
Dijalan pulang menuju tempat karaoke___
"Ahh dinginnya hari ini" Ujar Yuna
"Lebay sekali sih!aku dong yang biasa saja." celetuk Lucas
tiba-tiba.
"Hey!mulutmu bisa diam tidak?!aku pusing tahu dengar ocehanmu."
balas Yuna dengan ketus.
"Aku yang mengoceh ini kok, ribet sendiri ckck kau Ini hmm" ucap
Lucas sambil bergaya seperti ayah menasehati anaknya.
"Yak!kau itu ya benar-benar menyebalkan" balas Yuna dengan ancang
ancang ingin memukul lucas menggunakan tasnya.
"Kalian sudahlah jangan bertengkar, aku lelah melihat kalian itu ..
huft" Soobin yang sedari tadi diam akhirnya mengeluarkan suaranya dan
dibalas anggukan setuju Jeno.
Akhirnya mereka sampai di tempat karaoke. "Eh lihat, itu dia tempatnya.
Ayo" seru Lucas.
"Kita pesan tempat yang luas saja" usul Jeno saat berada di lobby
pemesanan. Yuna mengangguk setuju. "Aku akan masuk duluan, jangan lupa
pesan minuman ya" Yuna kemudian berjalan menuju ruang karaoke yang dipesan
oleh temannya.
Mereka pun bersenang-senang sembari menyetel beberapa lagu yang sedang
trending. "Hey, kalian mau lagu apa lagi?" Tanya Soobin terus
menyentuh layar tablet untuk mencari lagu lagu popular.
"Bagaimana kalau PSY New Face?" ujar Jeno sembari berdiri
mengacungkan jempolnya. "Enggak enggak, enak saja kau yang milih"
Lucas menyela. "Aku mau lagu Big bang Fantastic Baby, ayo cepat putar
lagunya" teriak Lucas. "Padahal aku sudah memilih, yaudah putar
punyamu saja lah" balas Jeno sedikit kesal. Namun pada akhirnya mereka
kembali bersatu lagi karena lagu Big bang.
"Hey Yuna, daritadi kau hanya diam, ada apa?" Tanya Soobin
tiba-tiba. Yuna membuyarkan lamunannya. "Eh oh, enggak papa." ujarnya
linglung. Soobin tersenyum menatap Yuna. "Kau tidak canggung denganku
kan?" tanyanya. Yuna mengangguk. “Aku sudah melupakannya. Sekarang ayo
mari berpesta.” Teriak Yuna mengangkat minumannya.
“Kalian minggir, sekarang gantian giliran aku yang memilih.” Yuna mengambil
tabletnya dan mencari lagu yang ia suka. “Mulaiii….” Teriaknya berbicara
melalui microfon. Ia memutar lagu BTS-Fire dimana itu adalah lagu pertama kali
dirinya menjadi ARMY. “Bultaoreune firee…..firee..firee.” Yuna mulai
bernyanyi dengan kencang.
“Hey, kenceng banget tahu” Sindir Lucas.
Yuna tidak menanggapi, ia terus saja bernyanyi, karena itu adalah lagu
favoritnya. Akhirnya mereka semua pun bersatu bernyanyi bersama, kecuali Soobin
yang tidak tau apapun dan hanya duduk melihat kelakukan teman-temannya yang
gila.
Akhirnya acara karaoke mereka pun telah selesai. "Sudah malam nih,
sepertinya aku harus segera pulang" ucap Yuna kepada temannya. "Akan
aku antar" Soobin segera berdiri berhadapan dengan Yuna. "Yaudah
kalian berdua pulang duluan saja, kami masih mau ke suatu tempat, bye"
Jeno dan Lucas segera berjalan pergi dari hadapan Yuna dan Soobin.
“Aku pulang sendiri aja.” Tegas Yuna.
__ADS_1
“Ini udah malam, ga baik perempuan pulang sendirian, biar aku temani.” Jelas
Soobin memaksa.
Yuna pun menyerah dan menganggukkan kepalanya. Ia merasa Soobin ada benarnya
juga sih, kalau ia pulang sendiri takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan
karena jalanan daerah rumahnya terbilang sepi dan jarang orang lewat, ia takut
ada orang aneh atau menyeramkan menargetkannya disitu, efek kebanyakan nonton
film horor psikopat membuatnya trauma di kehidupan nyata.
Akhirnya Yuna ditemani Soobin pulang menaiki Bus.
Besoknya___
"Hey banguun" Teriak seseorang meneriaki telinga Yuna.
"Aduh apasih" Yuna memukul wajah orang itu menggunakan bantal.
"Songong banget kau ya" ucap Yohan. Yuna terkekeh kekeh melihat
oppanya.
"Apa kau sibuk hari ini?" Tanya Yohan pada Yuna yang masih
setengah sadar.
"Hey, kau dengar aku tidak?" tanyanya jengkel. Yohan kembali
memukul wajah Yuna dengan bantal.
"Ihhh...apaan sih, apa maumu?" Tanya Yuna mendengus kesal. Selalu
saja oppa mengganggunya disaat hari libur.
"Kau butuh uang kan?"
"Eh, bagaimana kau tahu?" Tanya Yuna sedikit penasaran.
"Kau mau membeli album idol mu itu kan? Aku menemukan part time untukmu
nanti kau tinggal datang saja ketempatnya" Yohan segera memberikan sebuah
kertas bertuliskan alamat sebuah café.
Yuna tampak masih bingung. Tumben-tumbenan Yohan baik padanya, Yuna tampak
curiga namun ia urungkan niatnya karena ia juga butuh uang. "Jadi, aku
Yohan mengangguk. "Kau hanya tinggal masuk saja, bilang saja adiknya
Yohan, mulai besok kau sudah boleh kerja" jelas Yohan meyakinkan Yuna.
"Tapi kau harus menjaga rahasiaku daari eomma oke?" Yohan mengangkat
jari kelingkingnya, melakukan perjanjian dengan Yuna. Tuh kan benar yang Yuna
pikirkan, pasti ada maunya. ‘Ckckck....Emang ga pernah ikhlas memberikan
bantuan tanpa embel-embel sesuatu' batin Yuna menaikkan satu alisnya.
Yuna sedikit bingung. "Merahasiakan apa?" tanyanya pura-pura.
"Aku akan ke club malam ini dan minum bersama teman, awas kau
membeberkannya" ancam Yohan menatap tajam Yuna.
"Bwahahahaha" Yuna tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Yohan.
"Memangnya oppa sudah berani minum? Lagi pula oppa masih dibawah umur,
lebih baik gausah. Kalau mabuk bagaimana siapa yang mau menggotongmu"
larang Yuna menegaskan.
"Gausah segala nasihatin, kalau kau melarangku, sini kembalikan
kertasnya" ancam Yohan.
“Ett….jangan gitu dong.” Ujar Yuna memelas. Yohan kemudian segera
berjalan keluar menuju pintu kamar Yuna.
"Hey, oppa" teriak Yuna. "Tentu saja aku tidak akan
melakukannya, janji" Yuna mengacungkan jari kelingkingnya.
'Huh menyebalkan banget deh, selalu aja pake acara mengancam segala bikin
repot' desah Yuna. Tapi untungnya ia tidak perlu repot-repot mencari lagi.
"Eh tapi kau mengajak pacar barumu itu ya?" goda Yuna tersenyum
misterius.
__ADS_1
Yohan menjadi salah tingkah karena godaan adiknya itu. "Hey
hey....tentu saja tidak, hanya bersama teman" balasnya sedikit emosi. Yuna
tertawa nakal. "Lakukan semaumu aku tidak peduli dengan apa yang akan kau
lakukan, aku hanya ingin kerja dan membeli apa yang kubutuhkan." Ucap Yuna
tampak acuh tak acuh. Yohan menatap sinis Yuna dan segera pergi dari kamar Yuna.
Yuna tidak peduli dengan tingkah oppanya karena dirinya masih cukup
mengantuk. Tapi sepertinya ia ingin keluar mencari udara segar.
'Hari ini enaknya kemana ya' Yuna segera memeriksa ponselnya dan mencari
cafe yang sedang popular untuk dikunjungi.
'Nah ini dia' Yuna menunjuk cafe Deondaemun yang berlokasi di Gangnam.
"Sebaiknya aku kesana bersama teman" Yuna segera menelpon Soobin dan
Lucas. Karena hari ini Jeno tidak bisa datang karena ada urusan lain.
"Hey, kita ke cafe yuk" ajak Yuna pada Lucas dan Soobin di telpon.
Mereka seegra mengiyakan dan bersiap menuju cafe.
'Pakai baju apa Ya' pikir Yuna bingung. "Ah....aku punya baju dari appa
hadiah ulang tahun tahun lalu, pakai itu saja deh, udah lama ga pakai"
Yuna segera memakai sepatu dan berjalan keluar rumah menuju cafe.
"Hai, maaf aku terlambat" jelas Yuna. Ia memakai short
dress ungu dengan sepatu kets putih. Tampak sangat anggun.
"Woww....tampilanmu boleh juga" celetuk Lucas menatap Yuna.
"Apa-apaan kau" bentak Soobin. "Yuna memang sudah cantik sejak
dulu, kenapa kau baru sadar hah?" omel Soobin sambil menatap tajam Lucas
yang sedari tadi senyum menggoda.
"Hey hey apasih kalian, ayo kita pesan makanan. Kalian mau apa?"
Tanya Yuna menatap menu yang ada di meja.
"Aku mau ini saja deh" ucap Lucas menunjuk tteokpokki. "Jauh
jauh kesini malah pesan tteokpokki, memangnya kau tidak mau pesan menu
lain?" omel Yuna pada Lucas yang terlihat tidak punya pilihan lain.
"Terserah padaku dong" Lucas menatap Yuna sebal sembari melipat
tangannya di dada.
Soobin menggelengkan kepalanya melihat 2 temannya yang ribut.
Beberapa menit kemudian pelayan datang membawakan pesanan mereka. Mereka pun
segera melahap pesanan yang telah tersedia dimeja makan.
"Kalian tau ga?" celetuk Yuna tiba-tiba sembari menyeruput
minumannya.
"Ng?" balas Lucas masih mengunyah tteokpokki yang ia pesan.
"Kemarin aku ketemu sama Jungkook oppa" teriak Yuna pada 2
temannya yang masih sibuk makan.
"Hah? Bagaimana ceritanya?" Tanya Lucas memiringkan kepalanya
heran.
"Kau ga mimpi kan? Itu pasti hanya hayalanmu saja" ucap Soobin
menyangkal pembicaraan Yuna.
Yuna memanyunkan bibirnya. "Kenapa sih kalian ga percaya, huh sebal.
Padahal aku beneran ketemu tau, Jungkook oppa benar-benar tampan" Yuna
menopang dagunya tersenyum memikirkan kejadian waktu itu.
Ia sudah tau temannya pasti gaakan percaya, tapi mulutnya gatal ingin
membeberkan kejadian malam itu yang benar-benar nyata bagi Yuna.
Lucas melambaikan tangannya di depan wajah Yuna. "Jangan ngayal mulu
oi, habiskan aja dulu makananmu" Yuna mengerutkan keningnya dan
__ADS_1
melanjutkan kembali makan.