
Tony melanjutkan pembicaraannya
“ Tega kamu gak bilang kalau punya adik perempuan “
“ Lah akukan pernah cerita sama kalian” jawab Rendy cepat
“ kapan ? “ jawab Tony sedikit keras, karena merasa
sahabatnya tidak pernah bercerita tentang adiknya
“ Waktu kalian jenguk aku ke apartemen ku , dan liat foto ku sama cewek “ ucap Rendy mencoba mengingatkan
“ lah trus emang kenapa dengan foto cewek itu ?” ucap Tony
nyolot.
“ aku kan bilang kalau itu adik aku, tapi kalian gak percaya,
malah bilang aku pacari cewek SMA “
Tony mengingat – ingat nya..
“ ya kita kira itu cewek kamu “
“ yaudah Rend maaf ganggu kmu, ntar malam aku VC lagi Byee “ tanpa jawaban dari temannya Tony
langsung menutup panggilannya.
Flashback On
Malam itu Tony dan Jay datang ke apartemen Rendy. Mereka mendapat kabar kalau Rendy
kurang sehat, mereka sampai pukul 08.00. mereka langsung masuk ke kamar Rendy
karena memang mereka bertiga tahu sandi pintu apartemen satu sama lain. Sesampai
didalam mereka melihat Rendy sedang duduk bersandar di di bantal
“ hai Ren, sejak kapan kmu sakit, kenapa baru sekarang
kabari kita “ ucap Tony khawatir dengan kondisi temannya.
“ aku gak apa – apa kok Cuma kecape’an saja” jawab Rendy
cepat supaya sahabatnya tidak khawatir
“ makanya kalau kerja itu jangan terlalu di porsir “ timpal
Jay menasehati
“ Ya ,, Atuk ( panggilan kakek dalam bahasa melayu ) “ jawab
Rendy
Membuat ketiga sahabat itu tertawa bersama.
“ dah makan dan minum obat “ ucap Tony .
Tanpa sengaja pandangan Tony tertuju pada bingkai Foto
diatas nakas Rendy.membuat dia penasaran kalau sahabatnya sudah punya pacar
tapi tidak memberitahu pada nya dan Jay.
“ Ren, curang kamu ya “ sambil memukul lengan Rendy
“ curang kenapa si Ton, sakit Tau “ sambil memegang bekas
pukulan Tony di lengannya
__ADS_1
Tony lalu mengambil bingkai foto tersebut .
“ na ini apa, dah punya cewek tapi main rahasia sama kita “
sambil memperlihatkan foto itu pada Rendy dan Jay
“ ehh. Iya kamu kenapa gak bilang sama kita “ ucap Jay
sambil kaget melihat foto sahabatnya dengan cewek yang jauh lebih muda dari
mereka .
Rendy hanya tertawa melihat tingkah dua sahabatnya .
“ kenapa tertawa si Ren” ucap jay makin kesal dengan tingkah Rendy
“ sini sini aku ceritakan awal mula hubungan ku dengan cewek
itu “ ucap Rendy serius
Jay dan Tony ikut duduk sama seriusnya dengan Rendy. Sambil memeluk kedua sahabatnya dan berbisik
“kalian telat , cewek itu pulang 10 menit sebelum kalian datang” ucap
Rendy
Jay dan Tony membelalakan matanya, mereka sudah berpikiran
yang macam-macam
“ Ren.. kamu gak ngerjai anak orang kan?” ucap Tony cepat
“ ya Rend , kalau anak orang itu ngisi gimana?” Timpal Jay
lagi
Tawa Rendy pecah, dia sudah tidak dapat mengontrol tawanya
“ kalian pikirannya kemana– mana, mana mungkin aku macemin
adik aku sendiri, ha..ha..” tawa rendy
“ Hah…” ucap Jay dan Tony bersamaan
“ kenapa gak dari tadi bilang kalau itu adik kamu “ ucap Jay
Tapi Tony belum percaya, dia berpikir itu hanya akal –
akalan Rendy saja
“ gak percaya aku Ren, paling itu hanya akal – akalan kamu
aja biar kita gak Tanya”
“ ya udah kalau kamu gak percaya , yang penting aku dah
jujur sama kalian. Sekarang kita main game aja yuk daripada berdebat masalah
tadi, gak bakalan ketemu titik terangnya karena kalian gak percaya “ ucap Rendy
sambil bangkit menuju ke depan TV.
Flashback Off
Tak terasa hari sudah menjelang sore, Tony dan Jay sudah
selesai dengan aktivitas mereka , begitu juga Anin, dia pulang kerumah bersama
Ayahnya dari Airlangga Corp.
__ADS_1
Diperjalanan Anin bicara pada ayahnya
“ Yah, tadi motor Anin mogok di kampus,”
“ terus kamu ke kantor ayah naik taksi online ?”
“ gak Yah, tadi ada cowok nawarin tumpangan sama Anin, tapi
wajahnya kayak gak asing “
“gak asing gimana“ ucap ayahnya cepat.
“ ya kayak sering lihat gitu” ucap
Anin
Mobil berhenti karena lampu lalu
lintas berwarna merah. Tanpa sengaja Anin melihat papan reklame di pinggir
jalan dan melihat wajah Tony pada iklan yang ditayangkan. Sontak Anin berkata
sambil menepuk Jidatnya
“ Yah , lihat iklan disana, itu
cowok yang nawarin Anin tumpangan tadi” ucap Anin sambil menggerakan tangan
ayahnya
Ayah nya tertawa
“ Nin itukan Tony Wiryawan artis
yang sedang naik daun sekarang “ ucap ayahnya
“ oh.. jawab Anin, berarti tadi
Anin di antar artis dong ya “ jawab Anin sambil cengar cengir
“ Kamu kenapa Nin “ ucap ayahnya
melihat tingkah Anin
“ gak apa – apa Yah merasa
beruntung aja di antar artis papan atas “ ucap Anin sekena nya
“ dasar kamu “ ucap Ayah nya.
Tanpa terasa mereka sudah sampai
di depan rumah.
Di lain tempat Jay dan Tony
kembali ke apartemen meraka. Sesampai di sana mereke menuju ke kamar masing –
masing .
Tony masuk langsung menuju
kamarnya , dan langsung masuk ke kamar mandi membersihkan diri karena badannya
sudah sangat lengket . Setelah membersihkan diri Tony keluar dari kamar mandi
dan langsung merebahkan badannya di kasur.
jangan lupa Vote dan like ya k :)
__ADS_1
Diharapkan Kritik dan Saran kakak-kakak Reader agar Novel ku kedepannya lebih baik