
" Kamu benar tidak pacaran sama Dia, atau kamu tinggalin dia sepihak?" tanya Rendy
" Nggak lah, kamu kan tahu Ren semenjak kelakuan wanita itu yang sempat buat aku terpuruk, aku sudah tidak punya hubungan apa-apa dengan perempuan mana pun". Jawab Tony
" Aku ajak kalian ketemu biar kalian tahu, dan tidak mendengar dari orang lain, terutama kamu sayang, aku nggak mau kamu salah paham nanti nya".
"
" Sekarang rencana Kakak apa? Tanya Anin
" Ya Ton, rencana selanjutnya apa?" tambah Rendy
" Aku bingung Ren, apa kamu punya rencana Jay". Tanya Tony
Jay yang ditanya tampak sedang berpikir, lalu dia menggelengkan kepala tanda tidak punya rencana apa-apa.
Tiba-tiba Anin bersuara
" Kak Jay dipikir dong, kalau gitu ikuti rencana aku aja, tapi kakak jangan ada yang protes. Ikuti saja apa yang akan aku lakukan"
" Memang nya apa yang akan kamu lakukan?" tanya Tony
" Pokoknya kakak ikuti saja" jawab Anin
" mending ikuti aja Ton, daripada nggak sama sekali". Ucap Jay
Tony pun mengiyakan saran Anin, mereka asik ngobrol sampai tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 2 siang. Mereka berempat pun keluar Cafe.
***--------*****
Sebulan berlalu tuan Iskandar sedang melakukan Meeting dengan salah satu klien sekaligus sahabatnya tuan Ezad. Meeting kali ini bukan masalah perusahaan tapi masalah lamaran resmi kepada Anin
Setelah 1 jam mengobrol mereka menemukan kata sepakat, lamaran resmi akan diadakan 1 bulan lagi sekaligus acara pertunangan.
Setelah pertemuan itu tuan Iskandar kembali ke kantor dan menghubungi putranya untuk bertemu membicarakan apa yang telah jadi kesepakatan antara dirinya dan tuan Ezad.
Dua jam kemudian Tony sudah sampai di perusahaan Ayahnya. Perusahaan yang akan di serahkan kepadanya saat dia telah menikah dengan Anin, seperti janjinya Tony akan meninggalkan dunia keartisannya setelah menikah.
SEF Holdings adalah perusahaan yang memiliki berbagai cabang baik di dalam negeri maupun luar negeri. Tidak tanggung - tanggung perusahaan ini memiliki banyak cabang dengan sektor yang berbeda, di dalam negeri di dominasi dari sektor pertambangan, otomotif, restoran dan juga musik dan anak cabang sebuah perusahaan rekaman.
Di luar negeri perusahaan ini tak kalah gahar, selain sektor yang di kelola di dalam negeri SEF Holdings juga merajai dunia resort dan hotel dan juga jasa marketing. Dengan jumlah aset yang tak bakal habis sampai 7 keturunan.
Tony memasuki lobi, semua mata memandang kearahnya terutama 2 resepsionis yang biasa menerima tamu. Meskipun itu kantor papanya tapi Tony tetap mengikuti aturan karena memang banyak yang tidak mengenali nya sebagai anak Tuan Iskandar.
" Permisi, saya ingin bertemu dengan Tuan Iskandar apa beliau ada di tempat" tanya Tony pada resepsionis
Kedua resepsionis yang tengah membicarakan nya sedikit kaget
" Apakah Anda sudah buat janji terlebih dahulu" jawab resepsionis A
" Saya belum buat janji tapi beliau menelepon saya untuk datang menemuinya sekarang"
" Maaf Presdir kami tidak bisa di temui tanpa membuat janji terlebih dahulu" Jawab Resepsionis A
Tony bingung, mau menghubungi papa nya handphone nya kehabisan daya. Dia lantas memutar otak untuk bisa masuk ke kantornya papanya
__ADS_1
" Bisa tolong sambungkan saya kepada Presdir kalian?. Handphone saya mati jadi tidak bisa menelpon" ucap Tony sopan
" Maaf kami tidak punya wewenang untuk langsung menghubungi beliau" jawab resepsionis B
Tony memutar langkah dan duduk di sofa panjang yang ada di loby sambil memikirkan cara menghubungi papanya
Kedua resepsionis itu berbicara sambil berbisik
" Apa Tony Andesta mau buat kerjasama sama pak presdir, atau hanya untuk naikin karir" bisik resepsionis A pada B
" Nggak tahu, siapa tahu memang dia ada keperluan sama Bos"
Sementara di ruangan nya tuan Iskandar gusar menunggu Tony
" Awie, kamu ke loby tunggu Tony disana, sudah 2 jam sejak dia menelepon saya tapi sampai sekarang belum sampai" ucap tuan Iskandar kepada asisten nya.
" Baik Tuan" jawab Awie sambil memutar langkah keluar dari ruangan Bos nya.
Awie langsung menuju ke loby dan saat sampai di depan resepsionis dia tidak sengaja mendengar bisik- bisik kedua resepsionis tersebut. Dia langsung menuju ke meja resepsionis
" eh.mm, kerja jangan pada ghiba" ucapnya dengan dingin
Kedua resepsionis tersebut kaget
" Ma... maaf tuan" jawab kedua resepsionis tersebut
" Apa tadi kalian melihat Tony Andesta lewat disini?" tanya Awie
Kedua resepsionis saling pandang. sebelum mereka menjawab seseorang datang dan menepuk pundak Awie
" Apa kabar Uncle" Ucap Tony
" Tuan Muda, saya baik" jawab Awie canggung
" Tuan sudah lama menunggu, anda darimana"
" Maaf, handphone saya mati jadi tidak bisa memberi kabar. Kata resepsionis nya harus buat janji dulu, minta hubungi ke ekstension nya langsung katanya nggak punya wewenang" jawab Tony
Awie langsung menatap tajam ke arah resepsionis tersebut. Dia melangkah mendekat ke meja
" Lain kali kalau tuan muda datang langsung saja antar ke ruangan Presdir" Ucap Awie
" Ba... Baik tuan, maaf kami tidak tahu beliau tuan muda" jawab resepsionis B dengan nada takut.
" Ya sudah kalau begitu, kalian lanjut kerja"
Awie mengajak Tony menuju ruangan Presdir SEF Holdings. Saat didepan lift semua mata tertuju pada Tony. Ada karyawan yang senang bisa melihat Tony dari dekat, ada yang penasaran kenapa Tony bisa ada di kantor mereka, dan masih banyak lagi pertanyaan - pertanyaan yang ada dalam pikiran karyawan SEF Holdings.
Saat tiba didepan ruangan Tony di persilahkan masuk. Tony memasuki ruangan papanya dan langsung disambut dengan pelukan
" Selamat datang di kantor my boy, ayo duduk"
" Terima kasih Pa"
Setelah mereka duduk, tuan Iskandar mulai membicarakan apa yang telah dibicarakan bersama tuan Ezad.
__ADS_1
" Begini Ton, Papa sudah bertemu dengan Ezad dan kami telah sepakat bahwa hari lamaran dan pertunangan kalian akan dilaksanakan bersamaan satu bulan lagi" ucap tuan Iskandar
" Baguslah Pa, nanti Tony temui teman Tony yang jadi WO biar dia yang urus semuanya"
" Ya sudah kalau kamu mau urus sendiri"
"Tony cuma pengen buat acara sesuai keinginan Anin Pa"
" Baiklah kalian urus saja semuanya, semua biaya katakan saja pada Papa"
"Oke Pa, Aku langsung pamit saja karena harus ke kantor manajemen untuk membahas pekerjaan terakhir sebelum aku menerima tawaran papa"
" Baiklah, hati-hati Boy"
Tony pun meninggalkan kantor Papanya. Dia langsung pulang karena hari juga sudah sore. Rencananya besok dia akan mengajak Anin ketemu untuk membahas masalah konsep yang akan mereka pakai untuk acara lamaran sekaligus pertunangan mereka.
Sesampai di apartemen nya Tony heran karena pintu apartemennya terbuka. Padahal sebelum pergi pagi tadi dia sudah mengunci pintu
Tony masuk pelan-pelan ke dalam tapi dia tidak menemukan siapapun. Dia menuju kamar nya juga tidak ada orang.
Dia berjalan menuju ke tempat tidur dan tak sengaja matanya tertuju pada sebuah kotak diatas nakas. Tony mengambilnya lalu membukanya pelan - pelan.
.
Bersambung
.
.
.
.
.
.
Jangan Lupa Like dan Vote ya πππ
.
.
.
.
Terima kasih kakak Reader
Please koreksi jika ada Typo
.
.
__ADS_1
.
Happy Readingππ