
Kamu tidak usah kesusahan lagi,kamu tidak sendiri. Sebuah kata yang menenangkan Alexa dari semua kegundahannya.
Alexa dengan langkah perlahan membuka pintu apartemen, dan terkejut melihat sosok orangtua Yoga.
" Makan Xa, bareng yukkk, " ujar mami Yoga.
Alexa mengangguk.
Alexa mengangguk.
Sepanjang makan. mami Yoga dan papi Yoga menatap Alexa.
" Mas Yoga mana bu?".
" Dia bilang mau menyelidiki sesuatu."
Mata mami Yudha menatap Alexa dengan intens. Berharap Alexa adalah anaknya.
" Xa ,mau nemani tante belanja?".
" Besok aja Tab ,apa mau? Xa besok masuk siang."
" Ya udah, Tante pamit ya Xa".
" Hati hati di jalan ya Tan ,"ujar Alexa mengantar mami dan papi Kenzo ke pintu depan.
Alexa sedikit merasa aneh dengan gelagat kedua orangtua Yoga.
Hati Alexa pun bertanya tanya.
Papi Yoga membawa rambut Alexa dan sikat gigi Alexa, mereka menunggui hasil test DNA keluar. Mereka membayar uang lebih, agar hasilnya cepat mereka dapatkan.
Sementara di apartemen, Alexa duduk bermain game .Sebuah ketukan membuatnya berdiri dan membuka pintu, disana ada sosok William.
" Hari ini gerah Xa, nih ada es cream buat kamu", ujar William.
" Serius nihhh mas?".
" Serius donggg",ujar William.
" Tadi , dokter Abram di lantai bawah ,lagi nanya sana sini, mungkin nyariin apartemen mu Xa".
" Hahhh, kok bisa?" tanya Alexa.
" Dia menyukaimu Xa," ujar William.
__ADS_1
" Yang benar mas?".
" Benerannn".
" Xa, apa permintaan mas sudah kamu pikirkan?".
" Aku sepakat pacaran dengan Yoga mas,".
" Yang benar aja Xa, dia sudah meninggal".
" Dia hanya punya sedikit waktu mas, aku mau nemani dia ,buat dia bahagia dan melepaskan segalanya".
" Kamu mencintainya?".
" Belum sedalam itu mas".
" Xa, kamu harus berpikir, dokter Abram juga mencintai kamu".
" Mas, aku hanya mewujudkan permintaan terakhir mas Yoga".
" Kamu terseret arus perasaan Xa, Yoga sudah lama mencintaimu, kamu sadar gak Xa?".
" Ya,aku sadar, Yoga selalu melindungiku".
" Berpikirlah Xa".
" Kamu marah mas?".
" Yah marahlah, kamu gak memikirkan efek dari keputusan kamu".
" Maaf mas, aku hanya memikirkan mas Yoga.Dia baik".
" Mas gak pernah setuju kamu begitu Xa".
" Maaf, please jangan marah".
" Mas mengatakan Abram kan, yah mas, dia sudah memberitahuku perasaannya, namun jika disuruh memilih, aku belum bisa memilih".
" Kamu gak minat sama mas Xa?".
" Mas terlalu sempurna buat orang se level aku mas".
" Mas beneran ,menunggu kamu Xa. Jika Yoga pergi, ada mas".
" Mas bukan ban serap, se enaknya aku gunakan.Masss, mas itu kenapa sih bodoh banget".
__ADS_1
" Ya ,hanya sama kamu mas jadi bodoh."
Alexa tertawa menepuk pundak William.
William menahan jemari tangan Alexa.
William dan Alexa saling bertatapan.
Tiba tiba sosok Yoga berdiri di antara mereka.
" Pacarku selingkuh, " ujar Yoga menaik turunkan alisnya.
" Mas ada ," aja dehhhh.
" Dari mana Ga?".
" Dari panti asuhan".
" Panti asuhan ? kenapa kesana mas? panti asuhan mana?".
" Panti asuhan dimana kamu di besarkan."
" Buat apa mas?".
" Menurut detektif, adikku di bawa kesana, oleh masyarakat, dimana dia di temukan berpuluh tahun lalu".
" Adik kandungmu mas?".
" Ya Xa."
" Kamu gak pernah mau mencari orangtuamu Xa?" tanya Yoga.
" Gak, buat apa mas, aku di buang, jadi biarlah aku sendiri."
" Jika kasusnya berbeda, kamu bukan mereka buang, mereka mencarimu sampai saat ini, gimana?".
" Entahlah mas, "ujar Alexa menunduk.
🌻🌴🌻🌴🌻🌴🌻🌴🌻
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment