
" Jadi Anin ini anaknya Ezad Airlangga?" ucap Papa Iskandar kaget
Tony dan Anin sama kaget nya. Tony mulai bertanya-tanya ada apa sebenarnya, lalu dia beranikan diri untuk bertanya pada papa nya
" memang nya kenapa Pa"
" Tidak ada apa-apa, Papa hanya kaget saja mendengarnya. Ternyata dunia ini sempit" jawab Papa Iskandar
" Maksud Papa"
" Begini ya Ton sebenarnya Papa sama Uncle Ezad itu dulu berencana menjodohkan kalian, tapi kami menunggu waktu yang tepat untuk bicara"
" Apa?" ucap Anin dan Tony bersamaan
" Ya nggak usah kaget begitu?" ucap Papa Iskandar
" Bagaimana nggak kaget, kok tiba-tiba main menjodohkan segala" ucap Tony
" Papa kan dulu sama Papa nya Anin sahabat, kita sepakat buat jodohin anak kita kalau sudah dewasa tapi bila sebelum waktunya tiba, salah satu atau anak - anak kami sudah punya pasangan sendiri maka perjodohan itu batal" ucap Papa Iskandar menjelaskan
" Papa juga tidak tahu kalau Rendy anaknya Ezad, papa kira orang lain. Lagian papa juga tidak pernah dengar nama belakangnya. Rencana nya setelah bertemu dengan Anin papa akan hubungi Ezad untuk membatalkan perjodohan itu dengan alasan Tony sudah punya pilihan"
" Tapi karena kalian sudah saling mencintai tanpa perantara kami, Papa lebih senang" ucap Papa Iskandar dengan senyum sumringah nya
" Tapi kenapa Ezad tidak menghubungi ku dan mengatakannya ya" ucap Papa Iskandar
" Papa kan sibuk di luar negeri, lagian om Ezad lupa mungkin karena beliau sibuk dengan pernikahan Rendy" jawab Tony
" mungkin saja Ton, tapi Ezad tahu kan kalau kamu anaknya Papa" ucap Papa Iskandar sambil menatap Tony
" Tahu lah pa, beliau sering nanya kabar Papa"
" Berarti hanya papa yang nggak tau situasi" ucap Papa Iskandar tertawa renyah
" Makanya papa jangan suka pergi pergi seperti orang berkelana" ucap Tony
" Papa nggak akan pergi pergi lagi kalau kamu sudah mau menerima semua ini" jawab Papa Iskandar
Jawaban Papa Iskandar sontak membuat Tony terdiam, sepertinya kata - katanya menjadi bumerang untuk dirinya sendiri
" Tony janji Pa, setelah menikah dengan Anin Tony akan fokus sama perusahaan dan berhenti dari pekerjaan sekarang" ucap Tony mantap
" Ok baiklah Boy, Papa akan secepatnya menemui Ezad untuk membahas masalah kalian"
Mereka bertiga ngobrol sampai waktu menunjukan pukul 4 sore. Tony pamit untuk mengantar Anin pulang
" Pa, Tony antar Anin pulang, sekalian Tony pulang ke apartemen" Pamit Tony
" Baiklah, kalian hati - hati, kalau kalian sudah menikah nanti tinggallah dirumah ini" ucap Papa Iskandar sendu
" Ya Pa, kami akan tinggal disini bersama papa" jawab Anin
" Kami pamit Pa, Assalamualaikum" Tony dan Anin.
__ADS_1
Anin dan Tony sudah berada didalam mobil, Tony segera mengantar Anin tanpa mampir karena Jay menelepon meminta dia segera ke apartemen karena ada hal yang sangat penting.
Sesampai dirumah Anin, Tony langsung pamit setelah mengantar Anin sampai ke pintu depan dan dia melanjutkan mobil nya menuju ke apartemennya.
Beberapa saat kemudian dia tiba di apartemennya dan langsung menuju ke unit nya. Tampak Jay sudah menunggu
Tony langsung duduk disamping Jay
" Ada apa si, kayak penting banget?" tanya Tony
" Penting lah, sangat penting. Kamu punya hubungan apa sama Emely" tanya Jay penuh selidik
Tony bingung dengan pertanyaan Jay
" Kenapa nanya begitu, aku nggak ada hubungan apa-apa sama dia" Jawab Tony
" kamu mending jujur Ton sama aku, kalau kalian tidak punya hubungan apa-apa kenapa dia tahu sandi apartemen kamu?"
Tony semakin bingung, sandi apartemen
" Aku nggak pernah kasih sandi apartemen ini sama siapapun selain kamu, Rendy juga Anin"
" Kenapa Emely bisa masuk kemari\, dan sejak kapan kamu menyimpan baju wanita J*la*g itu di kamar mu? "
" Jay sebenarnya ada apa si, aku nggak pernah nyimpan baju wanita manapun di dalam kamar ku, dan Emely aku juga nggak ngerti" ucap Tony frustasi
" Mending kamu cerita dulu dari awal dan baru kamu bertanya" ucap Tony lagi
" Tadikan aku ke acara temanku, saat disana semua pada ngumpul dan ada satu teman ku kenal Emely dan saat aku tiba mereka lagi ngomongin Emely
Saat Jay tiba di acara temannya, Jay tak sengaja mendengar mereka membicarakan Emely. Dia penasaran dan duduk di meja dekat kumpulan orang itu
" Jadi benar kamu kenal Emely" tanya si A pada temannya si D
" Emely cantik ya, seandainya dia mau jadi pacar ku pasti aku mau" ucap si B Penuh harap
" Wah jangan mimpi kamu, Emely sekarang pacaran sama Tony Andesta" jawab si D enteng
Jay terkejut mendengar kabar itu, tapi dia menyembunyikan rasa kaget nya, Jay membelakangi kelompok yang sedang meng ghiba itu dan memakai kacamata hitam ya supaya tidak dikenali
" Sejak kapan? Bukannya sebulan lalu Tony ngelamar perempuan cantik, kan video nya sempat viral" ucap si A
" Sudah lama si, emang dasar perempuan itu aja yang kegat*lan" jawab si D
" Wah.. Tapi kan perempuan itu yang dilamar, berarti Tony nggak cinta dong sama Emely"
" Bukannya nggak cinta, tapi kalian tahu Tony cuma manfaatin perempuan itu secara perempuan itu anak pemilik Airlangga Corp, otomatis kalau Tony nikah sama dia kariernya bakal melejit"
" Oh.. Gitu, jadi kasian dong perempuan itu gak tahu kalau dimanfaatin"
Jay geram mendengarnya, timbul ide jahil di pikirannya. Dia melihat ada anak kecil sedang bermain ular karet. Jay meminta ular karet kepada anak tersebut dan menukarnya dengan uang yang sangat banyak menurut versi anak kecil itu.
Lalu Jay berjalan sedikit cepat, dan secepat kilat dia melempar ular mainan tersebut kearah gerombolan orang yang sedang meng ghiba tersebut. Sontak mereka kaget dan langsung lari berhamburan
__ADS_1
*** Flashback Off ***
" Begitu ceritanya, dan tadi aku masuk ke kamar kamu dan menemukan baju yang sama seperti punya Emely dan aku sudah periksa cctv dan melihat dengan mudah Emely masuk ke sini" ucap Jay
Tony mengusap wajahnya kasar
" Aku sungguh tidak tahu dan tidak paham semua ini"
" Sebaiknya kamu cepat selesaikan masalah ini sebelum sampai kepada Anin dan Rendy. Mungkin Anin bisa ngerti dan paham. Tapi tidak dengan Rendy"
" Memang kenapa dengan Rendy?"
Jay sungguh sakit hati, ingin rasanya memukul kepala Tony
" Tony Wiryawan, kalau sampai Rendy tahu, apa dia terima adik nya disakiti. Sebelum semuanya terjadi lebih baik cepat kamu selesaikan" ucap Jay
"Sekarang rencana kamu apa?" Tanya Tony
" Mending sekarang kamu telpon Rendy ajak ketemu besok, biar aku ceritain semuanya" ucap Jay.
" Baiklah, aku akan menelepon Rendy sekarang"
Saat Tony menelepon Rendy sedang melakukan kunjungan negara, maklum pengantin baru.
.
.
.
.
.
.
.
.
**Mohon koreksi jika ada typo
.
.
.
**Vote and like ya..
supaya novel ini bisa masuk dalam rangking..
Thanks****
__ADS_1
.
.