Pacarku Kuntilanak

Pacarku Kuntilanak
Sepupu Resek Part 2


__ADS_3

Sheila tengah memikirkan bagaimana dia membuat semua penghuni rumah Pak Bondan tidak betah dan keluarganya bisa menempati rumah dinas ini. “Pokoknya gue harus cari akal, supaya mereka gak kerasaan tinggal di rumah baru ini.”


Sheila membuka-buka majalahnya dan mendapatkan ide. “Kayaknya, gue bisa pura-pura jadi hantu, buat nakutin mereka.”


Malamnya tiba juga. Pak Bondan sedang menonton tv dengan Bu Bondan dan Jun, Shelly termasuk Jinny. “Pah, mah. Kira-kira rumah ini beneran ada hantunya gak sih?” Shelly bertanya.


“Semua rumah di mana pun pasti ada penunggunya. Yang penting semua penghuni di rumah itu selalu mengingat sang pencipta. Maka niscaya kita terjauh dari segala marabahaya.”


“Papamu bener itu. Mama mau kalian fokus belajar, jangan urusin yang begituan.”


“Terus soal Bi Iyem kemarin gimana pah, mah?” Jun bertanya.


“Mungkin Bi Iyem lupa. Jadi dia ngiranya hantu padahal bukan.”


“Udah malem, ayo kita istirahat.” Bu Bondan pergi duluan ke kamarnya yang ada di pojokan ruangan.


“Jun, lo jangan ninggalin gue dong, gue masih mau begadang nih!” Shelly menyeret Jun.


“Aduh mbak kayak anak kecil banget. Besok Jun masih harus sekolah.”


“Sebentar aja yah!”


Jun terpaksa menemani Shelly dan Jinny meminta ijin untuk mengitari seisi rumah.


Sementara itu Sheila sudah bersiap menutupi sekujur badan dengan selimut putih dan memakai topeng monyet. “Gue kudu bisa bikin mereka ketakutan!”


Jinny muncul dibelakangnya. Sheila berpura-pura menakuti Bi Iyem, Bi Iyem yang baru melipat baju ke dalam lemari pingsan.

__ADS_1


Seterusnya perempuan itu mengetuk jendela kamar Pak Bondan. Pak Bondan terbangun setengah mengantuk dan melihat ke jam dinding. “Ya ampun jam dua malem! Siapa sih iseng ketok jendela!”


Pak Bondan membuka jendela dan Sheila spontan muncul. Lelaki itu lari terbirit-birit dan Bu Bondan masih tertidur pulas, tidak merasakan adanya Sheila. Perempuan itu membangunkan Bu Bondan, Bu Bondan terbangun secara tiba-tiba. Ia menjerit dan melarikan diri. Jinny muncul ke samping Jun.


“Bos, si jahil itu udah beraksi lagi. Sheila nakutin mama papa bos.”


“Yang bener kamu?”


“Lo ngomong sama siapa sih Jun!” Shelly menegurnya.


“Enggak, Jun kaya denger ada orang mau ke sini.”


Benar saja, dalam beberapa detik Bu Bondan dan Pak Bondan sampai ke hadapan mereka. “Rumah baru ini beneran ada hantunya!” Bu Bondan mengatakan duluan.


“Sekarang kita lapor Pak RT!” Pak Bondan mengusulkan.


“Shelly pikir, Jun bener deh pah. Mending kita tangkep aja hantunya.”


“Nah itu Jun baru setuju!”


“Aduh kalian ini ngawur aja. Masa hantu ditangkep!” Bu Bondan tidak setuju.


“Gimana kalo kita lihat kamar Sheila sekarang? Siapa tau dia juga diganggu?”


Mereka berempat bersamaan ke sana dan kamar tidur itu kosong. “Sialan! Pasti kerjaannya Sheila nih pa, ma.” Shelly meraung kesal duluan.


“Papa gak mau nuduh tapi setelah kita tahu, Sheila gada di kamarnya, lebih baik kita jebak hantu itu.”

__ADS_1


“Jinny ada akal bos. Gimana kalo Jinny jadi hantu cewe buat nakutin Sheila, kan dia pasti nyahok bos.”


“Ide kamu boleh juga!”


“Papa emang mau kalian ketemu Sheila. Kita pastiin pelakunya dia apa bukan!”


Mereka berempat menghadang Sheila yang nakal. Sheila rupanya baru akan masuk ke ruangan keluarga. Ia melepaskan topeng monyet miliknya, dan mendudukan diri ke sofa. “Enak juga nakutin orang. Coba gue bisa tinggal terus di rumah gede ini.”


Jinny muncul di belakang sofa besar perempuan itu. Jinny kesal lalu menjelma menjadi perempuan hantu seperti dalam film-film horor 80an.


“Gue haus nih! Minum ah.” Sheila berbalik badan dan melihat hantu perempuan Belanda sedang melepaskan kepalanya lalu melemparkan ke arah Sheila. Sheila menjerit dan lari memasuki lorong panjang, perempuan itu tersandung sepatunya lalu lampu dapur menyala menangkapnya.


“Kamu habis dari mana Sheil? Kok lari-lari segala.”


“Itu tadi ada hantu om, tante!”


“Masa sih sesama hantu kok takut?” Shelly kesal menyahut.


“Kamu kan yang barusan nakutin kita?” Bu Bondan membalas kesal.


“Okedeh Sheila ngaku salah, abis Sheila iri sama rumah kalian, tempatnya bagus dan nyaman lagi. Sheila kan mau juga tinggal di sini.”


“Aduh kamu kan biasa tinggal di luar negeri. Ngapain harus di rumah kita ya pa?”


“Kami mau saja kamu tinggal di sini. Tapi kamu jangan nakal lagi ya. Besok sepeda kamu om benerin, tapi kamu gak boleh usil lagi.”


“Iya deh, Sheila janji!”

__ADS_1


Jinny tahu-tahu muncul di samping Jun dalam penampilan hantu dan semuanya terkejut.


__ADS_2