PATAH TUMBUH HILANG BERGANTI

PATAH TUMBUH HILANG BERGANTI
PTHB 13


__ADS_3

Saat sedang menunggu pesanan datang. Tiba-tiba terdengar suara perempuan memanggil Tony


"Tony" ucap perempuan itu


Tony dan Anin menoleh bersama ke arah sumber suara, terlihat perempuan tinggi, putih dan sangat cantik berjalan ke arah mereka sambil membawa minumannya. Anin takjub melihat perempuan itu karena merasa perempuan itu sangat cantik dibanding dirinya


" Emely" sapa Tony


" Aku boleh gabung gak" ucap Emely


Tony melirik Anin, seolah meminta persetujuan.


Anin lalu mengangguk.


" Boleh kok, ayo duduk" ucap Tony pada Emely


Emely duduk, dia melihat ke arah Anin dan menyapa nya


" Hai.. Aku Emely" Sapa nya kepada Anin sambil menyodorkan tangannya


"Anindita," jawab Anin menyalami tangan Emely


" Kamu pacarnya Tony kan?,"


" Ya" jawab Anin merasa tidak nyaman


" Aku rekan kerja Tony, kamu gak usah mikir macam - macam" ucap Emely tersenyum padahal dalam hati menyumpahi Anin.


" Oh.. Gak kok, aku percaya pada kak Tony" jawab Anin


Jawaban Anin membuat Emely semakin sakit hati, meski dia berpura-pura tersenyum.


Tak lama kemudian pesanan mereka datang. Anin dan Tony mulai memakan makanannya


" Kamu gak makan Mel" tanya Tony


" Gak, aku minum aja masih kenyang tadi makan di lokasi" jawab Emely


Setelah makan mereka berbincang - bincang sambil menunggu minuman mereka habis


" Ton, kamu tahu kabarnya Ellen gak" ucap Emely


Tony langsung terdiam dengan ekspresi yang sulit dibaca saat mendengar pertanyaan Emely. Seolah-olah waktu berhenti. Anin yang melihat ekspresi Tony lalu menepuk bahu nya


" Ada apa?" tanya Anin lembut


Suara Anin menyadarkan Tony. Dia langsung menjawab pertanyaan Emely


" Aku gak tahu dan juga tidak mau tahu" jawab Tony memberikan penekanan saat mengucapkan Tidak mau tahu


" Oh.. Kirain kamu udah dengar kabarnya" ucap Emely lagi


Anin mulai penasaran siapa sosok Ellen yang membuat ekspresi Tony berubah saat mendengar nama tersebut.


" Sayang, kamu udah selesai" ucap Tony kepada Anin


" Sudah Sayang" jawab Anin


Tony langsung meminta Bil dan membayar makan mereka, lalu dengan cepat Tony bangkit dan mengajak Anin pergi


" Mel, kita duluan ya soalnya masih ada urusan" Ucap Tony berpamitan pada Emely meski hati nya sakit saat Emely mengingatkan dia kembali pada Ellen.


Tony dan Anin keluar restoran, mereka langsung masuk ke mobil dan menuju ke apartemen Tony

__ADS_1


15 menit kemudian mereka sampai di sebuah kawasan apartemen Elit. Tony langsung menuju basement dimana tempat parkir pribadinya. Dia langsung memarkirkan mobilnya dan mengajak Anin menuju unit nya.


Sesampai disana Tony lalu memasukkan sandi untuk membuka apartemennya dan memberitahukan sandi itu kepada Anin.


Mereka lalu masuk. Anin sangat takjub melihat isi dan desain interior apartemen Tony. Bukan berarti dia tidak pernah melihat apartemen elit, tapi desainnya sangat bagus untuk nya. Desain yang mewah tapi tetap menunjukan jiwa penghuninya.


Tony mengajak Anin melihat - lihat. Apartemen Tony terdiri dari 2 kamar tidur, ruang santai dan dapur juga dilengkapi ruang baca.


Anin memutuskan duduk di sofa ruang santai sambil menonton TV. Tonny menuju dapur dan mengambil minuman soda untuk mereka. Lalu dia duduk di samping Anin.


Tony tahu kalau Anin kepikiran dengan ucapan Emely, dan dia akan menjelaskan semuanya sebelum Anin salah paham.


" Sayang" panggil Tony sambil memegang tangan Anin


Deg.. Jantung Anin berdetak lebih kencang dari biasanya.


" Kakak tahu apa yang kamu pikirkan, kakak akan jelaskan semuanya" ucap Tony


" Maksud kakak" jawab Anin gugup


" Apa" jawab Tony dengan nada sedikit tinggi


" maksudnya sayang" jawab Anin cepat


" begini sayang, perempuan bernama Ellen itu mantan kakak, dulu kami sempat pacaran 2 tahun, tapi dia pergi dengan laki - laki lain karena kakak gak bisa nurutin semua kemauan dia" ucap Tony dengan suara rendah


"Oh... Sampai sekarang gak pernah ketemu dia lagi" tanya Anin


" gak" jawab Tony cepat


" Sayang gak penasaran dengan kabarnya dia, seperti yang Emely bilang" Ucap Anin


" Nggak, untuk apa kakak kepo dengan kabar dia, sekarang itu dia sudah dengan kehidupannya dan kakak dengan kehidupan kakak sendiri. Cukup untuk dijadikan pelajaran saja semua yang terjadi" jawab Tony cepat


Anin terdiam, dia merasa beruntung mendapatkan kekasih sekaligus calon suami seperti Tony yang memiliki pemikiran dewasa.


" Kamu percaya kan sama kakak sayang?" tanya Tony


Anindita mengangguk, mereka saling menatap, tatapan itu semakin lama semakin dalam, wajah Tony perlahan mendekat dan mengikis jarak diantara mereka.


Tanpa sadar Anin memejamkan matanya saat bibir Tony mendarat dibibirnya, mengecup lembut bibir merah muda itu.


Tony langsung menarik wajahnya lalu menatap Anin yang malu - malu dan langsung menarik Anin kedalam pelukannya.


Anin memeluk Tony dan menyembunyikan wajah memerahnya di dada Tony.


" Maaf kan kakak Sayang" ucap Tony


" Kakak seharusnya tidak melakukannya "


Anin hanya diam, dia tak tahu harus menjawab apa, rasa malu masih menguasai nya. Dalam hati nya bergumam, apakah ini ciuman? Gumamnya


" Sayang, apapun yang terjadi nanti kakak harap kamu jangan meninggalkan kakak" ucap Tony masih memeluk Anin


" Kamu boleh menghukum kakak jika berbuat hal yang tidak kamu sukai, tapi jangan hukum kakak dengan cara meninggalkan kakak" ucap Tony lagi


Anin hanya mengangguk


" Kalau kita ada masalah kakak harap kita bisa mendengarkan satu sama lain dan menyelesaikan dengan kepala dingin" ucap Tony lagi


" Ya Sayang, aku janji dan semoga kakak juga bisa menepati janji" jawab Anin


Waktu menunjukan pukul 4 sore, Tony mengantar Anin pulang. Sebelumnya mereka mampir ke toko kue dulu membeli kue untuk orang tua Anin.

__ADS_1


Sesampai di depan rumah Anin. Tony turun dan membuka pintu mobil untuk Anin, setelah keluar Anin langsung menuju gerbang rumahnya


" Sayang, kakak gak masuk ya, soalnya Jay sudah menunggu" kata Tony


" Nggak apa-apa kok, kakak hati - hati ya!" jawab Anin


" Siap" Jawab Tony


Tony langsung masuk kedalam mobilnya dan melanjutkan mobilnya meninggalkan rumah Anin.


Anin masuk kendalam rumah, dan langsung mencari ibu nya. Dia bertemu dengan Bi Ida ART nya


" Bi, Ibu kemana?" tanya Anin melihat rumahnya sepi


" Nyonya sedang keluar Non, belanja ke supermarket katanya" jawab Bi Ida


" Oh.. Bibi dari mana bawah nampan kosong itu" tanya Anin penasaran


" Dari atas Non, dari kamar Tuan Muda" jawab Bi ida


Anin menyerahkan bingkisan kue yang dia beli tadi bersama Tony kepada Bi Ida dan langsung berlari menuju kamar Rendy, tanpa mengetuk dia langsung membuka pintu karena itulah kebiasaannya


Anin kaget melihat seorang perempuan tertidur pulas diatas ranjang kakaknya. Dia memundurkan langkahnya sedikit kecewa karena bukan Rendy yang ada dikamar itu . Tapi Dalam hatinya muncul pertanyaan. siapa perempuan itu?, kenapa bisa tidur dikamar kakaknya. Banyak pertanyaan yang muncul di otaknya.


Anin berjalan gontai menuju kamarnya. Pikiran - pikiran tidak jelas menari di kepala nya, dia lebih kaget lagi saat membuka pintu kamarnya dan melihat seseorang yang sedang duduk di sofa kamarnya...


.


.


.


.


.


.


.


.


. Mohon koreksi nya jika ada typo🙏🙏🙏


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa Like and Vote ya


.


.

__ADS_1


.


Thanks kakak reader 😘😘 happy reading


__ADS_2