
Yuna pun segera berangkat sekolah dengan menaiki bus. Yuna berangkat dengan
mood yang buruk. Ini semua adalah kesalahan Yohan. "Dasar oppa gila"
teriak Yuna dari dalam bus.
Semua orang kemudian menengok kearah Yuna yang tampak tidak sadar bahwa ia
telah berteriak di dalam bus yang membuat orang-orang cukup terganggu.
Yuna kemudian menyadari bahwa banyak orang mentapnya dengan heran seperti
mengatakan bahwa gadis itu gila.
Yuna tersenyum kaku. Kemudian menundukkan kepala sembari mengatakan
"Maaf semuanya, menganggu perjalanan kalian" Yuna sungguh malu dan
ingin segera cepat-cepat turun dari bus.
Jungkook sedang asik menonton tv sembari menikmati cemilan di ruang tamu
apartementnya. Dirinya senang akhirnya bisa meluangkan waktunya istirahat
sejenak. 'Beginilah menikmati hidup sesungguhnya' batinnya mengangkat kepalanya
menyender ke sofa.
Ting tong...ting tong. Suara bel pintunya berdering.
Jungkook heran siapa yang jam segini mengunjungi apartementnya, padahal ini
jadwal liburnya. Ia agak segan membukakan pintu karena ia malas kalau ada yang
menganggu waktu liburnya. Namun bel pintu terus berbunyi dan tidak lama suara
dering ponsel jungkook berbunyi.
Jungkook segera mengambil ponselnya dan mengangkat telepon yang tidak lain
dan tidak bukan adalah dari membernya sendiri. 'hadeuh' hela jungkook sedikit
kesal. Jungkook berfikir ngapain membernya datang ke apartementnya padahal lagi
gaada schedule.
"Yeoboseyo?" ucap Jungkook.
"Heyy...Jeon Jungkook cepetan bukain pintunyaa, kita udah nunggu di
depan" teriak Jimin salah satu member BTS.
Jungkook terkejut dengan suara teriakan Jimin yang kaya toa mesjid.
"Iya....iyaaaa, bentarr otw bukain nih" jungkook bergegas berlari
menuju pintu takut-takut Jimin ngamuk disana bisa repot bikin berisik penghuni
yang lain.
Jungkook segera membukakkan pintu dan ia melihat 2 member BTS (Jimin dan
Taehyung) mengunjungi apartementnya.
"Tumben kalian kemari, ngapain? Bukannya ini hari istirahat ya? Emang
kalian ga istirahat?" tanya Jungkook memastikan. Ia bukannya menyapa dan
senang dengan kehadiran 2 membernya tapi malah to the point langsung menembak
dengan pertanyaan seperti itu seakan ngomong kaya 'ngapain kalian disini?
mending balik aja dah soalnya ini kan hari libur kita' begitulah kira-kira yang
mau ia ucapkan.
Jimin dan Taehyung langsung masuk. Mereka bawa 2 tote bag dan langsung
dikeluarkan di meja dapur. "Ini apa?" tanya Jungkook heran.
__ADS_1
"Emang kalian mau pada ngapain disini?" tanya Jungkook lagi menatap
bawaan mereka.
Taehyung menatap Jungkook dan mengatakan "Tenang aja, kita cuma mau
makan disini doang kok" Taehyung tersenyum sembari mengangkat kedua
alisnya.
"Wajah kau kenapa Kook? Santuy ajalah, kita kan jarang ketemu kalo lagi
libur, mending nikmatin momen kebersamaan kita selagi masih ada waktu
yegak?" ucap Jimin menyenggol Taehyung dengan sikunya. Taehyung
mengangguk-angguk "Yap benar, masih mending nih kita bawain makanan, ayo
buruan dimakan dah laper nih." Taehyung memegang perutnya yang kosong.
Jungkook hanya diam mematung. Dalem hatinya 'Ini apaan dah, pasti mereka
lama kalo disini, belom ngaso dulu hadeuhh waktu buat tidur cuma hayalan doang
deh'
Akhirnya Jimin, Taehyung, dan Jungkook makan bareng di ruang tamu. Mereka
memakan makanan yang dibawa Jimin dan Taehyung. Jungkook yang tadinya malas
makan malah dia yang paling semangat.
"Bukankah kau bilang malas makan? Ngapa jadi kau yang paling banyak
makannya?" celetuk Taehyung nunjuk makanan yang Jungkook habisin.
Jungkook menatap tajam Taehyung. "Wae?" tatapannya
seakan mengintimidasi. Taehyung langsung mengurungkan niatnya bertanya lagi dan
lanjut makan.
Jimin melihat foto member BTS pre debut dipajang samping tv.
"Masih unyu-unyu banget dulu, apalagi si Jimin make up nya tebel
banget" celetuk Taehyung menatap Jimin ngakak.
Jungkook ikut tertawa. "Dulu Jimin hyung eyelinernya tebel banget udah
kek penyanyi rocker ckckck..." Jungkook menambahkan. "Eyelinernya
setebel beban hidupnya hahahaha" tambah Taehyung ketawa terbahak-bahak. Ia
seneng banget jailin Jimin.
Jimin menatap tajam mereka berdua. "Hey, walau begini aku lebih tua
dari kalian berdua jadi jangan kurang ajar ya" Jimin mengangkat tangannya
menunjukkan tinjuannya.
Taehyung dan Jungkook bukannya takut malah jadi ketawa karena cara ngomong
Jimin yang super gemas kaya pengen dicubit kalo perlu bawa pulang dibungkus
HAHAHAHA.
Gak terasa selama 3 jam an mereka mengobrol di kamar Jungkook.
"Kook, kau suka tipe cewe yang kaya gimana?" celetuk Taehyung
sembari becanda.
Jungkook shock tiba-tiba ditanya kaya begitu ama hyungnya. "Eh, kok
tiba-tiba sih?" tanya Jungkook kaget. Dia keliatan panik karena waktu itu
dia pernah bawa cewe ke apartementnya, cewe itu adalah Yuna yang enggak sengaja
__ADS_1
ketemu di mini market.
Jungkook agak gugup buat jawabnya, ia takut ketauan hyungnya kalo dia udah
pernah bawa cewe ke apartementnya.
"Ya gapapa lah, kan kita kepo aja lagian kau kan udah gede juga Kook,
ceritalah biar seru" bujuk Jimin si paling kepo.
"Hyung udah ah gausa bahas gituan ih, lagi ga mood buat bahasnya"
bantah Jungkook gelagapan.
"Kok kau jawabnya begitu sih, kaya takut ketauan gitu" ledek
Taehyung menatap Jungkook yang lagi kebingungan.
"Enggak kok, udah yaa mending hyung berdua pulang, aku mau tidur
ngantuk nih" usir Jungkook sembari mendorong keduanya keluar dari kamar.
Sebelum sempat keluar, mata Taehyung melirik lemari kaca yang ada di sebrang
tempat tidur Jungkook. "Et, sebentar" ucap Taehyung sembari berjalan
menghampiri lemari kaca.
Jungkook kaget karena Taehyung melihat lemari kacanya. Ia lupa kalau dirinya
menaruh kalung milik gadis bernama Yuna itu di lemari kacanya. 'Kalau ketauan
habis deh, bisa di cengin ama hyung-hyungnya nanti kalau ketemu' batin Jungkook
was-was.
Taehyung menatap tajam lemari tersebut dari atas kebawah bersiap untuk buka
pintunya, Jungkook bergegas segera menahannya membuka pintu. "Hyung,
ngapain sih udah buruan keluar, waktu kalian udah abis saatnya pulang"
usir Jungkook lagi.
Taehyung pun akhirnya menurut dan segera keluar di ikuti Jimin yang
sedaritadi bengong keliatan ngantuk matanya.
"Yauda hyung pulang dulu ya, makasih udah ngizinin kita maen disini,
lain kali hyung bawain makanan yang lebih banyak lagi ya" kata mereka
sembari membungkukkan badan.
"Hyung gausa sering-sering main ya, biar gantian nanti Jungkook yang
main ke tempat hyung" balas Jungkook sembari senyum maksa. Mereka pun
segera berjalan keluar pintu dan Jungkook segera menutup pintu dengan hati
lega. 'fiuhh..hampir saja' batinnya.
Jungkook merasa lega bahwa tidak ada seorang pun yang tau bahwa dirinya
pernah membawa seorang gadis ke apartementnya, karena hal ini bisa saja menjadi
skandal bagi dia yang notabennya seorang kpop idol. ‘Aku harus terus
merahasiakannya’ pikir Jungkook.
Pokoknya ia harus segera memberikan kalung itu pada gadis bernama Yuna yang
ia temui malam itu. Ia tidak mau kalung itu menjadi sebuah tameng untuk dirinya
sendiri. Walau ia sendiri tidak tahu keberadaan gadis itu, tapi ia bertekad
akan mencarinya. Ia tidak ingin berurusan lagi dengan gadis itu, yang
terpenting baginya adalah ia bisa hidup tenang tanpa ada yang mencurigainya.
__ADS_1