menonton konser itu seperti mencuci mata pak, kalau mereka lagi stress,
capek, pusing pasti mereka melepaskannya dengan menonton konser atau mungkin
minum-minum. Jadi menurut saya memang tidak terlalu penting tapi kalau mereka
menyukainya kita bisa apa? Kalau pakai uang mereka, itu engga masalah kita
tidak berhak melarang mereka untuk bersenang-senang.” Jelas Yuna bijak. Baru
kali ini dirinya merasa bijak dihadapan orang dewasa.
Pak sopir mengangguk mengerti. “Baru pertama kali saya mendengar ucapan yang
seperti itu, ade anak yang pintar dan bijak ya dalam memilih kata” ujar pak
__ADS_1
sopir menatap Yuna dari spion atas. Yuna tersenyum. “Ah..bapak bisa aja” balas
Yuna tersipu malu.
Akhirnya mereka sampai di tempat konser. ‘Wow megah dan rame banget’
Yuna segera turun dari taksi, ia mengucapkan terimakasih kepada pak sopir
dan memberikan sedikit tips untuknya. Yuna segera bergegas menuju gedung konser
yang akan ia tuju.
Yuna menatap kembali ponselnya. ‘Waduh, Jungkook belum juga membalas
chatnya. Akhirnya ia mencoba untuk menelpon Jungkook karena tidak sabaran,
takutnya ia nanti malah gabisa masuk kedalam karena engga ada tiketnya.
‘Nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi silahkan menghubungi beberapa
saat lagi…’
‘Jungkook oppa kemana sih’ batin Yuna kesal sekaligus panik. Padahal dia
sudah ada di Busan sekarang, tapi Jungkook tidak mengabarinya lagi. Kalau
begini pecuma dong, sama aja dia gabisa masuk ke dalam venue, tiketnya saja
engga ada pada Yuna. Yuna menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
Yuna memperhatikan lingkungan sekitar. ‘Wah…penuh lautan manusia,
benar-benar the power of Army’ gumam Yuna menatap sekelilingnya. Yuna
tampak terlihat seperti anak kecil yang kehilangan induknya. Ia
celingak-celinguk sendirian sambil memegang lightsick di tangannya.
“Hey, kau sendirian?” tegur seorang wanita muda mengagetkan Yuna yang tampak
menengok kesana kemari. “Oh eh iya….aku sendiri” ucap Yuna terbata-bata.
“Kalau begitu join bareng kita aja, aku juga tadi sendirian terus
mereka mengajakku join, kalau kau mau ikut ayo, kita having fun bareng”
ajaknya tersenyum ramah pada Yuna. Yuna tersenyum balik. ‘Aduh aku bingung
harus jawab apa, kalau mereka mengajakku masuk kedalam aku engga ada tiket,
“Ah…aku..”
Tring…tring….tring
Tiba-tiba ponsel Yuna berbunyi. Yuna segera permisi pada wanita muda itu
untuk mengangkat telponnya dahulu.
“Yeoboseyo?”
“Hey, kau dimana?”
“Siapa ya?”
“Aku Jungkook, posisimu dimana?”
“Ah…aku di depan gedung venue”
“Coba kau cari tempat yang agak sepi, nanti kau kasih tau lokasimu, agar
promotor bisa memberikan tiketnya padamu”
“Ne, aku akan mengabarimu”
“Bagus, sampai jumpa didalam”
Yuna segera mematikan ponselnya.
“Itu..siapa?” tanya wanita muda itu yang kelihatan kepo.
Yuna melirik wanita muda itu. “Ah…itu temanku, sepertinya dia jadi datang
kemari, jadi maaf ya aku tidak bisa bergabung dengan kalian” sesal Yuna
menundukkan kepalanya. Wanita muda itu mengangguk mengerti. “Baiklah kalau
gitu, sampai jumpa” mereka semua segera pergi meninggalkan Yuna.
Yuna pun segera berjalan cepat mencari lokasi yang sekiranya sepi untuk
melakukan pengambilan tiket. Semakin sore semakin banyak orang yang berdatangan
__ADS_1
membuat wilayah disekitar gedung itu penuh. Yuna bahkan sampai sedikit susah
untuk berjalan karena harus berdempetan dengan orang-orang.
Ia kemudian melihat ada sebuah ruangan yang keliatannya tertutup dan tidak
dipakai. Ia mencoba untuk berjalan memasuki ruangan tersebut. ‘Sepertinya ini
pas’ gumamnya melihat sekitar takut ada orang lain yang melihatnya.
Yuna segera mengechat Jungkook untuk mengabarinya lagi.
Tak lama kemudian Jungkook sudah membalasnya. “Oke, kau tunggu disana ya”
Yuna pun menurut dan menunggunya di tempat yang sudah ia tentukan. Beberapa
detik kemudian muncul seseorang memakai jas hitam menghampiri Yuna.
“Kau Yuna ya?” tanyanya menatap Yuna tajam.
Yuna mengangguk. “Iya betul”
Ia memberikan tiket VIP kepada Yuna. “Ini tiketmu, jaga baik-baik ya, nanti
kau tuker saat mau memasuki venue” pria itu segera pergi dari hadapan Yuna
dalam beberapa detik.
‘Apa-apaan itu, cepat sekali menghilangnya’ gumam Yuna menatap kepergian
pria berjas hitam.
Yuna baru saja mau melangkahkan kakinya menuju venue karena dirinya senang
sudah mendapatkan tiket VIP nya. ‘Yes, akhirnya aku bisa nonton BTS lagi’
batinnya melompat girang.
“Hey…kau keliatan happy banget” ucap seseorang dari kejauhan. Yuna
memicingkan matanya untuk melihat siapa orang yang berbicara padanya.
“Oh….oppaa” teriaknya sedikit kencang.
“Heyy…jangan berisik, nanti penyamaranku ketahuan Army yang lain” terangnya
mengomel.
“Memangnya kenapa? Rasanya aku ingin mengatakan pada dunia kalau aku
diberikan tiket VIP oleh Jungkook BTS karena aku merasa cukup dekat denganmu”
ujarnya nyengir.
Jungkook mengernyitkan dahinya. “Hadeuh kau mau membuatku diserang media?”
ucap Jungkook.
“Bukan begitu, maksudku…”
“Kau tampak cantik dengan gaun pink itu” puji Jungkook menatap gaun yang
Yuna kenakan.
“Heyy…kenapa kau baru mengatakannya sekarang, bikin aku tersipu saja” kata
Yuna tersenyum malu.
“Karen aku tidak punya banyak waktu, jadi aku baru mengatakannya sekarang”
jelasnya.
“Sekarang pun waktuku cuma sebentar karena aku harus melakukan persiapan,
aku kabur diam-diam untuk melihatmu, jadi kau harus berusaha untuk mencolok ya
supaya aku bisa melihatmu dari kejauhan” jelas Jungkook membuat Yuna salah
tingkah.
“Kau kenapa begitu?” tanya Jungkook heran dengan tingkah Yuna yang
gelagapan.
“Ah….aku seperti merasa diperhatikan olehmu, kalau begitu aku akan berusaha
mencolok agar kau menotice ku ya” balas Yuna sambil mengangkat satu tangannya.
‘Hwaiting’
Jungkook mengangguk mengiyakan. “Kalau begitu aku duluan karena bisa gawat
__ADS_1
kalau ketauan aku menghilang, sudah ya” Jungkook segera pergi berlari menuju
gedung konser.