
Malam itu, Alex menyusuri sebuah rumah, disana Alex melihat titik temu seorang penjahat, yang terkenal, dan Alex mengendus dialah penculik adiknya.
Yoga menghantui sang penjahat.
Dengan suara khas hantu.
Dan benar saja, Penjahat itu mengakui, dia disuruh pesaing kantor papi Yoga ,menculik dan melenyapkan anak nya.Mereka menyayangi puteri nya.
Sebuah kertas dan beberapa foto copy bukti trasnfer ,Yoga lalu mengambil semua bukti.
" Apa anak itu mati?", tanya Yoga.
" Tidak...tidak...., awalnya dia di letakkan di panti asuhan, saya yang meletakkannya disana.Namun beberapa kali panti asuhan di gusur. mereka berpindah pindah, dalam laporan saya pada bos tersebut ,saya sudah membunuh anak itu."
" Anak itu mempunyai bekas luka , di lengannya, terkena seng sewaktu berlari menghindar, saat kami mengejarnya .Berbentuk bulan sabit, dan luka itu timbul karena perawatan tidak di rumah sakit."
Beberapa foto dan berkas pun Yoga terima. Sang penculik ketakutan melihat Yoga bisa menghilang , dan terkadang bisa menunjukkan dirinya.
Yoga membawa berkas data adiknya kerumah orantuanya.Sudah 2mingguan Yoga berjuang mengejar pelaku.
" Mami Yoga menangis melihat pakaian yang Yoga bawa, yah itu pakaian terbaru yang dia jait buat puterinya."
Beberapa foto anak mereka, mereka lihat di panti asuhan, nama panti asuhan itu Holy home.
Sebuah panti asuhan asing.
Dengan kekuasaan papi Yoga, dia menyewa detektif dan langsung menyelusuri panti asuhan tersebut, dimana paman Yoga ada beberapa pejabat aparatur negara dan ada polisi.
Dan ditemukanlah panti asuhan itu masih berdiri, letaknya tidak jauh dari sebuah rumah sakit di kota Italia.
Mami dan papi Yoga pun langsung berangkat menuju ke kota Italy.
__ADS_1
♡♡♡♡♡
Alexa larut membaca buku di ruangannya. Sebuah ketukan dari dokter Abram membuatnya terganggu, namun mau apalagi, dokter senior, bisa bisa koas gak dapat nilai bagus.
" Malam Xa".
" Ya dok".
" Kamu dinas malam?".
" Benar dok".
" Apa sudah siap bertugas?".
" Cek fisik 1jam lagi dok".
" Temani saya makan, tanpa ada penolakan".
Alexa bengong dan hanya bisa mengangguk.
Alexa mengangguk .
Alexa pun membuka snelli nya dan meraih tas sandangnya.
Abram dan Alexa keluar dari ruangan bersamaan dan dilihat beberapa perawat, para perawat bengong, dokter hemat bicara, dokter disiplin, dokter pendiam bisa juga gercep dekati wanita.
Alexa bisa memandang wajah heran sang perawat, Alexa hanya memberi kode , lehernya di cekik, dan para perawat kembali menahan tawa.Ketika Abram berbalik, Alexa pura pura memainkan handphone nya.
Abram tersenyum melihat wajah polos Alexa.
Abram menarik jemari tangan Alexa di depan banyak perawat dan beberapa dokter.
__ADS_1
Jangankan Perawat dan dokter, Alexa aja terjekut dengan aksi tiba tiba dokter Abram.
" Dok, salah makan obat?".
" Gak, saya normal, " ujar dokter Abram dengan tegas.
" Dokter terlalu normal, saya nya yang jadi seram dok".
" Udah ikut aja".
Alexa memberi beberapa kode pada perawat nya, sang perawat pun memberikan kode.
Ketika di parkiran, Ketika Alexa mau membuka pintu bagian belakang, Abram langsung berujar.
" Di depan saja Xa, saya bukan supir kamu."
Ketika Alexa mau membuka pintu, Abram sudah membukanya, jarak wajah Alexa dan Abram sangat dekat.
Alexa biasa mencium wangi parfum laveder milik dokter Abram.
Alexa menunduk dan masuk, tangan Abram melindungi kepalanya bagian atas.
Alexa tercengang, melihat keanehan sifat dokter Abram.
Perlahan dokter Abram melajukan mobilnya.
👨🌾👩🌾🧑🌾👨🌾👩🌾🧑🌾👨🌾👩🌾🧑🌾
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment