Pacarku Bukan Manusia

Pacarku Bukan Manusia
33 Tidak Mengenal Lelah


__ADS_3

" Tuhan akan menghapus perasaanmu kepada seseorang, jika seseorang itu memang tidak layak untukmu.Percayalah". Sebuah kata kata yang cukup dalam yang William katakan sewaktu sarapan di apartemen Alexa.


" Aku gak mengingatnya lagi," ujar Alexa.


" Jika dia keluar dari penjara kelak, mencari kamu, sungguh sungguh bertobat, apa kamu mau nerima Xa?".


" Bukan lupa,tapi terbiasa,bukan tidak marah,tetapi sudah lelah".


" Aku sudah memaafkan, tetapi buat hidup bersama gak lagi, sudah cukup kebaikanku dan kesempatan yang aku beri, " ujar Alexa.


" Memaafkan bukan berarti memberi kesempatan, memaafkan memang mudah tapi untuk melupakan jelas aku harus bisa.


Tak ada manusia yang bisa kembali setelah hatinya di hancurkan berulang kali, jikapun ada semuanya tak akan sama lagi, itu yang aku rasakan."


" Dan dari sini saya paham bahwa keadilan Tuhan memang ada, saya gak pernah nyesel pernah setulus itu, tapi dia yang bodoh menyianyiakan ketulusan itu.Jadi saya gak ada menyesal lagi".


" Penyesalan datang hanya untuk membalaskan rasa sakit, maka mungkin inilah yang disebut keadilan. Sekarang semua berbalik bukan saya lagi yang meminta perhatian darinya, tapi sekarang dialah yang meminta waktu saya untuk mendengarkan semua penjelasan yang tak bermutumu itu.


Sekarang nikmatilah setiap penyesalan itu , belajarlah dari semua ini untuk menjadikannya menjadi lebih dewasa lagi. Saya sudah memaafkan dia dan ya semuanya sudah berakhir ,saya sudah muak , walau orangtuanya datang dengan memohon saya kembali , saya gak menerima dia memasuki hidup saya lagi mas, selesai."


Mas ingin kita jalan sama Xa".


" Maaf karna aku gak pernah cukup untuk kamu yg sempurna, maaf juga gak punya sesuatu yg baik untuk bikin kamu tertarik, aku bahkan gak punya apapun untuk ngebuat aku utuh.Beneran mas, mas bakalan rugi, " ujar Alexa gugup.


" Mas gak rugi Xa, beneran.Mas akan menghargai kamu, mas menerima kamu seutuhnya, yang mas mau hanya kamu".


" Kamu suka dengan Yoga?" tanya William.

__ADS_1


" Gak, mas ada ada aja".


" Kamu sadarkan Xa, dia bukan di dunia kita?".


Alexa mengangguk.


" Tetapi dia sangat melindungi dan baik".


" Xa jangan bermain api".


" Hmmmm, " ujar Alexa.


" Bareng mas aja pergi Xa, ujar William."


" Baiklah mas, " ujar Alexa.


Di perjalanan, Wiliam menatap di kursi bagian belakang ada sosok Yoga.


" Aku mau menemani Alexa, agar terhindar dari mahluk halus yang mau menyakitinya."


" Aku akan bawa dia ke kuil, meminta jimat buatnya".


" Jangan Will, aku mohon ,sisa waktuku 60 hari".


" Yud, kamu sadar, begitu banyak mahluk absrtal di rumahmu".


" Ya ,.aku tahu."

__ADS_1


" Mereka memburu Alexa, karena memburu keberuntungan ,agar mendapat kesempatan seperti kamu dan kamu membahayakan Alexa".


" Sudahlah mas" .


Tidak lama kemudian, Alexa turun, Yoga juga turun. William hanya bisa memandang Alexa dan Yoga.Ada gemuruh dalam hati William.


William melajukan kendaraannya, hingga sampai ke kantornya.


Sedangkan Alexa sibuk men cek pekerjaannya. Ada beberapa operasi, dimana Alexa menjadi asisten dokter.


Yoga sibuk memperhatikan Alexa bekerja.


Seorang perawat memasuki ruangan Alexa.


" Dokter Xa, kenapa ruangan dokter begitu masuk, rasanya merinding, apa dokter gak merasakan apapun?".


" Seram banget Dok, biasa kalau ruangan seperti ini, ada penghuni nya.Biasanya gak gini dok, kenapa bisa gini dok?".


" Ahhh perasaan kamu aja dehhhh, beneran saya biasa aja".


Sang perawat keheranan.


🤩😍🥰😍🤩


Jangan Lupa


Vote

__ADS_1


Like


Koment


__ADS_2