
Malam itu, Yoga mendatangi kamar Alexa.Dimana William tertidur pulas karena kelelahan, dan papi Yoga juga sama tertidur.
Ketika Alexa merasakan kehadiran Yoga, kedua mata Alexa terbuka.
Yoga memberi isyarat agar Alexa diam , jangan bersuara.
" Mas gak ada apa - apa?" ,tanya Alexa.
" Emang hantu bisa kenapa Xa, sebelum waktunya, hantu bisa nya hanya menembus segala sesuatu."
" Waktu berlalu begitu cepat, mas kenapa bisa membentur tembok gitu?".
" Biasa , saat penghuni marah, maka pelampiasannya ke sekitar."
" Perasaan ku gak enak, sejak kejadian itu, " ujar Alexa.
" Jangan di pikirkan ," ujar Yoga membelai wajah Alexa.
" Xa, apa yang kamu rasakan padaku?".
" Mas temanku, teman ngobrol , pacar halu, seperti yang mas katakan."
" Pacar halu bahkan kita gak bisa Xa."
" Mas kenapa keliatan sedih banget?".
" Entahlah Xa, kita pergi yuk Xa.!!"
" Pergi kemana mas?".
" Kemanapun, ambillah cutimu Xa".
" Kamu gak apa apa kan Xa?.
" Gak apa - apa mas, hanya mami dan mas William berkeras Alexa melakukan perawatan."
__ADS_1
" Mau ikut kita jalan, nginap dimana".
Alexa mengangguk, dia hanya gak tau, kenapa wajah Yoga sangat sedih, Alexa gak sampai hati menolak ajakan Alexa.
Alexa menulis memo,bahwa dia akan pergi semingguan, dia baik baik saja. Tidak usah panik.
Alexa pun perlahan keluar dari ruangan perawatannya ,setelah mencabut infus dari tangannya.
Yoga memakaikan Alexa jaket tebal, mereka pun memasuki mobil dan Yoga mengendarai mobil.
Alexa kembali tertidur, sedangkan Yoga mengendarai mobil menuju sebuah tempat. Yoga memberhentikan mobil tepat pukul 4 pagi, Yoga pun tertidur sambil menggenggam tangan Alexa.
Ketika matahari akan terbit, Yoga membangunkan Alexa, mereka keluar dan menatap matahari semakin naik perlahan sangat indah.
" Indah banget", ujar Alexa tersenyum.
Beberapa kali Yoga memfoto Alexa,mereka juga berpose berdua.
Mereka memandangi suasana danau yang sejuk, menikmati keindahan alam.Walau hanya diam, Perlahan Yoga bisa tersenyum.
" Sudah mas, apalagi Alexa mengalami kecelakaan ,rumah sakit memberikan kelonggaran ,agar Alexa istirahat dulu."
" Sudah lapar?".
Alexa mengangguk.
" Pengen makan apa Xa?".
" Apa aja mas".
" Kita singgah di drive tru aja mas, biar Xa baws mobil".
Yoga mengangguk.
Yoga memberitahu beberapa pesanan nya, dan Alexa juga membeli makanan nya.
__ADS_1
Yoga memberikan kartu Debit nya.
Alexa hendak menolak, namun Yoga kekeh.Akhirnya Alexa mengalah.
Sementara di rumah sakit, William.dan papi Yoga mencari Alexa.Mendapati memo dengan tulisan Alexa ,mereka semakin bingung ,kemana Alexa.
" Yoga membawa Alexa, karena dia tahu, tabir hubungan mereka akan terkuak, Yoga masih belum bisa menerima kenyataan, "ujar William.
" Ja...jadi Alexa gimana pi? kita baru ketemu, kenapa Yoga berbuat gini pi, apa dia gak kasihan liat kita, bagaimana sepinya hari hari kita kehilangan 2 anak kita, begitu ketemu, kenapa bisa jadi gini," ujar mami Yoga.
William pun hanya terdiam,kenapa Alexa bisa sampai berbuat seperti ini, apa Alexa sudah mencintai Yoga, gimana pun perasaan itu salah, bukan buat dirinya atau pria manapun, tetapi Yoga saudaranya sendiri, dan Yoga akan pergi jika waktunya tiba, apa Alexa menyadari itu semua?
William hanya diam, membereskan barang Alexa dan papi Yoga membereskan administrasi rumah sakit, papi Yoga merasa lega ,setelah mendengar penjelasan dokter dan perawat, Alexa keadaan nya baik, tidak perlu di khawatirkan apapun.
William mengantar kedua orangtua Yoga ke apartemen Yoga.Mereka hanya bisa menunggu ,kepulangan Alexa.
Dalam kecemasan dan kegalauan, mereka hanya termenung dan banyak pikiran.
🕵♂️🕵♀️🕵🕵♀️🕵♂️🕵♀️🕵🕵♂️
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
Singgah juga ke karya saya lainnya
__ADS_1