
Alexa membuka pintu apartemennya, dan melihat Yoga disana.
" Mas dari mana?".
" Mas liat proyek mas terbengkalai, terus suruh papi lanjutkan. Letaknya jauh, jadi Papi butuh 3 harian disana dengan ditemani mami".
" Aku merindukan kamu Xa".
" Ku juga, mas gak ada rasanya sedikut aneh, gak ada hantu terganteng," ujar Alexa tertawa.
" Xa, apa masa lalumu kamu gak mau tahu, koper pemberian ibu panti apa selamanya kamu tutup?".
" Aku merasa hancur saat melihat aku beda dengan kedua orangtua dan saudaraku, gak mirip sama sekali."
" Apa kamu gak mau nyari orangtua kamu , atau saudara kamu Xa?".
" Gak kepikiran, takut kecewa."
" Kamu salah Xa, jika memang mereka masih ada,kamu kan bisa bertemu, sebelum terlambat, jika sudah tiada buat apa".
" Kamu sendirian, kamu sebatang kara".
" Beranilah Xa".
" Hmmm ,baiklah".
" Mas temani," ujar Yoga.
Alexa berjongkok, dan duduk di bawah lemari.
" Aku...aku belum siap mas, " ujar Alexa.
" Yah sudah ,kapan kamu siap aja Xa."
__ADS_1
" Beberapa hari lagi, mami mau ke apartemen ini, dia merindukan mas, karena mas bilang mas disini".
" Yah mas, duduk di balkon yukkk".
Alexa dan Yoga pun duduk di balkon bermain ludo dan ular tangga.
Alexa beberapa kali salah, dan mereka tertawa berdua.
" Pertama kali mas dekat sama kamu, serasa sudah kenal kamu lama banget Xa".
" Hmmmmm...., kenapa mas gak ngomong, mendam suka sama aku?".
" Gak berani".
Alexa tersenyum.
" Aku malahan merasa mas itu seperti abang sendiri, merasa abang dekat sama aku."
" Mas juga merasa sih ,menganggap kamu adik mas, namun baru sama kamu mas merasa dekat dan kompak".
" Benar mas, lagi banyak pasien, aku tidur bentar ya mas".
" Ya Xa, iatirahatlah, jangan terlalu lelah".
Ketika malam tiba, Alexa membeli makanan nya, lagi pengen makan di warung dekat apartemen, sosok Yoga tidak tampak, yah namanya hantu, kemana aja kita gak bakalan tahu.
Alexa membeli beberapa cemilan dan makanan buat makan malamnya, ketika kembali, seperri ada seseorang yang membuntutinya.
Dan Alexa mengencangkan langkahnya.Namun sosok itu sekejab berada di depannya, mencekik lehernya. Alexa meronta namun tidak bisa.Sosok itu terlalu kuat.
Alexa merasa nyawanya terancam ,memukul, dengan sekuat tenaga ,namun tidak bisa.
Nafas Alexa sesak, degup jantungnya berpacu.Alexa berkeringat dingin dan berusaha berontak. Tiba tiba semuanya menghitam, dan Alexa tidak merasakan apapun.
__ADS_1
Ketika Alexa tersadar, sebuah genggaman tangan dia rasakan , dan disana sosok William berada. Alexa memandang sekitar nya, dan dia berada di apartemen William.
" Apa yang terjadi padaku mas?", tanya Alexa.
" Sesosok mahluk menyerangmu, mencekikmu, dan mas berusaha membantumu Xa, namun kamu pingsan, mas membawamu ke apartemen mas".
" Sejak Yoga hadir, kamu selalu di ganggu mahluk abstral, benar kan Xa".
" Benar mas. aku tiba tiba di kejar dan di buntuti mahluk abstral, aku bisa melihat mereka."
" Xa, mas sudah memarahi Yoga, jangan lagi mendekatimu, kamu bisa mati karena mahluk abstral, dia menyukaimu, namun alam sudah berbeda.Ikutlah dengan mas, baiknya kita pergi ke sebuah kuil, disana kita meminta semacam gelang untuk terhindar dari mahluk halus yang jahat", ujar William.
" Baik mas, Alexa sangat takut, mas apa leher Alexa berbekas ?".
" Liat nih Xa, berbekas dan berjejak ," ujar William memberikan cermin pada Alexa.
" Bekas cengkeramannya menghitam mas".
" Kita oles apa ya mas. biar bekas nya menghilang?".
" Nih pakai Xa", ujar William.
" Ma..maafkan mas Xa," ujar Yoga tiba tiba berada di samping Alexa.
" Kamu lihat Ga, leher Alexa , dia nyaris mati, efek kamu di dekat Alexa ,seperti itu, Ga...,sudah cukup Alexa menderita selama ini, aku mohon,kamu kalau mencintai Alexa ,pergilah, alam kita sudah berbeda".
Alexa menatap Yoga , tatapan mata Yoga sedih.Tetapi apa yang dikatakan William benar adanya.Alexa sangat takut.
🥰😍🤩🥰😍🤩
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment