PATAH TUMBUH HILANG BERGANTI

PATAH TUMBUH HILANG BERGANTI
PTHB 19


__ADS_3

Hari telah pagi, matahari mulai menyapa penghuni alam semesta tidak terkecuali Tony yang terbangun kala cahaya matahari membelai lembut wajanya melalui celah jendela kamarnya.


Dia bangkit dan segera menuju ke kamar mandi, setelah mandi dia bersiap karena sudah berjanji bersama Jay untuk menemui Anin dan Rendy di Cafe tempat mereka biasa nongkrong.


Walaupun ini sudah 2 hari berlalu dari hari mereka janjian, karena Rendy tiba-tiba membatalkan pertemuan Merek karena harus menemani Rena yang tidak enak badan.


Betapa kaget nya Tony saat keluar kamar melihat Jay yang duduk di meja pantry dapurnya sambil memakan roti dengan selai kacang.


" Hoyyy..., ngapain sarapan disini" ucap Tony kesal sambil menepuk bahu sahabatnya


Yang disapa hanya menoleh sebentar dan kembali sibuk dengan kegiatannya memakan roti selai kacang sampai habis, dan meminum susu coklat yang dia buat saat menunggu Tony tadi sampai tandas.


" Memang nya kenapa, masa punya sahabat artis terkenal yang sedang wara wiri di semua stasiun tv, anak konglomerat pula gak boleh apa cuma numpang sarapan" jawab Jay


" Nggak ada urusan ya.., mau anak siapa aja, kamu kan bisa sarapan di rumah mu.." jawab Tony


" Jadi nggak rela ni roti nya habis aku makan?, aku keluarin lagi ni" jawab Jay dengan senyum smirk nya


" ih... Nggak nggak,, aku dah ikhlasin kok daripada kamu keluarin lagi,, huekk..." ucap Tony bergidik ngeri membayangkan roti yang dimakan Jay


" Ya udah ayo cepat keburu telat ntar Rendy marah" Ucap Jay sambil meraih kunci mobil di atas meja pantry.


Mereka berdua berjalan menuju lobi, Tony menunggu Jay yang sedang mengambil mobil di basement,. Saat mobil sampai di depan Tony langsung masuk dan mereka segera menuju Cafe langganan mereka.


***———————***


Rendy baru saja keluar dari kamar nya dan segera menuju meja makan, nampak disana Rena tengah sibuk menyiapkan sarapan untuk suami dan mertua nya.


" Selamat pagi" ucap Rendy dengan senyum manisnya


Rendy menggunakan celana jeans dengan robekan di lutut dan memakai kaos bolong putih ditambah dengan jaket dan juga sepatu kets senada membuat semua orang yang melihatnya terpanah dan mungkin mengira kalau dia masih single.


" Wah... Dah rapi mau kemana?" Tanya nyonya Intan


" Mau ketemu Jay sama Tony Bu" Jawab Rendy


" Loh.. Rena kok belum siap - siap si" sambung Tuan Ezad


" Rena nggak ikut Yah" Jawab Rendy


" Kok nggak ikut, kamu nggak ngajak dia" tanya Nyonya Intan dengan tatapan tajam


" Rena mau istirahat saja dirumah Bu, karena beberapa hari ini Rena kurang istirahat" jawab Rena malu


Tuan Ezad dan Nyonya Intan langsung menatap tajam ke arah Rendy. Ini semu pasti karena ulahnya dia. Menyadari tatapan Ibu dan ayah nya Rendy mencari pembahasan lain.


" Anin kok belum turun sih" ucap Rendy mengalihkan fokus orang tuanya


Belum sempat dijawab oleh Nyonya Intan Anin sudah berada di tangga dan berjalan kearah Rendy


" Kenapa kak, biasanya nggak pernah cari aku semenjak menikah" sindir Anin


" Nggak apa-apa" Rendy


" Kamu mau kemana Nin dah rapi juga, kayak janjian aja kalian" sapa nyonya Intan


" Memang janjian Bu," ucap Anin sambil duduk di kursi samping Ibunya.


" Memang mau kemana?" tanya tuan Ezad


" Mau ketemu Tony sama Jay udah lama nggak nongkrong sama mereka" sahut Rendy


" Lah terus Anin ngapain?" tanya nyonya Intan

__ADS_1


" ih.. Ibu, kayak nggak pernah muda saja" jawab Rendy senyum - senyum melirik Ibu nya.


" Ya sudah cepat sarapan, biar Tony sama Jay nggak kelamaan nunggu" sela tuan Ezad


Mereka pun sarapan dengan tenang. Setelah sarapan Tony dan Anin pamit pergi. Anin menyalami kedua orang tuanya begitu juga Rendy, tak lupa dia mengecup kening istrinya.


*** ——————***


Di sebuah Cafe sudah nampak Jay dan Tony menunggu di meja pojok Cafe yang biasa mereka pakai. Beberapa menit kemudian Rendy sampai bersama Anin.


" Selamat Datang di Cafe kami" ucap seorang pelayan yang biasa menyambut tamu


Rendy dan Anin masuk berjalan menuju meja yang mereka tuju, tiba-tiba ada suara menyapa mereka


" Rendy"


Yang dipanggilpun menoleh ke arah sumber suara


" Evan, Wah lama nggak jumpa" jawab Rendy


" Ya, kamu kemana aja, sekali nya ketemu dan ganti status" ucap Evan


" Siapa yang kasih tau kamu"


" Tony sama Jay tadi"


Evan mengarahkan pandangan pada Anin yang sedari tadi bergelayut manja di lengan Rendy


" Inikan gadis yang dilamar Tony kemarin? Masa si Tony yang ngelamar, Rendy yang nikahin" gumam Evan


" Kenapa Van, ngelamun" ucap Rendy menepuk bahu Evan


" Gak ada apa - apa, ini istri kamu Ren"


" Kok bisa" ucap Evan terkejut


" Kenapa terkejut, kenal sama istriku"


" Kenal secara langsung si nggak, cuma kan ini gadis yang viral dilamar Tony kan?" jawab Evan


" Emang kalo dilamar sama Tony kenapa?"


" Masa Tony yang ngelamar kamu yang nikahin?" ucapnya masih tidak percaya


" Hahahaha haha, maaf Van, kita duluan ya" ucap Rendy meninggalkan Evan masih dengan rasa penasarannya.


Setelah sampai di meja yang di tuju


" Sudah lama Bro" Ucap Rendy


" Lumayan kenapa lama" jawab Jay


" Tadi ngobrol sam Evan dulu" ucap Rendy


" Hmm, Anin mau pesan apa?" ucap Jay


" Orange jus saja kak" jawab Anin


" kamu Ren"


" Samain aja",


Jay memanggil pelayan dan memesan pesanan mereka. Tak berselang lama pesanan yang mereka pesan datang

__ADS_1


Rendy menatap ke arah Tony yang tidak seperti biasanya, hanya diam


" Kenapa tu orang" ucap Rendy menyikut Jay sambil arah pandang nya kepada Tony


" Lagi banyak masalah, kamu tahu sendiri sahabat mu yang satu itu tidak pernah bisa menyelesaikan masalahnya sendiri dengan baik" jawab Jay


" Memang ada masalah apa" sahut Rendy


Tony yang menjadi obyek pembicaraan tidak bergeming. Anin pun heran melihat perubahan sifat Tony.


" Kakak kenapa?" tanya Anin pada Tony


" Hmm... Gak apa-apa" jawab nya


" Terus kenapa diam, ceritain aja aku akan dengar" ucap Anin lembut


Mendengar suara lembut Anin, Tony merasa lebih tenang dia menarik nafas nya dalam - dalam dan membuangnya perlahan. Hati nya kini mantap untuk bercerita kepada Anin dan Rendy.


" Sayang, kamu janji nggak akan marah kan" ucap Tony pada Anin


" Memang nya ada apa?" ucap Anin


" Kamu tahu Emely kan? Perempuan yang pernah ketemu kita waktu makan siang saat akan menuju ke apartemenku"


" Ya, memang nya ada apa dengan dia"


" Dia ngaku - ngaku kalo dia pacaran sama aku kepada teman - temannya dan teman-temannya menyebarluaskan"


" Emely rekan kerja mu itu" sela Rendy


" Ya" Jawab Tony.


" Kamu benar tidak pacaran sama Dia kan, atau kamu tinggalin dia sepihak?" tanya Rendy


.


.


.


.


.


.


Bersambung


.


.


.


..


.


.


Mohon koreksi jika ada typo


***Jangan lupa vote and like ya...

__ADS_1


Terima kasih***


__ADS_2