
Yoga merasa dirinya bukan dirinya lagi, rasa cintanya pada Alexa mengalahkan logika dan nalarnya.Dan disisa harinya Yoga semakin berat terpisah dari Alexa.
Yoga mencari tempat kemana Alexa pergi dan Yoga memasuki kamar Alexa.Yoga tidak melihat sosok William disana.
" Mas, kenapa datang?".
" Kamu gak suka mas datang ya?".
" Bu..bukan".
" Serius Xa, mas belum bisa menganggapmu adik, mas...".
Yoga mendekati Alexa, memeluknya dengan erat.
Ketika akan mencium Alexa, Alexa tersadar.
" Mas ,ini salah, ini gak boleh".
" Xa , disisa hariku, ku mohon tetap bersamaku layaknya seorang kekasih".
" Ki...kita saudaraan mas".
Yoga kekeh memeluk Alexa.
Alexa menahan perasaannya .
Andai mereka tidak bersaudara ,Alexa tidak akan seperti ini, Alexa sangat gelisah.
" Mas, mas akan lebih sakit, jika tetap kita seperti ini. "
" Xa....".
" Jangan buat orangtua kita lebih sedih mas, mereka sudah banyak mengalami penderitaan, mereka gak akan memaafkan kita, Alexa gak mau menyakiti mereka."
__ADS_1
Alexa menatap wajah Yoga. Alexa memejamkan matanya.
" Mas...., Xa mohon.Gak enak juga dengan William.Ini salah, jangan lakukan."
" Hanya sampai batas aku pergi Xa."
" Jangan seperti ini, Xa mohon," ujar Alexa.
Yoga pun menghilang dari hadapannya.Alexa merasa sangat sedih.Selama ini , Alexa tahu Yoga sangat baik, mereka pernah berkomitmen pacaran, namun Alexa selalu sadar ,dunia mereka berbeda.
William memasuki kamar.
" Yoga kesininya Xa?".
" Ya mas".
" Apa kamu mencintainya?", tanya William.
Alexa hanya diam.
" Ya mas, Xa tahu."
" Kalau orangtua kalian tahu, kalian di luar rasa saudara, mereka akan sangat sedih, baiknya sudahi Xa, bukan apa apa.Kamu berada di persimpangan, kamu juga ada rasa dengan mas kan?".
Alexa hanya diam.
" Kita sama sama dewasa Xa, baiknya kamu tegas, jadi batasan itu ada.Sudahlah Xa, kita juga gak tahu kan, Yoga ternyata saudaraan kamu. Kesalahan bisa terjadi pada siapa saja ,tetapi jangan mengulanginya, benar kan Xa."
Alexa mengangguk.
William memeluk Alexa. Perlahan William menyusuri bibir Alexa, kejadian itu mengalir begitu saja.
William mengusap air mata Alexa.
__ADS_1
" Jangan menangis, semua dirimu aku terima Xa, munkin perasaan awal kalian saling suka, kemudian saling nyaman, gak lebih".
" Sudahlah..., nikmati jalan jalannya. Jangan sedih ya Xa."
William memeluk Alexa dengan erat.
Alexa merasa William sangat care, apapun keadaan Alexa ,seperti apapun dirinya, William tulus mau mengerti dan memberi masukan baginya. Sama dengan Yoga, selalu perhatian dan peduli.
" Jangan dipikirkan lagi Xa, kamuharus bisa memikirkan dampak dari apa yang kamu lakukan, ada mami dan papimu, mereka harusnya tidak tersakiti dengan hubungan kamu dan Yoga yang di luar batas persaudaraan."
" Kamu mengertikan Xa".
Alexa mengangguk.
Alexa menerima telepon dari mami dan papinya.Alexa merasa bersalah pada kedua orangtuanya. Alexa tidak mau orangtuanya menjadi sedih karena dirinya.
William menggenggam erat tangan Alexa.
Andai rahasia itu tidak terbuka ,maka bisa saja hubungan Alexa dan Yudha lebih mendalam, karena dalam soal hubungan , ada dua hati yang berada disatu tempat, ada dua hati yang terlibat. Perasaan seorang wanita mudah tersentuh, mudah luluh saat seseorang menyakitinya, berganti dengan sosok peduli, sosok mencintai dengan tulus, siapapun bakal bisa respek ,tersentuh dengan sikap manis, baik, dan tulus.
Seperti saat ini , Alexa melihat sosok William selalu baik, ramah, peduli, tulus dan sungguh sungguh padanya.Alexa nyaman berada dekat dengan William.William jugabtahu semua masa lalu Alexa, tidak mundur meraih cinta Alexa, berjuang dan lebih bersungguh sungguh memperliatkan niatnya.
William sama sifatnya dengan Cloe, tidak menilai seseorang hanya dari satu sisi.Pribadi mereka sangat baik.
❤❤❤❤❤❤❤
Jangan lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1