
Mentari mulai menapak langit, embun menetes membasahi dedaunan, pagi itu sungguh cerah.
Tony masih belum beranjak dari tempat tidurnya, dia kembali merebahkan diri dan menarik selimut nya. Dia masih mengantuk karena semalaman tidak bisa memejamkan mata. Dia selalu teringat bayangan Anin.
Entah mengapa Tony seperti ini, sebelumnya banyak sekali cewek yang ingin mendekati nya terutama dari kalangan artis. Tapi tidak pernah sedikitpun ia menggubrisnya.
Sesaat matanya terpejam dan tiba-tiba dia bangkit mengambil handphone di atas nakas. Dia melihat jam masih pukul 6:30, dia membuang nafas panjang.
Kenapa aku seperti ini , gumamnya dalam hati.
Tony lalu beranjak ke kamar mandi, untuk membersihkan dirinya. Setelah mandi Tony memakai baju casualnya, karena hari ini dia akan ke kampus lagi untuk mempersiapkan acara ultah universitas tersebut. Dan dalam hati Tony sangat berharap bertemu Anin.
Saat keluar apartemennya Tony langsung menuju unit yang di tempati Jay. Sesampai disana Jay baru saja keluar dan mereka bertemu didepan pintu.
" wi..wi..wi.. mimpi apa semalam, tumben pagi pagi dah rapi, biasanya diguyur dulu baru bangun" ejek Jay kepada Tony
Karena tidak biasanya Tony bangun secepat itu, biasanya Jay selalu membangunkan nya.
" udah ayo buruan" Ucap Tony tidak menanggapi sindiran Jay
Mereka berdua berangkat menuju kampus, sesampai disana mereka langsung masuk ke ruangan panitia dan sudah banyak yang hadir di ruang tersebut. Mereka langsung duduk di samping pak Azlan. Sekitar 10 menit datanglah seseorang yang sangat di tunggu oleh Tony. Anindita masuk dan duduk di kursi tepat didepan Tony, mereka hanya dipisahkan meja saja.
Acara pun dimulai, tapi Tony tidak fokus. Dia hanya fokus memandang Anin, Jay yang melihat hanya geleng-geleng kepala,
"sekali nya jatuh cinta jadi gini" gumam Jay dalam hati
__ADS_1
Rapat pun selesai, mereka keluar dari ruangan Tony lalu menghampiri Anin
"Anin.." Tony memanggil Anin
Anin pun menoleh ke arah suara
" ya, Kak Tony" jawab Anin
" maaf ya Nin aku gak tahu kalau kamu adiknya Rendy" ucap Tony tanpa basa basi
Anin yang mendengarnya terlihat bingung darimana Tony tahu Rendy
" Kakak temannya kak Rendy" tanya Anin
" ya, bukan hanya teman tapi kita dah kayak saudara" jawab Tony
Tony mengajak Anin untuk duduk di taman kampus sambil ngobrol, sementara Jay izin ke kantin membeli cemilan.
" Oh ya Nin, kok kakak gak pernah ketemu kamu waktu kakak main ke rumah mu" tanya Tony
" jadi kakak sering ke rumah?" jawab Anin
" sering, kalau pas Rendy gak kerja keluar kota atau keluar negeri" jawab Tony
Tiba-tiba datang Jay dengan beberapa cemilan. Jay meletakkan nya di atas meja dan duduk disamping Tony.
__ADS_1
" dimakan Nin, gak usah sungkan anggap aja kita kakak kamu juga" ucap Jay sambil menyerahkan roti isi coklat
Anin menerimanya dan langsung memakannya, tanpa disadari ada bekas coklat di ujung bibir Anin. Karena memang Tony memperhatikan Anin sejak tadi jadi dia reflek mengelap bekas coklat tersebut, dan tanpa sengaja pandangan mereka beradu. Mereka terdiam sambil menatap lebih dalam dan tiba - tiba
"ehemm ehemm" Jay pura - pura terbatuk
Suara Jay menyadarkan dua sejoli yang saling bertatapan tersebut, Anin langsung mengambil sapu tangan yang dipakai Tony untuk mengelap bekas coklat tersebut dengan wajah yang bersemu merah.
Jantung Anin berdetak lebih cepat, dia jadi salah tingkah, dan Anin tidak menyadari kalau dia menaruh perasaan pada Tony, apalagi Anin belum pernah mendapat perhatian lebih dari cowok manapun selain dari kakaknya.
Tony juga menunduk malu, takut kalau Anin marah
" maaf nin" ucap Tony sambil menunduk
" gak apa-apa kak" jawab Anin malu malu
Sejak pertemuan itu, ada benih benih cinta yang tumbuh di hati Anin, walaupu. Anin tidak tahu kalau Tony sudah lebih dulu punya perasaan untuk nya.
To be continue...
Terima kasih dah baca novel ku,,🙏🙏🙏
Jangan lupa like and komen ya k
Saran dan kritik dari kakak kakak reader
__ADS_1
sangat membantu saya lebih baik.. 🙏🙏🙏