Pacarku Bukan Manusia

Pacarku Bukan Manusia
36 Dokter Abram Menyukaiku


__ADS_3

Mobil itu melaju ,menuju sebuah restoran. Alexa keluar dari dalam mobil dan dokter Abram langsung meraih pergelangan tangan Alexa.Alexa bengong karena syok.Alexa menarik tangannya dari cengkeraman dokter Abram.


" Yuk masuk, " ujar dokter Abram.


Alexa pun masuk, dan melihat menu, memilih menu termurah, bandrolan restoran ini, bisa buat uang makan Alexa beberapa hari.


Alexa hanya memesan air putih dan sepiring sayur salad.


" Kamu kenyang ,hanya makan salad?".


Alexa dengan cepat mengangguk.


Abram tersenyum.


Abram memesan beberapa menu.


" Pria bersama mu di lift siapa?" tanya Abram.


" Teman, " ujar Alexa.


" Beneran teman?bukan pacar?".


" Kenapa nanya dok, kalau pacar saya juga gak masalah kan dok?" tanya Alexa memberanikan diri dari sang dokter.


" Masalah, karena aku gak akan diam ,aku menyukaimu sejak lama Xa, sejak aku jadi dosen kamu di kampus, aku tahu kamu pacaran dengan pria gila, dan sampai berbuntut panjang. Saat itu aku yang menyuruh pengadilan mengusut tuntas kasusmu,dan menghukum dia , tanpa bisa di pengaruhj siapapun."


" A....apa?" Alexa terdiam.


" Aku menerima kamu, jadilah kekasihku, dan aku ingin kamu jadi tunanganku, bisa kan?".

__ADS_1


" Itu begitu tiba tiba, aku syokkk, a..aku gak tahu".


Alexa sampai bengong ,melihat dokter super pendiam, dokter killer. dokter tanpa expresi, malahan sampai di bilang dokter aneh dan mungkin gay, sangkin dinginnya terhadal godaan para dokter sebayanya ,dokter koas maupun perawat.Pasien godain aja dia gak ngeh, dan sekrang, di depan Alexa, ngajak keluar, ngajak makan ,langsung nembak, apa kata duniaπŸ™„.


Alexa memegang dadanya, merasa arwahnya berada di luar tubuhnya, sangkin syoknya.


" Makan Xa, jangan bengong aja, mulut juga di tutup,bisa masuk lalat, " ujar Abram.


" Ini orang benar benar kesambet dehhh, jarang ngomong ,nih ngomong, biasa hanya jawab no dan yes aja ,nih kumat. Lain lagi bisa bercanda gitu, duh aku jadi fakut, bih duplikat hantunya kali yaahhh, dalam hati Alexa.


Alexa perlahan memakan saladnya, bergegas memakan dan sesekali mencubit pahanya.


" Nih sakit, beneran loh nyata ,bukan fatamorgana, bukan lagi mimpi, beneran dehhhh, OMG mimpi apa aku di tembak dokter bergengsi, dokter kalem, dokter dingin dan pendiam, dokter buruan semua dokter dan perawat, kalau tadi direkam apa yang dia bilang, bisa gempar dunia persilatan, yang benar aja, Ku yah lumayan sih, gak malu maluin di bawa ke kondangan, tetapi aku ini dah gimana gimana, dia malah tahu, dia juga nolongin dari belakang, sejak jadi dosenku dia suka aku, rasanya biasa aja dehhh, ketika jadi dosennya atau jsdi asistennya, gak jauh beda.Apa dia cemburu sama William, makanya sampai menurunkan harga dirinya akui perasaannya? ahhh yang benar aja dehhhh".


Alexa melakukan tanya dan jawab pada dirinya.


Abram meletakkan sepiring steak di hadapan Alexa.


Alexa kembali bengong dan kemudian menunduk.


Alexa beneran gak berani memakan apapun selain salad pesanan nya.


Harga steak ini mehong banget, daging sapi pilihan, restoran ini memang sangat terkenal, dulu Roberth awalnya sering mengajak Alexa makan disini. Alexa melihat di sebuah sudut ,kursi dan meja tempat mereka biasa duduk makan malam, setiap kali di pukul, penebusannya di resto ini, makan serasa nelam beljng, itulah yang Alexa rasakan.Dada Alexa sesak mengingat kisah masa lalunya.


Alexa berdiri, dan menuju kasir, alexa paling tahu harga menu disini, Alexa membayar saladnya, setelah menerangkan pada kasir.Alexa bergegas ,berjalan , berlari , menyusuri jalan, menekan perasaan sakit, kecewa nya.Alexa sangat takut ketika sosok Abram semakin dekat dengannya. Hingga sesosok mahluk menyembunyikannya dalam erat tubuhnya. Abram berlalu begitu saja ,tanpa melihat Alexa disana.


Sebuah tatapan mata , membuat Alexa tenang.


" Pejamkan mata, kita pulang, ujar sosok itu."

__ADS_1


Alexa pun memejamkan matanya, kemudian ketika Yoga menyuruhnya membuka mata, Mereka sudah berada di kamar apartemen.


" Ma..makasih, " ujar Alexa.


Alexa hanya menatap handphone nya yang mati, karena batrenya sudah padam.


Alexa pun mencas handphonenya.


Yoga menatap Alexa.


" Pria tadi ,mencintaimu sudah lama Xa".


" Yahhh, a..aku syok aja. Sudahlah, gak lulus koas, aku pasrah mas.Dia aku tinggalkan gitu aja, lagian aku gak mau jadi pacarnya, dia sangat sempurna, bagaimana bisa menerima kekuranganku, aneh bukan, " ujar Alexa


" Kamu ke ingat sama Roberth karena di resto itu kalian sering bersama?".


" Yang ada ingatan pedih mas."


Ketika baterai sudah terisi 10 persen, Alexa menghidupkan handphonenya mengabari dokter Abram, bahwa dia sudah aman sampai ke apartemen.Alexa kembali mematikan handphonenya.


πŸ™ŠπŸ™‰πŸ™ˆπŸ™‰πŸ™Š


Jangan lupa


Bahagia


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2