Pacarku Adalah Idolaku

Pacarku Adalah Idolaku
Datang Konser


__ADS_3

Beberapa menit kemudian ia terbangun sambil menatap kearah jendela. Ia


melihat jam di ponselnya. ‘Sekarang sudah jam 13.00’ batinnya. Berarti dirinya


sedikit lagi tiba di Busan. ‘Aku udah engga sabar deh’ gumamnya


menggerak-gerakkan kaki gemes.


‘Apa aku coba buat chat Jungkook kali ya, siapa tau Jungkook sedang memegang


ponselnya’ batin Yuna mencoba mengirimi pesan.


“Oppa, aku sedang dalam perjalanan ke Busan” tulisnya melalui chat.


Yuna mencoba untuk selfie menghadap kearah jendela kereta. ‘Cekrek..’


‘Apa aku coba kirim fotoku ke Jungkook kali ya” batin Yuna segera


mengirimkan fotonya yang tampak tersenyum manis. Terlihat gambar sudah


terkirim.


‘Ah aku menantikan balasan oppa, kali aja di memuji penampilanku di foto


ini’ batin Yuna senyum-senyum sendiri.


Sudah beberapa menit yang lalu tapi Jungkook belum membalas pesan Yuna.


Padahal ia sangat berharap Jungkook akan membalasnya. ‘Apa ia tidak memegang


ponselnya? Lalu bagaimana aku bisa mengambil tiketnya?’ pikir Yuna bingung.


‘Mungkin dia sibuk latihan untuk konser nanti, jadi tunggu saja deh’ batin Yuna


lagi berharap-harap.


Tak terasa kereta sudah tiba di stasiun Busan. Yuna segera bangun untuk


keluar menuju tempat konser yang dimaksud. Ia berjalan menyusuri stasiun sambil


memperhatikan maps yang terpasang di ponselnya. ‘Sebaiknya aku naik bus atau


taksi ya’ pikri Yuna bingung. ‘Biar lebih cepat, mending taksi deh, pasti


disana sudah banyak Army yang berkumpul, takutnya kalau datangnya mepet ia akan


sulit masuk ke dalam venue konser.


Yuna menyetop taksi yang berada di pinggir jalan. “Selamat siang pak, tolong


antar ke konser Busan ya” kata Yuna sembari menutup pintu taksi tersebut.


“Siang juga, Konser Busan yang dimana ya? soalnya kan banyak ya” tanyanya


bingung.


Yuna segera menyodorkan alamatnya di maps ponselnya. “Disini pak” balas Yuna


menunjuk maps diponselnya.


Pak Sopir mengangguk mengerti. Ia langsung tancap gas menuju temapt yang


dimaksud. “Ngomong-ngomong ade nonton konser sendirian?” tanyanya tiba-tiba.


“Eh…iya pak, aku nonton konser sendiri” balas Yuna mencoba ramah. “Disini


memang sering banyak konser ya, anak saya itu demen banget nonton konser kpop,


dia ngumpulin uang cuma buat nonton konser doang, saya engga habis pikir,


memangnya segitu pentingnya ya menonton konser?” jelas pak supir itu panjang


lebar.


Yuna mencoba tersenyum menanggapi ucapan pak sopir. “Ah…untuk sebagian anak


muda, menonton konser itu seperti mencuci mata pak, kalau mereka lagi stress,


capek, pusing pasti mereka melepaskannya dengan menonton konser atau mungkin


minum-minum. Jadi menurut saya memang tidak terlalu penting tapi kalau mereka


menyukainya kita bisa apa? Kalau pakai uang mereka, itu engga masalah kita


tidak berhak melarang mereka untuk bersenang-senang.” Jelas Yuna bijak. Baru


kali ini dirinya merasa bijak dihadapan orang dewasa.


Pak sopir mengangguk mengerti. “Baru pertama kali saya mendengar ucapan yang


seperti itu, ade anak yang pintar dan bijak ya dalam memilih kata” ujar pak

__ADS_1


sopir menatap Yuna dari spion atas. Yuna tersenyum. “Ah..bapak bisa aja” balas


Yuna tersipu malu.


Akhirnya mereka sampai di tempat konser. ‘Wow megah dan rame banget’


Yuna segera turun dari taksi, ia mengucapkan terimakasih kepada pak sopir


dan memberikan sedikit tips untuknya. Yuna segera bergegas menuju gedung konser


yang akan ia tuju.


Yuna menatap kembali ponselnya. ‘Waduh, Jungkook belum juga membalas


chatnya. Akhirnya ia mencoba untuk menelpon Jungkook karena tidak sabaran,


takutnya ia nanti malah gabisa masuk kedalam karena engga ada tiketnya.


‘Nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi silahkan menghubungi beberapa


saat lagi…’


‘Jungkook oppa kemana sih’ batin Yuna kesal sekaligus panik. Padahal dia


sudah ada di Busan sekarang, tapi Jungkook tidak mengabarinya lagi. Kalau


begini pecuma dong, sama aja dia gabisa masuk ke dalam venue, tiketnya saja


engga ada pada Yuna. Yuna menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


Yuna memperhatikan lingkungan sekitar. ‘Wah…penuh lautan manusia,


benar-benar the power of Army’ gumam Yuna menatap sekelilingnya. Yuna


tampak terlihat seperti anak kecil yang kehilangan induknya. Ia


celingak-celinguk sendirian sambil memegang lightsick di tangannya.


“Hey, kau sendirian?” tegur seorang wanita muda mengagetkan Yuna yang tampak


menengok kesana kemari. “Oh eh iya….aku sendiri” ucap Yuna terbata-bata.


“Kalau begitu join bareng kita aja, aku juga tadi sendirian terus


mereka mengajakku join, kalau kau mau ikut ayo, kita having fun bareng”


ajaknya tersenyum ramah pada Yuna. Yuna tersenyum balik. ‘Aduh aku bingung


harus jawab apa, kalau mereka mengajakku masuk kedalam aku engga ada tiket,


“Ah…aku..”


Tring…tring….tring


Tiba-tiba ponsel Yuna berbunyi. Yuna segera permisi pada wanita muda itu


untuk mengangkat telponnya dahulu.


“Yeoboseyo?”


“Hey, kau dimana?”


“Siapa ya?”


“Aku Jungkook, posisimu dimana?”


“Ah…aku di depan gedung venue”


“Coba kau cari tempat yang agak sepi, nanti kau kasih tau lokasimu, agar


promotor bisa memberikan tiketnya padamu”


“Ne, aku akan mengabarimu”


“Bagus, sampai jumpa didalam”


Yuna segera mematikan ponselnya.


“Itu..siapa?” tanya wanita muda itu yang kelihatan kepo.


Yuna melirik wanita muda itu. “Ah…itu temanku, sepertinya dia jadi datang


kemari, jadi maaf ya aku tidak bisa bergabung dengan kalian” sesal Yuna


menundukkan kepalanya. Wanita muda itu mengangguk mengerti. “Baiklah kalau


gitu, sampai jumpa” mereka semua segera pergi meninggalkan Yuna.


Yuna pun segera berjalan cepat mencari lokasi yang sekiranya sepi untuk


melakukan pengambilan tiket. Semakin sore semakin banyak orang yang berdatangan

__ADS_1


membuat wilayah disekitar gedung itu penuh. Yuna bahkan sampai sedikit susah


untuk berjalan karena harus berdempetan dengan orang-orang.


Ia kemudian melihat ada sebuah ruangan yang keliatannya tertutup dan tidak


dipakai. Ia mencoba untuk berjalan memasuki ruangan tersebut. ‘Sepertinya ini


pas’ gumamnya melihat sekitar takut ada orang lain yang melihatnya.


Yuna segera mengechat Jungkook untuk mengabarinya lagi.


Tak lama kemudian Jungkook sudah membalasnya. “Oke, kau tunggu disana ya”


Yuna pun menurut dan menunggunya di tempat yang sudah ia tentukan. Beberapa


detik kemudian muncul seseorang memakai jas hitam menghampiri Yuna.


“Kau Yuna ya?” tanyanya menatap Yuna tajam.


Yuna mengangguk. “Iya betul”


Ia memberikan tiket VIP kepada Yuna. “Ini tiketmu, jaga baik-baik ya, nanti


kau tuker saat mau memasuki venue” pria itu segera pergi dari hadapan Yuna


dalam beberapa detik.


‘Apa-apaan itu, cepat sekali menghilangnya’ gumam Yuna menatap kepergian


pria berjas hitam.


Yuna baru saja mau melangkahkan kakinya menuju venue karena dirinya senang


sudah mendapatkan tiket VIP nya. ‘Yes, akhirnya aku bisa nonton BTS lagi’


batinnya melompat girang.


“Hey…kau keliatan happy banget” ucap seseorang dari kejauhan. Yuna


memicingkan matanya untuk melihat siapa orang yang berbicara padanya.


“Oh….oppaa” teriaknya sedikit kencang.


“Heyy…jangan berisik, nanti penyamaranku ketahuan Army yang lain” terangnya


mengomel.


“Memangnya kenapa? Rasanya aku ingin mengatakan pada dunia kalau aku


diberikan tiket VIP oleh Jungkook BTS karena aku merasa cukup dekat denganmu”


ujarnya nyengir.


Jungkook mengernyitkan dahinya. “Hadeuh kau mau membuatku diserang media?”


ucap Jungkook.


“Bukan begitu, maksudku…”


“Kau tampak cantik dengan gaun pink itu” puji Jungkook menatap gaun yang


Yuna kenakan.


“Heyy…kenapa kau baru mengatakannya sekarang, bikin aku tersipu saja” kata


Yuna tersenyum malu.


“Karen aku tidak punya banyak waktu, jadi aku baru mengatakannya sekarang”


jelasnya.


“Sekarang pun waktuku cuma sebentar karena aku harus melakukan persiapan,


aku kabur diam-diam untuk melihatmu, jadi kau harus berusaha untuk mencolok ya


supaya aku bisa melihatmu dari kejauhan” jelas Jungkook membuat Yuna salah


tingkah.


“Kau kenapa begitu?” tanya Jungkook heran dengan tingkah Yuna yang


gelagapan.


“Ah….aku seperti merasa diperhatikan olehmu, kalau begitu aku akan berusaha


mencolok agar kau menotice ku ya” balas Yuna sambil mengangkat satu tangannya.


‘Hwaiting’


Jungkook mengangguk mengiyakan. “Kalau begitu aku duluan karena bisa gawat

__ADS_1


kalau ketauan aku menghilang, sudah ya” Jungkook segera pergi berlari menuju


gedung konser.


__ADS_2