Pacarku Adalah Idolaku

Pacarku Adalah Idolaku
Laki-laki Misterius


__ADS_3

Yuna sudah berada di halte bus menunggu kedatangan bus yang akan mengantarnya menuju sekolah. “Drrrtt…drrrtt” ponsel Yuna bergetar. Yuna segera mengecek ponselnya. Ternyata katolk nya berbunyi. Ia segera melihat notifikasi yang muncul. Terlihat sebuah nomor tidak dikenal mengechat Yuna.


“Hmm…apa kau bisa ke alamat ini nanti malam?” tanya seorang misterius itu melalui chat katolknya.


Yuna berfikir keras, ‘Siapa ya orang ini?’ batinnya menerka-nerka. Padahal sebelumnya ia tidak pernah memberikan nomornya kepada siapapun. Chatnya pun sangat to the point langsung ke intinya. Yuna sebenarnya takut untuk membalas orang yang ia tidak kenal, tapi Yuna coba untuk menanyakan apa maksudnya.


“Kau siapa ya? kenapa menyuruh seenaknya saja ke alamat yang kau kirim? Kau ingin macam-macam denganku ya?”


Yuna tidak merasa takut, ia malah senang menantang orang yang ingin main-main dengannya.


Orang itu langsung membalasa pesan Yuna.


“Hey, bicara sembarangan, kau pikir aku orang aneh hah? Gausah banyak tanya, lebih baik kau datang karena jadwalku sangat padat, aku akan memberikannya sekarang karena ini adalah waktu yang tepat”


Yuna makin heran. ‘Memberikan apaan? Padahal ia tidak pernah minta diberikan apa-apa’ pikirnya.


“Seperti melamar saja segala waktu yang tepat, memangnya kau ingin memberikanku cincin tunangan?”


“Hey, kenapa kau banyak omong sih, tinggal bilang oke memangnya susah?”


Yuna emosi dengan balasan chat laki-laki aneh itu, ia malah menyulut Yuna yang mudah marah ini.


“Menyebalkan banget sih, oke aku akan datang, aku ingin tahu wajah laki-laki macam kau seperti apa”


Laki-laki itu hanya mengeread chat Yuna. Yuna makin geram dengan tingkah laki-laki misterius itu. ‘Awas kalau ketemu, aku akan mencabik-cabikmu’ batin Yuna menggigit bibirnya.


Malam hari pun tiba. Yuna tengah berbaring di ranjangnya sambil memainkan ponselnya. Saat itu jam menunjukkan pukul 19.00. Yuna tak sengaja membuka pesan chat seseorang. “Omo” ucap Yuna segera beranjak bangun dari ranjangnya. Ia lupa kalau hari ini ada janji temu dengan seorang misterius itu. Namun Yuna takut kalau orang itu akan berniat jahat padanya, atau mungkin dia mau menjual dan menculik Yuna ke suatu tempat. ‘Hiiiih serem’ batin Yuna menggidik. Ia sepertinya tidak berani pergi sendirian. ‘Hmm…ajak siapa ya” batin Yuna berfikir.


“Ah….sebaiknya aku ajak Yohan oppa saja, dia kan pemberani lagi pula dia akan menjagaku kalau terjadi apa-apa” ucap Yuna menyimpulkan. Akhirnya Yuna pun bergegas ganti baju dan berjalan menuju kamar Yohan. Yuna membuka pintu kamarnya perlahan. Ia menengok kedalam. “Lho kok gaada? Oppa kemana?” tanyanya pada diri sendiri.


Yuna pun segera menutup pintu kembali. “Ah….rese, giliran dibutuhin malah pergi, terus masa aku pergi sendirian?”


“Mau gamau deh pergi sendiri” Yuna pun segera turun perlahan-lahan menuju pintu utama. Ia mengendap-endap supaya tidak ada yang melihatnya keluar malam-malam.


Yuna pun berhasil keluar dan berjalan menuju halte bus. Yuna memperhatikan alamat yang orang misterius itu kirimkan. Sepertinya ia kenal alamat ini, tapi ia tidak begitu yakin. ‘Rasanya tidak asing deh’ pikir Yuna.


Bus pun tiba di depan halte. Yuna segera menaiki bus menuju alamat yang dituju. Yuna masih berkutik memperhatikan maps yang ada pada ponselnya. Drrtt…drrtt sebuah notifikasi katolk masuk. Yuna segera membuka pesan chat tersebut.


“Kau dimana? Aku sudah menunggu di dalam” sebuah pesan dari orang misterius yang menunggu kehadiran Yuna.

__ADS_1


“Sabar dong, aku sedang dijalan nih, kau kan laki-laki tugasmu adalah menunggu, tunggu saja disana sebentar lagi aku sampai”


“Ckckck….bukan berarti kau bisa berlama-lama ya, yauda cepetan walau aku laki-laki tapi aku tidak suka menunggu”


Yuna mendesah kesal. ‘Dasar laki-laki menyebalkan, memangnya dia siapa menyuruh cepet-cepet, bukankah dia yang membutuhkanku bukannya aku kan?’ batin Yuna emosi.


Rasanya ia ingin mencabik-cabik orang itu kalau ketemu.


Bus yang ditumpangi Yuna sudah sampai di tempat tujuan. Yuna segera turun. Ia mengingat-ingat daerah ini. ‘Eh tunggu dulu, ini kan jalanan menuju tempat ia part time’ Yuna segera menelusuri jalanan tersebut yang banyak orang berlalu lalang.


Yuna mengikuti arah yang google maps tunjukkan. ‘Alamat yang anda tuju ada di sebelah kanan’ ucap google maps. Yuna menengok kearah gedung yang cukup besar. ‘Wow, ini gedung apa? Oh tunggu dulu, ini bukannya gedung tempat idol latihan ya?’ gumam Yuna sedikit terpukau. Ini adalah pertama kalinya ia mendatangi gedung latihan para idol. ‘Apa aku bisa ketemu salah satu idol disini ya?’ batinnya senang bercampur gugup.


'Apa orang misterius itu adalah seorang idol?' gumamnya berkhayal. Yuna jadi mengingat-ingat pesan chat yang ia kirimkan dengan kata-kata yang cukup kasar pada laki-laki misterius itu. Kalau ternyata dia seorang idol, Yuna sangat merasa bersalah karena ia tidak enak berbicara kasar kepada orang asing yang belum pernah ia temui sebelumnya.


Yuna pun memberanikan diri untuk memasuki gedung tersebut. Yuna memperhatikan kedalam bangunan tersebut. “Wow keren banget design arsitekturnya’ batinnya terpukau. Ia menghayal dirinya bekerja disini dan bertemu dengan banyak idol setiap hari. ‘Indahnya hidup, bekerja sekaligus refreshing mata’ gumamnya sambil tersenyum sendirian.


“Kenapa kau senyum-senyum sendiri begitu?” ucap seseorang yang tiba-tiba muncul dihadapan Yuna yang tengah melamun memikirkan angan-angannya. “Eh oh, loh kau siapa?” tanya Yuna heran. Yuna memperhatikan laki-laki itu dari bawah sampai atas. ‘Wow, dia pasti idol, proporsinya bagus banget, walau tertutup kacamata dan masker tapi pasti wajahnya ganteng’ batin Yuna tertegun memandang laki-laki itu.


Laki-laki itu menjentikkan jarinya dihadapan wajah Yuna. “Sudah cukup melamunnya, ayo ikut aku” laki-laki itu menarik tangan Yuna.


“Ihh kasar banget nariknya” ujar Yuna merengek.


Laki-laki itu berhenti menarik lengan Yuna ditempat yang sepi. Ia membuka kacamata dan maskernya.


"Wah, jadi kau orang misterius itu? kenapa kau tidak bilang saja namamu? sok misterius banget bikin aku kesal tahu" desis Yuna menatap tajam Jungkook.


"Aku memang sengaja memancing mu supaya kau menerka-nerka siapa diriku" jelas Jungkook sambil memiringkan kepalanya menatap Yuna. Yuna memalingkan wajahnya karena ia tidak sanggup ditatap begitu dekat dengan Jungkook. wajahnya jadi memerah bagai buah tomat.


“Oh iya, aku sudah berjanji padamu akan memberikan barang milikmu kan?” Jungkook segera mengambil kalung milik Yuna yang ia simpan di tas selempangnya, belum sempat ia mengeluarkannya, tiba-tiba muncul suara seseorang tengah mengobrol dari kejauhan. Sontak Jungkook langsung memasukkan kembali kalung itu kedalam tasnya dan menarik Yuna menuju suatu tempat di pojokkan.


Yuna yang tidak tahu menahu bingung dengan gelagat Jungkook yang terus menariknya kesana kemari. “Heyy, kau mau membawaku kemana sih?” omel Yuna cemberut.


“Disini lebih aman” jelasnya sambil mengintip. ia membawa Yuna ke sebuah gudang yang ada dipojok gedung.


“Tapi ini kan gudang, kau membawaku ke gudang untuk apa? Kau memang sungguh lelaki misterius ya, kau mengirimiku pesan chat yang menyebalkan membuatku berfikir buruk kalau kau orang jahat yang ingin menculikku dan sekarang kau menarik-narikku seenakmu saja, kau pikir aku boneka yang bisa kau tarik-tarik sepuasmu?” omel Yuna dengan suara yang cukup keras.


Jungkook segera menutup mulut Yuna usai Yuna mengomelinya dengan nada yang cukup kencang dan berisik. Karena hanya ada mereka berdua disana jadi suara Yuna terdengar jelas dan menggema di dalam ruangan.


“Heyy. Jangan berisik, kau gaboleh ketahuan ada disini nanti orang-orang akan berfikir yang aneh-aneh, aku disini sedang latihan untuk persiapan tour, jadi aku tidak bisa pergi kemanapun, sekarang aku sedang istirahat makanya aku menghubungimu karena aku tidak tahu kapan jadwal padatku berakhir. Jadi tolong jangan menyimpulkan yang tidak-tidak terhadapku” terangnya panjang lebar menatap wajah Yuna yang masih tersulut emosi. Yuna hanya terdiam menatap Jungkook.

__ADS_1


“Ehh tadi dengar ada suara gasih? Kaya suara cewe dari arah sana” ucap laki-laki itu. Ternyata mereka adalah Taehyung  dan Jimin member BTS.


“Tadi aku juga dengar sih, coba cek aja yuk soalnya suaranya kaya lagi marah gitu” balas Jimin meyakinkan. Taehyung mengangguk setuju.


Tampak mereka berdua mendekati asal suara dari gudang.


Jungkook dan Yuna terkejut karena langkah kakinya semakin dekat.


“Gimana nih?” bisik Yuna takut ketahuan. “Sssttt, diam aku lagi berfikir” ucap Jungkook serius. Yuna tidak tahu harus ngapain, ia hanya diam tidak berkutik. Jungkook pun memberanikan diri keluar dari gudang. Yuna mencoba untuk mencegahnya dengan menarik bajunya namun tangannya tidak sampai. Yuna pun hanya bisa mengintip Jungkook dari balik lubang pintu gudang.


Terlihat Taehyung dan Jimin menatap kaget saat melihat Jungkook keluar dari pintu gudang.


“Astaga…” teriak Jimin heran sekaligus kaget melihat kehadiran Jungkook yang tiba-tiba muncul.


“Bukankah tadi kita mendengar suara cewe? Tapi kenapa malah kau yang muncul?” tanya Taehyung curiga.


“Memang kau tidak mendengar suara cewe? Aku sih dengarnya dia lagi mengomel pada seseorang” jelas Jimin memastikan lagi.


Jungkook menggelengkan kepalanya. “Dari tadi hanya aku saja disini” balas Jungkook mencoba tetap tenang agar tidak menimbulkan kecurigaan.


“Jangan-jangan tadi kita mendengar suara…suara hantu lagi” gumam Jimin menggidik ketakutan.


“Heyy Jimin-ah….mulai deh dikatikan dengan hal mistis, jangan mikir yang aneh-aneh” ujar Taehyung menatap tajam Jimin yang sedikit ketakutan.


“Ngomong-ngomong kau ngapain disini kook?” tanya Taehyung menatap curiga.


Jungkook memalingkan wajahnya dari hyungnya. “Ah….aku habis mengambil sesuatu dari gudang” jelasnya.


“Memangnya apa yang kau butuhkan sampai harus ke gudang?” tanya Taehyung menatap pintu gudang. “Kalau gitu aku mau lihat gudang juga, kali aja ada yang aku butuhkan” kata Taehyung berjalan menuju pintu gudang.


Jungkook segera menghentikan langkah Taehyung. “Hyung, kau gausa masuk” larang Jungkook menatap tajam Taehyung.


Taehyung mengernyitkan dahinya heran karena dirinya tidak diperbolehkan masuk kedalam.


“Kau…kau menyimpan sesuatu ya?” goda Taehyung berbisik ditelinga Jungkook sambil tersenyum nakal. Jungkook sedikit panik karena sepertinya dirinya ketahuan telah menyembunyikan sesuatu didalam sana.


“Kalau begitu, ayo Jimin-ah kita cari makan dulu, karena istirahat akan segera berakhir dan kita harus melanjutkan latihan kita lagi” ajak Taehyung merangkul pundak Jimin.


“Jungkook bagaimana?” tanya Jimin menengok kearah Jungkook.

__ADS_1


“Tinggalkan saja dia, katanya dia ingin sendiri bersama bayangannya” balas Taehyung tersenyum nakal memandang Jungkook yang menatap kepergian hyungnya.


Jungkook tertegun. ‘Apa Taehyung hyung tahu kalau aku menyembunyikan seorang cewe?’ batin Jungkook penasaran. 'Dia memang sangat peka' pikir Jungkook.


__ADS_2