
Setiap William berada di apartemen , Yoga selalu menghindar. William dan Yoga dua sosok yang sama mencintai Alexa.
Alexa kembali bertugas di rumah sakit, Alexa menjadi asisten dokter dalam operasi, Alexa sangat telaten, rapi dan jeli, banyak dokter memanggilnya buat ikut dalam berbagai operasi.
Jaitan Alexa sangat rapi, dan selalu mendapat pujian. Bagi dokter koas, pujian dan penilaian sangat baik.
Alexa sangat bahagia,punya banyak pengalaman, selesai koas dia akan mengabdikan diri ,menjadi relawan.
Alexa beristirahat, meneguk air minumnya. Alexa memang selalu ingin di tempatkan di bagian bedah,
Tetapi alexa flexible ,kalau lagi gak banyak kerjaan , Alexa membantu di UGD.
" Xa, dokter Abram kayaknya suka kamu deh".
" Ihhhh jangan gosip".
" Dokter paling cool, tukang marah, disiplinnya ampun ampun deh, ujar Alex.
" Kamu gak minat Xa?".
" Enggak, aku gak minat , dah cukup masa lalu kelam, ujar Alexa. Aku kan pertapa , harus semedi, no man no cry, beneran loh Merry".
" Alexa, jangan gitu, Roberth sebenarnya cinta banget sama kamu, hanya yah dia jajan juga, gonta ganti juga".
" Kalau dia cinta , gak bakal mukulin kan, gak bakal sakiti aku, sedikit bicara dengan pria, maka tamparan melayang, jalan dan tugas sama pun , pasti aku mendapat siksaan , " ujar Alexa.
__ADS_1
" Apa kamu trauma Xa?".
" Pastilah, sebenarnya awalnya dia gak gitu, lama lama posesif, kecemburuan nya mengerikan. Dia buat boleh, dia takut aku membalas apa yang dia buat, aneh kan", ujar Alexa.
" Ya anehlah , harusnya jika dia posesif sayangi dong pacarnya, tetapi awal yang tidak baik ,jarang berakhir baik Xa".
" Benar, biasanya gitu sihhhh".
" Makasih Merr, yang tahu kasus aku kan hanya beberapa orang, gak semua orang. Aku gak nutupi masa laluku, hanya jika di tanyai, ada yang bilang aku itu bego, aku itu bodih, benar. Sekolah dokter, bisa disiksa sampai separah parahnya. Aku kan bisa visum, dan benar, CCTV dan Visum luka yang dia buat menjadi akhir perjalanan penyiksaannya."
" Udah terbiasa nyiksa yah gitu, kebiasaan gak akan pernah berubah, apa di penjara dia gak kapok ya Xa, apa kamu pernah liat dia di penjara Xa?".
" Gak Mer, gak sama sekali."
" Siapa ya Mer, aku gak punya mama dan papa, saudara juga gak ada."
" Udah cepetan temui, biar aku handle bagian bedah", ujar Merry.
" Makasih ya Mer, aku duluan".
Merry mengangguk.
Alexa melangkah menyusuri lorong rumah sakit, menekan lift dan tersenyum dengan beberapa dokter. Mereka mengagumi kecantikan Alexa dan beberapa mengajak Alexa buat weekend bersama, atau pulang rumah sakit bersama ngopi bareng , Alexa hanya tersenyum, mengatakan, kalau dia bisa dia akan bilang, rame rame aja, ujar Alexa.
Alexa melangkah, dan bengong melihat mami dan papi Roberth di hadapan nya.
__ADS_1
Mereka sudah di suruh Brayen duduk di sofa.
Ketika Alexa masuk, mami Roberth memeluk Alexa.
Alexa hanya diam.
" Hallo Sir...,ma'am."
" Xa, Roberth merindukanmu, dia ingin kamu lihat di penjara. Ma' am tahu dia salah, sangat salah, Ma' am gak tahu dia menyakiti kamu, maaf kan dia Xa. Kunjungilah dia, dia gak minta di ringankan hukumannya, dia hanya ingin bersama kamu, dia hanya ingin kamu memaafkannya dan kalian menikah, hidup bersama lagi".
" Maaf, saya tidak bisa, sudah sangat banyak kesempatan saya berikan, sudah sangat banyak memaafkan dia, saya memaafkannya, tetapi saya juga sadar, baiknya dia bersama orang lain, bisa menghargai, mencintai dan tidak melakukan kesalahan, seperti apa yang dia buat pada saya
Ma'am, ujar Alexa.
Alexa menyuguhkan minuman pada kedua orangtua Roberth.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1