
Setelah pulang sekolah___
“Hey, Yuna, mau kemana hari ini?” teriak Soobin dari kejauhan. Yuna segera
menoleh asal suara yang memanggil namanya itu. “Wae Soobin-ah?” tanya
Yuna sembari menggigit satu potong roti keju.
“Mau ngajak nonton, aku ada 2 tiket nonton film nih, rencananya mau ngajak
buat nonton bareng” ajak Soobin mengangkat kedua alisnya.
Yuna menatap bingung. “Haduh gimana ya, hari ini hari pertama aku part time,
jadi gabisa nonton bareng, maaf ya soobin” ucap Yuna menolak.
Soobin menundukkan kepalanya dengan kecewa.
“Gimana kalau kau ajak Mijoo saja, dia kan suka nonton film pasti dia
seneng” usul Yuna. “Eh tuh Mijoo pas banget” Yuna menunjuk Mijoo yang hendak
berlari menghampiri mereka.
Soobin langsung segera menyilangkan kedua tangannya membentuk huruf X dan
melambai kearah Yuna seolah jangan mengatakan apapun. Yuna melongo tidak paham
apa maksud dari sinyal yang Soobin tunjukkan itu. Yuna tampak tidak peduli dan
segera berteriak kearah Mijoo. “Hey Mijoo, kau mau nonton ga?” tawar Yuna
kepada Mijoo spontan.
Soobin bingung Yuna langsung nyeletuk gitu aja. “Nonton?” tanya Mijoo
memastikan perkataan Yuna. Yuna mengangguk. “Iyaa, Soobin udah beli tiketnya
tapi aku gabisa nemenin, jadi kau aja yang gantiin ya.” kata Yuna menyenggol
bahu Mijoo sembari menggoda.
“Eh serius? Mau banget, udah lama engga nonton bioskop lagi” tutur Mijoo
tersenyum cerah. Ia menatap Soobin dengan hangat. Soobin tersenyum kecut.
Dirinya tidak menyangka bakal begini keadaannya.
“Bagus lah kalo gitu, aku pergi duluan ya. Mau kerja nih hari pertama” ucap
Yuna sambil jalan duluan melewati mereka berdua.
Yuna pun tiba di tempat kerja yang direkomendasikan oleh oppanya. ‘Wah bagus
juga tempatnya’ batin Yuna menatap bangunan cafe itu.
Yuna pun segera melangkah masuk dengan perasaan gugup.
“Osowaseyo” teriak salah satu pelayan.
“Ada yang bisa saya bantu?” tanyanya menatap Yuna yang masuk sendirian. Yuna
tampak linglung tapi ia memberanikan diri bertanya pada pelayan itu. “Permisi
mau tanya, aku dapet rekomendasi part time disini, apa benar disini lagi buka
lowongan part time?” tanya Yuna memastikan.
“Oh benar, memang café kami sedang membuka lowongan part time untuk kasir”
__ADS_1
kata pelayan tersebut mengiyakan.
Yuna bernafas lega. “Apa kau sudah mempersiapkan berkas-berkas yang
diperlukan?” tanya pelayan itu.
Yuna panik, karena ia tidak diberitahu oppanya kalo disuruh bawa
berkas-berkas. Yuna pun memberanikan diri untuk mengatakan kalau Yohan yang
merekomendasikannya.
“Maaf sebelumnya, tapi aku tidak membawa berkas yang eonni ucapkan tadi,
tapi aku dapat rekomendasi part time disini dari oppa ku Kim Yohan” ucap Yuna
mencoba tenang.
Pelayan tersebut mengernyitkan dahi. “Tunggu sebentar ya, saya tanya manajer
saya dulu” ucapnya lalu segera berjalan menuju ruang staff meninggalkan Yuna
sendirian.
Yuna pun segera duduk untuk menenangkan dirinya. Karena ini pertama kalinya
dia bekerja di suatu tempat asing, ia sendiri tidak punya pengalaman apapun
selain mengikuti organisasi. Makanya ia sempat gugup dan nervous dalam
menghadapi lingkungan yang baru.
Beberapa menit kemudian pelayan itu datang lagi bersama seorang pria
berbadan six pack memakai jas warna hitam dan celana bahan hitam dengan sepatu
kets yang tengah berjalan menghampiri Yuna.
haseyo” ucap Yuna tersenyum hangat.
Pria itu pun balik menundukkan kepala dan menyapa Yuna. “Annyeong haseyo, kamu Yuna ya?” tanya pria itu yang tiba-tiba memanggil namanya. Yuna heran
‘kenapa pria itu bisa tau namanya padahal ini kali pertamanya bertemu pria itu’
batinnya kebingungan.
Yuna langsung membalas “Oh iya benar sajangnim”
Pria itu langsung tertawa saat Yuna mengatakan sajangnim. Yuna heran kenapa
ia tertawa. Yuna pun langsung berkata “Apa ada yang salah dari ucapan saya?”
tanya Yuna.
“Oh…enggak kamu gasalah, kalo mau panggil saya, panggil nama saja, nama saya
Lee Jun. panggil Jun-ssi aja, biar akrab. Saya manajer di café ini” ucapanya.
Yuna tertawa kecil. “Oh begitu ya, apa boleh? Kalo begitu aku panggil
Jun-ssi ya” jelas Yuna lagi.
Pria bernama Jun itu mengangguk. “Silahkan” katanya.
“Kau adiknya Yohan ya?” tanya Jun-ssi.
“Oh, iya betul” balas Yuna sembari menganggukkan kepalanya.
“Kalau gitu, langsung aja kerja ya, seragammu ada di loker di dalam ruang
__ADS_1
staff, kamu saya tempatin dibagian kasir nanti ada pegawai yang bantuin kamu
dan membimbing kamu bekerja di hari pertama, kalo ada yang mau ditanyakan lagi
bisa keruangan saya ya.” ucap Jun-ssi.
Yuna menangguk dan tersenyum mengerti. “Gamsahamnida.” Yuna
membungkukkan badannya.
‘Mungkinkah ini kekuatan orang dalam? Chanel Yohan kece juga’ batinnya
tertawa girang. ‘Kayanya aku harus berterimakasih sama Yohan oppa nih udah
ngasih kesempatan buat part time disini, btw dia kenal Jun-ssi dari mana ya,
hmmm mencurigakan’ batin Yuna lagi penasaran banget. Ia udah bertekad saat
pulang nanti mau langsung ditanyakan ke oppanya.
Yuna pun segera memakai seragam café itu. Ia merasa dirinya sudah resmi
bergabung sebagai staff dicafe itu. ‘Senang banget akhirnya bisa part time
juga, BTS tunggu aku ya, aku akan menjadi Army royal.’ Ucapnya dalam hati
kegirangan.
“Kau baru masuk hari ini ya?” tanya seorang wanita muda yang tampak cantik.
Yuna menoleh asal suara itu. “Ah…iya benar, ini hari pertamaku bekerja.
Mohon bantuannya.” Balas Yuna menundukkan kepalanya.
Wanita itu tersenyum ramah. “Aku akan mengarahkan dan menjelaskan apa yang
harus kau lakukan, ayo ikut aku.” Ajak wanita itu menuju meja kasir.
Yuna pun segera mengikutinya. Yuna diajari oleh wanita itu mengelola
keuangan dikasir. Ia jadi banyak belajar. Yuna juga sempat bertanya nama wanita
itu, namanya adalah Hwang bora. ‘Wajahnya sudah cantik bahkan namanya juga tak
kalah cantik.’ Tutur Yuna dalam hati sedikit iri. Ia juga berharap bisa
mendapatkan salah satunya. ‘Seandainya namanya cantik ataupun wajahnya cantik’
batin Yuna berandai-andai, tapi ia sudah merasa bersyukur atas segala nikmat
yang Tuhan berikan padanya, yang terpenting ia lahir kedunia adalah anugerah
yang terindah.
Jungkook merebahkan badannya ke ranjang, ia merasa lega para hyungnya sudah
pulang dan bisa sendirian lagi. Ia memandang langit-langit kamarnya berfikir
apa sebaiknya mengembalikan kalung itu kepada gadis bernama YUNA atau lebih
baik disimpan saja disitu sampai gadis itu mencarinya. Ia juga merasa tidak
enak jika barang milik orang lain ada padanya dalam waktu lama.
“Hmm….” Jungkook tampak bingung. ‘Apa yang harus kulakukan? Besok sepertinya
aku hanya latihan sebentar di gedung dan langsung kembali ke apartement. Apa
besok aku coba mencari gadis itu? tapi kemana? Aku tidak tau dimana gadis itu
__ADS_1
berada, sungguh misterius’ batinnya masih memandang langit-langit sembari
menghayal.