
Saat Anin membuka pintu kamarnya dia begitu terkejut melihat seorang laki-laki tengah duduk di sofa kamarnya sambil memainkan ponsel.
" Kakak..." teriak Anin berlari memeluk Rendy
Rendy yang melihat kedatangan Anin langsung menyambut pelukan Adik kesayangannya itu.
" Kenapa kakak nggak bilang kalau kakak pulang hari ini?" ucap Anin dalam pelukan Rendy
" Maaf dek, Kakak buru - buru nanti kakak ceritakan semuanya." Jawab Rendy
" Bagaimana kabar Tony, kayaknya ada yang habis kencan" Ucap Rendy membuat Anin menunduk malu
" Nggak kencan kok, cuma jalan - jalan aja ketemu Kak Vani dan Bang Zack" jawab Anin
" Mereka apa kabar? Lama kakak nggak bertemu dengan mereka" tanya Rendy
" Baik kok, mereka akan pindah ke London, Abang Zack dapat mutasi kerja kesana" jawab Anin
Anin tiba-tiba teringat perempuan yang sedang tidur puas di kamar Rendy. Dia sedikit penasaran dan bertanya
" Kak, Gadis di kamar Kakak itu siapa?"
" Kamu sudah lihat dia?" tanya Rendy cepat
" Sudah, tadi aku ke kamar kakak dulu. Dan yang ada disana malah dia". Ucap Anin
" Kakak nggak apa-apain anak orang kan?" tanya Anin penuh selidik sambil menatap Rendy
" Kamu tidak percaya sama kakak, pikiran nya ko aneh aneh, kakak masih waras dek" jawab Rendy mengerti dengan apa yang dipikirkan adiknya.
" Kan heran aja Kak, katanya pergi selesai masalah perusahaan Ayah tiba-tiba pulang bawah seorang gadis?" ucap Anin cemberut
Obrolan Kakak dan Adik itu terhenti ketika Ibu mereka datang. Saat pintu terbuka keduanya bersamaan melihat ke sumber suara
" Ren, ternyata disini. Itu Rena sudah bangun dia nyari kamu ke bawah" ucap ny. Intan
" Makasih Bu, bentar Rendy kesana" jawab Rendy
" Eh.. Nin, kapan balik?" tanya Ny. Intan
" Dah dari tadi Bu, kata Bi Ida ibu ke supermarket" jawab Anin
" Dah kenal dengan Rena belum, calon istri kakak mu" ucap ny. Intan sambil melirik ke arah Rendy
" Hah.... Calon istri?" jawab Anin setengah berteriak membuat Ibu dan kakaknya kaget
" Nggak usah teriak kenapa si Dek" ucap Rendy
" Habisnya gak ada angin gak ada hujan bawa calon istri gimana nggak kaget" jawab Anin
" Bu, gadis itu tahu aku adiknya kakak nggak?" tanya Anin pada ibunya
" Belum kayaknya Nin" jawab Ibu
" Anindita, kamu jangan macam - macam" ucap Rendy cepat seperti mengerti isi pikiran adiknya
" Nggak macam - macam, Anin satu macam aja" jawab Anin sambil mengangkat kedua alisnya.
Rendy tak menghiraukan perkataan Anin, dia langsung turun menuju ruang keluarga dimana disana ada Rena dan juga Ayahnya, sedangkan ibunya menyusul dibelakang bersama Anin.
Saat Rendy tiba dia langsung memeluk ayahnya dan duduk disofa bersebrangan dengan Rena
" Ayah bagaimana kabar ayah?" tanya Rendy
" Ayah baik, seperti yang kamu lihat" jawab Tn. Ezad
Tn. Ezad mulai bicara
" Rena, bagaimana kabar mu, selama ini kamu dimana"
" saya baik Uncle, saya di negara FL mengikuti paman saya tapi mereka jahat sama saya" jawab Rena sendu
" Kamu tidak usah khawatir, karena sekarang kamu aman bersama kami" ucap Tn. Ezad
__ADS_1
" Ayah dengar katanya kamu dan Rendy mau menikah apa benar?" tanya Tn. Ezad
Rena melirik Rendy, saat Rendy mengangguk baru dia menjawab Tn. Ezad
" Iya kami memang sepakat menikah uncle"
" Kamu yakin Ren, apa kamu tidak tahu kalau Rendy itu sebenarnya.."
Belum selesai kalimat yang diucapkan Tn. Ezad tiba-tiba seorang gadis datang dan berlari ke arah Rendy
" Sayang.... Kamu kemana aja sih? kenapa baru pulang sekarang" ucapnya langsung memeluk leher Rendy dari belakang dan mencium pipi Rendy
Rena kaget melihat gadis itu. Air mukanya berubah melihat gadis itu memeluk dan mencium Rendy.
" Kamu apa - apaan si? ," ucap Rendy kaget mendapat perlakuan seperti itu
" Wah.. Belum lama pergi tapi begini ya sikap kamu ke aku" jawab gadis itu melepaskan pelukannya dan beralih duduk disamping Rendy
Rendy sudah panas, dia tidak tahu harus bersikap apa saat melihat ekspresi Rena
" Aku kangen..." ucap gadis itu langsung memeluk pinggang Rendy
Rena menunduk dan tanpa dia sadari airmata mengalir dipipinya, Rendy yang melihat nya pun merasa harus mengambil tindakan.
" Anindita cukup" ucap Rendy dengan nada tinggi seraya bangkit dari tempat duduk nya.
Anin hanya menatap ekspresi kakaknya dan masih mengatur ekpresinya.
Dia lalu bangkit dan berkata
" Oh... Jadi begini ya sikap kamu, apa karena gadis itu kamu jadi begini sama aku" Ucap Anin, suaranya tak kalah tinggi dari Rendy sambil menunjuk Rena
Rendy menggelengkan kepala nya, sudah tidak tahu harus berbuat apa.
" Kalau kamu memang memilih gadis itu, gak apa-apa Ren, Aku ikhlas, lebih baik aku mundur daripada harus sakit melihat kamu dengan nya" ucap Anin mengeluarkan air mata buaya nya..
Rena hanya terdiam merasa dirinya penyebab masalah ini, tapi dia juga tidak mau ikut campur. Hanya airmata nya yang menetes
Tn. Ezad dan Ny. Intan tak menyangka kalau anaknya bakal semeyakinkan itu..
Rendy yang sudah tak tahan dengan ulah adiknya akhirnya menjawab
" Pergi sana, jangan pernah salahkan aku kalau aku memberitahukan Tony akan semua ulah mu ini" ucap Rendy dengan senyuman liciknya
Anin yang baru melangkah beberapa langkah akhirnya menghentikan langkah nya dan berbalik
" Jadi sekarang mau main ngaduin aku gitu" jawab Anin
Rena heran apa maksud dari 2 orang ini, dia lalu bangkit
" Ren, udah lah aku memang salah dan maaf telah membuat masalah di antara kalian" ucap Rena
" Ini bukan salah kamu kok" jawab Rendy cepat
Rendy mengeluarkan handphone nya
" Bagaimana, kamu kira aku nggak berani" ucap Rendy sambil memainkan ponselnya pura-pura mencari nomor Tony
Anin yang melihatnya langsung berlari ke arah Rendy
" Kakak.. Jangan" sambil meraih handphone Rendy
" Maafin aku ya,, tapi jangan kasih tau kak Tony" ucap Anin
" Sekarang minta maaf sama Rena" ucap Tony sambil melotot pada adiknya
" Ya.., kak Rena Anin minta maaf ya,, Anin ini adiknya Kak Rendy, kakak jangan salah paham ya" ucap Anin sambil menunduk
Rena yang mendengarnya pun bingung, tapi dia mengingat anak kecil yang sering diajak jalan sama Rendy dulu waktu mereka masih kecil.
" Nggak apa-apa dek, kakak juga heran tadi waktu Rendy sebut nama kamu dan menerka kalau kamu adiknya, tapi akting kamu yang meyakinkan membuat aku jadi sangsi" Rena
" Hmm, sekali lagi maaf ya kak, selamat datang di rumah kami" jawab Anin
__ADS_1
Anin lalu duduk disamping Rena,
" Ayah gimana akting aku tadi" ucap Anin
" Wah dah cocok Nin buat main film" jawab Tn. Ezad
" Mentang - mentang calon suaminya aktor, jadi mau ngikutin" cibir Rendy
" Gak ada sangkut pautnya juga" jawab Anin
Rena yang melihat interaksi adik dan kakak itu ikut tersenyum.
Anin pamit untuk beristirahat
" Nin ada yang mau kakak bicarakan, nanti kakak ke kamar kamu" ucap Rendy
" Ok kak, Anin ke kamar dulu" pamit Anin.
Flashback On
*** Rencana Anin***
Anin berbisik pada ibunya dan mereka tersenyum bersama, sepertinya mereka merencanakan sesuatu. Anin berhenti di tengah2 tangga, sedangkan ibunya langsung mendekati ayah.
Ibu kembali berbisik pada Ayah, dan senyum mengembang diwajah mereka.
Anin mendengarkan dari arah tangga dan saat suasana nya tepat dia langsung keluar..
Flashback Off
.
.
.
.
.
.
.
.
Mohon koreksi jika ada typo
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Mohon Vote and Like ya... 🙏🙏🙏
.
.
.
__ADS_1
.
Terima Kasih kakak Reader... 😘😘😘